Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

30 Januari 2009

ANTARA KULIAH, DAKWAH DAN MA'ISYAH

Posted by cah_hamfara 00.30, under | 1 comment

ANTARA KULIAH DAKWAH DAN MA'ISYAH
(Sebuah Tulisan Untuk Renungan)

Memang, tidak akan bisa dipungkiri bahwa tujuan seseorang masuk ke Perguruan Tinggi (PT) itu untuk kuliah. Dulu ketika masih berseragam putih abu-abu, dia mempunyai impian bisa lepas dari penjajahan seragamnya. Dia ingin bebas mereguk nikmatnya ilmu dengan tidak dikekang oleh borgol putih abu-abunya. Sekarang, setelah kelulusan, lepaslah borgol itu dengan aksi semprotan pilox mereka...dia pun menekadkan diri untuk mencebur di samodra mahasiswa. Sedikit lagi impiannya tercapai.

Betapa terbelalaknya mereka, ketika impian mereka dibungkam oleh penguasa berupa mahalnya biaya kuliah. BHP (Betapa maHalnya Pendidikan) jelas sekali menjadi racun liberalisasi pendidikan, entah dengan alasan apapun. Impian pun sempat surut, yah.....

KULIAH GRATIS 100%....BYAAARRR....tiba-tiba dia merasa seperti disambar petir disiang bolong ketika membaca poster sebuah PT swasta di Jogja yang menawarkan kuliah gratis. Impiannya pun kembali menari-nari dalam benaknya. Ini tidak mahal, ini murah, bahkan gratis.. Segera dia pelototin poster yang nempel di papan pengumuman masjid dekat rumahnya. Ya..!! dengan mantab diputuskanlah untuk kuliah di kampus tersebut.

Proses pendaftaran berjalan lancar. Sekarang menjadi mahasiswa...lebih-lebih setelah menjadi mahasiswa dia mendapatkan tantangan dari kakak angkatnya tentang agama yang mengusik dia. Benarkah saya ini muslim?? inilah kalimat yang terucap dalam hatinya yang paling dalam. Untuk itu, dia memutuskan terjun kedunia DAKWAH dalam rangka memperkuat aqidahnya.

Yaa..sekarang dia mahasiswa sekaligus pengemban dakwah. Kajian-kajian tidak pernah ditinggalkan. Dari liqo-an sampai halaqoh-an (katanya liqo dan halaqoh beda) diikutinya. Seakan menjadi muslim sejati, keberaniannya membengkak....(emangnya bisul). Namun sekali lagi dia berfikir...

Allah yang mengujinya dengan sedikit rezki menjadikan dia bertanya-tanya? KAPITALISME telah menjadi bencana bagi hidup ini. Kemiskinan ini adalah akibat ulah tangan-tangan kapitalis. Hancurkan kapitalisme. Bukan sekedar dalam konsep, dia pun mulai merangkak berkata kepada kedua orang tuanya:”Bapak-Ibu, mulai bulan ini saya tidak usah dikirimin uang. Biarkan saya bekerja mencari ma'isyah sendiri (emangnya sudah punya aisyah euy..??)” Jadi penjual roti bakar pun akan saya jalani, dari pada menjadi jongosnya kapitalisme.


Hidup pun dia alami. Antara Kuliah, Dakwah dan Ma'isyah.
Semoga bisa menjadi renungan....

1 komentar:

Posting Komentar

 
Istrahatnya s'org aktivis adalah suatu kelalain, Laa rohata ba'dal yauum. Teruslah berjuang hingga Allah memenangkan Dien ini atau kita Syahid Karenanya...