<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955</id><updated>2011-07-30T16:11:14.359-07:00</updated><category term='Reportase'/><category term='Artikel'/><category term='Al Islam'/><category term='Agenda'/><category term='T'/><category term='Galeri Photo'/><category term='Press Releases'/><title type='text'>Syabab Hamfara</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-6486430319164596576</id><published>2011-04-12T23:02:00.001-07:00</published><updated>2011-04-12T23:04:45.735-07:00</updated><title type='text'>Hedonisme Politik, Jalan Menuju Kehancuran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-KgCuKjYYIgk/TaU8nGrWLsI/AAAAAAAAARs/bLBwzziOo1w/s1600/dpr.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-KgCuKjYYIgk/TaU8nGrWLsI/AAAAAAAAARs/bLBwzziOo1w/s200/dpr.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594944754582695618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta - Para politisi di DPR ternyata banyak yang mengidap hedonisme politik, yakni berpolitik demi kenikmatan sesaat. Suatu kecenderung politik menuju kebanalan dan kedangkalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para akademisi dan pengamat melihat, sebagian politisi DPR terlalu berlebihan dalam memandang keindahan sehingga terperosok ke dalam lembah hedonisme yakni berlebih-lebihan dalam mencintai keindahan termasuk perempuan sehingga mengalami penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kecenderungan kepada kepicikan, kenikmatan hedonis dan nafsu pada kemewahan adalah fakta menguatnya hedonisme di kalangan politisi kita. Mereka emoh hidup sederhana, dan justru gemar mengumbar kemewahan. Hasrat menikmati pornografi, membangun gedung DPR yang megah dan boros adalah hedonisme politisi demi kepentingan sesaat,” kata pengamat sosial dan dosen UIN Jakarta Nanang Tahqiq MA, Selasa (12/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Menurutnya, salah satu pihak yang potensial menjadi korban politik pencitraan kelas tinggi adalah para pelakunya sendiri. Hedonisme adalah praktek bersenang-senang secara liar tanpa peduli nasib orang lain. Filsafat hedonisme tak kenal baik dan buruk kecuali mencandu kepuasan sedalam-dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara hedonisme politik adalah praktek menguras habis, memanfaatkan, memanipulasi, dan mencampakkan kepatutan, hanya demi mencapai ekstase (kesenangan) tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Isu gedung baru, membuat politisi kerap dicap berulah hedon belakangan ini dan mereka nampak menjadi politisi hedonis, baik dalam perilaku, gaya hidup, maupun aktivitas korupsinya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kecenderungan kepada hedonisme berpangkal kepada kepribadian seseorang. Misalnya, kesombongan dan egoisme adalah penyebab kecenderungan seseorang kepada kehidupan mewah. Politisi sombong akan selalu membanggakan kekayaan dan kedudukan yang dimilikinya untuk menunjukkan keunggulannya atas orang lain. Inilah hedonisme berbasis kekayaan dan kedudukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan tidak sehat untuk menunjukkan kemewahan terkadang menimbulkan perasaan dengki dan iri. “Mereka mengira bahwa cara menunjukkan kelebihan atas orang lain adalah dengan cara bersaing yang hedonis seperti ini,” kata Nanang Tahqiq, alumnus pasca sarjana McGill University, Kanada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terpisah, pengamat politik Ray Rangkuti melihat, para politisi yang hedonis memandang rendah kepada orang lain secara status. Pandangan ini sudah tentu akan menyebabkan jurang yang dalam antara mereka dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam mengumpulkan harta dan barang-barang mewah mereka akan dikuasai oleh sifat ketamakan. Orang seperti ini tidak akan bersedia memberikan harta mereka kepada orang lain,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hedonisme politisi adalah awal dari sesat pikiran dan merosotnya akhlak di kalangan politisi: Ini sebuah gejala menuju kehancuran, bukan? (inilah.com, 12/4/2011)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-6486430319164596576?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/6486430319164596576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/04/hedonisme-politik-jalan-menuju.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6486430319164596576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6486430319164596576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/04/hedonisme-politik-jalan-menuju.html' title='Hedonisme Politik, Jalan Menuju Kehancuran'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-KgCuKjYYIgk/TaU8nGrWLsI/AAAAAAAAARs/bLBwzziOo1w/s72-c/dpr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7559440795394016979</id><published>2011-03-25T03:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T03:35:47.553-07:00</updated><title type='text'>KONSULTASI FIKIH : MENGKRITIK PENGUASA SECARA TERBUKA, BOLEHKAH?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lbAcNVXusIM/TYxvX04uL_I/AAAAAAAAARk/oIM9A21gdMw/s1600/menkgirtik%2Bpenguasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lbAcNVXusIM/TYxvX04uL_I/AAAAAAAAARk/oIM9A21gdMw/s200/menkgirtik%2Bpenguasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587963692784168946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Ustadz, bolehkah kita mengkritik penguasa secara terbuka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukumnya jaiz (boleh) mengkritik penguasa secara terbuka, tidak haram. Dalilnya adalah kemutlakan dalil-dalil amar ma’ruf nahi mungkar kepada penguasa. (Muhammad Abdullah Al-Mas’ari, Muhasabah al-Hukkam, hal. 60; Ziyad Ghazzal, Masyru’ Qanun Wasa’il Al-I’lam fi Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal.25).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil tersebut antara lain sabda Nabi SAW, "Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdil Muthallib dan seseorang yang berdiri di hadapan seorang imam yang zalim lalu orang itu memerintahkan yang ma’ruf kepadanya dan melarangnya dari yang munkar, lalu imam itu membunuhnya."(HR Tirmidzi dan Al-Hakim). Juga berdasarkan sabda Nabi SAW."Seutama-utama jihad adalah menyampaikan kalimat yang haq kepada penguasa (sulthan) atau pemimpin (amiir) yang zalim."(HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Juga berdasarkan hadits Ubadah bin Ash-Shamit RA tentang baiat kepada imam yang di dalamnya ada redaksi,"dan kami akan selalu mengucapkan kebenaran dimana pun kami berada, kami tidak takut –karena Allah— terhadap celaan orang yang mencela."(HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengomentari dalil-dalil tersebut, Syaikh Muhammad Abdullah Al-Mas’ari berkata bahwa nash-nash tersebut bersifat mutlak, yakni tidak membatasi cara tertentu dalam menasehati nasehat penguasa, sehingga dapat disampaikan secara rahasia atau terbuka. (Muhammad Abdullah Al-Mas’ari, ibid., hal. 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dalil-dalil ini, kebolehan mengkritik penguasa secara terbuka juga diperkuat oleh praktik para shahabat yang sering mengkritik para khalifah secara terbuka. Diriwayatkan dari Nafi’ Maula Ibnu Umar RA, ketika menaklukkan Syam, Khalifah Umar bin Khaththab tidak membagikan tanah Syam kepada para mujahidin. Maka Bilal RA memprotes dengan berkata,"Bagilah tanah itu atau kami ambil tanah itu dengan pedang!" (HR Baihaqi, no 18764, hadits sahih). Hadits ini menunjukkan Bilal mengkritik Khalifah Umar secara terbuka di hadapan umum. (Ziyad Ghazzal, Masyru’ Qanun Wasa’il Al-I’lam fi Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal.24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari ‘Ikrimah RA, Khalifah Ali bin Thalib RA telah membakar kaum zindiq. Berita ini sampai kepada Ibnu Abbas RA, maka berkatalah beliau,"Kalau aku, niscaya tidak akan membakar mereka karena Nabi SAW telah bersabda,'Janganlah kamu menyiksa dengan siksaan Allah (api),'dan niscaya aku akan membunuh mereka karena sabda Nabi SAW,’Barangsiapa mengganti agamanya, maka bunuhlah dia."(HR Bukhari). Dalam hadits ini jelas Ibnu Abbas mengkritik Khalifah Ali bin Thalib secara terbuka. (Ziyad Ghazzal, Masyru’ Qanun Wasa’il Al-I’lam fi Ad-Daulah Al-Islamiyah, hal.25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dalil-dalil di atas, boleh hukumnya mengkritik penguasa secara terbuka di muka umum, baik di media massa seperti di internet, koran, majalah, maupun saat demonstrasi, di pasar, di kampus, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama mengharamkan mengkritik pemimpin secara terbuka berdasar hadits Iyadh bin Ghanam, bahwa Nabi SAW berkata,"Barangsiapa hendak menasehati penguasa akan suatu perkara, janganlah dia menampakkan perkara itu secara terang-terangan, tapi peganglah tangan penguasa itu dan pergilah berduaan dengannya. Jika dia menerima nasehatnya, itu baik, kalau tidak, orang itu telah menunaikan kewajibannya pada penguasa itu."(HR Ahmad). Menurut Syaikh Muhammad Abdullah Al-Mas’ari, hadits ini dha’if karena sanadnya terputus (inqitha’) dan ada periwayat hadits yang lemah, yaitu Muhammad bin Ismail bin ‘Iyasy. (Muhasabah al-Hukkam, hal. 41-43). Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7559440795394016979?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7559440795394016979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/konsultasi-fikih-mengkritik-penguasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7559440795394016979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7559440795394016979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/konsultasi-fikih-mengkritik-penguasa.html' title='KONSULTASI FIKIH : MENGKRITIK PENGUASA SECARA TERBUKA, BOLEHKAH?'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lbAcNVXusIM/TYxvX04uL_I/AAAAAAAAARk/oIM9A21gdMw/s72-c/menkgirtik%2Bpenguasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3724353827807363760</id><published>2011-03-25T03:14:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T03:37:33.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KONSULTASI FIQIH : HUKUM EMAS PUTIH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-tGr4TKK8P0g/TYxrWMA8bvI/AAAAAAAAARU/KZU1dvdZ-OI/s1600/emas%2Bputih.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-tGr4TKK8P0g/TYxrWMA8bvI/AAAAAAAAARU/KZU1dvdZ-OI/s200/emas%2Bputih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587959266586423026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, apa hukumnya emas putih?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emas putih yang ada saat ini sebenarnya adalah emas hakiki. Hanya saja ada logam tertentu seperti nikel atau paladium yang dicampurkan sehingga warnanya berubah dari warna asli (kuning). Namun campuran ini tak menghilangkan sifat aslinya sebagai emas yang sesungguhnya. Dengan campuran itu, emas putih tak lagi bersifat emas murni (24 karat), namun telah berkurang kadar karatnya menjadi 18 karat, 21 karat, atau kadar lainnya sesuai jumlah logam yang dicampurkan. (Abdurrahman bin Fahad Al-Wada’an Ad-Dusiri, Al-Dzahab Al-Abyadh Haqiqatuhu wa Ahkamuhu Al-Syar’iyah, hal. 17 &amp; 20).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Prof. Dr. Mamduh Abdul Ghafur Hasan dalam kitabnya Mamlakah Al-Dzahab (Kairo : Al-Syirkah Al-Arabiyah, 1997) hal. 52 menjelaskan emas putih dapat dibuat dengan menambahkan platina hingga 25 % atau nikel hingga 15 % pada emas murni. Sementara Dr. Shalah Yahyawi dalam kitabnya Adz-Dzahab (Beirut : Mu`assasah Risalah, 1400 H), hal. 80 menyatakan emas putih adalah logam campuran yang terdiri dari emas 21 karat sebanyak 6 bagian dicampur dengan logam paladium sebanyak 1 bagian. Hasil campuran ini adalah emas putih 18 karat. Namun emas putih jenis ini relatif lunak, sehingga kurang bagus untuk dijadikan perhiasan seperti cincin atau kalung karena cepat rusak. Maka untuk membuat emas putih yang lebih solid, digunakan bahan emas 12 karat (bukan 21 karat) yang nilainya lebih tinggi dari bahan emas 18 karat, karena tingginya nilai paladium. Prof. Marvunin, guru besar mineralogi Universitas Moskow dalam kitabnya Adz-Dzahab (terj.) (Damaskus : Darul Fadhl, 1991) menjelaskan warna putih pada emas dapat dibuat dengan mencampurkan logam tertentu seperti nikel, tembaga, dan paladium. (Dikutip oleh Abdurrahman bin Fahad Al-Wada’an Ad-Dusiri, ibid., hal. 19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, emas putih sesungguhnya adalah emas asli ditambah dengan campuran logam lain seperti perak, paladium, nikel, dan platina. Warna asli emas adalah kuning. Tak ada emas yang warna aslinya putih. Memang ada logam mulia lain yaitu platina, yang dinamai “emas putih” oleh orang awam (bukan ahli mineralogi). Dinamakan “emas putih” mungkin karena warnanya memang putih dan termasuk logam mulia seperti halnya emas. Bahkan harganya lebih mahal daripada emas karena langka. Namun menamakan platina “emas putih” adalah salah kaprah karena tak sesuai dengan istilah emas putih di kalangan ahli mineralogi. (Abdurrahman bin Fahad Al-Wada’an Ad-Dusiri, ibid., hal. 22-23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah fakta (manath) dari emas putih yang tak diketahui oleh kebanyakan masyarakat. Maka dari itu, pada emas putih diberlakukan hukum-hukum syara’ untuk emas asli. Hukum syara’ yang berlaku untuk emas asli berlaku pula untuk emas putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum-hukum syara’ itu antara lain, Pertama, emas putih wajib dizakati jika sudah memenuhi dua ketentuan; (1) mencapai nishab (85 gram), (2) sudah haul (dimiliki selama satu tahun qamariyah). Besarnya zakat 2,5 % dari total emas yang dimiliki. Kedua, emas putih haram dipakai oleh laki-laki. Ketiga, emas putih haram untuk dipertukarkan disertai tambahan (riba fadhl). Jadi jika dipertukarkan dengan sesama emas, wajib sama beratnya dan wajib diserahterimakan secara kontan. Keempat, emas putih haram dijual secara kredit atau utang. Jadi jika diperjualbelikan wajib dijual secara cash (kontan). Kelima, emas putih haram untuk disimpan (kanzul mal) (QS At-Taubah : 34), yaitu semata-mata disimpan tanpa ada suatu keperluan di masa depan, seperti untuk membeli rumah, biaya naik haji, dan sebagainya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 6 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Shiddiq Al-Jawi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3724353827807363760?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3724353827807363760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/konsultasi-fiqih-hukum-emas-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3724353827807363760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3724353827807363760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/konsultasi-fiqih-hukum-emas-putih.html' title='KONSULTASI FIQIH : HUKUM EMAS PUTIH'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tGr4TKK8P0g/TYxrWMA8bvI/AAAAAAAAARU/KZU1dvdZ-OI/s72-c/emas%2Bputih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-875489505822995259</id><published>2011-03-25T03:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T03:44:05.361-07:00</updated><title type='text'>Deskripsi tentang nilai (Qimah)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-w5LIxD1Mzo8/TYxrvYMbGzI/AAAAAAAAARc/f2YxmqZiSow/s1600/dinar-cak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-w5LIxD1Mzo8/TYxrvYMbGzI/AAAAAAAAARc/f2YxmqZiSow/s200/dinar-cak.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5587959699352525618" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=65718197251762955&amp;amp;postID=875489505822995259&lt;br /&gt;- Nilai dari barang produksi&lt;br /&gt; - Derajat kepentingan suatu barang ada dua kemungkinan yang mempengaruhinya:&lt;br /&gt; 1. Nilai suatu barang ketika barang itu di kaitkan dengan orang tertentu ?(Qimatu al Manfaat)&lt;br /&gt; Cara mengukur manfaat dengan menggunakan teori guna manfaat ( batas), marginal utility (Utility), misalnya roti dengan seseorang. Yaitu mengukur kemampuan roti tersebut dengan kemampuan paling lemah terhadap manusia. Cara mengukur derajat kepentingan roti bagi konsumen tidak di ukur pada roti pertama saat di makan tetapi di ukur pada saat roti terakhir yg dapat memuaskan manusia. Menerangkan bagimana cara mangukur manfaat suatu barang yaitu dengan melihat batas akhir kemampuan suatu barang untuk memuaskan batas akhir dari hajat atau kebutuhan.&lt;br /&gt; 2. Ketika barang itu dikaitkan dengan barang yang lain (Qimatu al Istiddhal) &lt;br /&gt; Nilai tukar, kekuatan/ kemampuan tukar/ daya tukar suatu barang ketika berang  di tukar dengan barang lain. Ex.: gandum dan tepung, dst.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; - Proses penukaran barang dengan jasa pada masyarakat modern sekarang sudah jarang di temukan atau langkah. Karena masyarkat di zaman modern sekarang sudah menggunakan alat tukar (uang) untuk mendapatkan sebuha barang yang di butuhkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-875489505822995259?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/875489505822995259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/deskripsi-tentang-nilai-qimah-nilai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/875489505822995259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/875489505822995259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/deskripsi-tentang-nilai-qimah-nilai.html' title='Deskripsi tentang nilai (Qimah)'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-w5LIxD1Mzo8/TYxrvYMbGzI/AAAAAAAAARc/f2YxmqZiSow/s72-c/dinar-cak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3645158364026545679</id><published>2011-03-15T03:11:00.001-07:00</published><updated>2011-03-15T03:21:15.002-07:00</updated><title type='text'>Lakukan Kristenisasi, Maroko Usir 20 WN Asing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ej2a9cjuBwM/TX88abPe9wI/AAAAAAAAARM/tFdIWoMh0WY/s1600/maroko-ilustrasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ej2a9cjuBwM/TX88abPe9wI/AAAAAAAAARM/tFdIWoMh0WY/s200/maroko-ilustrasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5584248487649670914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kementrian Dalam Negeri Maroko mengusir setidaknya enam belas orang yang beragama Kristen yang merupakan pekerja sosial dari Selandia Baru. Mereka dikeluarkan karena menggunakan panti yatim piatu Village of Hope (Desa Harapan) di Fez untuk mengkristenkan anak-anak Maroko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Maroko kelompok-kelompok Kristen dizinkan melakukan kegiatan sepanjang mereka tidak mengkristenkan penduduk Muslim yang jumlahnya mencapai 98 persen dari jumlah penduduk kerajaan itu. “Ketika kami berkendaraan ke tempat kerja, ada polisi di mana-mana dan diluar tempat kerja kami ada barikade,” ujar Chris Broadbent direktur Village of Hope.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chris Broadbent adalah direktur personalia di panti yatim piatu tersebut. Ia mengatakan yang tadinya kelihatan pemeriksaan rutin surat-surat resmi kemudian berubah dengan cepat menjadi deportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam wawancara lewat telepon dari Spanyol, ia mengatakan, pejabat berwenang Maroko bertanya kepada anak-anak di panti asuhan itu apakah mereka bisa mengucapkan ayat Al-Quran, sementara polisi mencari buku-buku bertema agama Kristen ditempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia mengatakan, “Mereka mencari materi-materi bertema Kristen yang mungkin pernah diberikan ke anak-anak disana, seperti cerita-cerita Alkitab untuk anak-anak, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan buku-buku bertema Kristen untuk anak-anak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Broadbent mengatakan polisi menemukan buku-buku berisi cerita-cerita anak-anak dari Alkitab di panti tersebut, tetapi ia membantah anggapan bahwa kelompok itu bertindak sebagai misionari dengan mengatakan bahwa mereka tidak memaksa orang mengganti agama. Ia mengatakan, anak-anak di panti itu mendapat pelajaran bahasa Arab dan membaca Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak berwenang Maroko mengatakan mereka menanggapi keluhan dari tetangga-tetangga panti yang mengatakan warga Kristen menargetkan anak-anak dibawah umur 10 tahun. Dan, menurut Kementrian Dalam Negeri mereka mengeksploitasi keluarga miskin untuk berpindah agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Komunikasi Maroko Khalid Naciri mengatakan deportasi dilakukan karena tidak menghormati hukum Maroko, bukan karena agama. Naciri mengatakan ini bukan aksi menentang Kristen. Ini adalah tindakan terhadap yang melanggar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naciri menambahkan hukum Maroko menindak tegas siapapun yang melanggar peraturan-peraturan yang melindungi perilaku beragama, dan pemerintah juga akan melakukan tindakan yang sama bagi muslim radikal. Pekerja sosial Kristen dari Belanda, Inggris, dan Amerika juga diusir dari Maroko beberapa minggu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastur-pastur di beberapa kota mengatakan mereka yakin ini merupakan tindakan terkoordinasi untuk membersihkan para penginjil yang sudah puluhan tahun ditoleransi di Maroko. (republika.co.id, 13/3/2011)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3645158364026545679?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3645158364026545679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/lakukan-kristenisasi-maroko-usir-20-wn_15.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3645158364026545679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3645158364026545679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/lakukan-kristenisasi-maroko-usir-20-wn_15.html' title='Lakukan Kristenisasi, Maroko Usir 20 WN Asing'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ej2a9cjuBwM/TX88abPe9wI/AAAAAAAAARM/tFdIWoMh0WY/s72-c/maroko-ilustrasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3546142347655526264</id><published>2011-03-12T12:31:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T12:43:04.262-08:00</updated><title type='text'>‘Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-geY9JFA-HXg/TXvaryCN9rI/AAAAAAAAAQ4/-o1IH94t96U/s1600/dr_jeffrey_lang_110307192703.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-geY9JFA-HXg/TXvaryCN9rI/AAAAAAAAAQ4/-o1IH94t96U/s200/dr_jeffrey_lang_110307192703.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583296608756168370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID-Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS:  Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu ia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia delapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia delapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat karena Tuhan ingin kita melakukannya’,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan coba yang terbaik untuk menjawan pertanyaan kamu.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3546142347655526264?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3546142347655526264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3546142347655526264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3546142347655526264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/kalah-melawan-alquran-dr-jeffrey-lang.html' title='‘Kalah’ Melawan Alquran, Dr Jeffrey Lang Menerima Islam'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-geY9JFA-HXg/TXvaryCN9rI/AAAAAAAAAQ4/-o1IH94t96U/s72-c/dr_jeffrey_lang_110307192703.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7835091724130961927</id><published>2011-03-07T07:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T07:32:03.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Pesan Hizbut Tahrir: Gulingkan Gaddafi -Pasukan Muslim YES, Pasukan Barat NO</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/03/aksi-ht-lebanon-utk-libya.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 620px; height: 340px;" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2011/03/aksi-ht-lebanon-utk-libya.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir menyelenggarakan demonstrasi di depan Kedutaan Besar Mesir di Beirut pada tanggal 4 Maret 2011, menyerukan tentara Mesir untuk membantu saudara-saudaranya di Libya dengan mengintervensi langsung untuk mengakhiri pembantaian berdarah dan mencegah intervensi kekuatan asing.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Osman Bakhach, Direktur Kantor Media Pusat, Hizbut-Tahrir&lt;br /&gt;Salih Salam, Anggota Uni Komunikasi Pusat&lt;br /&gt;Abdullah Hasan, seorang anggota Hizbut-Tahrir dari Libya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kegiatan Hizbut Tahrir untuk mendukung masyarakat di Libya, Hizbut Tahrir Libanon melakukan demonstrasi di depan Kedutaan Mesir di Beirut di mana Osman Bakhach, Direktur Kantor Pusat Media Hizbut Tahrir Pusat berpidato di hadapan demonstran. Dia menyambut revolusi di Libya dan sikap heroik masyarakat yang menghidupkan kembali sikap gagah berani Revolusi Omar Al-Mukhtar melawan penjajahan Italia. Dia juga mengimbau para perwira militer yang masih mendukung penjahat Gaddafi, untuk bergabung dengan umat dalam perjuangan melawan kolonialisme dan para agennya. Dia menekankan penolakan terhadap intervensi asing dan bahwa seluruh umat mengharapkan kemenangan revolusi di Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga mengimbau Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir untuk membantu rakyat Libya dengan berpartisipasi langsung dalam mengakhiri pembantaian berdarah yang dilakukan oleh tiran Gaddafi di Libya, dan bekerja untuk mencegah intervensi asing dalam urusan umat Islam. Ia mengungkapkan rasa takjubnya atas pembangunan militer yang dilakukan oleh negara-negara Eropa dan Amerika, dan bahkan India atas Libya, dan fakta bahwa ada dua pilot Libya yang terpaksa harus membelot ke Malta dan bukan ke Mesir dan Tunisia. Bakhach menekankan bahwa umat Islam adalah satu umat, karena agamanya satu, Tuhan nya satu, Nabi-nya satu dan Kiblatnya satu. Dia menyerukan kaum Muslim di Mesir untuk mendukung tentara Mesir dalam menantang ambisi kolonial Barat dan dalam bekerja untuk membebaskan Palestina dari kejahatan negara Israel seperti yang dilakukan oleh nenek moyang mereka ketika mereka memerangi Pasukan Tentara Salib dan Tatar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa kemenangan revolusi di Mesir tidak akan terjadi kecuali dengan berdirinya Daulah Khilafah, yang akan mengembalikan Mesir sebagai ibukota umat Islam dan Kinanah (penyediaan tentara) Allah di tanah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga memuji rakyat Tunisia karena peran mereka dalam memulai percikan revolusi yang cepat menular ke Mesir, Libya dan negara-negara lain. Dia mendesak mereka untuk tidak membiarkan usaha itu melemah sampai revolusi mendapat kemenangan dengan berdirinya Khilafah, dan menyadari bahwa masalah kaum Muslim di Tunisia, Mesir, Libya dan berbagai negara Muslim adalah sama. Dia menambahkan bahwa revolusi yang pecah adalah saksi terbaik persatuan umat Islam yang hanya kurang dengan tidak adanya pendirian Khilafah sehingga harus membebaskan ummat dari sistem kolonial yang dipaksakan oleh Barat setelah penjahat Ataturk menghancurkan Khilafah pada tanggal  3 Maret 1924.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia memperingatkan gerakan-gerakan oposisi, yang dipandang sebagai “oposisi dekoratif” yang mencoba menambal sulam sistem yang lahir dari rahim Perjanjian Sykes-Picot dengan menuntut reformasi tambal sulam parsial yang memberikan lebih banyak nyawa terhadap rezim yang telah kehilangan legitimasi; kebalikannya mereka harus lebih berusaha meningkatkan seruan perubahan radikal dengan mencampakkan konstitusi buatan manusia dan meningkatkan seruan penyatuan (tauhid) saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyimpulkan dengan berpidato: “Hizbut Tahrir adalah milik Anda dan ia bersama dengan Anda. Partai dan para Shabab telah bersumpah untuk berjuang melawan para penguasa tiran. Hizb mendorong Anda untuk menyatukan  tangan anda dan tangannya sehingga kita semua berjuang untuk meninggikan kalimat Allah dan untuk mendirikan Khilafah yang akan mengembalikan rasa bangga dan martabat kepada umat, dan menyingkirkan perbudakan kepada Barat, yang memiliki ambisi atas sumber daya dan kekayaan kita. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Rabiulawal 1432&lt;br /&gt;4 February 2011&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7835091724130961927?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7835091724130961927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/pesan-hizbut-tahrir-gulingkan-gaddafi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7835091724130961927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7835091724130961927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/pesan-hizbut-tahrir-gulingkan-gaddafi.html' title='Pesan Hizbut Tahrir: Gulingkan Gaddafi -Pasukan Muslim YES, Pasukan Barat NO'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-2718437156275276576</id><published>2011-03-04T14:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-15T02:45:25.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Sistem Moneter Islam Jawaban Atas Kerusakan Sistem Moneter Kapitalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-nE7eF4WG8ck/TXFq__qSqbI/AAAAAAAAAQg/4ySYwvhqCkk/s1600/islamicfinance1.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-nE7eF4WG8ck/TXFq__qSqbI/AAAAAAAAAQg/4ySYwvhqCkk/s200/islamicfinance1.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580359060941875634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Taufik Dedi Hidayat (Syabab HTI Chapter Hamfara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Moneter Kapitalis adalah Sistem Moneter Ribawi&lt;br /&gt;Dalam sistem ekonomi Kapitalis, seperti yang kita ketahui bersama, riba atau suku bunga (interest) layaknya sudah menjadi nyawa yang tidak dapat dilepaskan begitu saja dari tubuhnya. Riba sudah sedemikian menyatu dalam sistem ekonomi Kapitalis.&lt;br /&gt;Para pakar ekonomi Kapitalis zaman klasiklah yang telah memberi landasan pada sistem ekonomi Kapitalis modern sekarang ini mengenai keberadaan suku bunga/riba. Adam Smith dan david Ricardo, misalnya dalam teorinya menganggap bahwa bunga/riba itu seperti ganti rugi yang diberikan oleh si peminjam kepada pemilik uang atas keuntungan yang mungkin diperolehnya dari pemakaian uang tersebut. Dengan demikian, bunga uang/riba itu adalah&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; hadiah atau balas jasa yang diberikan kepada seseorang karena dia telah bersedia menunda pemenuhan kebutuhannya dengan meminjamkan uangnya tersebut.&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Marshall, bunga uang dilihat dari hukum penawaran merupakan salah satu bentuk balas jasa terhadap pengorbanan bagi kesediaan seseorang untuk menyimpan sebagian pendapatannya ataupun jerih-payahnya dengan melakukan penungguan karena uangnya dipinjamkan (Principle of Economic, kar. Marshall, hal 534). Lebih lanjut Marshall menambahkan bahwa besarnya tingkat suku bunga/riba terletak pada titik potong antara grafik permintaan dan persediaan jumlah tabungan. Artinya apabila jumlah tabungan amat banyak sementara permintaan merosot tentu saja akan menurunkan tingkat suku bunga. Sebaliknya jika tingkat permintaan tinggi sedangkan jumlah tabungan sedikit akan mengatrol tingkat suku bunga. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat-pendapat semacam ini, oleh sebagian pakar ekonomi Kapitalis sendiri telah dibantah, dan pada intinya dijelaskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Teori bunga di atas oleh Keynes dikritik habis. Ia mengungkapkan bahwa bunga bukanlah hadiah atas kesediaan orang untuk menyimpan uangnya. Sebab setiap orang bisa saja menabung tanpa meminjamkan uangnya untuk memperoleh bunga uang, sementara yang dipahami dalam kapitalis bahwasanya setiap orang dapat memperoleh bunga dengan meminjamkan lagi uang tabungannya itu. Keynes menyimpulkan bahwa suku bunga itu hanyalah pengaruh angan-angan manusia saja (highly conventional), dan setiap suku bunga uang terpaksa diterima oleh masyarakat, yang dalam pandangan orang kebanyakan terlihat menyenangkan.&lt;br /&gt;2. Dalam situasi resesi ekonomi atau pada saat terjadi economic boom fenomena bertambahnya penanaman modal dalam jumlah yang sama dengan tabungan masyarakat (karena tingkat suku bunga yang tinggi), adalah anggapan yang salah dan keliru. Sebagaimana yang kita rasakan pada saat resesi, meski bunga bank digenjot habis setinggi-tingginya dan berhasil mengumpulkan dana masyarakat puluhan triliun rupiah, tetap saja usaha dan penanaman modal dalam sektor ekonomi riil lumpuh, karena itu artiya suku bunga untuk kreditpun tinggi, dan ini menyulitkan peminjam kecil.&lt;br /&gt;3. Dilihat secara umum seseorang yang menambah jumlah tabungan atau depositonya –menurut Keynes—pada dasarnya akan mengurangi jumlah tabungan orang lain. Pengalaman selama Perang Dunia ke-II di AS saja terbukti bahwa pertumbuhan tabungan masyarakat justru lebih tinggi dengan bunga rendah (1%), dibandingkan dengan sebelumnya yang tingkat bunganya lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tabungan tidak ditentukan oleh besarnya tingkat suku bunga, akan tetapi ditentukan oleh tingkat penanaman modal (aktifitas ekonomi riil). Begitu pula kita dapat melihat fenomena antara negara-negara industri (yang tingkat suku bunganya rendah) dan jumlah tabungan masyarakatnya besar dengan negara-negara miskin yang memiliki tingkat suku bunga amat tinggi, akan tetapi jumlah tabungannya tetap rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak diterapkannya Suku bunga/Riba Bagi Sendi Perekonomian&lt;br /&gt;1.Berpengaruh pada pemerataan ekonomi.&lt;br /&gt;a.Pinjaman perbankan dengan suku bunga memerlukan kepastian pengembalian.&lt;br /&gt;b.Akibatnya kredit perbankan hanya diberikan kepada peminjam yang memiliki akses&lt;br /&gt;  ekonomi yang cukup mapan, atau punya jaminan kredit, dan pastinya itu adalah&lt;br /&gt;  golongan kaya saja.&lt;br /&gt;C.Golongan miskin tidak pernah memperoleh bagian pinjaman kredit perbankan.&lt;br /&gt;2.Berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi&lt;br /&gt;a.Kemudahan kredit akan meningkatkan konsumsi masyarakat.&lt;br /&gt;b.Tingginya konsumsi akan mengurangi tabungan masyarakat.&lt;br /&gt;c.Rendahnya tabungan masyarakat akan meningkatkan suku bunga (agar tabungan kembali&lt;br /&gt;  masuk ke perbankan).&lt;br /&gt;d.Disisi lain dampaknya Peningkatan suku bunga akan menurunkan investasi disektor&lt;br /&gt;  riil, hal itu dikarenakan suku bunga kredit untuk  pembiayaan produktif  juga&lt;br /&gt;  naik(makin mahal) maka semakin sedikit pengusaha yang memperluas bisnis&lt;br /&gt;  produktifnya, karena terlalu beresiko.&lt;br /&gt;e.Rendahnya investasi akan menurunkan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja.&lt;br /&gt;3.Berpengaruh pada ketidakstabilan ekonomi&lt;br /&gt;a.Suku bunga sering mengalami perubahan (volatilitynya tinggi).&lt;br /&gt;b.Tingginya volatility akan menyebabkan tingginya ketidakpastian (uncertainty)&lt;br /&gt;  dalam financial market.&lt;br /&gt;c.Inverstor tidak berani melakukan investasi jangka panjang, akan memilih jangka&lt;br /&gt;  pendek.&lt;br /&gt;d.Investasi jangka pendek akan mencari keuntungan (capital gain) pada pasar saham,&lt;br /&gt;  forex dan keuangan yang bersifat spekulatif.&lt;br /&gt;e.Akibatnya, “investasi” di pasar semu(non riil) tersebut lebih menarik dibanding&lt;br /&gt;  di pasar sektor riil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Penggunaan Uang kertas dalam Sistem Moneter Kapitalis adalah Penyebab Utama Krisis Salah satu penyebab utama krisis ekonomi berasal dari sektor moneter/keuangan yang menggunaan uang kertas. Hal itu bisa dimengerti karena jika dilihat dari sifatnya, uang kertas ini memiliki banyak sekali kelemahan, antaralain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Volatilitasnya sangat tinggi, hal ini  menimbulkan uncertainty(ketidak pastian sikon) dan selanjutnya meningkatkan additional cost(biaya tambahan karena kurs terdepresiasi/turun nilainya) dalam perdagangan.&lt;br /&gt;Sebuah riset yang mempelajari volatilitas mata uang G-3 (AS, Jepang, dan Jerman) menjelaskan: kenaikan 1 % dari nilai tukar mata uang ini menurunkan sekitar 2 % nilai ekspor riil negara-negara berkembang (Esquivel and Larrain, 2002).&lt;br /&gt;b.Mudah menimbulkan inflasi&lt;br /&gt;Dengan volatilitas yang tinggi tadi, ini mengakibatkan perubahan nilai uangpun cepat merosot, dan ini secara langsung jadi penyebab utama inflasi dinegara miskin berkembang, karena untuk membayar komoditas tertentu, terpaksa mereka bayar lebih, dan ini mengakibatkan pemerintahannya menambah jumlah uang beredar tuk menstabilkan nilai uang yang merosot tadi, nah disinilah pangkal inflasinya.&lt;br /&gt;c. Memunculkan seignorage dan ketidakadilan:&lt;br /&gt;Sebagai contoh biaya produksi satu dolar uang kertas, sama dengan empat sen dolar. Dengan anggapan satu dolar senilai Rp 10,000, maka nilai empat sen dolar kira-kira Rp 400.00.&lt;br /&gt;Sementara di belahan dunia lain ada 2.8 milyar jiwa yang hidupnya bersusah payah hanya untuk mendapatkan dua dolar sehari dan bahkan 1.2 milyar jiwa yang kerja kerasnya hanya dihargai satu dolar sehari (Wolfensohn, 2004).&lt;br /&gt;d. Memunculkan penjajahan ekonomi melalui hutang LN&lt;br /&gt;John Perkins dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man (2006): isinya membuka rahasia pemerintah Amerika Syarikat yang berani membayar tinggi kepada orang-orang seperti dia untuk membuat negara-negara kaya sumber alam  agar mengajukan hutang luar negeri sebayak-banyaknya kepada negara AS sampai negara itu tidak mungkin lagi dapat membayar hutangnya, kecuali dengan menguras seluruh sumber alam yang dimilikinya.&lt;br /&gt;Lengkapnya silahkan download disini: &lt;a href="http://www.4shared.com/document/Jq29S-mJ/sistem_moneter_islam_jawaban_a.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-2718437156275276576?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/2718437156275276576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/sistem-moneter-islam-jawaban-atas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2718437156275276576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2718437156275276576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/03/sistem-moneter-islam-jawaban-atas.html' title='Sistem Moneter Islam Jawaban Atas Kerusakan Sistem Moneter Kapitalis'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-nE7eF4WG8ck/TXFq__qSqbI/AAAAAAAAAQg/4ySYwvhqCkk/s72-c/islamicfinance1.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-5908514742030269403</id><published>2011-02-25T08:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T08:05:43.316-08:00</updated><title type='text'>Para Syuhada Khilafah Di Tangan Sang Diktator Qaddafi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-1SgxOnQFXGQ/TWVsaSI2PYI/AAAAAAAAAP4/FfrhT5Z_rm4/s1600/gaddafi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-1SgxOnQFXGQ/TWVsaSI2PYI/AAAAAAAAAP4/FfrhT5Z_rm4/s200/gaddafi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576982912369573250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel dengan judul: Fi Bilâ…dir Rijâl (Di Negeri Para Pahlawan) oleh penulis Libya, Hisyam Mathar, menceritakan tentang kediktatoran rezim Gaddafi dan penindasan yang dilakukannya terhadap orang-orang Libya. Kami di sini tidak akan memaparkan aspek sastra novel ini, apalagi aspek pemikiran, yang menjadikan demokrasi sebagai alternatif paling baik untuk menggantikan kediktatoran. Namun, kami ingin menunjukkan bagaimana insiden eksekusi mati yang dilakukan oleh musuh Allah, Muammar Gaddafi terhadap sekelompok aktivis Hizbut Tahrir terbaik di Libya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamil Salahut mengometari novel itu tentang bagaimana rezim Muammar Gaddafi yang diciptakan oleh Inggris ini, setelah 9 tahun berkuasa, telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan, dengan mengeksekusi mati 13 aktivis Islam, di antara para aktivis Hizbut Tahrir, pada bulan Ramadhan tahun 1978 M.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, mereka itu adalah para aktivis yang telah mengabdikan diri mereka untuk membela agama Allah Swt, dan menerapkan Islam, meskipun mereka berada dalam situasi dan kondisi yang sangat buruk, yang mengharuskan mereka berpikir banyak. Akan tetapi dengan pemikiran dan tujuan mereka yang mulia yang diridhai Islam, mereka kembali kepada Tuhan mereka sebagai syahid, yang in syâ’ Allah mereka menduduki posisi sayyidusy syuhadâ’ (pemimpin para syahid). Dengan ini mereka menjadi bahan bakar gerakan, dan meraih kemenangan dengan mendapatkan ridha Allah Swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis novel tersebut mengatakan, seperti yang dipublikasikan oleh kantor berita Ma’an: “Saya ingatkan bahwa pada akhir tahun 1978 M. rezim Muammar Qaddafi telah mengeksekusi mati empat belas aktivis Hizbut Tahrir, yang dikenal bahwa Hizbut Tahrir ini tidak mengizinkan penggunaan kekerasan atau fisik dalam melakukan aktivitas dakwahnya, dimana senjata satu-satunya adalah pemikiran, dan melawan argumentasi dengan argumentasi. Bahkan karakter dakwah Hizbut Tahrir yang seperti ini, sudah dikenal oleh semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang di antaranya berprofesi sebagai guru itu dieksekusi di sekolah mereka, di depan anak-anak mereka, dan para siswanya. Sehingga insiden itu telah menciptakan ketakutan yang luar biasa dalam jiwa semua orang. Mereka dieksekusi di tengah-tengah sorakan dan tepuk tangan para intelijen dan rekan-rekannya; serta di tengah-tengah tetesan air mata dan kesedihan keluarganya, yang tidak mampu berbicara meski hanya sepatah kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantor Media Hizbut Tahrir di Palestina telah menyebutkan beberapa rincian tentang insiden eksekusi mati terhadap mereka para pahlawan pada tanggal 11/6/1983 M. Dan di sini kami akan menyebutkan kembali nama-nama mereka sebagai bentuk penghargaan kami atas pengorbanan mereka yang sangat mulia: (1) Nashir Surais, (2) Ali Ahmad Iwadhullah, (3) Badik Hasan Badar (warga Palestina), (4) Namer Salim Isa, (5) Abdullah Hamudah, (6) Abdullah al-Maslati, (7) al-Kurdi, (8) Shaleh Nawal, (9) keponakan (Shaleh Nawal), dan (10) Muhammad Muhazhab Havan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka dieksekusi mati di sekolah-sekolah dan universitas, di depan para guru, dosen, murid dan mahasiswa, serta di depan keluarga dan anak-anak mereka. Ada di antara mereka yang masih hidup setelah dieksekusi, lalu mereka kembali menggantungnya, kemudian membawanya turun, mengikatnya di mobil, dan menyeretnya. Insiden mengerikan itu dipertontonkan di depan para guru, dosen, murid dan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tiga syahid lainnya, mereka adalah: (1) Dr. Majid al-Qudsi al-Douwik (warga Palestina), (2) Muhamad Bayoumi, dan (3) al-Faquri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka meraih syahid dengan penyiksaan para intelijen di Tripoli. Semoga Allah melaknat para penguasa zalim dan para kaki tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Fathi Al-Fadhli dalam situs miliknya menulis kisah tentang pelaksanaan eksekusi mati terhadap salah satu pahlawan, yaitu Muhammad Muhazhab Havan. Ketika membaca kisah ini tidak seorangpun yang mampu menahan tetesan air matanya sekalipun ia berusaha menahannya. Ia menulis dengan judul: “Syahid Ideologis“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan berseberangan dengan Mayor Basyir Huwadi, dan Mayor Umar Mahisyi, dimana keduanya adalah Anggota Dewan Komando Revolusi, dalam sebuah club yang dikenal dengan club pemikiran revolusioner, yang diadakan pada bulan Mei 1970 M. Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan juga berseberangan dengan Muammar Qaddafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan yang dikemukan asy-Syahid dalam dialog tersebut lebih dalam dan lebih objektif dari pada apa yang dikemukakan Muammar Qaddafi, dan apa yang dikemukakan Anngota Dewan Komando Revolusi. Bahkan pandangannya dihiasi kecerdasan dan pandangan ke depan, serta pemahaman akurat terkait medan politik di Libya dan dunia Islam. Dan mungkin itulah awal api kebencian tertanan dalam jiwa mereka terhadap asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syahid dieksekusi setelah sepuluh tahun diintimidasi, ditahan dan disiksa agar asy-Syahid membuang ideologinya. Namun iman, tekad, dan kemauan asy-Syahid melebihi ambisi para tiran dan persepsi mereka. Sehingga siksaan, godaan, dan intimidasi tidak mampu menggoyahkan tekad asy-Syahid dan teman-temannya untuk membuang ideologinya meski hanya sehelai rambut, atau lebih kecil dari itu. Dengan demikian sikapnya ini, menjadi contoh yang indah dan sempurna tentang keteguhan dalam mempertahankan nilai dan ideologi yang diimaninya, dan yang karenanya ia hidup, serta rela membayarnya sekalipun dengan harga yang sangat mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Fathi Al-Fadhli menambahkan tentang perlawanan asy-Syahid terhadap Gaddafi. Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan bisa saja keluar dari penjara ketika ia ditawari untuk menjualan harga dirinya, namun ia lebih memilih jalan para syahid dan orang-orang shaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kalian mungkin ingat bahwa sikap asy-Syahid Havan yang dicatat oleh sejarah, maka sikap itulah yang menghantarnya kembali pada Tuhannya dengan membawa kemulian dan kebanggaan. Ketika si zalim Muammar Qaddafi mengancamnya bahwa asy-Syahid akan dipenjara seumur hidup, maka asy-Syahid membalasnya dengan tegas buah dari kekuatan dan ketulusan imana: “Sungguh dipenjara seumur hidup itu merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi saya.” Dan mungkin sikap inilah yang mengubah hukumannya hingga akhirnya dijatuhi hukuman mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persatuan Mahasiswa Libya sangat menghormati asy-Syahid. Mereka mengadakan konferensi mahasiswa Libya ketiga yang diselenggarakan pada bulan November 1403 H. (Agustus 1983 M.), dengan tema “Konferensi Asy-Syahid Muhammad Muhazhab Havan Untuk Esok Yang Lebih Baik”. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, pengorbanan mereka itu tidak hilang sia-sia. Hari ini seruan kepada Khilafah telah menggoncangkan dan mengalahkan setiap pikiran (ide) yang tidak Islami; menembus perbatasan dan penghalang; mencapai semua wilayah; membuat takup para raja; dan memerangi negara-negara besar dan kecil. Sehingga, mereka tidak mampu lagi untuk menghentikannya. Seruan kepada Khilafah akan terus berlanjut dengan izin Allah hingga sampai pada tujuannya, yaitu kembalinya umat Islam sebagai umat terbaik, dan kembalinya negara Islam sebagai negara nomor satu di dunia. Dengan demikian, Islam akan mewarnai seluruh dunia (pal-tahrir.info, 11/5/2010).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-5908514742030269403?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/5908514742030269403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/02/para-syuhada-khilafah-di-tangan-sang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5908514742030269403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5908514742030269403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/02/para-syuhada-khilafah-di-tangan-sang.html' title='Para Syuhada Khilafah Di Tangan Sang Diktator Qaddafi'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-1SgxOnQFXGQ/TWVsaSI2PYI/AAAAAAAAAP4/FfrhT5Z_rm4/s72-c/gaddafi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7784022455186585243</id><published>2011-02-23T11:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T08:01:15.554-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>HARTA WARIS UNTUK ISTERI, DUA ANAK PEREMPUAN, SEORANG SAUDARA LAKI-LAKI DAN DUA ORANG SAUDARA PEREMPU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-UvKpcEBQM2Y/TWVoX7RFYqI/AAAAAAAAAPw/4V4nKdfcl6c/s1600/Blue_Money.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-UvKpcEBQM2Y/TWVoX7RFYqI/AAAAAAAAAPw/4V4nKdfcl6c/s200/Blue_Money.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5576978473823855266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mau menanyakan mengenai pembagian waris. Ayah meninggal, meninggalkan seorang isteri dan dua anak perempuan. Saudara sekandung ayah adalah sbb : 1 orang kakak laki-laki dan 3 orang saudara perempuan. Ayah meninggalkan harta berupa satu rumah dan harta uang kurang lebih Rp 5 juta. Mohon ustadz memberikan arahan pembagian warisnya. Terimakasih. Wassalaam. ( shantidamai@yahoo.com )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri dan anak perempuan merupakan ash-habul furudh, yaitu ahli waris yang mendapatkan jumlah tertentu. Dalam kasus ini bagian isteri adalah&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; 1/8 (seperdelapan), karena yang meninggal (suami) mempunyai anak. (Shalih Utsaimin, Risalah fil Faraidh, hal. 7). Dalilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu (suami) mempunyai anak, maka para isteri itu memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan..." (QS An-Nisaa` : 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang bagian bagian dua anak perempuan tersebut adalah 2/3 (dua pertiga). Berarti masing-masing mendapat setengah dari dua pertiga. (Shalih Utsaimin, Risalah fil Faraidh, hal. 10; M. Syifa’uddin Ahmadi, Pintar Ilmu Faraidl, hal. 37). Ini sesuai firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ كن نساء فوق اثنتين فَلَهُنَّ ثلثا ما ترك&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua [dua ke atas], maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.” (QS An-Nisaa` : 11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 1 orang kakak laki-laki dan 3 orang saudara perempuan, merupakan ashabah yakni ahli waris yang mendapat sisa harta setelah diberikan kepada ash-habul furudh, dengan ketentuan bagian laki-laki adalah dua bagian anak perempuan. (Shalih Utsaimin, Risalah fil Faraidh, hal. 12 &amp; 18; M. Syifa’uddin Ahmadi, Pintar Ilmu Faraidl, hal. 61).  Dalilnya firman Allah SWT :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يُوْصِيْكُمُ اللهُ فِيْ أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأْنُْثَيَيْنِ&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian harta waris untuk) anak-anakmu, yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan." (QS An-Nisaa` [4] : 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian isteri dan dua anak perempuan jika dijumlahkan dengan menyamakan penyebutnya menjadi sebagai berikut = 1/8 + 2/3 = 3/24 + 16/24 = 19/24. (sembilan belas per dua puluh empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagian isteri adalah 3/24 (tiga perduapuluh empat). Sedang bagian dua anak perempuan secara bersamaan = 16/24. Maka bagian satu anak perempuan adalah setengah dari 16/24 atau sama dengan 8/24 (delapan perduapuluh empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan saudara-saudara kandung dari yang meninggal (yaitu 1 orang kakak laki-laki dan 3 orang saudara perempuan) mendapat harta sisa, karena mereka adalah ashabah. Mereka mendapat sisa harta yaitu sebesar = 1 – 19/24 = 24/24 – 19/24 = 5/24 (lima perdua puluh empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya bagian 5/24 ini dibagi lagi untuk masing-masing dengan ketentuan bagian laki-laki adalah dua bagian anak perempuan. Maka bagian seorang kakak laki-laki adalah 2/5 (dua perlima), dan bagian 3 saudara perempuan secara bersama adalah 3/5. Bagian untuk satu saudara perempuan adalah 1/5 (seperlima).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagian waris untuk seorang kakak laki-laki adalah 2/5 dari 5/24 = 2/5 X 5/24 = 10/120 = 1/12 (seperdua belas) atau sama dengan 2/24 (dua perdua puluh empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian untuk 3 saudara perempuan secara bersamaan sebesar = 3/5 dari 5/24 = 3/5 X 5/24 = 15/120. Jika 15/120 dibagi 3 untuk masing-masing, maka bagian seorang saudara perempuan adalah sepertiga dari 15/120 = 1/3 X 15/120 = 15/360 = 1/24. (satu perdua puluh empat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, berdasarkan seluruh perhitungan di atas, maka bagian isteri sebesar 3/24, bagian anak perempuan pertama sebesar 8/24, dan anak perempuan kedua juga 8/24. Sedang bagian saudara laki-laki adalah 2/24, dan bagian saudara perempuan yang berjumlah tiga orang masing-masingnya sebesar 1/24. (Penyebut disamakan menjadi 24 untuk memudahkan perhitungan dan pengecekan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta waris berupa rumah dapat dijual terlebih dahulu untuk menyederhanakan perhitungan. Atau jika tidak dijual, rumah itu dirupiahkan (ditaksir nilainya dalam rupiah) lebih dahulu untuk memudahkan perhitungan. Misal rumah tersebut ditaksir seharga Rp 140 juta. Jika ditambah uang tunai Rp 5 juta, maka nilai total harta waris adalah sebesar Rp 145 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total harta sebesar Rp 145 juta itu tidak langsung dibagi, tapi dipotong lebih dahulu untuk membayar pembiayaan penguburan jenazah, wasiat harta kepada pihak non ahli waris (jika ada), dan membayar utang dari yang meninggal, misalnya zakat mal yang belum dibayar, atau utang kepada teman, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan biaya penguburan jenazah sebesar Rp 5 juta, wasiat harta tidak ada, utang juga tidak ada. Maka Rp 145 juta dikurangi lebih dulu Rp 5 juta, sehingga tersisa Rp 140 juta. Maka sisa harta Rp 140 juta inilah yang kemudian dibagi kepada masing-masing ahli waris sesuai bagian masing-masing seperti perhitungan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jumlah nominal yang menjadi hak isteri adalah 3/24 X Rp 140 juta = Rp 17.500.000. Bagian dua anak perempuan masing-masing sebesar 8/24 = 8/24 X Rp 140 juta = Rp 46.666.666,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang bagian saudara laki-laki adalah 2/24 = 2/24 X Rp 140 juta = Rp 11.666.666. Adapun bagian saudara perempuan yang berjumlah tiga orang masing-masingnya sebesar 1/24 = 1/24 X Rp 140 juta = Rp 5.833.333.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pembagian warisnya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 11 Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Shiddiq Al-Jawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7784022455186585243?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7784022455186585243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/02/harta-waris-untuk-isteri-dua-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7784022455186585243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7784022455186585243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2011/02/harta-waris-untuk-isteri-dua-anak.html' title='HARTA WARIS UNTUK ISTERI, DUA ANAK PEREMPUAN, SEORANG SAUDARA LAKI-LAKI DAN DUA ORANG SAUDARA PEREMPU'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-UvKpcEBQM2Y/TWVoX7RFYqI/AAAAAAAAAPw/4V4nKdfcl6c/s72-c/Blue_Money.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3863252749086787254</id><published>2010-08-28T21:48:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T21:50:41.387-07:00</updated><title type='text'>Zakat Fitrah Dengan Uang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THnnDTT9VqI/AAAAAAAAAPY/5jh9I5e64O0/s1600/dinar-hari-ini2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 128px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THnnDTT9VqI/AAAAAAAAAPY/5jh9I5e64O0/s200/dinar-hari-ini2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510689662974121634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;BOLEHKAH ZAKAT FITRAH DENGAN UANG?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, apakah boleh kita membayar zakat fitrah dalam bentuk uang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah ini menjadi dua pendapat. Pertama, pendapat yang membolehkan. Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107; Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXV/83).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalil mereka antara lain firman Allah SWT (artinya),"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka." (QS at-Taubah [9] : 103). Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal), yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat al-Fithr Tha’am, hal. 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,"Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta pada hari seperti ini (Idul Fitri)." (HR Daruquthni dan Baihaqi). Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pendapat yang tidak membolehkan dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok (ghalib quut al-balad). Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil mereka antara lain hadits Ibnu Umar RA bahwa,"Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ jewawut (sya’ir) atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan orang dewasa, dari kaum muslimin." (HR Bukhari, no 1503). Hadits ini jelas menunjukkan zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan, bukan dengan dinar dan dirham (uang), padahal dinar dan dirham sudah ada waktu itu. (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat al-Fithr Tha’am, hal. 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami, yang rajih adalah pendapat jumhur yang tak membolehkan zakat fitrah dengan uang dan mewajibkannya dalam bentuk makanan pokok. Alasan kami : Pertama, ayat QS at-Taubah : 103 memang bersifat global (mujmal), yaitu zakat itu diambil dari harta (mal). Namun telah ada penjelasan (bayan) dari As-Sunnah yang merinci bahwa harta yang dikeluarkan dalam zakat fitrah adalah bahan makanan, bukan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, hadits yang dijadikan dalil adalah dhaif (lemah), karena ada seorang periwayat hadits bernama Abu Ma’syar yang dinilai lemah. Demikianlah menurut Imam Nawawi (al-Majmu’, VI/126), Ibnu Hazm (al-Muhalla, VI/121), Imam Syaukani (Nailul Authar, IV/218), Imam az-Zaila’i (Nashbur Rayah, II/431), Ibnu Adi, (al-Kamil fi adh-Dhu’afa, VII/55), dan Imam Nashiruddin al-Albani (Irwa`ul Ghalil, III/844). Padahal hadits dhaif tidak layak dijadikan dasar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun dianggap sahih, hadits itu bersifat mutlak, tanpa penjelasan bagaimana caranya mewujudkan kecukupan (ighna`). Maka as-Sunnah memberikan pembatasan (taqyid) mengenai caranya, yaitu mengeluarkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan, bukan dengan uang. (Nada Abu Ahmad, Ahkam Zakat al-Fithr Hal Yajuzu Ikhrajuha Qiimah, hal. 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, tidak boleh membayar zakat fitrah dalam bentuk uang, melainkan wajib dalam bentuk bahan makanan pokok. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 28 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Shiddiq al-Jawi　&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3863252749086787254?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3863252749086787254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/zakat-fitrah-dengan-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3863252749086787254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3863252749086787254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/zakat-fitrah-dengan-uang.html' title='Zakat Fitrah Dengan Uang'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THnnDTT9VqI/AAAAAAAAAPY/5jh9I5e64O0/s72-c/dinar-hari-ini2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-6911482748745581868</id><published>2010-08-25T00:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T00:25:25.217-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Merdeka Hanya dengan Syariah dan Khilafah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THTE9-kTNnI/AAAAAAAAAPQ/EfAFkhPdt6s/s1600/Usta+Agung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THTE9-kTNnI/AAAAAAAAAPQ/EfAFkhPdt6s/s200/Usta+Agung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5509244813227275890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah! Satu persatu politisi mulai sadar bahwa sebenarnya negeri ini masih dalam penjajahan asing, Drs Ali Mochtar Ngabalin, MSi, salah satunya. Ia bukan saja sadar tetapi memahami juga solusi yang harus diambil bangsa ini agar benar-benar menjadi bangsa yang merdeka. Hal itu terungkap dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-22 yang berlangsung pada Sabtu, (21/8) di Wisma Antara, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam talkshow yang bertema Sebuah Refleksi 65 Tahun Indonesia Merdeka; Kata Siapa?(Mengurai Imperialisme Gaya Baru AS) itu, Ngabalin menegaskan bahwasepanjang tidak menerapkan syariah, Indonesia tidak akan pernah merdeka. Syariah itu tidak akan bisa tegak tanpa negara, negaranya mustilah khilafah, bukan negara nasionalisme yang memecah kaum Muslim lebih dari 50 negara bangsa. Tanpa khilafah mustahil bisa merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita melakukan kemusrikan yang naudzubillahimindzalik bila kita terus  menganut nasionalisme!”pekiknya dan disambut takbir sekitar 200 peserta yang hadir.Khilafahlah satu-satunya sistem pemerintahan yang dapat menjamin tegakknya aturan dari Allah SWT dan dapat menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan Ekonomi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Ngabalin, dalam acara bulanan yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia ini, hadir pula Peneliti Utama Bakorsurtanal Prof Dr Ing Fahmi Amhar, dan DPP HTI Agung Wisnu Wardana sebagai pembicara. Sedangkan sambutan disampaikan oleh Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib, MEI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sambutannya Rokhmat menjelaskan penjajahan merupakan metode baku negara kapitalisme untuk berjaya. Penjajahan itu dilakukan baik secara langsung (melalui militer) maupun tidak langsung (melalui sistem).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajahan secara langsung terjadi di antaranya di Irak, Afghanistan dan Palestina. Sedangkan di sebagian besar negeri-negeri Islam bekas khilafah lainnya termasuk Indonesia diterapkan penjajahan secara tidak langsung dengan menerapkansistem kapitalisme menggantikan syariah Islam dan diikat oleh nasionalisme yang menggantikan akidah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fahmi Amhar menegaskan, secara ekonomi penjajahan di Indonesia masih terus berlangsung yang berubah adalah bentuknya saja. Dulu Belanda melalui perusahaan dagang VOC-nya secara langsung menjarah rempah-rempah dari negeri ini. Namun sekarang dengan sistem kapitalisme yang diterapkan, Amerika dan  penjajah lainnya mendapatkan hasil yang lebih besar lagi dari apa yang didapat VOC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sistem kapitalisme setidaknyatelah membuat tiga pintu yang membuat asing leluasa menjarah negeri yang mayoritas berpenduduk Muslim ini. Pertama, kepemilikan langsung. Contohnya, Freeport menguasai tambang emas di Papua, ExxonMobile menguasai tambang minyak di Cepu, dll.Perusahaan-perusahaan asing tersebut, berdasarkan sistem yang berlaku sekarang ini legal  menguasai sumber-sumber energi yang dalam sistem khilafah sangat ditabukan, karena menurut syariah itu semua tidak boleh dikuasai swasta apalagi asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pasar modal. Perusahaannya memang menggunakan nama-nama Indonesia dan pada awalnya memang milik Indonesia kemudian sekarang modalnya dimiliki oleh asing, contohnya: Indosat, Semen Cibinong, dll. Hal itu terjadi setelah dilegalkan adanya perusahaan perseroan terbuka, yang lagi-lagi bertentangan dengan sistem syariah, yang melarang adanya jual beli saham seperti yang berlaku saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, surat utang negara (SUN). Negara terpaksa melakukan mengeluarkan SUN untuk menjalankan roda pemerintahan karena pemasukan dari sumber daya alam, energi, dan BUMN terus berkurang karena telah dikuasai oleh asing. Walhasil, sekarang negara memiliki utang melalui SUN sebesar 1800 trilyun, hampir dua kali lipat APBN 2009. Celakanya, lebih dari 50 persen SUN tersebut dikuasai oleh asing! Negara pun harus membayar plus bunganya yang jelas-jelas bertengan dengan syariah yang mengharamkan bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek sampingnya rakyatpun semakin sengsara karena semua energi negara dicurahkan untuk memenuhi keinginan asing dan mengabaikan hajat hidup rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Agung Wisnu menjelaslah kalau Indonesia ingin benar-benar merdeka, haruslah mengganti sistem jebakan penjajah ini dengan sistem khilafah yang menerapkan syariah Islam di dalam negeri dan melancarkan dakwah dan jihad ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakatlah sebenarnya yang menyangga sistem yang ada sekarang. Maka selama penyangga ini masih loya, sistem akan tetap kuat. Oleh karena itu diperlukan kesadaran dari masyarakat untuk mengalihkan loyalitasnya kepada syariah dan khilafah. Di sinilah relevansinya dakwah yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir, yang secara masif dan istiqamah melakukan pengkaderan, pembinaan umum, perang pemikiran, dan perjuangan politik. Hingga pada saatnya nanti Allah SWT mengkaruniakan khilafah rasyidah untuk yang kedua kalinya. Di saat itulah kaum Muslim benar-benar merdeka. Allahu Akbar! (mediaumat.com, 22/8/2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-6911482748745581868?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/6911482748745581868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/indonesia-merdeka-hanya-dengan-syariah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6911482748745581868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6911482748745581868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/indonesia-merdeka-hanya-dengan-syariah.html' title='Indonesia Merdeka Hanya dengan Syariah dan Khilafah'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THTE9-kTNnI/AAAAAAAAAPQ/EfAFkhPdt6s/s72-c/Usta+Agung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7061448851363365106</id><published>2010-08-22T06:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T07:02:00.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>TANTANGAN GHAZWUL FIKRI BAGI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THEtnYlgiHI/AAAAAAAAAPI/pHXuCNQFMGY/s1600/GF.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 164px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THEtnYlgiHI/AAAAAAAAAPI/pHXuCNQFMGY/s200/GF.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508233973888747634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh : M. Shiddiq al-Jawi**&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini bertujuan menjelaskan tiga hal. Pertama, menerangkan bagaimana peta kampus di Indonesia dalam tinjauan ideologi, sekaligus menjelaskan bagaimana perang pemikiran (Ghazwul Fikri) berlangsung atas dasar peta ideologi tersebut. Kedua, menerangkan bagaimana sikap yang harus diambil mahasiswa menghadapi beratnya tantangan perang pemikiran. Ketiga, menerangkan bagaimana mahasiswa muslim mempersiapkan diri agar mampu terjun dalam perang pemikiran ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Kampus dalam Ghazwul Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang pemikiran (al-ghazw al-fikriy) merupakan keniscayaan bagi umat Islam. Sebab Islam memang agama perjuangan (diin shira’) sejak Rasulullah SAW diutus sebagai nabi hingga Hari Kiamat nanti. Perang pemikiran itu intinya adalah pertarungan antara ide Islam (mafahim al-islam) melawan ide kufur (mafahim al-kufr), meski pun bentuk kekufuran itu bisa jadi berbeda-beda pada setiap zaman. (Hatmiyah al-Shira’ al-Hadharat, 2002, hal. 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tinjauan ideologis, dewasa ini terdapat tiga ideologi (mabda`) yang ada di dunia, yaitu : Islam, demokrasi-kapitalisme (sekularisme), dan sosialisme (termasuk di dalamnya komunisme). Maka dalam arena perang pemikiran kontemporer, ide kufur (mafahim al-kufr) yang menjadi musuh Islam tersebut saat ini ada dua ideologi, yaitu demokrasi-kapitalisme dan sosialisme. (Hizb al-Tahrir (al-Ta’rif), 2010, hal. 60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Indonesia, pertarungan tiga ideologi itu nampak jelas sejak paruh pertama abad ke-20 hingga saat ini. Ketiga ideologi itu dikenal dengan sebutan : nasionalis, agama (Islam), dan komunis (ingat istilah "nasakom"). Ideologi Islam dianut oleh gerakan-gerakan Islam seperti Sarekat Dagang Islam (berdiri 1905) yang lalu bertransformasi menjadi Sarekat Islam (berdiri 11 Nopember 1912), Muhammadiyah (berdiri 18 Nopember 1912), Persatuan Islam (Persis) (berdiri awal 1920-an), dan Nahdlatul Ulama (berdiri 31 Januari 1926).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ideologi nasionalis (baca : sekuler) dianut misalnya oleh Boedi Utomo (berdiri 20 Mei 1908) dan Partai Nasional Indonesia (berdiri tahun 1927). Sementara ideologi sosialis/komunis dianut oleh PKI (berdiri 23 Mei 1920), sebagai transformasi ISDP (Indische Sociaal Democratische Vereniging) yang juga peralihan dari ISDV (Indische Sociaal Democratische Partij). (Deliar Noer, Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942, hal. 138 dan 243).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 hingga saat ini, ketiga ideologi tersebut dapat dikatakan masih eksis, tentu dengan dominasi di tangan kaum nasionalis (sekuler) yang memenangkan persaingan ideologi ini. Sedang dua ideologi lain, Islam dan komunis, telah mengalami proses deideologisasi, yaitu proses perlucutan dan penjinakan sebagai ideologi bernegara, sebagai akibat penggunaan strategi penggunaan senjata untuk merebut kekuasaan. (DII/TII tahun 1950-an, dan G 30 S/PKI tahun 1965). Jadi DII/TII dan PKI dilarang di Indonesia sebenarnya bukan karena ideologinya, tapi lebih karena mengadopsi strategi penggunaan senjata untuk memperoleh kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah, maka kita akan dapat melihat peta kampus Indonesia dalam Ghazwul Fikri menurut perspektif ideologi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, maka kondisi kampus dapat dikatakan adalah potret mini dari masyarakat luas. Jika di masyarakat eksis tiga ideologi besar dunia, maka demikian pula realitas di kampus. Tentu saja kampus memiliki perbedaan dengan kondisi masyarakat di luar kampus, karena kampus merupakan masyarakat ilmiah sebagai wahana intelektual dan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah survei membuktikan eksisnya tiga ideologi tersebut. Pada tahun 2006 dilakukan survei oleh sebuah gerakan nasionalis terhadap para mahasiswa dari lima perguruan tinggi terkemuka di Indonesia (UI, ITB, UGM, UNAIR, dan UNIBRAW). Mereka ditanya apa pilihan pandangan hidup berbangsa dan bernegara yang paling layak untuk Indonesia. Hasilnya, yang memilih Syariah (Islam) sebanyak 80 %, yang memilih Sosialisme 14,5%, dan yang memilih Pancasila hanya 4,5% (Kompas, 4 Maret 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari besar kecilnya persentase, survei tersebut dengan jelas menunjukkan eksistensi tiga ideologi yang ada di kampus. Namun meski yang memilih Islam berjumlah mayoritas, bukan berarti dalam peta Ghazwul Fikri mahasiswa Islam dominan mewarnai kehidupan kampus. Secara umum mahasiswa Islam masih menjadi pihak pecundang dan terjajah oleh ideologi asing. Sebab perlu diingat, kampus itu sendiri itu adalah bagian dari sistem pendidikan yang tetap mengacu kepada ideologi sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Nasim Butt dalam bukunya Sains dan Masyarakat Islam menegaskan bahwa kurikulum pendidikan di sebagian besar di negeri-negeri Islam saat ini adalah produk kolonial murni, yaitu sistem pendidikan yang didasarkan pada sekularisme yang mendikotomikan antara agama dan negara. (Nasim Butt, Sains dan Masyarakat Islam, 1996, hal. 22 dan 129).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uraian ini, jelaslah siapa saja pihak yang menjadi lawan mahasiswa Islam dalam Ghazwul Fikri di lingkungan kampus. Pertama, adalah kelompok-kelompok dari dua ideologi lain, yaitu sosialisme dan sekularisme. Kedua, adalah sistem pendidikan di kampus itu sendiri yang mendasarkan kurikulumnya pada sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok sosialis jumlahnya lebih sedikit daripada kelompok sekuler, meski mungkin mereka lebih militan. Sedikitnya kelompok sosialis itu mungkin karena dampak hancurnya Uni Soviet awal tahun 1990-an yang membuat orang tak percaya lagi pada sosialisme. Namun kepedulian mereka kepada rakyat kecil masih menyisakan daya tarik, apalagi di tengah penerapan neoliberalisme saat ini yang terus menerus membuat rakyat menderita. Anak muda yang bersemangat tapi awam ideologi masih dapat tertarik dengan propaganda murahan mereka yang terkesan pro-rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksistensi kelompok sosialis ini dapat ditengarai dengan beberapa indikasi. Misalnya aksi-aksi demo tertentu yang khas gaya kaum kiri, yaitu selalu mencoba membenturkan pemerintah dan rakyat. Juga adanya buku-buku tertentu yang terindikasi dari golongan kiri. Misalnya, buku berjudul Lekra Tak Membakar Buku, dengan editor Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan (Yogyakarta : Merakesumba, 2008). Muhidin M. Dahlan yang dikenal dekat dengan Pramoedya Ananta Toer ini pernah menulis buku yang amat mendiskreditkan aktivis Islam, judulnya Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! (Jakarta : Melibas, 2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indikasi lainnya adalah adanya klub-klub kajian buku-buku sosialis lama. Misalnya yang ada di sebuah kampus negeri terkenal di Yogyakarta. Beberapa buku yang mudah didapatkan di kalangan sosialis itu misalnya; buku karya Lenin berjudul Negara dan Revolusi Adjaran Marxis Tentang Negara dan Tugas2 Proletariat di Dalam Revolusi (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1961). Juga buku karya F. Engels berjudul Perkembangan Sosialisme Dari Utopia Mendjadi Ilmu (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1963); dan buku karya Stalin berjudul Materialisme Dialektik dan Histori (Djakarta : Jajasan Pembaruan, 1955).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian aktivis Islam ada yang mencoba melakukan sinkretisme (yang gagal) antara Islam dan Sosialisme. Buku Sosialisme Religius karya Awalil Rizki menjadi satu contohnya. Termasuk kategori ini penulis produktif (dan provokatif) seperti Prasetyo dengan karyanya seperti Orang Miskin Dilarang Sakit, Orang Miskin Dilarang Sekolah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kelompok sekuler (liberal) lebih mudah dijumpai di kampus daripada kelompok sosialis. Mereka ini macam-macam bentuknya, jangan dibayangkan hanya JIL (Jaringan Islam Liberal) saja, yang pernah dipimpin oleh manusia gagal Ulil Abshar Abdalla. Sebagai aktivis yang gemar memanipulasi ajaran Islam, barangkali Ulil dapat dibilang cukup berani dan vulgar. (Lihat bukunya Menjadi Muslim Liberal (Jakarta : Jaringan Islam Liberal – Freedom Institute, 2005). Namun sebagai insan akademis, orang patut meragukan kemampuan berpikir Ulil. Karena ternyata Ulil mengalami DO (drop out) dua kali; pertama dari program S-1 LIPIA Jakarta dan kedua dari program doktoral Harvard University di AS. (www.voa-islam.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi yang berideologi sekuler-liberal bukan hanya JIL. Bisa jadi dia adalah dosen atau malah rektor di sebuah kampus negeri yang terkenal. Atau seorang tokoh nasional yang banyak dikagumi orang. Atau seorang aktivis dan peneliti dari NGO tertentu. Bacalah misalnya buku berjudul Gerakan Islam Syariat Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia (Jakarta : PSAP, 2007) yang diberi kata pengantar oleh Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif. Juga buku Ilusi Negara Islam Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia karya sejumlah orang yang tidak jelas, dengan editor KH. Abdurrahman Wahid (Jakarta : LibForAll, 2009). Atau karya M. Imdadun Rahmat berjudul Ideologi Politik PKS (Yogyakarta : LKiS, 2008). Atau buku karya M. Hasbi Amiruddin berjudul Konsep Negara Islam Menurut Fazlur Rahman (Yogyakarta : UII Press, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sekedar contoh bahwa ide sekuler-liberal sesungguhnya telah diemban oleh orang-orang dari berbagai kelompok dan lapisan, bukan hanya diemban oleh JIL yang telah difatwakan sesat oleh MUI tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan juga menjadi satu pihak yang perlu dihadapi dalam Ghazwul Fikri antara Islam versus sekularisme ini. Salah satu modusnya adalah pengajaran agama Islam yang tidak komprehensif. Islam hanya diajarkan sebatas agama spiritual dan pribadi, bukan agama yang mengatur segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, peserta didik tak tahu apa itu Khilafah (Imamah), dan tak tahu bahwa Khilafah adalah juga suatu kewajiban agama, sebagaimana kewajiban sholat, zakat, haji, dan sebagainya. Jelas ini manipulasi ajaran Islam, atau setidaknya adalah tindakan menyembunyikan ilmu (kitman al-‘ilm) yang amat jahat oleh pihak-pihak pembuat sistem pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun diajarkan Fikih Siyasah yang membahas persoalan Khilafah, yang dijadikan acuan dan dianggap benar selalu literatur yang menentang wajibnya Khilafah dan membenarkan demokrasi. Misalkan buku Khilafah dan Pemerintahan dalam Islam (Al-Islam wa Ushul al-Hukm) karya Ali Abdur Raziq (Bandung : Pustaka, 1985). Atau paling tidak mahasiswa dianjurkan membaca buku-buku Noercholish Madjid semisal Islam, Doktrin, dan Peradaban (Jakarta : Yayasan Wakaf Paramadina, 1992), atau yang berjudul Islam, Kemoderenan, dan Keindonesiaan (Bandung : Mizan, 1989).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membaca buku-buku ini, mahasiswa di kampus akan digiring untuk berpandangan bahwa dalam Islam tidak ada Negara Islam (Khilafah/Imamah). Sebaliknya mereka akan diarahkan untuk meyakini sistem pemerintahan yang justru dari negara penjajah, yaitu demokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa Yang Harus Dilakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan mahasiswa menghadapi fenomena gencarnya Ghazwul Fikr yang selalu marak dan berpusat di pusaran intelektual kampus? Tentu yang utama adalah tetap istiqomah, dan selanjutnya melakukan persiapan (isti’dad) untuk terjun dalam Ghazwul Fikri menghadapi ideologi kufur Sosialisme dan Sekularisme yang mencengkeram kehidupan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah, artinya teguh pendirian dan tetap meyakini Islam sebagai cara hidup (ideologi/the way of life). Juga berarti sabar, tidak mudah tunduk dan tergiur untuk mengikuti ajakan-ajakan batil dari ideologi-ideologi selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;ان من ورائكم أيام الصبر، الصبر فيهن مثل القبض على الجمر للعامل فيهن أجر خمسين رجلا يعملون مثل عمله، قيل : يا رسول الله أجر خمسين منهم؟ قال: بل أجر أجر خمسين منكم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya di belakang kalian akan ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada hari-hari itu bagaikan memegang bara api. Namun bagi orang yang mengamalkan (ajaran Islam) pada hari-hari itu, akan mendapat pahala 50 orang yang mengamalkan semisal ajaran itu." Ada yang bertanya,"Wahai Rasulullah, apakah maksudnya mendapat 50 pahala dari orang di kalangan mereka?" Rasulullah SAW menjawab,"Tidak, tapi mendapat 50 pahala dari orang di antara kalian (para sahabat)." (HR Abu Dawud, dengan sanad hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini menerangkan bahwa setelah wafatnya Rasulullah SAW akan datang masa-masa sulit, di mana saat itu orang yang istiqamah dengan ajaran Islam, akan seperti memegang segenggam bara api. Memang sangatlah panasnya. Tapi pahalanya ternyata sangat agung dan mulia, karena setara dengan pahala 50 orang sahabat Nabi SAW yang mengamalkan ajaran itu. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;َألاَ إِنَّ رَحَى الإِسْلاَمِ دَائِرَةٌ؛ فَدُورُواْ مَعَ الإِسْلاَمِ حَيْثُ دَارَ، أَلاَ إِنَّ الْكِتَابَ وَالسُّلْطَانَ سَيَفْتَرِقَانِ، فَلاَ تُفَارِقُواْ الْكِتَابَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perhatikanlah, sesungguhnya roda Islam akan berputar, maka berputarlah bersama Islam di mana saja Islam itu berada. Ketahuilah, sesungguhnya Al-Qur`an dan kekuasaan akan terpisah. Maka janganlah kamu memisahkan diri dari al-Qur`an." (HR at-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Shaghir, hadits no. 794; Lihat juga Al-Haitsami, Majma’ az-Zawa`id, V/225-226).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini memerintahkan kita mengikuti Islam, di mana pun juga Islam berada. Hadis ini juga menjelaskan pada suatu saat urusan kekuasaan akan terpisah dari ajaran Islam yang berpangkal pada Al-Qur`an. Maka jika suatu saat kondisi ini terjadi –barangkali seperti saat ini ketika Sekularisme dipaksanakan setelah hancurnya Khilafah di Turki 1924— kita umat Islam diperintahkan Nabi SAW untuk tetap istiqamah dan setia berpegang teguh dengan Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;لَيَنْقضَنَّ عُرَى الإسْلاَمِ عُرْوَةً عُرْوَةً ، فَكُلَّمَا انْتَقَضَتْ عُرْوَةٌ تَشَبَّثَ النَّاسُ بِالَّتِي تَلِيْهَا، وَأَوَّلُهُنَّ نَقْضاً الْحُكْمُ؛ وَآخِرُهُنَّ الصَّلاَةُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh buhul-buhul ajaran Islam akan terurai satu demi satu. Setiap kali satu buhul ajaran terurai, orang-orang akan bergelantungan pada buhul tali selanjutnya yang tersisa. Yang pertama akan terurai adalah pemerintahan, dan yang terakhir adalah sholat." (HR Ahmad dalam Musnad Imam Ahmad V/251 dengan isnad sahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis ini Nabi SAW menjelaskan ajaran Islam akan hancur (tak diamalkan lagi) satu demi satu. Menurut Syaikh Hisyam al-Badrani dalam kitabnya an-Nizham as-Siyasi Ba’da Hadm Daulah al-Khilafah, bahwa yang pertama terurai adalah pemerintahan, maksudnya adalah ketika sistem pemerintahan berubah dari sistem syura (pilihan rakyat) pada masa Khulafa` Rasyidin, menjadi sistem turun temurun yang mirip sistem kerajaan pada masa Bani Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang yang terakhir terurai adalah sholat, maksudnya adalah ketika seluruh hukum-hukum Islam tidak diamalkan lagi dengan hancurnya Khilafah di Turki tahun 1924. Karena lafazh "sholat" dalam hadis ini maknanya adalah makna kinayah, yaitu menyatakan sebagian ajaran/hukum Islam (sholat) namun yang dimaksud adalah keseluruhan hukum-hukum Islam (dalam negara Khilafah). (Hisyam al-Badrani, an-Nizham as-Siyasi Ba’da Hadmi Daulah al-Khilafah, hal. 39).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Ghazwul Fikri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terjun ke dalam kancah Ghazwul Fikri, terdapat dua persiapan utama yang harus dilakukan mahasiswa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengkaji ajaran Islam (mafahim al-islam) secara benar sehingga diperoleh pemahaman komprehensif tentang Islam sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengkaji ide-ide kufur (mafahim al-kufr) yang akan menjadi sasaran serangan kita dalam Ghazwul Fikri, khususnya Sosialisme dan demokrasi-sekularisme, beserta segala ide dan faham yang menjadi derivat dari keduanya. Misalnya demokrasi, pluralisme, nasionalisme, dialog antar agama, globalisasi, privatisasi, feminisme, relativisme, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua langkah di atas hendaklah dilaksanakan secara berurutan. Belajarlah Islam lebih dulu, barulah belajar ide-ide kufur. Sebab secara alamiah orang umumnya akan meyakini ide yang lebih dulu dipelajari. Ide awal ini biasanya akan dijadikan standar (miqyas) untuk menilai ide-ide yang dipelajari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah pertama, Islam yang dikaji hendaknya dikaji melalui bagian-bagian pokok ajaran Islam, yaitu Aqidah Islam lebih dahulu, kemudian Syariah Islam. Tentu bukan Syariah secara parsial (misal hanya rukun Islam), melainkan Syariah Islam secara komprehensif, termasuk sistem pemerintahan Islam (Khilafah), sistem ekonomi Islam, sistem pendidikan Islam, politik luar negeri, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian akan diperoleh gambaran konsep Islam secara utuh sebagai sebuah ideologi atau cara hidup (the way of life). Barangkali kitab Nizhamul Islam karya Imam Taqiyuddin an-Nabhani dapat menjadi contoh untuk kajian Islam yang demikian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memahami bagian-bagian pokoknya, kajian dapat diperdalam dengan mengkaji Islam melalui ilmu-ilmu dasarnya (tsaqafah Islamiyah), yang meliputi : Ulumul Qur`an, Ulumul Hadits, Ushul Fiqih, Bahasa Arab, Fiqih, dan Sirah Nabi / Tarikh (Sejarah Islam). Sebelum menerjuni masing-masingnya secara mendalam, ada baiknya mengkaji garis-garis besar ilmu-ilmu itu. Mungkin kitab Asy-Syakhshiyyah al-Islamiyyah Juz I karya Imam Taqiyuddin an-Nabhani dapat menjadi salah satu contoh kitab untuk tujuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap cabang ilmu dasar itu, diperlukan kajian terhadap ide-ide kaum orientalis kafir yang senantiasa berusaha melontarkan keragu-raguan kepada umat Islam. Misal dalam Ulumul Qur`an, perlu dikaji ide-ide orientalis yang berusaha meragukan keabsahan mushaf Utsmani. Demikian juga dalam Ulumul Hadits, dan seterusnya. Buku-buku Muhammad Mustafa al-A’zhami sangat bagus untuk keperluan ini, misalkan bukunya yang berjudul The History of The Qur`anic Text (Jakarta : GIP, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada langkah kedua, yaitu mempelajari ide-ide kufur (khususnya ideologi Sosialisme dan Sekularisme), hendaknya dipelajari materi pengantar yaitu perbandingan ideologi (muqaranah al-mabadi`) antara ideologi Islam, Sosialisme, dan Sekularisme. Mungkin kitab Ath-Thariq karya Ahmad ‘Athiyat dapat dipergunakan untuk tujuan ini. Dapat juga kita menambah wawasan dengan membaca Isme-Isme Dewasa ini (Today’s Isms) karya Ebenstein dan Frank Vogel, atau buku Ideologi Politik Mutakhir (Political Ideology Today) karya Ian Adams.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah materi pengantar itu, barulah dikaji secara rinci masing-masing ideologi kufur secara mendalam. Misalnya untuk mengkaji Sosialisme, dapat dikaji kitab Naqdh al-Isytirakiyah al-Marksiyah karya Syaikh Ghanim Abduh. Untuk mengkaji Sekularisme/Kapitalisme dapat dikaji kitab Hatmiyah Inhidam Ar-Ra`sumaliyah Al-Gharbiyah karya Syaikh Fahmi Thabib. Bagus juga kitab karya Abul Hasan Ali an-Nadwi yaitu ash-Shira’ Baina Al-Fikrah al-Islamiyyah wa al-Fikrah al-Gharbiyah. Buku Modernism karya Maryam Jameelah bagus juga untuk keperluan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk kritik terhadap ide Sekularisasi Nurcholish Madjid, dapat dibaca buku karya Faisal Ismail berjudul Membongkar Pemikiran Nurcholish Madjid Seputar Isu Sekularisasi Islam (Jakarta : Lasswell Visitama, 2010). Untuk mengkaji ide-ide liberal secara kritis, bagus kalau kita menelaah buku semisal Orientalis &amp; Diabolisme Pemikiran, karya Syamsuddin Arif (Jakarta : GIP, 2008). Untuk menjawab buku Ilusi Negara Islam, baik juga dibaca buku Ilusi Negara Demokrasi karya Farid Wadjdi dkk (Bogor : Al Azhar Press, 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, untuk melakukan berbagai kajian di atas, sangatlah dianjurkan menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bahasa Arab akan sangat membantu dalam kajian ide Islam. Sedang bahasa Inggris, atau mungkin bahasa lainnya seperti bahasa Perancis, Jerman, dll, akan sangat diperlukan saat kita mempelajari ide selain Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hukum, melakukan persiapan Ghazwul Fikri ini hukumnya adalah wajib karena ia merupakan bagian aktivitas dakwah yang hukumnya wajib (QS An-Nahl : 125; QS Fushilat : 33). Hanya saja kewajiban ini sifatnya fardhu kifayah, bukan fardhu ‘ain. Sebab melakukan Ghazwul Fikri termasuk aktivitas yang memerlukan keahlian khusus, seperti halnya menjadi ahli tafsir, ahli fiqih, dan sebagainya yang hukumnya fardhu kifayah, bukan fardhu ain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, terjun ke dalam pergolakan pemikiran ini sangat berat. Karena persiapannya saja memerlukan kajian yang tidak ringan dan tak sedikit. Apalagi saat kita nanti benar-benar terjun di dalamnya, tentu kesulitan dan tantangannya akan lebih berat lagi. Ingat bagaimana Ismail Raji al-Faruqi dan Lamiya isterinya yang mati syahid diberondong Mossad karena sering mengkritik negara Yahudi (Israel). Atau Sayyid Quthub dan Abdul Qadir Audah yang harus menghadapi tiang gantungan lantaran menentang pemerintahan Mesir yang menerapkan sekulerisme sekaligus militerisme yang kejam atas umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik beratnya melakukan tugas suci nan mulia ini, Allah SWT sudah pasti tiada menyia-nyiakan amal para hamba-Nya. Allah SWT menjajikan pula pahala yang besar. Semakin berat kesulitan kita, akan semakin agung pahala dari Allah, insya Allah. Kaidah fiqih menyebutkan : Maa kaana aktsara fi’lan kaana aktsara fadhlan (Apa saja yang lebih banyak susah payahnya, akan lebih besar pula pahalanya). (Muhammad Shidqi al-Burnu, Mausu’ah al-Qawa’id al-Fiqhiyah, IX/171). Wallahu a’lam bi al-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= = =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Makalah disampaikan dalam Sekolah Singkat Lembaga Dakwah Kampus, dengan tema "Fight Against Ghazwul Fikri", diselenggarakan oleh Panitia Ramadhan di Kampus (RDK) Jamaah Shalahuddin UGM, 22 Agustus 2010, di Asrama Haji Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Dewan Pimpinan Pusat Hizbut Tahrir Indonesia. E-mail : shiddiq_aljawi@hizbut-tahrir.or.id. No HP : 081328744133&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7061448851363365106?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7061448851363365106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/tantangan-ghazwul-fikri-bagi-aktivis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7061448851363365106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7061448851363365106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2010/08/tantangan-ghazwul-fikri-bagi-aktivis.html' title='TANTANGAN GHAZWUL FIKRI BAGI AKTIVIS DAKWAH KAMPUS'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/THEtnYlgiHI/AAAAAAAAAPI/pHXuCNQFMGY/s72-c/GF.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-55335499422330173</id><published>2009-12-24T07:16:00.001-08:00</published><updated>2009-12-24T07:24:30.998-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ikut Serta dalam Natal Bersama: Haram Hukumnya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzOHY1XF19I/AAAAAAAAAO8/6QgCNRgwbuo/s1600-h/natalan-haram.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzOHY1XF19I/AAAAAAAAAO8/6QgCNRgwbuo/s200/natalan-haram.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418823637367379922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Desember ini, tidak sedikit diantara kalangan kaum Muslim yang ikut bersama dalam perayaan hari Natal, padahal Natal merupakan hari raya umat Kristiani. Dengan dalih toleransi, kerukunan dan sebagainya diantara mereka malah melegalkan aktivitas yang haram ini, tanpa lagi melihat bagaimana syariat memandang masalah ini. Bahkan bila tidak ikut natal bersama, kaum Muslim dikesankan tidak toleransi dan tidak membangun kerukunan. Padahal hal ini terkait pada masalah akidah dan ibadah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sedikit juga, sebagian kalangan umat Islam ikut serta dalam kepanitiaan Natal Bersama termasuk di dalamnya mengamankan hari Natal tersebut. Bahkan ada indikasi seolah-olah umat Islam senantiasa memberikan teror dan gangguan pada perayaan natal ini. Maka para pemuda Muslim ikut-ikutan ambil bagian untuk mengamankan perayaan natal tersebut. Padahal, kaum Muslim biasa saja tidak terjadi sesuatu apa pun yang membahayakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sebagian umat Islam yang salah mengartikan bahwa mereka menyangka dengan ikut merayakan Natal bersama dianggap sama dengan merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw. Padahal perayaan Natal bagi orang-orang Kristiani merupakan suatu ibadah. Akibatnya terjadilah pencampuradukkan antara akidah dan ibadah kaum Muslim dengan akidah dan ibadah agama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis Ulama Indonseia (MUI) sebagai kumpulannya para ulama Indonesia telah menerangkan keharaman ikut merayakan Natal Bersama. Pada tahun 1982, MUI telah memberikan penjelasan, terutama ketika meneliti kembali ajaran-ajaran agama Islam, antara lain sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa umat Islam diperbolehkan untuk bekerjasama dan bergaul dengan umat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan, berdasarkan al-Quran surat al-Hujurat ayat 13:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوباً وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." (TQS. al-Hujurat: 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasar al-Quran surat Mumtahanah ayat 8:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil." (TQS. Mumtahanah: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bahwa umat Islam tidak boleh mencampuradukkan aqidah dan peribadatan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain, berdasarkan al-Quran surat al-Kafirun ayat 1-6:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (TQS. al-Kafirun: 1-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasar al-Quran surat al-Baqarah ayat 42:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَلْبِسُواْ الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُواْ الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui." (TQS. al-Baqarah: 42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, bahwa umat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al-Masih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain, berdasarkan atas al-Quran surat Maryam ayat 30-32:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيّاً وَجَعَلَنِي مُبَارَكاً أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّاً وَبَرّاً بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّاراًشَقِيّاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkata Isa: "Sesungguhnya Aku Ini hamba Allah, dia memberiku Al Kitab (Injil) dan dia menjadikan Aku seorang nabi, Dan dia menjadikan Aku seorang yang diberkati di mana saja Aku berada, dan dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama Aku hidup; Dan berbakti kepada ibuku, dan dia tidak menjadikan Aku seorang yang sombong lagi celaka." (TQS. Maryam: 30-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasar pada al-Quran surat al-Maidah ayat 75:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَّا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ انظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Al masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya Telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), Kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat kami itu)." (TQS. al-Maidah: 75)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan al-Quran surat al-Baqarah ayat 285:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللّهِ وَمَلآئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ وَقَالُواْ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." (TQS. al-Baqarah: 285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih daripada satu, Tuhan itu mempunyai anak Isa al-Masih itu anaknya, bahwa orang kafir dan musyrik, berdasarkan atas al-Quran surat al-Maidah ayat 72:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al masih putera Maryam", padahal Al masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (TQS. al-Maidah: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga pada surat al-Maidah ayat 73:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَّقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُواْ إِنَّ اللّهَ ثَالِثُ ثَلاَثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَـهٍ إِلاَّ إِلَـهٌ وَاحِدٌ وَإِن لَّمْ يَنتَهُواْ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan yang Esa. jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." (TQS. al-Maidah: 73)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab "tidak". Hal itu berdasarkan atas al-Quran surat al-Maidah ayat 116 - 118:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنتَ قُلتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَـهَيْنِ مِن دُونِ اللّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِن كُنتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلاَ أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيداً مَّا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنتَ أَنتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama Aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang Mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, Maka Sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, Maka Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (TQS. al-Maidah: 116-118)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, Islam mengajarkan bahwa Allah Swt. itu hanya satu, berdasarkan atas al-Quran surat al-Ikhlas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (TQS. al-Ikhlash: 1-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah Swt. serta mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan. Hal ini berdasarkan atas Hadits Nabi Saw. dari Nu'man bin Basyir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang haram itu pun telah jelas, akan tetapi diantara keduanya itu banyak syubhat (seperti halal, seperti haram) kebanyakan orang tidak mengetahui yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barang siapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh pada yang haram, semacam orang menggembalakan binatang makan di daerah larangan itu. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan didekati)." Dan berdasarkan kaidah ushul fiqh: "Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya tidak dihasilkan." (Hadits Dari Nu'man bin Basyir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal tersebut para 'ulama di Indonesia yang mukhlish melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI), melalui komisi fatwanya, yang diketuai oleh K.H. M. Syukri G. dan sekretarisnya Drs. H. Mas'udi di Jakarta pada 1 Jumadil Awal 1401 H atau bertepatan dengan 7 Maret 1981 memutuskan dan memfatwakan, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa As. akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal di atas.&lt;br /&gt;   2. Mengikuti upacara Natal Bersama bagi umat Islam hukumnya haram.&lt;br /&gt;   3. Agar umat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Swt. dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sangat jelas, keharaman bagi siapa saja kaum Muslim termasuk di dalamnya para tokoh dan pejabat negara haram untuk duduk bersama dalam perayaan Natal Bersama. Lalu mengapa masih ada diantara kaum Muslim yang malah ikut dalam perayaan Kristiani tersebut? Berpaling dari petunjuk di atas berarti berpaling dari ayat-ayat Allah dan merupakan perbuatan penentangan terhadap Allah Swt. yang telah menciptakan alam semesta raya ini. Hanya siksaan yang pedih yang akan menimpanya, naudzu billahi min dalik. Semoga kaum Muslim senantiasa diberikan kekuatan untuk menerima kebenaran dan dijauhkan dari kezaliman. Amin. [m/z/mui/syabab.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-55335499422330173?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/55335499422330173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/ikut-serta-dalam-natal-bersama-haram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/55335499422330173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/55335499422330173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/ikut-serta-dalam-natal-bersama-haram.html' title='Ikut Serta dalam Natal Bersama: Haram Hukumnya!'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzOHY1XF19I/AAAAAAAAAO8/6QgCNRgwbuo/s72-c/natalan-haram.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-1493561882203555849</id><published>2009-12-23T05:34:00.001-08:00</published><updated>2009-12-23T05:57:19.522-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Press Releases'/><title type='text'>Refleksi Akhir Tahun 2009 HIZBUT TAHRIR INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIfzlr96kI/AAAAAAAAAO0/uuPUqFYUEvI/s1600-h/logo-hti1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIfzlr96kI/AAAAAAAAAO0/uuPUqFYUEvI/s200/logo-hti1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418428272830442050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nomor: 173/PU/E/12/09                                                         Jakarta, 15 Desember 2009 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi Akhir Tahun 2009&lt;br /&gt;HIZBUT TAHRIR INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamatkan Indonesia Dengan Syariah - Menuju Indonesia Lebih Baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 sebentar lagi akan berakhir. Fajar tahun 2010 segera menyongsong. Banyak peristiwa ekonomi, politik, sosial - budaya dan sebagainya baik di dalam maupun di luar negeri yang telah terjadi di sepanjang tahun ini. Terhadap sejumlah isu terhangat di sepanjang tahun 2009, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan sebagai berikut:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HASIL PEMILU DAN PEMERINTAHAN BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 adalah tahun pemilu. Ada pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Hasilnya sudah diketahui. Partai Demokrat memenangi kompetisi dengan memperoleh suara terbanyak, berturut-turut Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Partai lainnya, meski mendapatkan suara tapi karena tidak mencapai ambang batas parlemen (parlementary treshold) yang ditetapkan yakni 2%, maka mereka tidak memperoleh satu pun kursi di parlemen sehingga mereka terpaksa harus tersingkir dari percaturan politik formal di negeri ini. Sementara dalam ajang Pilpres, pasangan SBY - Boediono menjadi kampiun. Memenangi kompetisi dalam satu putaran dengan angka telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesta demokrasi itu diselenggarakan di tengah rakyat tak henti-hentinya dililit berbagai kesulitan hidup akibat tekanan ekonomi dan berbagai problem lain yang seolah tak berkesudahan. Adalah kemiskinan yang mendorong ratusan ribu orang berbondong-bondong mengadu nasib di negeri orang. Tapi alih-alih uang yang didapat, tapi justru nestapa yang dirasa. Contoh kecil adalah penderitaan dan nestapa yang menimpa Siti Hajar (33). TKI di Malaysia yang asal Limbangan Garut Jawa Barat ini terluka parah akibat siraman air panas dan dipukuli majikannya. Baru saja kasus ini masuk proses penyidikan, polisi menemukan kasus yang tidak kalah memilukan: Nurul Widayanti TKI asal Desa Dindeen, Wadungan, Ngawi, Jatim tewas tergantung di rumah orangtua majikannya, juga di Malaysia. Sangat mungkin, derita yang sama-yang tidak diekspos-juga banyak dialami oleh TKI lainnya yang tersebar di kawasan Asia Pasifik (351.966) dan Timur Tengah (343.487) berdasarkan data tahun 2007 (Kompas, 15/6/09).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duka juga menyapa TNI. Banyak anggota TNI gugur bukan di medan perang, melainkan menjadi korban alutsista yang sudah “usang kadaluwarsa”. Dalam sepekan saja, dua pesawat Heli jatuh. Yang terbaru adalah Helikopter Puma SA-330 dengan nomer registrasi HT 3306 yang jatuh pada hari Jumat (12/6/2009) sekitar pukul 14.13 WIB di daerah Atang Sanjaya Bogor. Kecelakaan ini mengakibatkan gugurnya empat orang TNI dan tiga lainya luka serius. Tentu ironis. TNI, institusi yang menjadi pilar tegaknya negeri yang sangat luas teritorialnya ini, hanya memiliki peralatan tempur dan anggaran alakadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor keuangan, Indonesia juga menjadi negara yang tidak pernah merdeka dari jeratan hutang. Pada Desember 2003 posisi hutang Indonesia adalah Rp 1.275 triliun. Pada Januari 2009, hutang Indonesia telah membengkak menjadi Rp 1.667 triliun. Jumlah tersebut, jika dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia, maka tiap kepala harus menanggung Rp 7,7 juta. Selama kepemimpinan SBY-JK, hutang Indonesia meningkat hampir 13% (Rp 400 triliun) hanya dalam kurun waktu empat tahun, yakni naik sekitar Rp 80 triliun pertahun. Inilah “prestasi hutang” terbesar dari pemerintahan SBY-JK dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Jelas, angka ini tidak sebanding dengan anggaran untuk sektor yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, seperti pertanian (Rp 8 triliun), pendidikan (Rp 62 triliun), kesehatan (Rp 20 triliun), kementerian lingkungan hidup (Rp 376 miliar). Sementara itu, dalam APBN 2009, untuk membayar hutang tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 162 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah, dalam dokumen yang ditemukan INFID, program BLT yang diklaim sebagai program hasil rancangan Pemerintah Indonesia ternyata ada dalam dokumen Bank Dunia. Dalam “Document Policy Loan (DPL)” Bank Dunia, program BLT tersebut didukung oleh ADB (Asian Development Bank) dan Jepang, dan ini adalah program Bank Dunia (Media Indonesia, 15/6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu ironis. Pemerintah ternyata memberikan “uang cuma-cuma” kepada sebagian rakyat dari hasil hutang luar negeri yang juga harus ditanggung rakyat. Dengan kata lain, sebagian rakyat yang mendapatkan BLT sebesar Rp 300 ribu setiap tiga bulan, ternyata sekaligus diberi beban hutang oleh Pemerintah sebesar Rp 7,7 juta per kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sikap penguasa terhadap borok-borok yang bermunculan silih berganti ini? Ternyata kepedulian penguasa dan elit politik hanya bersifat musiman. Rakyat hanya diperhatikan setiap menjelang Pemilu dan Pilpres. Derita rakyat sekadar dieksploitasi ramai-ramai sekadar untuk mendongkrak popularitas dan perolehan suara di setiap ajang pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, akankah pergantian kepemimpinan Indonesia 2009 membawa perubahan bagi rakyat? Mampukah penguasa baru membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka dari penjajahan ekonomi, politik, hukum dan budaya? Bisakah pergantian sosok pemimpin menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengatasi krisis multidemensi yang kronis ini? Waktu terus bergulir dan telah membuktikan semua, bahwa meski penguasa telah berganti berkali-kali, tetapi Indonesia justru makin terperosok pada kondisi problem multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan besarnya keinginan partai politik untuk meraih dukungan dan kue kekuasaan, pragmatisme politik makin kuat terjadi. Hal ini tampak dari koalisi-koalisi yang dibentuk dalam pilpres maupun pilkada dan gagasan atau wacana yang dilontarkan parpol. Pragmatisme politik membuat warna ideologi partai menjadi kabur. Untuk partai politik sekuler mungkin biasa, tapi ternyata pragmatisme politik juga melanda parpol Islam. Bahkan ada parpol Islam yang mengatakan bahwa perjuangan ideologi sudah tidak lagi relevan. Bila demikian, lantas apa fungsi dari adanya parpol Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berharap kepada DPR baru?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 70% anggota DPR Periode 2009-2014 memang benar-benar baru. Namun, sesuai dengan hasil Pemilu 2009 lalu, keanggotaan DPR baru itu tetap didominasi oleh partai-partai lama yang notabene sekular. Berdasarkan ketetapan KPU, perolehan kursi tiap parpol di DPR adalah: Partai Demokrat 150, Partai Golkar 107, PDIP 95, PKS 57, PAN 43, PPP 37, PKB 27, Gerindra 26, Hanura 18 (Mediacenter.kpu.go.id, 14/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan keanggotaan yang mayoritas berasal dari parpol-parpol sekular, umat Islam yang mayoritas di negeri ini tentu tidak bisa banyak berharap bahwa DPR baru ini akan berpihak kepada kepentingan umat. Pasalnya, meski banyak anggota baru yang muslim, visi dan misi mereka tetaplah sama dengan partainya, yakni sekular. Karena itu, jangan berharap, misalnya, DPR baru akan banyak menerbitkan UU yang sesuai dengan syariah, meloloskan peraturan yang melarang aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah dan sebagainya. Yang bakal terjadi adalah seperti DPR periode lalu, mereka akan banyak memproduksi UU sekular yang notabene bertentangan dengan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, secara umum rakyat pun pantas untuk pesimis. Pasalnya, kualitas anggota DPR yang baru diperkirakan menurun. Ini karena pada Pemilu Legislatif lalu, dengan mekanisme suara terbanyak, banyak anggota DPR terpilih lebih karena faktor popularitas semata. Bukan karena kapabilitas. Wajar jika kalangan artis/selebritis, misalnya, bisa dengan mudah mengalahkan caleg dari kalangan politisi kawakan yang sebenarnya lebih kapabel hanya karena menang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menilai kualitas para anggota DPR baru, kinerja para anggota DPR lama bisa dijadikan acuan. Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menilai kinerja Legislatif periode 2004-2009 masih buruk. Hal ini terlihat antara lain dari efektivitas pembuatan undang-undang serta komitmen untuk pemberantasan korupsi. Menurut peneliti dari Pukat Korupsi UGM Hifdzil Alim beberapa UU yang dihasilkan DPR juga memiliki substansi buruk, misalnya UU Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No.4 Tahun 2009), karena memberlakukan kontrak karya hingga berakhir. UU Badan Hukum Pendidikan (UU No.9 Tahun 2009), karena memasukkan konsep perusahaan ke dalam konsep penyelenggaraan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kualitas DPR yang buruk tersebut, wajar jika sejumlah survei menunjukkan tingginya kekecewaan masyarakat terhadap lembaga ini. Hal ini sangat beralasan. Pasalnya, banyak produk UU yang dihasilkan DPR terbukti tidak memihak rakyat yang berada di tengah himpitan dan beban hidup yang semakin sulit dan berkepanjangan. Misalnya, UU Migas, UU Penanaman Modal, UU SDA, UU BHP, UU Minerba dan lainnya yang akan menimbulkan kehancuran perekonomian nasional dan lingkungan serta meningkatkan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, kelaparan rakyat di negeri yang kaya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPR: Wakil Siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat track-record DPR yang seperti itu, rakyat boleh semakin khawatir bahwa sejumlah RUU yang masuk dalam Prolegnas 2009-2014 pun akan tetap mengesampingkan kepentingan rakyat dan lebih memihak kepentingan mereka yang punya uang. Pasalnya, ‘aroma uang’ hampir selalu mewarnai setiap pembahasan RUU di DPR. Beberapa produk UU seperti UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal, misalnya, diduga kuat didanai oleh sejumlah lembaga asing seperti World Bank. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform.” Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000” (http: www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/ id/497-009.html).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan UU Migas No 22 tahun 2001 ini, pemain asing boleh masuk dari hulu sampai hilir. Saat ini, menurut Dr. Hendri Saparini, lebih dari 90% dari 120 kontrak production sharing dikuasai korporasi asing. Dari sekitar satu juta barel perhari produksi minyak mentah Indonesia, Pertamina hanya memproduksi sekitar 109 ribu barel, sedikit di atas Medco 75 ribu barel. Sebaliknya, produksi terbesar adalah Chevron sekitar 450 ribu barel perhari. Berdasarkan UU Migas yang radikal itu pula, pada 2004 sebanyak 105 perusahaan swasta mendapat izin untuk merambah sektor hilir migas, termasuk membuka SPBU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Campur tangan asing dalam pembuatan UU tak hanya di sektor migas (minyak dan gas), tetapi juga di sektor lainnya. RUU Kelistrikan, misalnya, dibuatkan oleh Bank Dunia. RUU BUMN dibuatkan oleh Price Waterhouse Coopers. RUU SDA, RUU Maritim, RUU BHP dan regulasi mengenai hajat hidup rakyat juga tak lepas dari intervensi asing. Bahkan khusus terkait dengan yang terakhir, yakni RUU BHP, menurut Darwis SN, pemerhati kebijakan publik, yang juga alumnus University of Adelaide Australia, draft-nya sebenarnya telah dirancang sejak pertemuan “World Declaration on Higher Education for the Twenty-First Century: Vision and Action” di Paris tahun 1998 yang disponsori UNESCO. Ini merupakan salah satu konsekuensi dari General Agreement on Trade in Services (GATS) WTO yang meliberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, antara lain layanan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa akuntansi, pendidikan tinggi dan pendidikan selama hayat. Bersama Amerika dan Inggris, Australia memang paling getol mendesakkan liberalisasi sektor jasa pendidikan melalui WTO. Pasalnya, sejak tahun 1980-an, mereka mendapatkan keuntungan paling besar dari liberalisasi jasa pendidikan (Ender dan Fulton, Eds, 2002). Pada tahun 2000 saja, ekspor jasa pendidikan Amerika mencapai USD 14 miliar atau Rp 126 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang penanaman modal, pihak asing juga dibiarkan mengambil-alih perusahaan-perusaahan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti BUMN. Dengan UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal, pemain asing dan pemain lokal dibiarkan bebas berkompetisi di Indonesia. Pasal 7 ayat 1 dan 2 malah menghalangi “nasionalisasi” dengan berbagai aturan yang menyulitkan dan merugikan negara sendiri. Yang terjadi justru internasionalisasi BUMN. Tahun 2008, Komite Privatisasi memutuskan untuk melego 34 BUMN, melalui proyek privatisasi, dan melanjutkan privatisasi 3 BUMN yang tertunda tahun sebelumnya (Bisnis Indonesia, 5/2/2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sektor perbankan, ada UU Perbankan dimana melalui pasal 22 ayat 1b UU Perbankan ini, warga negara dan badan hukum asing bebas untuk bermitra dengan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia mendirikan Bank Umum. Pihak asing pun bisa memiliki hingga 99% saham bank di Indonesia. Saat ini 6 dari 10 perbankan terbesar di Indonesia kepemilikan mayoritasnya dikuasai asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semua kenyataan di atas, tentu tidak salah jika Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan, tidak ada produk hukum yang lahir dari (baca: demi) kepentingan masyarakat murni (Jabarnews.com, 11/6/2009). Jika banyak UU tidak ditujukan demi kepentingan rakyat, lalu DPR itu wakil siapa? Karena itu, DPR sebagai wakil rakyat itu hanyalah klaim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabinet Baru: Pemerintahan Neo Liberal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintahan baru periode 2009 - 2014 telah terbentuk, ditandai dengan pelantikan SBY sebagai Presiden dan Boediono sebagai Wakil Presiden, diikuti dengan penyusunan dan pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan kerterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional. Namun sejumlah pihak menilai penyusunan kabinet yang diawali dengan pentas audisi calon menteri itu justru menjadi semacam antiklimaks dari harapan masyarakat akan pemerintahan profesional yang berpihak kepada rakyat dan semangat yang selama ini didengungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, dalam kampanye, pasangan presiden terpilih menjanjikan pengentasan kemiskinan melalui dua jalur. Pertama: meningkatkan ekonomi yang meliputi pertumbuhan, sektor riil, investasi, revitaliasasi pertanian dan ekonomi pedesaaan. Kedua: intervensi Pemerintah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan mendorong usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan SBY-Boediono juga berjanji akan meningkatkan pertumbuhan hingga 7%, pengangguran menurun 5-6%, stabilitas harga dijaga, Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dijaga, disamping janji-janji lainnya. Janji-janji itulah yang membentuk besarnya harapan rakyat yang digantungkan kepada keduanya. Untuk memenuhi janji itu, langkah pertama dan menentukan adalah memilih para menteri yang akan membantu mewujudkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat mengharapkan kabinet lebih banyak dari kalangan profesional sebagai bentuk keinginan kuat masyarakat agar ada perubahan dalam kinerja Pemerintah. Kabinet yang banyak diisi dari kalangan partai dianggap kurang berhasil dalam menjalankan amanat pemerintahan. Rakyat ingin ada perbaikan dari berbagai bidang seperti masalah kemiskinan, pengangguran serta pendidikan. Menteri dari kalangan partai dinilai akan banyak dipengaruhi oleh kepentingan politik dan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun rakyat yang mengharapkan kabinet lebih banyak diisi kalangan profesional dan memiliki pengalaman di bidangnya itu, akhirnya harus gigit jari dan melipat kembali harapan itu. Rakyat dipaksa menerima para menteri khususnya bidang ekonomi, terutama pos yang berkait langsung dengan sektor riil, dari hasil kompromi politik. Faktor lobi dan kepentingan partai politik ternyata masih lebih kental. Harapan publik akan adanya kabinet yang profesional masih sebatas janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu masyarakat juga harus sudah bersiap untuk kembali menelan kekecewaan akan harapan pemenuhan janji pengentasan kemiskinan dan perbakan kesejahteraan masyarakat luas. Pasalnya kabinet yang baru ini tetap kental dengan corak neoliberal. Hal itu terlihat dari komposisi kabinet yang masih diisi oleh orang-orang yang dikenal sebagai bagian dari neolib dan bahkan menduduki posisi kunci. Padahal neo liberalisme yang berurat pada ideologi Kapitalisme itu justru menjadi pangkal dari masalah kemiskinan dan masalah kesejahteraan hidup yang mendera masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap dipertahankannya orang-orang neolib di kabinet itu memang sudah diprediksi sebelumnya, mengingat rekam jejak pasangan presiden-wapres selama ini memang sudah dikenal neolib. Prediksi itu akhirnya diperteguh dengan susunan kabinet yang baru diumumkan. Akhirnya jargon ekonomi kerakyatan yang diusung selama kampanye tinggal sebatas jargon. Faktanya, ke depan agenda ekonomi neoliberal akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, setidaknya ada delapan agenda utama liberalisasi atau kini menjadi neoliberalisasi. Pertama: mendorong pasar bebas (free market). Kedua: privatisasi dengan melakukan penjualan BUMN. Ketiga: membuat deregulasi, yakni menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan, misalnya peraturan perusahaan asing yang dilarang mendirikan pompa bensin di Indonesia kini sudah dicabut. Keempat: liberalisasi dengan membuka pasar dan menghilangkan penghalang, seperti pajak yang membatasi ekspor dan impor. Kelima: pengurangan peran Pemerintah dalam pembangunan. Keenam: pengurangan pajak bagi kalangan menengah ke atas. Ketujuh: memotong pelayanan publik, seperti menyerahkan perusahaan air minum kepada swasta; privatisasi pendidikan, rumah sakit, dan sebagainya. Kedelapan: mengurangi segala bentuk subsidi barang seperti BBM, air, listrik, pangan, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banyak wajah baru di dalam kabinet termasuk di dalam tim ekonomi, namun bukan berarti pemerintahan ke depan akan menjadi lebih pro rakyat dan meninggalkan agenda neoliberal. Kalaupun diasumsikan orang baru itu bukan penganut neolib -meski faktanya tidak demikian-, namun kerangka sistem ekonomi neoliberal itu telah dibangun melalui berbagai perundang-undangan yang dibuat. Begitu pula strukturnya juga sudah dibangun melalui sejumlah kebijakan yang diambil selama ini. Sejumlah undang-undang dan kebijakan yang ada begitu kental dengan aroma neoliberalisme, seperti UU SDA, UU Minerba, UU Penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Sisdiknas, UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, kebijakan perpajakan, Peraturan Presiden No.111/2007 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No.77/2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Permodalan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu sudah bisa dilihat dari sejak sekarang. Dalam APBN 2010 yang sudah disahkan DPR pada 30 September lalu, yang disusun oleh orang-orang yang sekarang juga masih duduk di dalam kabinet, anggaran untuk BLT ternyata tidak ada, padahal program BLT dibanggakan dalam kampanye dan dijanjikan akan berlanjut. Subsidi obat generik yang pada APBN-P 2009 besarnya Rp 350 miliar, pada APBN 2010 dihapus. Subsidi pangan dianggarkan 11,4 triliun menurun dari Rp 12,987 triliun pada APBN-P 2009. Jumlah itu diprediksi hanya cukup untuk melaksanakan program raskin 15 kg per bulan bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) selama 10 bulan. Subsidi pupuk yang di APBN-P 2009 sebesar Rp 18,43 triliun dipangkas Rp 7,13 triliun atau 38,68 % menjadi Rp 11,3 triliun. Meskipun subsidi benih memang naik dari Rp 1,315 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 1,6 triliun. Semua pengurangan subsidi itu adalah ciri khas agenda neolib. Ironisnya semua subsidi yang dipangkas itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat miskin dan petani. Lalu, di mana janji pengentasan kemiskinan yang digembar-gemborkan selama kampanye?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan rakyat itu masih ditambah lagi dengan pengurangan subsidi listrik dari Rp 47,546 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 37,8 triliun. Dengan berkurangnya subsidi itu, pemerintah hampir bisa dipastikan akan menaikkan TDL listrik pada 2010 mendatang. Ironisnya subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) ditetapkan sebesar Rp 16,9 triliun. Padahal selama ini fasilitas fiskal itu lebih banyak dinikmati oleh para pengusaha. Ironis, subsidi untuk rakyat kecil dan miskin dipangkas, sementara subsidi untuk orang kaya begitu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agenda-agenda neolib lainnya juga akan tetap berlanjut, seperti penjualan BUMN. Program privatiasasi BUMN yang “gagal” pada tahun 2009, bisa dipastikan akan dilanjutkan. Saat ini saja, pemerintah tengah bersiap-siap akan melego Pertamina. Semua itu menjadi bukti bahwa pemerintahan baru ini hanyalah melanjutkan, atau bahkan menyempurnakan agenda-agenda neoliberalisasi yang telah dijalankan sebelumnya. Ujung-ujungnya akan menyebabkan kesengsaraan rakyat banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa disimpulkan, bahwa selama ideologi Kapitalisme- Neoliberalisme tetap dianut di negeri ini, maka pergantian pemimpin dan kabinet tidak akan memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat. Yang berganti hanya orangnya sedangkan ideologi dan sistemnya tidak pernah berubah. Selama ideologi dan sistemnya tidak berubah, maka perubahan mendasar dan perbaikan kehidupan masyarakat secara menyeluruh tidak akan terwujud. Karena secara ideologis, Kapitalisme dan turunannya, Neoliberalisme, memang tidak pro rakyat, melainkan pro kapitalis. Apa yang terjadi selama ini di negeri ini adalah bukti. Masihkah kita memerlukan bukti yang lebih banyak lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. BENCANA ALAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam dan manusianya yang ramah, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah. Indonesia berada tepat di batas-batas lempeng Eurasia, Hindia, Australia dan Pasifik. Indonesia mempunyai 129 gunung api aktif. Semua ini berpotensi gempa, tsunami dan erupsi yang mampu menghancurkan kehidupan dalam waktu seketika, sebagaimana yang baru saja terjadi, berupa gempa bumi di Tasikmalaya dan Sumatera Barat tahun 2009 ini. Indonesia juga berada di persimpangan angin dan arus laut antara Asia - Australia dan antara Hindia - Pasifik. Maka bencana banjir, longsor, abrasi gelombang pasang, puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan juga sering terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari kondisi geografis dan geologis Indonesia begitu rupa, dan seringnya terjadi bencana alam, mestinya pemerintah dan rakyat Indonesia cakap dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dan siap menghadapinya, bila bencana benar-benar terjadi. Bencana jebolnya tanggul Situ Gintung pada Februari 2009 semestinya bisa dicegah. Namun, kenyataannya pemerintah negeri ini tidak pernah belajar dari pengalaman. Bangsa ini, semestinya bisa menjadi maestro-maestro dunia dalam menghadapi bencana. Namun yang terjadi, bencana baru sebatas dihadapi dengan muhasabah dan diratapi dengan doa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya, bencana-bencana alam itu bisa diantisipasi terlebih dulu dengan segala ikhtiar. Semestinya penguasa negeri ini menaruh perhatian yang besar, agar tersedia fasilitas umum yang mampu melindungi rakyat dari berbagai jenis bencana. Seharusnya pemerintah bisa mengerahkan para pakar untuk membuat alat dan metode peringatan dini, mendirikan bangunan yang tahan bencana, membangun tempat-tempat cadangan logistik, hingga bisa membuat masyarakat selalu tanggap darurat. Dalam ajaran Islam, aktivitas jihad adalah cara yang efektif agar masyarakat selalu siap menghadapi situasi yang terburuk. Mereka tahu bagaimana harus mengevakuasi diri dengan cepat, bagaimana menyiapkan barang-barang yang vital selama evakuasi, bagaimana mengurus jenazah yang bertebaran, dan bagaimana merehabilitasi diri pasca kedaruratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ALIRAN SESAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem berat lain yang masih menghantui negeri ini adalah maraknya aliran sesat. Kian hari bukannya berkurang, namun justru terus bertambah. Padahal masalah Ahmadiyyah -sekte sesat yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi– belum juga berhasil dituntaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal tahun ini, masyarakat digegerkan oleh terungkapnya aliran sesat Weteng Buwono. Aliran yang dipimpin Agus Imam Solichin ini terbukti sesat karena menjadikan perbuatan mesum sebagai ritualnya. Aliran yang berpusat di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa melakukan persetubuhan dalam ritual mereka. Ritual disaksikan para anggota di bawah sorotan lampu. Ritual lainnya adalah memandikan para pengikutnya baik laki-laki maupun wanita secara bersamaan dalam keadaan telanjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran sesat lain yang menjadikan praktik mesum sebagai ritual juga muncul di Banten. Aliran yang dikembangkan sebuah Padepokan di Desa Sekong Kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang itu dipimpin Syahrudin. Menurut Kepala Desa Sekong Wawan Gunawan, Syahrudin mengembangkan ajaran Hakekok. Ajaran sesat yang membolehkan berzina. Di padepokan yang sudah berdiri lima tahun itu, perbuatan mesum dikemas dalam sebuah praktik ritual kawin gaib di ruangan gelap. Mereka mengakui bersedia melakukannya karena akan mendapat ilmu tinggi. Padepokan tempat berbuat mesum berkedok majelis dzikir itu pun akhirnya dibakar masa pada awal September lalu. Sedangkan Syahrudin sendiri ditahan Mapolres Pandeglang untuk menghindari amuk massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya aliran sesat juga menghebohkan warga Kudus pada awal November 2009. Aliran sesat itu mengakui Sabda Kusuma sebagai rasul. Menurut Ketua MUI Kabupaten Kudus, Muhammad Syafiq Naschan, aliran ini mengubah syahadat kedua “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” menjadi “Asyhadu anna Sabda Kusuma Rasulullah”. Kalimat syahadat buatan mereka itu jelas menunjukkan sesatnya aliran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Mojokerto aliran sesat berasal dari Perguruan Ilmu Kalam Santriloka. Aliran yang dipimpin Ahmad Nafan itu menganggap Syaikh Siti Jenar dan Syaikh Maulana Malik Ibrahim sebagai nabi berikutnya setelah Nabi Muhammad saw. Selain itu, aliran yang memiliki 700 pengikut ini juga tidak mewajibkan jemaahnya untuk berpuasa Ramadhan dan menggantinya dengan puasa pada 1-9 Muharram. Pengingkaran kewajiban puasa Ramadhan, apalagi menggantinya di bulan lain, dapat mengantarkan pelakunya kepada kekufuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran sesat juga menghebohkan Blitar. Di kecamatan Srengat muncul aliran Padange Ati (PA). Berdasarkan data yang dihimpun MUI setempat, sekte ini sudah berani meninggalkan syariat Islam. Bahkan aliran yang beranggotakan 25 orang ini menilai dogma shalat 5 waktu sebagai tata cara pemeluk agama yang masih dangkal keilmuanya. Aliran sesat juga muncul di kecamatan Talun, Aliran Masuk Surga (AMS). Aliran yang dipimpin Suliyani mewajibkan pengikutnya membayar biaya sebesar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Bila biaya yang dibayarkan hanya Rp 3 juta, dijamin bebas siksa kubur. Jika membayar Rp 5 juta, maka masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka. Dan jika mau membayar Rp 7 juta, maka dijamin akan langsung masuk surga tanpa ada halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya kelompok Tarekat Naqasabandi Haqqani asal Amerika menambah deretan aliran sesat di Indoensia. Dalam rangka Safari Maulid, pada 26 Mei-2 Juni 2009 pemimpin tarekat ini, Muhammad Hisham Kabbani keliling Jakarta, Pekalongan, Semarang dan Sukabumi. Puncak acara dilaksanakan di Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2009 dengan dihadiri 75.000 orang termasuk Presiden SBY. Ini merupakan kunjungannya yang ke-18 ke Indonesia sejak 1997 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak orang menyangka jika kelompok ini mengajarkan banyak ide sesat. Pasalnya, kelompok ini juga menyematkan nama Naqsabandi di samping nama Haqqani. Kesesatan kelompok ini terkuak setelah KH Amin Jamaludin (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) mengkaji buku-buku yang disebarkan Yayasan Haqqani Indonesia. Dalam Buku Rahasia Tiga Cahaya - Rahasia di Balik Bilangan, Hisyam Kabbani menulis, “Maulana berkata, jika Allah mengutuk orang-orang kafir, Dia tidak akan menjadi Tuhan.” Dalam Buku Tiga Karakter Awliya’, dijelaskan bahwa para nabi dan wali memiliki tiga sifat dari tiga hewan: keledai, anjing dan babi. Dalam buku Ahl al-Haq koleksi 1, Edisi koleksi (Maret-Juni 2005) yang diterbitkan Yayasan Haqqani Indonesia disebutkan bahwa shalat 5 waktu bisa diganti dengan takbir, sujud, dan membaca bacaan yang diajarkan Hisyam Kabbani. Sementara dalam dalam Buku “Mata Rantai EmasThariqat” disebutkan, “Tidak ada perbedaan Muslim, Kisten, Yahudi, Budha mupun Hindu. Mereka semua adalah hamba di hadapan Allah SWT. Dan Rasulullah saw melihat mereka sebagai seorang manusia dan membawanya bersamanya.” Berdasarkan fakta-fakta itu, tidak aneh jika dikatakan KH Amin Djamaluddin kelompok ini telah melakukan penghinaan terhadap Allah SWT, Rasulullah saw, dan agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya aliran sesat ini jelas amat memprihatinkan. Lebih-lebih, aliran sesat yang terungkap itu sesungguhnya hanya sebagian kecil. Berdasarkan data yang dihimpun Alumi di Indonesia setidaknya sejak tahun 1980-2006 saja ada 250 aliran sesat yang berkedok agama Islam muncul ke permukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya aliran sesat itu menunjukkan rendahnya pemahaman umat Islam terhadap agamanya. Akibatnya, berbagai paham dan aliran yang sudah jelas-jelas sesat masih mendapatkan pengikut. Kondisi ini diperparah oleh sikap abai negara terhadap akidah warganya. Negara bukan hanya tidak melakukan edukasi terhadap warganya dengan akidah yang benar, namun juga membiarkan para pelaku kesesatan menyebarkan ajarannya ke tengah masyarakat. Sikap tersebut berpangkal pada paham Sekularisme yang dianut negara ini. Keyakinan agama dianggap sebagai masalah pribadi yang tidak boleh dicampuri negara. Kendati telah jelas-jelas mengajarkan kesesatan, negara tidak bertindak tegas. Memang suatu saat pelakunya ditangkap atau diadili. Namun itu disebabkan karena dianggap telah meresahkan warga. Bukan karena kesesatan ajaran yang disebarkannya. Karena itu, jika tidak ada pengaduan atau sorotan media massa, aliran sesat bebas berkeliaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi itu tentu tidak akan terjadi, jika syariah diterapkan. Negara tidak boleh mengizinkan paham dan aliran sesat berkembang. Bahkan, sebelum membesar, seseorang yang sudah terbukti murtad harus dijatuhkan hukuman tegas, yakni hukuman mati. Tentu saja negara tidak hanya berdiri di ujung, namun sejak awal membina dan mendidik warganya dengan dengan akidah yang benar. Sehingga, masing-masing warga telah memimiliki perisai untuk menjaga diri serangan aqidah sesat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BOM MARRIOT II: Isu Terorisme Kembali Marak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama isu terorisme tenggelam, tapi di pertengahan tahun 2009, tepatnya 17 Juli 2009 seolah menjadi titik bangkit kembali isu itu dengan meledaknya bom di dua hotel mewah Marriot dan Ritz Carlton. Proyek global “war on terrorism” yang dikomandoi AS seolah menemukan momentumnya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja, begitu bom meledak, tuduhan segera dialamatkan kepada apa yang disebut Wahabi Radikal, bahkan perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah. Pihak yang sejak awal ingin mempunyai kewenangan lebih, segera saja menunggangi isu ini untuk mewujudkan ambisinya. Mereka mengusulkan dibukanya kembali RUU Intelijen, RUU Keamanan Negara, dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, ketika isu terorisme ini muncul pertama kali di tahun 2002, Hizbut Tahrir Indonesia sudah mengingatkan bahwa ada skenario asing di balik isu terorisme ini. AS, Inggris, dan negara-negara sekutunya menggunakan isu terorisme ini untuk mempertahankan penjajahan mereka terhadap Indonesia, dan negeri-negeri Muslim. Merekalah yang sesungguhnya menjadi otak berbagai kerusuhan yang terjadi di negeri-negeri kaum Muslim, melalui operasi intelijennya yang begitu canggih. Saking canggihnya, sampai intelijen negara pun tidak bisa mengendusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus bom kembar Ritz Carlton dan JW Marriot (17/07/2009), kesimpulan serupa juga disampaikan mantan Dansatgas BAIS TNI, Mayjen (Purn) Abdul Salam (Majalah Intelijen, No. 9/VI/2009). Operasi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Benar, bahwa ada orang Indonesia yang menjadi pelaku, tetapi benarkah mereka berdiri sendiri? Pertama, boleh jadi mereka melakukan sendiri dan untuk kepentingan sendiri, tetapi kemudian ditunggangi. Kedua, boleh jadi mereka diprovokasi dan diperalat untuk kepentingan orang lain. Ketiga, boleh jadi mereka tidak tahu, kemudian dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tindakan kriminal (jarimah), aksi pengeboman ini harus ditindak secara hukum, siapapun pelakunya. Bukan hanya eksekutornya, tetapi juga otak dan aktor intelektual yang ada di belakangnya, baik pribadi, kelompok, maupun negara. Karena hanya dengan itulah, keadilan bisa diwujudkan. Adil bagi korban, pelaku dan juga masyarakat. Tapi penanganannya harus dilakukan secara proporsional dan harus tetap dijaga agar tetap dalam konteksnya. Tidak boleh dibawa ke mana-mana. Karena selain tidak akan menyelesaikan masalah, cara-cara seperti ini hanya akan menimbulkan disintegrasi dan konflik horisontal yang meluas di tengah masyarakat. Masyarakat yang semula hidup rukun, tenteram, dan adem ayem, tiba-tiba saling curiga. Kalau ini terjadi, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sangat sumir, jika aksi terorisme dilekatkan dengan Islam. Jika pun benar ada, tentu patut dipertanyakan. Pertama, boleh jadi, dia memang anti Islam dan dendam terhadap umat Islam, lalu sengaja menggunakan isu terorisme ini untuk menyerang Islam. Kedua, boleh jadi, dia bodoh dan tidak mengerti tentang Islam dan metode perjuangannya, sehingga dengan mudah tertipu dengan slogan dan propaganda yang menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak awal, Hizbut Tahrir menyatakan dengan tegas, bahwa Perang Melawan Terorisme yang sesungguhnya adalah perang melawan Islam. Perang ini juga bukan untuk kepentingan Islam dan umatnya, tetapi untuk kepentingan negara-negara penjajah. Islam dianggap sebagai ancaman potensial setelah runtuhnya Sosialisme dan Komunisme. Karena itu, ada dua skenario yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mereka tidak akan menyerang langsung Islam, tetapi dengan menyamarkan serangan terhadap Islam itu dengan Perang Melawan Terorisme, Radikalisme atau Fundamentalisme, atau ungkapan-ungkapan kamuflase yang lainnya. Sebab, kalau mereka menyatakan secara terbuka perang melawan Islam, pasti mereka tidak akan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mereka juga tidak akan melakukan peperangan secara langsung dengan umat Islam, terutama setelah mereka membuktikan sendiri bahwa umat Islam tidak akan bisa dikalahkan, baik di Irak, Afganistan maupun Pakistan. Karena itu, mereka lantas meminjam tangan-tangan orang Islam untuk berperang melawan orang Islam. Mereka membentuk pemerintah boneka di Irak, Afganistan dan Pakistan atau negeri-negeri kaum Muslim yang lain, yang menjadi kepanjangan tangan (antek) mereka untuk memerangi orang-orang Islam yang dianggap mengancam kepentingan mereka, dengan dalih Perang Melawan Terorisme dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui dua skenario tersebut mereka melakukan pemetaan, atau tepatnya politik belah bambu: yang satu diinjak, yang satu diangkat. Apa yang sekarang dijadikan musuh, yaitu Radikalisme dan Fundamentalisme mereka injak, sementara Liberalisme, Inklusifisme atau Moderat diangkat dan dipromosikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, upaya deradikalisasi ideologi radikal juga dilakukan, antara lain dengan: (1) Pemberdayaan tokoh-tokoh moderat agama untuk menyebarluaskan ajaran moderat; (2) Interfaith dialogue (dialog antariman); (3) Menyebarluaskan buku-buku ajaran agama moderat; (4) Kurikulum lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang moderat; (5) Program rehabilitasi para teroris pada masa penahanan, menjalani hukuman di LP dan setelah menjalani hukuman; (6) Kemitraan dengan lembaga-lembaga kultural/budaya untuk menyosialisasikan bahaya terorisme serta menetralisasi radikalisme dan budaya kekerasan (Disarikan dari bahan Lokakarya Sespim 27/10/09: Kebijakan Penanggulangan Terorisme di Indonesia, oleh Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) Irjen (Purn) Pol. Drs. AnsyaadMbai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. MAFIA PERADILAN: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Hukum dan Peradilan Sekuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah bopeng peradilan Indonesia terkuak berawal dari pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah oknum kepolisian dan kejaksaan yang diperdengarkan di hadapan sidan MK selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang sesungguhnya terjadi: adanya mafia hukum/peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu kemudian menjadi pendorong kuat untuk menggugat seluruh instrumen penegak hukum dan sistem peradilan yang ada. Gugatan tersebut didengungkan, baik di dunia nyata (melalui demonstrasi hingga unjuk seni parodi) maupun di dunia maya/internet. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum berada di titik nadir. Menurut jajak pendapat Kompas, 89,8% masyarakat percaya bahwa keputusan hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang (Kompas, 9/11/09). Singkatnya, masyarakat seperti terbuka matanya dan mulai menyadari betapa suap-menyuap dan korupsi telah berurat akar dan menjadi lazim di negeri ini, khususnya di dunia peradilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus Anggodo menjadi bukti nyata, betapa amburadulnya sistem hukum dan peradilan sekular di Indonesia; baik menyangkut aparat penegak hukum, lembaga-lembaga hukum yang ada maupun undang-undang dan peraturan yang dijadikan acuannya. Undang-undang yang ada gagal mengatasi seluruh kasus hukum di masyarakat yang membutuhkan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah situasi seperti itu, terkuak skandal Bank Century. Rakyat yang belum merasakan keadilan tegak di negeri ini, justru melihat betapa “politik kekuasaan” menjadi penentu tegak tidaknya sebuah hukum. Hukum dan keadilan di hadapan para “penguasa” yang korup seperti benang basah yang sangat sulit ditegakkan. Sementara bila terhadap rakyat kecil, hukum itu menjadi begitu perkasa. Berikut daftar rakyat kecil yang menjadi korban pudarnya rasa keadilan di depan hukum formal (Okezone,4/12):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.         Seorang buruh pabrik bernama Hamdani divonis hukuman kurungan 2 bulan 24 hari oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Oktober 2002, atas tuduhan mencuri sandal jepit milik perusahaan tempatnya bekerja. Padahal sejatinya Hamdani hanya meminjam sandal hasil produksi perusahaan untuk mengambil air wudhu. Praktek serupa pun dijalankan para koleganya. Hanya saja Hamdani bernasib sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.         Nenek Yaminah ditahan karena dituduh mencubit paha pembantu. Nenek berusia 57 tahun asal Depok ini sempat ditahan polisi karena dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap pembantunya. Penganiayaan yang dimaksud adalah mencubit paha. Kasus ini terjadi pada Mei 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.         10 anak yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap polisi pada Mei 2009, karena dituduh melakukan praktik perjudian. Usia anak-anak ini antara 11-14 tahun. Setelah sempat ditahan, mereka pun menjalani proses persidangan di PN Tangerang, dan diputus bersalah melakukan perjudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.         Mencuri dua ekor bebek divonis 7 bulan. Tabriji, warga Serang, pada November 2009, divonis hukuman 7 bulan penjara karena terbukti mencuri dua ekor bebek milik tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.         Empat warga Batang, Jawa Tengah, pada November 2009, ditahan di Rutan Rowobelong karena mencuri 14 kilogram kapuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.         Nge-charge ponsel, penghuni apartemen ITC Roxy Mas dibui. Pada 8 September 2009 lalu, Aguswandi ditangkap petugas Polsek Metro Gambir karena tertangkap tangan tengah mencabut charger handphone miliknya dari sebuah stop kontak yang terpasang di lantai 7 apartemen ITC Roxy Mas. Penangkapan Aguswandi dilakukan atas laporan dari seorang saksi mata bernama Uung Hartanto yang merupakan manager PT Jakarta Sinar Intertrade (pengelola apartemen ITC Roxy Mas). Aguswandi dituduh melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) butir 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Mulai 9 September, Agus resmi ditahan di Polsek Metro Gambir selama 20 hari hingga tanggal 29 September. Menjelang masa penahanan habis, pihak pelapor meminta agar penahanan Aguswandi diperpanjang hingga 7 November. Tak terima dengan proses penangkapan, penahanan, dan perpanjangan penahanan itu, pihak Aguswandi mengajukan permohonan sidang praperadilan. Gugatan Aguswandi pun ditolak dan dia harus terus menjalani proses hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.         Ambil tiga buah kakao, nenek Minah divonis 1,5 bulan penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.         Mencuri sebutir semangka, Basar Suyanto dan Kholil ditahan di LP Kediri, dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Hanya karena mengambil sebutir semangka di sebuah ladang di Kelurahan Ngampel, Mojoroto, Kediri, pada Idul Fitri lalu, Basar dan Kholil harus berurusan dengan hukum. Keduanya sudah mengupayakan penyelesaian kasus secara kekeluargaan, namun upaya itu dimentahkan dan kasus berlanjut hingga pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deretan kasus-kasus di atas, dari aspek hukum pidana memang sudah memenuhi semua unsur-unsurnya. Hanya saja ada rasa keadilan yang terusik, karena antara pelanggaran yang dilakukan dengan sanksi yang diberikan tidaklah setara. Coba bandingkan dengan sejumlah kasus korupsi para pejabat yang “mencuri” uang negara hingga bermiliar-miliar namun hukuman yang dijatuhkan tak sebanding. Inikah yang disebut adil di mata hukum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. KORUPSI DAN SKANDAL BANK CENTURY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Indonesia termasuk negara paling korup di dunia. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, The Strait Time, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai “the envelope country” karena segala hal bisa dibeli; entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain dengan amplop. Global Corruption Report melansir sekitar US$ 40 miliar (sekitar Rp 400 triliun) digunakan dunia usaha untuk menyuap pejabat setiap tahun. Pemberian suap itu bertujuan untuk memudahkan bisnis dan bahkan ada yang bermotif politik: mempertahankan pemerintahan yang korup! Suap sepertinya sudah menjadi “tradisi” dalam berbagai macam urusan apapun di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana-baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam-menguap masuk ke kantong para koruptor. Selain itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula, beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus korupsi yang ditangani KPK sejak Januari 2008-Agustus 2009 didominasi oleh modus suap. Menurut data ICW (Indonesia Coruption Watch), dari 95 kasus, ada 34 kasus (35,79 %) modusnya suap; menyusul mark up 19 kasus (20 %), penggelapan atau pungutan 18 kasus (18,95 %), penyalahgunaan anggaran 15 kasus (15,79 %), penunjukan langsung 8 kasus (8,42 %), dan 1 kasus pemerasan. Adapun dilihat dari latar belakangan profesi, tersangka korupsi yang paling dominan adalah swasta. Dari 95 tersangka: 19 di antaranya adalah swasta; disusul anggota DPR/DPRD 18 orang, pejabat eselon dan pimpro 17 orang; duta besar, pejabat konsulat dan imigrasi ada 13 orang; kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) 12 orang; dewan gubernur/pejabat Bank Indonesia 7 orang; pejabat BUMN 5 orang; komisi negara 2 negara; aparat hukum dan BPK masing-masing 1 orang. Mereka tersangkut kasus kejahatan, baik karena korupsi yang merugikan keuangan negara, terlibat suap, menerima gratifikasi (hadiah) atau melakukan penggelapan, pemerasan, dan perbuatan curang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal Bank Century&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus korupsi yang paling menghebohkan di tahun 2009 tentu saja adalah skandal Bank Century. Andai saja pengucuran dana talangan (bail-out) Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun itu adalah keputusan yang benar, yang didasarkan pada pertimbangan yang benar, serta dilakukan untuk tujuan yang benar, mestinya tidak perlu terjadi kehebohan seperti yang sekarang ini tengah berlangsung. Fakta bahwa saat ini di DPR tengah menggelinding tuntutan adanya Pansus untuk menyelidiki skandal Bank Century disertai demo dan pernyataan para tokoh di mana-mana dengan tuntutan serupa bahkan tuntutan mundur kepada Wapres Budiono dan Menkeu Sri Mulyani, pasti menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dari keputusan pemberian dana talangan tersebut. Sebelumnya, bahkan Jusuf Kalla, saat masih menjabat sebagai Wapres telah mengatakan, bahwa ini merupakan perampokan uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang sebanyak Rp 6,7 Triliun tentu jumlah yang sangat besar. Bila terdiri dari pecahan Rp. 1000,- lalu dirangkai, panjangnya akan mencapai 1.018.400 Kilometer, atau lebih dari 25 kali keliling bumi. Untuk mengangkutnya diperlukan sekitar 213 mobil kontainer yang kapasitasnya 30 ton. Uang ini dapat dibelanjakan untuk mendirikan 6700 sekolah yang cukup bagus atau menggaji 200.000 guru selama setahun dengan gaji Rp 2,8 juta setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakberesan penanganan Bank Century sesungguhnya sudah berlangsung sejak awal proses merger. Menurut ahli hukum perbankan dan pasar modal, Sutito, SH. MH., memang sejak awal, yakni dimulai pada bulan Desember tahun 2004, Bank Indonesia (BI) terlalu memberikan berbagai kemudahan dan kelonggaran kepada Bank CIC, Bank Pikko dan Bank Danpac untuk melakukan merger. Bank Century ini ibarat layang-layang yang dibuat dari dua kerangka yang sudah keropos kemudian dijahit dengan benang, yaitu Bank Danpac. Belakangan memang terbukti, dari hasil audit sementara BPK, ternyata merger ini diduga semata-mata adalah untuk menghindari penutupan Bank CIC dan Bank Pikko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Bank Indonesia tersebut antara lain berupa: (1) Asset dalam bentuk Surat-Surat Berharga yang semula dinyatakan macet oleh BI, kemudian dianggap lancar untuk memenuhi performa Capital Adequacy Ratio (CAR); (2) Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang dinyatakan tidak lulus fit and proper test tetap dipertahankan; (3) Pengurus Bank yaitu Komisaris dan Direksi bank ditunjuk tanpa melalui fit and proper test dan (4) Laporan Keuangan Bank Pikko dan Bank CIC yang dijadikan dasar merger diberikan opini disclaimer oleh kantor akuntan publik, padahal jelas bahwa kedua bank ini bermasalah dari segi permodalan dan cash flow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dilakukan merger, ternyata Bank Indonesia tidak pernah bersikap tegas kepada bank hasil merger ini, padahal bank ini berkali-kali mengalami posisi CAR negatif, melakukan pelanggaran BMPK dan pelanggaran Posisi Devisa Neto. Buruknya performa dan kinerja Bank Century tersebut dimulai sejak dua bulan setelah merger atau sekitar bulan Februari 2005. Akan tetapi BI terus saja membiarkan keadaan tersebut dan tidak mengambil tindakan apapun terhadap kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekayasa lainnya terjadi pada bulan November 2008, dengan cara BI mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai syarat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dari semula CAR minimal 8% menjadi CAR positif. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan dari Bank Century yang mengajukan permohonan FPJP, sementara CAR Bank Century hanya dalam posisi positif 2,35% per September 2008. Padahal saat PBI diubah dan FPJP untuk Bank Century dicairkan, posisi CAR Bank Century sudah dalam keadaan negatif 3,53%. Hal ini berarti bahwa Bank Century seharusnya TIDAK layak untuk mendapatkan FPJP, akan tetapi Budiono, Gubernur BI pada saat itu terus saja memberikan FPJP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, melihat bahwa penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik oleh BI, semata-mata hanya didasarkan pada analisis yang bersifat psikologi pasar dan mengesampingkan analisi kuantitatif terhadap kondisi Bank Century. Sebab secara kuantitatif ternyata Bank Century semestinya langsung saja ditutup dan tidak berhak mendapatkan bail-out.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada peristiwa penting yang terjadi menyangkut mekanisme penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik. Yakni rapat konsultasi Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pertama yang dimulai pukul 23.00 WIB tanggal 20 November 2008 hingga pukul 04.00 WIB tanggal 21 November 2008. Peserta rapat menyatakan TIDAK SETUJU dengan analisis BI bahwa Bank Century adalah Bank Gagal Berdampak Sistemik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru setelah rapat dilanjutkan pada tanggal 21 November 2008 pukul 04.25 WIB hingga pukul 06.00 WIB, yang dihadiri hanya oleh MENTERI KEUANGAN selaku ketua KSSK dan GUBERNUR BI selaku anggota, serta Sekretaris KSSK, rapat menyatakan bahwa Bank Century dalam status Bank Gagal Berdampak Sistemik. Hal ini berarti bahwa peranan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada waktu itu sangat vital, dimana dalam rapat sebelumnya yang berlangsung semalam suntuk, diubah begitu saja hanya dalam waktu 1,5 jam. Bisa dilihat betapa bagi kedua pejabat ini, Bank Century memiliki arti penting, sehingga mereka rela datang ke rapat pada waktu dini hari menjelang subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai konsekwensi ditetapkan Bank Century menjadi Bank Gagal Berdampak Sistemik, maka diberikanlah kucuran dana untuk menstabilkan kondisi CAR Bank Century dari negatif 3,53% agar menjadi posistif 8%. Berdasarkan perhitungan, dana untuk menaikkan CAR tersebut agar positif 8% adalah hanya sebesar Rp 632 miliar. Akan tetapi dalam kenyataannya, dana yang dicairkan untuk “penyelamatan” Bank Century tersebut adalah sebesar Rp 6,76 triliun. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah, ke mana dana-dana tersebut digunakan, kepada siapa dana-dana tersebut dialirkan dan untuk keperluan apa dana-dana tersebut digunakan? Sementara ribuan nasabah kecil dari Bank Century ini terus melakukan protes karena uang mereka tidak kunjung kembali. Jadi kemana uang yang Rp 6,7 triliun itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam masa pengawasan khusus sejak 6 November 2008, berdasarkan Peraturan BI No.6/9/PBI/2004, sebagaimana yang diubah dengan PBI No.7/38/PBI/2005, Bank Century dilarang untuk mencairkan penarikan dana dari rekening simpanan milik pihak terkait. Akan tetapi Bank Century dan BI serta LPS membiarkan saja penarikan yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam jumlah besar, di antaranya juga dibekingi oleh petinggi kepolisian melalui surat kepada Bank Century.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengucuran dana talangan yang begitu besar jumlahnya kepada Bank Century yang dilakukan melalui mekanisme yang tidak wajar jelas merupakan sebuah kejahatan negara (state crime) yang dilakukan oleh pejabat negara demi keuntungan sekumpulan orang termasuk untuk kepentingan politik tertentu. Berbagai pelanggaran hukum dan upaya sistematis untuk menempatkan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik tersebut, secara sengaja dilakukan agar dapat menjadikan Bank Century ini sebagai pintu masuk dalam rangka merampok uang negara, melalui mekanisme bail-out. Inilah state corruption, satu jenis korupsi paling jahat karena korupsi ini justru dilakukan sendiri oleh (pejabat) negara. Kejahatan semacam ini jelas tidak boleh dibiarkan. Harus diusut tuntas, dan pelakunya harus dihukum setimpal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi paradigma ekonomi, pemberian bail-out kepada sektor swasta ini merupakan resep standar ala Washington Consensus, yang menjadi rumus standar bagi IMF dalam menyelesaikan permasalahan modal swasta, yaitu negara yang harus menanggung beban pembiayaan dan permodalan bagi sektor swasta yang bangkrut. Tentu saja pembiayaan ini pada akhirnya dibebankan kepada rakyat melalui pembayaran pajak. Inilah yang menyebabkan sistem ekonomi Kapitalisme terus dipertahankan oleh para pemilik modal dan penguasa, karena sangat menguntungkan mereka agar dapat terus hidup mewah melalui uang hasil “rampokan” perbankan yang sekarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, skandal Bank Century adalah bukti ke sekian kali dari rapuhnya sistem perbankan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang berjiwa korup. Karena itu, skandal Bank Century ini seharusnya semakin meneguhkan keyakinan masyarakat akan bobroknya sistem perbankan dan keuangan ribawi khususnya, dan sistem ekonomi kapitalistik pada umumnya. Sebagai gantinya, masyarakat harus menuntut untuk tegaknya sistem ekonomi yang adil, yang bersumber dari Dzat Yang Maha Adil, itulah sistem ekonomi syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian, bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya. Sebagai gantinya, harus tegak sistem Islam dengan penguasa yang amanah, karena hanya dengan cara itu saja Indonesia akan benar-benar bersih dari rezim yang korup tapi juga dari sistem yang korup. Itulah sistem Islam yang diterapkan secara kaffah oleh seorang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. MUKTAMAR ULAMA NASIONAL (MUN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat bangsa Indonesia didera oleh carut marut persoalan ekonomi dan politik, Hizbut Tahrir Indonesia sukses menggelar sebuah perhelatan spektakuler yang menjadi momentum penting bagi perkembangan dakwah penegakkan syariah dan khilafah, tidak hanya di Indonesia saja, namun juga seluruh dunia. Perhelatan itu bertajuk Muktamar Ulama Nasional yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2009 di Istora Senayan, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan sebagai perhelatan penting karena; Pertama, acara yang dihadiri 7000 orang ulama dan kyai tersebut berjalan dengan lancar, tertib, rapi, dan sukses, meski berada di tengah situasi genting menyusul terjadinya pemboman di Hotel Marriot dan Ritz Carlton, sehingga teropini di kalangan ulama dan tamu luar negeri betapa disiplin, rapi, dan profesionalnya Hizbut Tahrir Indonesia dalam mengelola event-event yang sangat besar. Apalagi Muktamar Ulama Nasional merupakan event yang baru pertama kali diselenggarakan oleh HTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Muktamar Ulama Nasional juga menjadi ajang peneguhan komitmen dan dukungan para alim ulama dan kyai terhadap apa yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dan Hizbut Tahrir sendiri sebagai sebuah kutlah siyasah. Para alim ulama dan kyai yang hadir dalam Muktamar Ulama Nasional benar-benar telah memberikan dukungannya secara real dalam bentuk kesediaan mereka menandatangani mitsaqul ulama, dan komitmen mereka yang sangat kuat untuk terlibat secara aktif dalam memperjuangkan tegaknya syari’ah dan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Muktamar Ulama Nasional juga menunjukkan kepada umat Islam, bahwa di tengah-tengah merebaknya budaya politik yang serba pragmatis dan oportunistik, masih cukup banyak ulama dan kyai mukhlish yang masih teguh dalam memegang prinsip-prinsip Islam yang suci dan lurus. Ibarat air hujan di tengah kemarau yang panjang, keberadaan alim ulama mukhlish dalam jumlah yang sangat besar, yang dengan lantang meneriakkan kata-kata yang sama (khilafah dan syariah) benar-benar telah menghapus kekecewaan umat terhadap partai-partai dan ormas-ormas yang ada, sekaligus mengembalikan optimisme di dalam dada bahwa syariah dan Khilafah akan tegak tidak akan lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon dan dukungan yang begitu besar dari para ulama tersebut setidaknya menandai tiga hal penting. Pertama, meningkatnya kesadaran umat, khususnya para alim ulama, terhadap kewajiban dan urgensitas perjuangan menegakkan syariah dan khilafah yang selama ini lantang disuarakan Hizbut Tahrir. Kedua, umat semakin percaya terhadap kepemimpinan dan kemampuan Hizbut Tahrir dalam membina dan memimpin umat Islam demi tegaknya syariah dan Khilafah. Ketiga, semakin merosotnya kepercayaan umat terhadap partai-partai maupun ormas-ormas yang selama ini menjadi gantungan dan harapan umat dalam membela kepentingan Islam dan kaum Muslim. Alih-alih menegakkan syariah dan Khilafah, partai-partai maupun ormas-ormas Islam yang ada justru sejak awal telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak akan mengusung ide syariat Islam. Mereka beralasan bahwa syariah Islam sudah tidak laku lagi. Dalam keadaan semacam ini, wajar saja jika umat Islam semakin tidak percaya terhadap kesungguhan mereka dalam memperjuangkan kepentingan Islam dan kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. TAWARAN SOLUSI BUAT DUNIA DARI AFRIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir pada tanggal 7 Muharram 1430 H atau 3 Januari 2009 lalu menyelenggarakan Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan. Konferensi ini diadakan untuk merespon terjadinya krisis finansial global yang melanda dunia sejak pertengahan 2008 lalu. Diselenggarakan di sebuah gedung pertemuan, tidak jauh dari pusat kota, bernama International Convention Centre di kawasan Burri, Khourtum, Sudan, konferensi ini menurut panitia diikuti oleh sekitar 6000 orang peserta laki-laki dan perempuan. Selain dari Sudan, tercatat hadir peserta dari sejumlah negara di dunia, yakni Australia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Inggris, Belanda, Turki, Kanada, Amerika Serikat, Palestina, Libanon, Arab Saudi dan tentu dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi ini membahas 5 topik utama, yaitu Kapitalisme mengandung bibit kegagalan dan melahirkan Krisis; Munculnya krisis ekonomi, sebab dan akibat; Pengaruh krisis terhadap sejumlah wilayah di seluruh dunia; Gagalnya solusi krisis keuangan global yang berlangsung saat ini; dan Sistem ekonomi Islam dalam negara Khilafahlah satu-satunya yang mampu mewujudkan kehidupan ekonomi yang adil dan bebas krisis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesi pembahasan, konferensi ini dengan sangat jelas dan tegas melalui pembicara di Sesi 1 dan 2, yakni Abdullah Abdurrahman (Sudan), Abul Izz Abdussalam (Palestina), mengungkap kebobrokan dan kesalahan kapitalisme, baik dari aspek ideologis maupun sistemnya. Juga kegagalan Kapitalisme dalam menyelesaikan problem utama ekonomi, yakni persoalan distribusi. Serta kekacauan ekonomi dunia akibat dihentikannya penggunaan sistem emas dan perak dalam transaksi keuangan, sementara transaksi keuangan yang ada sekarang justru berkembang semakin liar akibat sistem ribawi, judi dan spekulasi yang dipraktekkan dalam perbankan, bursa berjangka dan pasar saham dan pasar uang dengan segala dampaknya di berbagai wilayah dunia, khususnya di negeri-negeri muslim seperti di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, Bangladesh dan kawasan Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika bagian Utara serta, Turki, Eropa dan Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal dampak krisis global dijelaskan dengan sangat gamblang oleh Revrisond Baswir (Indonesia) dan Mahmud Utsman Imam (Prof. Ekonomi Keuangan dari Univ. Dhakka, Bangladesh), Khaluq Ezdogan (Turki), Abu Ahmad Yusuf (Yaman) dan Idries De Vries (Belanda) serta Jamal Harwood (Kanada). Pada intinya, mereka mengungkap bahwa krisis ini telah menimbulkan dampak yang sangat serius. Selain kemunduran ekonomi yang kemudian mengakibatkan naiknya angka pengangguran dan kemiskinan, juga meningkatkan stress. Idries De Vries (Belanda) menjelaskan bagaimana akibat tingginya angka pengangguran yang kini tengah melanda seluruh negara Eropa menimbulkan tekanan jiwa luar biasa terhadap masyarakat di sana. Tidak tahu harus berbuat apa, orang-orang yang sedang stress itu akhirnya justru lari ke narkoba dan minuman keras. Walhasil, bukan solusi yang didapat tapi makin memperparah keadaan. Kriminalitas meningkat pesat, juga makin maraknya penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meriah, konferensi ini juga berlangsung penuh semangat. Seruan takbir berulang kali berkumandang, diselingi dengan teriakan lantang slogan “la ilaha illallah, al khilafatu wa’dullah” oleh seluruh peserta secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang petugas diikuti dengan kibaran liwa dan rayah kecil yang dibagikan cuma-cuma kepada seluruh peserta. Apalagi setiap peserta yang diberi kesempatan berbicara dan bertanya juga tampil dengan penuh semangat. Intinya mereka setuju bahwa inti masalah adalah sekularisme dan kapitalisme serta solusinya adalah sistem ekonomi Islam dan khilafah. Masalah agresi Israel ke jalur Gaza juga berulang-ulang disinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, konferensi melalui materi yang disampaikan oleh Abid Musthafa (Pakistan) dan Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan) dalam Sesi 3 memberikan penjelasan mengenai penyelesaian yang mendasar dan tuntas dari krisis ekonomi dalam bingkai Negara Khilafah yang berdasar syariah, yaitu melalui sistem ekonomi Islam. Dijelaskan bahwa sistem ekonomi Islam yang berdasar syariah itu diyakini akan mampu menghasilkan kestabilan dan keadilan ekonomi melalui pengaturan yang jelas mengenai ekonomi, di antaranya pengharaman menimbun harta, menjual sekuritas hutang, dan mengharamkan riba, bursa saham dan bursa komoditas berjangka; menetapkan dengan jelas jenis kepemilikan dalam Islam, baik itu kepemilikan perorangan, umum dan milik negara. Serta peran pegawai negeri juga harus dalam menjamin keadilan pelaksanaan sistem ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, pada tanggal 4 Januari di hadapan sejumlah wartawan dalam acara Muktamar Shahafi (Konferensi Pers) di Hotel Rotana, Sudan, panitia menyampaikan hasil-hasil konferensi diikuti dengan tanya jawab wartawan dengan wakil-wakil Hizbut Tahrir dari seluruh dunia yang hadir, yakni dari M. Ismail Yusanto (Jubir HT Indonesia), Muhyidin (Jubir HT Bangladesh), Naser Wahan (Jubir HT Yaman), Khaluq Ezdorgan (Wakil Jubir HT Turki), Taji Mustafa (Media Representative HT Inggris), Bilal (Jubir HT Palestina), Ahmad al Qashash (Jubir HT Libanon), Abu Zain (Jubir HT Belanda) dan tentu Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. BARACK OBAMA, President Elect dan Hipokrisi Barat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpilihnya Barack Obama pada akhir tahun 2008 seakan memberikan harapan baru dalam konstelasi politik internasional. Karenanya, kehadiran Obama di Mesir pada Kamis, 4 Juni 2009 dianggap sebagai titik baru hubungan Islam dan Barat. Ditemani Menlu AS, Hillary Clinton, Obama berkunjung ke Masjid Sultan Hasan sebelum menyampaikan pidatonya di Universitas Kairo. Pidato Obama memiliki satu tujuan utama: menarik simpati umat Islam dengan berusaha meyakinkan pendengarnya bahwa Amerika tidak sedang berperang melawan Islam, Islam bukanlah sumber masalah, dan Islam merupakan mitra penting bagi Amerika dalam menyelesaikan konflik dengan mempromosikan perdamaian paska 9/11. Obama ingin agar hubungan AS dengan dunia Islam memulai babak baru untuk memutus rantai kecurigaan dan ketidakpercayaan. Obama ingin membangun hubungan baru dengan Dunia Islam berdasar para prinsip mutual respect (saling menghormati).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Obama, bagaimanapun Islam dan Amerika memiliki kesamaan prinsip, yaitu keadilan dan kemajuan, toleransi dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Untuk menekankan pesan-pesannya, Obama pun tidak segan-segan mengutip al-Quran di samping Injil untuk menunjukkan penghargaannya terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obama berusaha menunjukkan ada berbagai isu atau sumber ketegangan yang memang harus dihadapi secara bersama-sama, yaitu: Kaum Ekstrimis yang menggunakan kekerasan; Ketegangan di Timur Tengah, Arab, Israel dan komunitas Palestina; Senjata Nuklir Iran; Demokrasi dan nilai universal; Kebebasan Beragama (kekeliruan menggandeng toleransi Islam dengan inquisition); Hak Perempuan; Pembangunan Ekonomi dan Kesempatan (dalam konteks globalisasi, pendidikan, sains dan teknologi, ekonomi, budaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, beberapa pihak berharap bahwa pidato Obama ini akan membawa perubahan yang mendasar pada kebijakan AS terhadap dunia Islam, dan berbeda dengan Bush. Namun, kebijakan Obama ternyata tidak jauh berbeda dengan presiden AS sebelumnya. Yakni tetap menjadikan penjajahan sebagai metode politik luar negerinya. “Pidato Obama tidak membawa perubahan apa-apa,” demikian tulis Robert Fisk seorang penulis kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pidato Obama di Mesir dianggap merupakan sebuah tujuan baru dari kebijakan AS terhadap dunia Islam. Meskipun tampak lebih bersikap positif terhadap dunia Islam, akan tetapi kebijakan Amerika di bawah Obama sama kejamnya dengan pemerintah Bush. Berusaha untuk berbeda dengan Bush yang mengumbar kata-kata kebencian, Obama menggunakan istilah Soft power dan penampilan personal yang menarik untuk menutupi tujuan sebenarnya. Karenanya, itu hanyalah sebuah pidato omong kosong. Hal ini bisa ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pakistan dan Afghanistan: Pada awal bulan pemerintahannya, pemerintah Obama sukses membuat 3 juta pengungsi dengan mendorong rezim korup Zardari melancarkan perang di Lembat Swat. Bahkan sebelum memerintah, Obama telah mendeklarasikan Pakistan sebagai tempat yang paling berbahaya di dunia dan akan membom Islamabad jika dia harus melakukan itu. Seluruh kebijakannya di wilayah ini didorong oleh keinginan untuk menjamin langkah Amerika di Afghanistan dan Pakistan dan memerangi pejuang perlawanan. Pengiriman 30 ribu pasukan tambahan baru ke Afghanistan secara telanjang membuktikan kebohongan Obama. Inikah yang dimaksud Obama dengan mutual respect?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Palestina: Obama sering mengumbar bahwa ia ingin melihat road map (peta jalan) dilaksanakan untuk menjamin berdirinya sebuah Negara Palestina. Retorika Obama memang terkesan positif, karena sepertinya dia menantang politisi Israel yang menentang kebijakan ini. Yang dilupakan dari propaganda road-map ini, apa yang dia sebut dengan Negara Palestina, tidak lebih dari kamp penjara, dimana para penjaganya adalah orang Palestina sendiri, pengganti Israel. Jika para penjaga ini tidak menjaga keamanan Israel berdasarkan keinginan Israel, maka ‘negara’ Palestina akan kembali diserbu.&lt;br /&gt;Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza, Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Tak keluar dari mulutnya meski hanya sebuah kata untuk menunjukkan rasa simpati kepada para korban apalagi mengutuk Israel. Bagi Obama seolah-olah di sana tidak terjadi apa-apa. Padahal ada lebih 1300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Kawasan Gaza juga hancur porak poranda. Obama malah berkata: “Amerika berpegangteguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah” Inikah yang disebut mutual respect?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiksaan Guantanamo: Obama telah berjanji menutup Penjara Guantanamo. Tapi terbukti hingga saat ini penjara Guantanamo masih belum ditutup. Obama malah menyatakan banyak kendala untuk menutup penjara yang mengerikan ini. Banyak yang berharap penyiksaan pengadilan militer dihentikan. Namun, tahanan Guantanamo tetap dipenjarakan, dipindah ke tempat lain. Dia juga memutuskan melanjutkan pengadilan militer yang kontroversial. Meskipun dia telah membuat banyak retorika bahwa CIA telah dilarang melakukan penyiksaan, Obama memutuskan tidak menuntut siapapun yang telah melakukan penyiksaan dimasa lampau dan tidak terikat dengan aturan bukti-bukti penyiksaan di tempat lain.&lt;br /&gt;Mendukung Rezim Tiran di Dunia Islam: Obama tetap juga mendukung penguasa tiran dan kriminal di negeri-negeri Islam sebagaimana pendahulunya. Dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini dia menggambarkan Mubarak - Raja Firaun Mesir yang menyiksa dan mendzolimi penentang-penentangnya- dengan mengatakan: “Mubarak merupakan koalisi pendukung yang kuat bagi Amerika Serikat…. Dia telah menjadi kekuatan untuk menjaga stabilitas dan memberikan kebaikan di kawasan Timur Tengah“. Obama juga memuji Mubarak yang konsisten mendukung perdamaian dengan Israel termasuk memblokade rakyat Gaza untuk mendapat bantuan dan dana kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam tidak boleh tertipu dengan kata-kata Obama. Amerika Serikat adalah Negara Kapitalis. Institusi negara ini dirancang untuk menjaga dan mempertahankan kekuatan Amerika di seluruh dunia, meski harus dengan cara mengeksploitasi atau mendzalimi pihak lain. Negara ini juga dirancang untuk menghancurkan pesaing-pesaing Amerika di dunia. Jadi siapapun presiden AS, Bush, Obama atau yang lain, kepentingan fundamental AS dan kebijakannya tidaklah akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan sebenarnya kenapa Obama bermanuver seperti itu, seolah ia sungguh-sungguh ingin berbaikan dengan Dunia Islam adalah untuk memperbaiki citra Amerika yang secara ekonomi maupun moral sudah bangkrut. Sistem ekonominya demikian rapuh seperti rumah kartu yang bisa ambruk kapanpun. Meskipun Obama berjanji untuk menciptakan kesejahteraan dan meringankan kemiskinan, namun faktanya AS terus membuat kemiskinan di belahan dunia lain melalui kebijakan ekonomi globalnya yang eksploitatif. Sistem politik, demokrasi, dan HAM yang mereka kampanyekan sebagai ide yang superior adalah dusta. Faktanya, AS dengan mudah membunuh, memenjarakan, dan menyiksa manusia tanpa perikemanusiaan seperti yang tampak di Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;Apa yang Obama coba lakukan adalah usaha putus asa untuk menghentikan munculnya sistem alternatif di Dunia Islam. CIA memprediksi salah satu skenario dunia pada tahun 2020 adalah kemunculan kembali Khilafah Islam. Negeri Adidaya baru ini bukanlah Negara teror seperti Negara Paman Sam, tetapi Negara yang menghentikan penjajahan dan membawa stabilitas dan keamanan di dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari Tragedi Gaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembantaian Israel di Gaza telah mengakibatkan kematian atas lebih dari 1300 orang dan melukai 5000 orang lainnya. Di antara yang meninggal dunia, terdapat lebih dari 300 anak-anak. Kehancuran yang diakibatkan oleh 22 hari pengeboman diperkirakan bernilai $ 2 miliar. Pembantaian yang terjadi itu merupakan suatu pengingat yang menyakitkan atas banyak pembantaian lain yang telah terjadi yang dilakukan oleh Israel. Contohnya, Israel telah membunuh lebih dari 20.000 orang Palestina dalam rentang waktu 4 bulan ketika mereka membom Libanon tahun 1982. Sebagai perbandingannya, Israel hanya kehilangan 21.182 penduduknya dalam usaha pendirian Negara Israel selama lebih dari 120 tahun (yakni dari tahun 1882 hingga 2002). Ini baru soal korban meninggal dunia, belum lagi untuk menggambarkan penderitaan yang dialami sehari hari oleh penduduk yang tinggal di bawah pendudukan Israel. Ini terus berlangsung selama lebih dari 60 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara satu-satunya bagi umat Islam untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Harus ditolak upaya sebagian pihak yang berusaha untuk memberikan bingkai itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! Nasionalisme adalah ide jahat yang merupakan sumber kehancuran umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari bahwa pembentukan Israel adalah sebuah produk kebijakan Kapitalis jelas merupakan hal penting bagi umat. Dengan pemahaman seperti ini, umat menyadari bahwa tujuan dari seluruh kebijakan semacam ini adalah untuk mencuri sumber-sumber daya negeri muslim, mencegah kesatuan umat dan memastikan bahwa umat tetap berada di bawah dominasi Barat. Sebaliknya, kegagalan untuk melakukan penyadaran itu akan mengakibatkan ketergantungan kepada AS, PBB, Inggris, atau negara Barat lain dalam mencari solusi, padahal sejatinya negara-negara itulah sumber permasalahan sesungguhnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perspektif ini, dengan mudah bisa dipahami mengapa para penguasa Arab sibuk menyerukan dilakukannya KTT dan gagal untuk membantu penduduk Gaza. Sementara AS dan Inggris telah membeli para penguasa itu dan mereka menyadari bahwa para penguasa boneka itu merupakan kunci keberhasilan penerapan kebijakan-kebijakan mereka di wilayah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu Palestina adalah sesuatu yang amat dekat dengan hati umat Islam di seluruh dunia. Mereka di manapun rindu untuk melihat wilayah itu dibebaskan dari rezim tiran Israel. Agar keinginan itu bisa terlaksana, umat harus menyingkirkan para penguasa korup, khususnya di wilayah Arab, dan menggantikannya dengan Khilafah. Hanya Khilafahlah yang mampu menggerakkan tentara mujahid dari seluruh dunia yang jumlahnya akan puluhan juta untuk membebaskan kembali Palestina dari cengkraman penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan Menara Masjid di Swiss Cermin Konflik Peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih 57% rakyat Swiss, lewat referendum hari Minggu (29/11) memilih untuk melarang pembangunan menara-menara masjid. Pemerintah mengatakan pihaknya terpaksa menerima hasil itu, walaupun awalnya menolak gagasan yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar 4,5 persen penduduk Swiss beragama Islam. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi dari bekas Yugoslavia. Walaupun ada seratusan masjid dan mushola di Swiss, hanya empat mesjid yang mempunyai menara. Larangan pembangunan menara masjid di Swiss kembali menunjukkan sikap hipokrit nilai-nilai liberal Barat. Di satu sisi mereka bicara tentang kebebasan beragama, bahkan sering menyerang Islam sebagai agama yang tidak toleran, tapi di sisi lain mereka melarang umat Islam membangun menara masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Swiss sering dianggap sebagai contoh negara yang beradab, toleran dan pengusung utama demokrasi liberal. Namun sekarang negara itu dengan terang-terangan telah bergabung dengan gelombang sentimen anti-Islam yang semakin menyebar ke seluruh Eropa. Perancis melarang hijab (jilbab), Perdana Menteri Italia Berlusconi menuduh Islam adalah peradaban yang rendah, sementara Menlu Inggris Jack Straw menyerang niqab (sadar), dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sebuah ironi. Ketika pasukan Barat mempertahankan penjajahan mereka di Afghanistan dan Irak dengan alasan menyebarkan kebebasan, teloransi dan demokrasi, sementara di saat yang sama penyebaran intoleransi, kebencian dan xenophobia semakin meluas di seluruh Eropa, dan mengancam muslim menjadi warga negara kelas dua di sana. Demokrasi liberal Eropa tampaknya semakin sulit untuk menerima ‘orang lain’. Ini bukti, bahwa klaim kebebasan, teloransi dan demokrasi yang mereka sebarkan ke negeri-negeri Islam sesungguhnya hanyalah kedok mereka menjajah wilayah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Barat sekarang bukanlah sekedar pelarangan menara atau jilbab, tapi sebuah bentuk nyata dari pertarungan peradaban (clash of civilization). Hal ini tampak nyata dari alasan-alasan yang dikemukan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid. Yang mereka tolak adalah ajaran Islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah Islam. Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Muslim di Barat harus dengan jelas memahami maksud di balik larangan tersebut. Yakni untuk menciptakan iklim ketakutan dan kebencian. Sehingga mereka berharap ini akan menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam, karena khawatir dituding ekstrimis dan kemudian diisolasi. Suatu bentuk pemaksaan asimilasi yang memang sedang gencar dilakukan di Barat. Bagaimanapun umat Islam haruslah tetap memegang teguh ajaran Islam dan mengamalkannya meskipun berhadap dengan berbagai ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu khawatir, Islam tidak akan bisa dibendung oleh siapapun apalagi dengan cara-cara kotor. Siapa saja yang bersentuhan dengan pemikiran dan prilaku umat Islam yang berdasarkan syariah Islam akan merasakan keindahan, ketenangan dan kedamaian hati. Sementara di saat yang sama peradaban Kapitalisme Barat telah terbukti menyebabkan krisis kemanusiaan yang dahsyat. Inilah yang akan membuat Islam akan tetap diterima oleh masyarakat Eropa yang memiliki akal yang jernih dan fitrah kemanusiaan yang tulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHATIMAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal-hal penting di atas, sepanjang tahun 2009 negeri yang oleh para pujangga dahulu disebut zamrud khatulistiwa juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa bumi, banjir dan tanah longsong. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Yaitu bila diyakini bahwa segala bencana itu disamping karena faktor manusia, yang utama adalah karena qudrah (kekuatan) dan iradah (kehendak) Allah SWT, dan karenanya kita sering diajak berdoa agar terhindar dari segala bencana, tapi mengapa pada saat yang sama kita tidak juga mau tunduk dan taat kepada Allah dalam kehidupan kita. Buktinya hingga kini masih sangat banyak larangan Allah (riba, pornografi, kedzaliman, ketidakadilan, korupsi dan sebagainya) masih juga dilanggar, dan masih sangat banyak kewajiban Allah (penerapan syariah, zakat, uqubat, shalat, haji, dan sebagainya) yang tidak dilaksanakan. Pertanyaannya, perlukah ada bencana yang lebih besar lagi untuk menyadarkan kita agar segera tunduk dan taat kepada Allah, bukan sekedar mengakui kekuasaan dan kekuatanNya dalam setiap bencana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan kenyataan di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2009 dapat disimpulkan ada dua faktor utama di belakangnya, yakni sistem dan manusia termasuk kepemimpinan. Kemiskinan, kriminalitas dan problema sosial lain, intervensi asing, ketidakadilan, Islamo-phobia dan berbagai bentuk kedzaliman sepenuhnya terjadi akibat pemimpin yang tidak amanah dan sistem yang korup, yakni sistem Kapitalisme dan Sekularisme, ditambah lemahnya moralitas individu serta perpecahan umat. Karena itu, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Dzat yang Maha Baik, itulah syariat Islam, dan pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      Di sinilah sesungguhnya esensi dari seruan Selamatkan Indonesia dengan Syariah. Karena hanya dengan sistem yang berdasarkan syariah, dan dipimpin oleh orang amanah saja Indonesia benar-benar bisa menjadi lebih baik. Dengan sistem ini pula terdapat nilai keimanan dan takwa dalam setiap aktivitas sehari-hari yang akan membentengi tiap orang agar bekerja ikhlas dan penuh amanah. Dengan syariah, problem kemiskinan, intervensi asing, ketidakadilan, kedzaliman dan berbagai persoalan masyarakat bisa diatasi dengan sebaik-baiknya sedemikian sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diujudkan secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      Karena itu, diserukan kepada seluruh umat Islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh seperti pejabat pemerintah, para perwira militer dan kepolisian, pimpinan orpol dan ormas, anggota parlemen, para jurnalis dan tokoh umat untuk berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya syariah di negeri ini. Hanya dengan syariah saja kita yakin bisa menyongsong tahun mendatang dengan lebih baik. Lain tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      Sementara untuk mewujudkan kesatuan umat di seluruh dunia dan penerapan syariah secara kaffah mutlak diperlukan Khilafah. Dengan kesatuan itu, umat akan menjadi kuat dan dengan kekuatan itu segala penjajahan dan kedzaliman di dunia Islam bisa diatasi secara sepadan. Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-1493561882203555849?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/1493561882203555849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/refleksi-akhir-tahun-2009-hizbut-tahrir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1493561882203555849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1493561882203555849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/refleksi-akhir-tahun-2009-hizbut-tahrir.html' title='Refleksi Akhir Tahun 2009 HIZBUT TAHRIR INDONESIA'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIfzlr96kI/AAAAAAAAAO0/uuPUqFYUEvI/s72-c/logo-hti1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-4443058296278497959</id><published>2009-12-23T05:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T05:31:06.688-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Tindakan Biadab Otoritas Palestina Culik Jubir HT di Palestina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIbWqiRvhI/AAAAAAAAAOc/zaL7zh8YP1s/s1600-h/tentara-israel.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIbWqiRvhI/AAAAAAAAAOc/zaL7zh8YP1s/s200/tentara-israel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418423377869258258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Keamanan Otoritas Sekular Palestina (PA) melepaskan tembakkan pada sebuah mobil yang dikemudikan oleh seorang petinggi partai Islam Hizbut Tahrir, Senin malam, 21/12/09, kata para pejabat seperti diberitakan oleh Kantor Berita Ma'an. Tembakkan tersebut dilepaskan kepada Dr. Maher Jabari, anggota Kantor Informasi Hizbut Tahrir di Palestina, di dekat kantornya di Universitas Politeknik Palestina, Hebron, Tepi Barat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai dari tempat di mana ia mengajar di Universitas Politeknik Palestina, mobil Jabari ditembak dengan peluru serta ditabrak dari belakang hingga menyebabkan tabrakan dengan mobil lainy. Upaya penangkapan Jubir HT Palestina tersebut dilakukan oleh Otoritas Sekular Palestina setelah gagal dalam upaya penculikkan malam hari beberapa waktu lalu [baca: Intelijen Otoritas Sekular Palestina Berusaha Menculik Dr. Maher Jabari, Jubir HT Palestina].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait insiden tersebut, Hizbut Tahrir mengatakan bahwa Al-Jabari diserang pada saat penculikan dan dia sekarang ditahan di lokasi yang tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, dalam pernyataannya, Hizbut Tahrir Palestina mengatakan bahwa tindakan biadab ini menunjukkan sejauh mana kebangkrutan dan kerusakkan yang telah dicapai oleh Otoritas Sekular Palestina. Mereka terus bertindak arogan dan memalukan, sebagaimana dibuktikan oleh kenyataan bahwa otoritas tidak menmukan apa yang membenarkan penahanan Dr. Jabari, kecuali hanya untuk mengatakan bahwa mereka mendapat perintah dari Ramalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan, bahwa Otoritas Palestina telah menjadi kepanjangan tangan kekuasaan dan kebijakan diktator, melaksanakan perintah yang berasal dari Amerika Serikat. Jenderal Dayton, Komandan Tinggi Amerika Serikat di Palestina merasa kebakaran jenggot dengan tindak lanjut Hizbut Tahrir dalam mengungkapkan rencana kolonialisme dalam semua proyek dan peta yang ditujukan untuk melikuidasi masalah Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditegaskan pula bahwa tindakan biadab Otoritas Palestina tidak akan menggoyahkan para pemuda Hizbut Tahrir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hizbut Tahrir dan para syabab (pemuda)-nya tak bisa dihentikan untuk tetap berjalan di dalam kebangkitan Islam dan pembebasan dari segala bentuk ketergantungan dan kolonialisme dan kelemahan," tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami Hizbut Tahrir meminta Otoritas Palestina bertanggung jawab sepenuhnya atas keselamatan Dr. Maher al-Jabari. Dan kami katakan dengan tegas bahwa tindakan mengacau dan premanisme tidak akan pernah menghentikan semangat kami dari menyampaikan kebenaran; kami akan terus bekerja siang dan malam untuk mempersatukan kaum Muslim, mendirikan Khilafah Islam, dan membebaskan Palestina, seluruh Palestina dari kebiadaban pendudukan dan pemerintahan Amerika."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir merupakan sebuah partai politik Islam internasional yang berjuang untuk melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah Rasyidah. Gerakan ini sangat aktif di beberapa negeri Muslim dan juga negeri Barat. Ketegasannya dalam membela Islam dan kaum Muslim menyebabkan para penguasa korup ketakutan dan berupaya untuk melakukan penangkapan-penangkapan. [z/mna/palht/syabab.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-4443058296278497959?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/4443058296278497959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/tindakan-biadab-otoritas-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/4443058296278497959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/4443058296278497959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/tindakan-biadab-otoritas-palestina.html' title='Tindakan Biadab Otoritas Palestina Culik Jubir HT di Palestina'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIbWqiRvhI/AAAAAAAAAOc/zaL7zh8YP1s/s72-c/tentara-israel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7446192034033821525</id><published>2009-12-23T04:46:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T05:32:38.697-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIb6bi03JI/AAAAAAAAAOk/KpxmsN11GoY/s1600-h/htlogo_main.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIb6bi03JI/AAAAAAAAAOk/KpxmsN11GoY/s200/htlogo_main.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5418423992320318610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Media The Australian (11/12) memuat artikel yang mengingatkan kemenangan&lt;br /&gt;dalam perang ideology merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi&lt;br /&gt;kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariah dan Khilafah. Dalam artikel yang provokatif yang berjudul Islamists must be prevented from brainwashing kids , penulis melakukan kebohongan dengan mengkaitkan upaya penegakan syariah dan Khilafah sebagai tindakan terorisme . &lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian dibangun logika untuk menang dalam perang melawan teroris ini adalah dengan mengalahkan ideologynya.&lt;br /&gt;Dalam&lt;br /&gt;Artikel yang ditulis Carl Ungerer ( director of national security at&lt;br /&gt;the Australian Strategic Policy Institute) tersebut dinyatakan :&lt;br /&gt;Agar&lt;br /&gt;suatu ideologi berkembang , ideolagi itu harus terus mencari&lt;br /&gt;anggota-anggota baru. Pada saat sebuah organisasi teroris generasi&lt;br /&gt;baru terbentuk, masyarakat internasional tampak tidak mampu lagi&lt;br /&gt;merespons secara komprehensif, dengan cara yang strategis.Untuk saat&lt;br /&gt;ini, perang global melawan teror telah terbagi antara 95 persen operasi&lt;br /&gt;militer dan 5 persen operasi ideologis. Hal itu harus dibalik, karena&lt;br /&gt;memenangkan perang ideologi lah yang akhirnya akan menentukan apakah&lt;br /&gt;kita berhasil atau gagal melawan gelombang terorisme keagamaan saat ini.&lt;br /&gt;Artikel ini juga secara khusus menulis tentang Hizbut Tahrir Indonesia. Meskipun diakui sendiri oleh penulis Hizbut Tahrir tidak&lt;br /&gt;menggunakan kekerasan dalam perjuangannya , penulis mengingatkan Hizbut&lt;br /&gt;Tahrir sebagai ancaman karena perjuangan ideologinya.&lt;br /&gt;Tertulis dalam artikel tersebut :&lt;br /&gt;Jumlah&lt;br /&gt;serangan teroris di seluruh dunia mungkin telah berkurang, tetapi&lt;br /&gt;ideologi korosif yang mendorong terorisme internasional terus&lt;br /&gt;memperoleh dukungan dari mulai Somalia hingga ke Filipina selatan. Dan&lt;br /&gt;fokus cuci otak ideologis ini semakin diarahkan kepada anak-anak.&lt;br /&gt;Di&lt;br /&gt;Indonesia, kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir memfokuskan&lt;br /&gt;perhatiannya pada sekolah-sekolah, menyediakan bahan bacaan dan&lt;br /&gt;instruksi-instruksi yang menganjurkan para remaja ikut menggulingkan&lt;br /&gt;demokrasi sekuler dan diterapkannya Hukum Islam dan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun organisasi-organisasi seperti itu berhenti untuk tidak&lt;br /&gt;mempromosikan kekerasan, hubungan radikalisasi antara propaganda dan&lt;br /&gt;terorisme telah menjadi mapan.Seperti memperluas cakupan internet,&lt;br /&gt;begitu juga cakupan luas dari pesan-pesan ekstrim.&lt;br /&gt;Artikel tersebut juga menyatakan bahaya website Hizbut Tahrir Indonesia yang mampu bersaing dengan organisasi berita global :&lt;br /&gt;Hizbut&lt;br /&gt;Tahrir Indonesia mengelola sebuah website yang canggih yang mampu&lt;br /&gt;bersaing dengan organisasi berita global. Remaja adalah pengguna&lt;br /&gt;terbesar internet, dan situs-situs jaringan sosial interaktif&lt;br /&gt;menyediakan kelompok teroris peluang-peluang baru untuk merekrut dan&lt;br /&gt;meradikalisasi mereka.&lt;br /&gt;Tuduhan&lt;br /&gt;terhadap HT sebagai pengemban ideologi perantara atau pemberi inspirasi&lt;br /&gt;bagi tindakan terorisme juga sangat lemah. Tidak ada uraian yang jelas&lt;br /&gt;dan detail, pandangan ideologi mana dari HT yang melegalkan penggunaan&lt;br /&gt;kekerasan dalam perjuangannya menegakkan Khilafah dan syariah.&lt;br /&gt;Kalau dikatakan memberikan inspirasi, ini juga jelas sangat kabur. Kalau setiap yang memberikan inspirasi disebut teroris, mestinya&lt;br /&gt;AS-lah yang paling layak disebut teroris karena sangat banyak aksi&lt;br /&gt;kekerasan merupakan reaksi dari kebijakan AS yang menindas di Dunia&lt;br /&gt;Islam. Artinya, AS bisa dianggap telah memberikan inspirasi bagi&lt;br /&gt;tumbuhnya kelompok-kelompok yang melakukan perlawanan terhadap Amerika&lt;br /&gt;seperti yang terjadi di Irak saat ini. Bukankah perlakuan kejam tentara&lt;br /&gt;AS di Penjara Guantanamo dan pembunuhan oleh tentara AS terhadap rakyat&lt;br /&gt;sipil di Irak, Afganistan dan lainnya adalah di antara faktor yang&lt;br /&gt;menimbulkan perlawanan terhadap AS?&lt;br /&gt;Tidak&lt;br /&gt;hanya di luar negeri, upaya pengaitan HT dengan terorisme juga&lt;br /&gt;dilakukan di dalam negeri. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dalam&lt;br /&gt;wawancara dengan TVOne (29/7/2009) berusaha mengaitkan terorisme dengan&lt;br /&gt;apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya, wahabi radikal&lt;br /&gt;merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Hendropriyono&lt;br /&gt;lantas menyebut keterkaitan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan&lt;br /&gt;Ikhwanul Muslimin.&lt;br /&gt;Semua&lt;br /&gt;tudingan itu tentu tidak benar. Hizbut Tahrir, dengan tetap menegaskan&lt;br /&gt;tentang kewajiban jihad untuk mengusir penjajah Barat dari&lt;br /&gt;negeri-negeri Muslim seperti Irak dan Afganistan serta Palestina, dan&lt;br /&gt;keutamaan mati syahid, telah menyatakan bahwa garis perjuangannya&lt;br /&gt;tidaklah dengan menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence).&lt;br /&gt;Hal&lt;br /&gt;ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT seperti&lt;br /&gt;kitab Ta’rîf (Mengenal HT) atau Manhaj Hizb at-Tahrîr fî Taghyîr&lt;br /&gt;(Strategi Hizbut Tahrir untuk Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini&lt;br /&gt;berkeyakinan, bahwa jalan menuju cita-cita harus dimulai dari perubahan&lt;br /&gt;pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk&lt;br /&gt;berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut&lt;br /&gt;Tahrir sejak berdiri hingga seterusnya adalah tetap, yaitu bersifat&lt;br /&gt;fikriyah (pemikiran), siyâsiyah (politik) dan wa la ‘unfiyyah&lt;br /&gt;(non-kekerasan).&lt;br /&gt;Prinsip&lt;br /&gt;ini dibuktikan di sepanjang aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak&lt;br /&gt;berdiri, HT tidak pernah sekalipun tercacat menggunakan kekerasan&lt;br /&gt;meskipun banyak penguasa yang bersikap represif terhadapnya. Dalam&lt;br /&gt;wawancara dengan Al-Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta&lt;br /&gt;Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan&lt;br /&gt;organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.”&lt;br /&gt;Soal&lt;br /&gt;penolakan HT terhadap kekerasan juga diakui oleh Jean-Francois Mayer,&lt;br /&gt;seorang penulis asal Switzerland dan sekaligus pengamat aliran-aliran&lt;br /&gt;agama modern, dalam makalah berjudul, “Akankah Hizbut Tahrir Menjadi&lt;br /&gt;al-Qaeda di Masa Mendatang?”, yang di publikasikan pada 08/09/2003 M,&lt;br /&gt;melalui kantor berita Roozbalt. Di situ ia menulis, “Dapat ditegaskan&lt;br /&gt;bahwa Hizbut Tahrir bukanlah gerakan perdamaian. Akan tetapi, pada fase&lt;br /&gt;ini Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam berbagai&lt;br /&gt;aktivitasnya meskipun kritiknya dan seruannya sangat ekstrem. Sungguh&lt;br /&gt;amat mengherankan, banyak anggotanya yang benar-benar dapat mengontrol&lt;br /&gt;emosinya meskipun tekanan semakin bertambah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan kekerasan merupakan&lt;br /&gt;upaya sia-sia yang penuh kebohongan dari Barat. Penyebabnya hanya satu&lt;br /&gt;, karena Hizbut Tahrir ingin menegakkan kembali syariah Islam dan&lt;br /&gt;Khilafah. Barat sangat mengerti Syariah dan Khilafah akan menghentikan&lt;br /&gt;penjajahan Barat di dunia Islam yang selama ini mereka eksploitasi.&lt;br /&gt;Syariah&lt;br /&gt;Islam juga akan menyelesaikan persoalan umat Islam di dunia bahkan&lt;br /&gt;manusia secara keseluruhan , yang akan membuat kapitalisme sebagai&lt;br /&gt;ideology busuk akan ditinggalkan manusia. Khilafah juga akan&lt;br /&gt;mempersatukan umat Islam diseluruh dunia dan membebaskan negeri-negeri&lt;br /&gt;Islam yang dijajah. Semua ini jelas sangat menakutkan bagi Barat sang&lt;br /&gt;Penjajah , tapi disisi lain akan membebaskan negeri Islam dari&lt;br /&gt;penjajahan Barat yang buas dan mengerikan (FW)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7446192034033821525?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7446192034033821525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/australian-ingatkan-bahaya-website.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7446192034033821525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7446192034033821525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/12/australian-ingatkan-bahaya-website.html' title='The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SzIb6bi03JI/AAAAAAAAAOk/KpxmsN11GoY/s72-c/htlogo_main.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3471325281678093589</id><published>2009-10-03T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T05:55:01.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda'/><title type='text'>EVENT AKBAR 2009 : KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SsdHlSuNWwI/AAAAAAAAAOM/UrXD7ibPRoU/s1600-h/Publikasi+KMII.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 283px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SsdHlSuNWwI/AAAAAAAAAOM/UrXD7ibPRoU/s400/Publikasi+KMII.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388354185178471170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal: 18 Oktober 2009&lt;br /&gt;Hari   : Minggu/Ahad&lt;br /&gt;Waktu  : 07.00 s.d 17.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Basket Hall Senayan Jakarta&lt;br /&gt;Tema   : &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menyatukan dan Membangun Visi Intelektual Mahasiswa&lt;br /&gt;Menuju Indonesia yang Lebih Baik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI IKUTI OLEH 5000 MAHASISWA DARI SELURUH INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcome Speech  : Rektor IPB&lt;br /&gt;Keynote Speaker : MENEGPORA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intellectual Speech 1:&lt;br /&gt;Membangun Indonesia yang Lebih Baik&lt;br /&gt;- Bidang Ekonomi&lt;br /&gt;- Bidang Politik&lt;br /&gt;- Bidang Sumber Daya Alam&lt;br /&gt;- Bidang Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intellectual Speech 2 :&lt;br /&gt;Membangun dan Meneguhkan Visi Intelektual Mahasiswa&lt;br /&gt;untuk Indonesia yang Lebih Baik&lt;br /&gt;- Perwakilan Mahasiswa dari Jawa&lt;br /&gt;- Perwakilan Mahasiswa dari Sumatera&lt;br /&gt;- Perwakilan Mahasiswa dari Kalimantan&lt;br /&gt;- Perwakilan Mahasiswa dari Sulawesi&lt;br /&gt;- Perwakilan Mahasiswa dari Papua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;COLLECTIVE STATEMENT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggara  : BKIM IPB &amp; BKLDK&lt;br /&gt;Contact Person : Zainal Abidin 021 93040953&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Bagi yang ingin menjadi Peserta baik personal maupun perwakilan dari organisasi, diwajibkan mengikuti Islamic Leadership Training (ILT) yang diadakan BKLDK informasi lebih lanjut hubungi kami atau kunjungi Website : www.dakwahkampus.com&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3471325281678093589?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3471325281678093589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/10/event-akbar-2009-kongres-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3471325281678093589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3471325281678093589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/10/event-akbar-2009-kongres-mahasiswa.html' title='EVENT AKBAR 2009 : KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SsdHlSuNWwI/AAAAAAAAAOM/UrXD7ibPRoU/s72-c/Publikasi+KMII.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3531846856379067431</id><published>2009-09-18T21:22:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T21:45:31.549-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Press Releases'/><title type='text'>Selamat Iedul Fitri 1430 H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRe5pBzhoI/AAAAAAAAAOE/1GasMfLmznQ/s1600-h/idul-fitri-lebaran.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 395px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRe5pBzhoI/AAAAAAAAAOE/1GasMfLmznQ/s400/idul-fitri-lebaran.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383031798973564546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;Segenap Redaksi Chapter Hamfara Mengucapkan &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1430 H&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Taqoballahu Minna wa Minkum, Syiamana wa Syiamikum, Taqoballahu Ya Karim&lt;br /&gt;Mohon Maaf lahir &amp; Batin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kembali Fitrah, Kembali Pada Syariah &amp; Khilafah, Demi Meraih Kemenangan Hakiki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3531846856379067431?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3531846856379067431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/09/selamat-iedul-fitri-1430-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3531846856379067431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3531846856379067431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/09/selamat-iedul-fitri-1430-h.html' title='Selamat Iedul Fitri 1430 H'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRe5pBzhoI/AAAAAAAAAOE/1GasMfLmznQ/s72-c/idul-fitri-lebaran.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-8500541937111773897</id><published>2009-09-18T21:18:00.000-07:00</published><updated>2009-09-18T21:22:11.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='T'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kembali Pada Fitrah, Kembali Pada Syariah dan Khilafah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRcausZq2I/AAAAAAAAAN8/QecAK1fZG7o/s1600-h/Ramadhan.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRcausZq2I/AAAAAAAAAN8/QecAK1fZG7o/s320/Ramadhan.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5383029068895202146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia dilahirkan oleh ibunya, ia tidak terlumuri oleh dosa. Akan tetapi, ia lahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Nabi saw., “Kullu mawlud[in] yuladu ‘ala al-fithrah” (Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menunaikan shaum dengan benar selama bulan ramadhan akan terlahir kembali layaknya bayi yang tidak berdosa, kembali suci. &lt;span class="fullpost"&gt; Hal ini dikarenakan Allah Swt. mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu; ia keluar dari dosanya seperti hari ketika ia dilahirkan oleh ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;“Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (TQS. Ar-Rum:30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ibn Atsir, fitrah itu antara lain adalah karakteristik penciptaan manusia dan potensi manusia yang siap untuk menerima Agama. Oleh karena itu, Imam Zamakhsyari mengatakan fitrah itu menjadikan manusia siap sedia setiap saat menerima kebenaran dengan penuh sukarela, tanpa paksaan, alami, wajar dan tanpa beban. Seandainya setan jin dan setan manusia ditiadakan, niscaya manusia hanya akan memilih kebenaran itu (Al-Faiq, III/128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada fitrah tidak lain adalah dengan menjalankan perintah Allah, yakni dengan menetapi karakteristik penciptaan manusia dan potensi insaniah untuk siap menerima kebenaran. Jadi, kembali pada fitrah adalah dengan terus mengembangkan potensi manusia untuk selalu siap setiap saat untuk menerima kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ramadhan dan rangkaian aktivitas di bulan ramadhan selayaknya dapat melatih kita untuk menyadari dan memahami fitrah kita, karna ramadhan telah menjadi riyadhah badaniyah sekaligus riyadhah bathiniyah yang mengharuskan seorang muslim lebih merasakan dan memahami fitrahnya sebagai makhluk diliputi keserbalemahan dan keterbatasan. Maka dengan begitu, ia akan lebih merasa membutuhkan penciptanya, membutuhkan petunjuk dari-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah manusia diantaranya adalah fitrahuntuk beragama/mengagungkan sesuatu yang dianggap memiliki kelebihan darinya (Ghorizah Tadayyun). Fitrah ini mengharuskan manusia hanya menerima Agama, Ideologi, dan Sistem hidup yang sesuai dengan dengannya dan menolak serta membuang Agama, Ideologi dan Sistem hidup yang tidak sesuai dan bertentangan dengan fitrah. Dengan fitrahnya ini, manusia akan terdorong untuk mencari Agama, Ideologi dan Sistem hidup yang sesuai dengan fitrahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, manusia juga dianugerahi fitrah untuk melestarikan jenis (Ghorizah Nau’) dan fitrah untuk mempertahankan diri (Ghorizah Baqa’), kebutuhan jasmani (Hajatul Udhawiyah) dan akal. Kesemua fitrah itu menuntut sebuah pemenuhan dan dalam pemenuhannya pasti mengharuskan adanya aturan. Aturan ini tidak mungkin lahir dari manusia itu sendiri sebagaimana yang terjadi saat ini, disaat pongahnya manusia membuat hukum/aturan sendiri. Aturan itu selayaknya lahir dari Pencipta manusia, yang tau segala sesuatu hal tentang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya, di dunia ini hanya Islamlah Agama sekaligus Ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia. Islam adalah Agama yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad Saw., melalui malaikat Jibril. Islam lahir sebagai Agama dengan sepaket aturan yang membahas aspek spiritual yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya dalam hal aqidah dan ibadah, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri dalam hal pakaian, makanan dan akhlak, juga mengatur hubungan hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya dalam hal muamalah dan uqubat (sanksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama-agama selain Islam yang notabene hanya mengatur aspek spiritual saja jelas tidak sesuai dengan fitrah manusia, fitrah tidak bisa menerima agama yang bersifat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ideologi selain Islam, yakni Sosialisme dan Kapitalisme juga tidak bisa diterima oleh fitrah.. sosialisme menafikan adanya al-Khaliq(Pencipta). Ini jelas bertentangan dengan fitrah manusia. Sama halnya dengan Kapitalisme, meskipun mengakui adanya Tuhan sebagai sang pencipta, Kapitalisme menafikan peran Tuhan dalam masalah dunia. Inipun jelas bertentangan dengan fitrah manusia yang keberadaannya serba lemah dan terbatas, kadang menganggap yang baik itu buruk dan yang buruk itu baik. Sehingga memerlukan aturan dari Tuhan untuk semua aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt., berfirman:&lt;br /&gt;“…Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (TQS al-Baqarah:216)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Islamlah, Agama sekaligus Ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia. Fitrah hanya bisa menerima aturan yang sesuai dengannya. Oleh karena itu, kembali pada fitrah mengharuskan kita hanya menerima Islam dan menolak semua Agama dan ideologi selain islam. Sebab, hanya Islam Agama yang sesuai dengan fitrah dan merupakan Agama yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt., berfirman:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (TQS. Ali Imran:19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kembali pada fitrah nyatanya adalah kembali kepada Islam sebagai Agama sekaligus Ideologi yang melahirkan sebuah sistem kehidupan. Itu artinya, kita harus kembali kepada Aqidah islam yang lurus dan Syariah Islam yang merupakan pancaran dari Aqidah Islam itu sendiri. Penerapan Syariah atau Sistem Islam tidak dapat terwujud secara kaffah (menyeluruh) tanpa adanya institusi yang menerapkan dan melaksanakannya. Institusi itu tak lain adalah Khilafah Islam, bukan yang lain. Institusi yang harus kita perjuangkan agar kembali ditegakkan di bumi ini, hingga Islam dapat kembali menjadi Rahmatan lil Aalaamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi Saw.:&lt;br /&gt;“..Kemudian akan muncul kembali masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian..” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Swt.:&lt;br /&gt;“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (TQS. An-Nur:55).&lt;br /&gt;sumber: www.forumalit.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-8500541937111773897?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/8500541937111773897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/09/kembali-pada-fitrah-kembali-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8500541937111773897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8500541937111773897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/09/kembali-pada-fitrah-kembali-pada.html' title='Kembali Pada Fitrah, Kembali Pada Syariah dan Khilafah'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SrRcausZq2I/AAAAAAAAAN8/QecAK1fZG7o/s72-c/Ramadhan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-6487571136289968102</id><published>2009-08-26T16:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T16:56:31.433-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Islam'/><title type='text'>MEWASPADAI UPAYA MENGAITKAN DAKWAH DENGAN TERORISME</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXLpBy7j3I/AAAAAAAAAN0/ccGhL2fm2vI/s1600-h/alislam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXLpBy7j3I/AAAAAAAAAN0/ccGhL2fm2vI/s400/alislam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374425636053684082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Al-Islam 470] ALHAMDULILLAH, pro-kontra seputar rencana Kepolisian untuk mengawasi para mubalig, para da’i atau para khatib yang biasa terlibat dalam kegiatan ceramah dan dakwah, khususnya pada Ramadhan ini, tampaknya akan segera berakhir. Informasi terkini menyebutkan, Kepolisian tidak akan mengawasi kegiatan dakwah terkait dengan pemberantasan terorisme. Pernyataan ini disampaikan Kapolri Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri di depan wartawan Senin (24/8/2009).&lt;span class="fullpost"&gt; "Tidak pernah ada perintah kebijakan ini dilakukan. Saya katakan tidak pernah dan tidak akan ada," tegasnya. "Mohon ini dipahami untuk tidak menjadi polemik yang berkepanjangan dan dimanfaatkan pihak lain sehingga menjadi keruh," tambahnya (Hidayatullah.com, 24/8/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Harus Tetap Kritis&lt;br /&gt;Meski Kapolri telah memberikan klarifikasi (penjelasan), bukan berarti pada masa-masa mendatang tidak ada upaya dari sejumlah kalangan yang berusaha mengaitkan kegiatan dakwah dengan aksi-aksi terorisme. Pasalnya, sejak mencuat kembali isu terorisme yang dipicu oleh “BOM Marriot 2”, sejumlah kalangan tetap berupaya mengaitkan terorisme dengan dakwah, atau tepatnya dengan Islam itu sendiri. Selang beberapa hari setelah “Bom Marriot 2”, mantan Komandan Densus 88 Menyjen Suryadharma Salim, misalnya, dalam wawancara dengan TVOne berusaha mengaitkan aksi terorisme dengan Islam (TVOne.co.id, 21/7/200). Hal yang sama dilontarkan oleh mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono. Ia mengatakan bahwa terorisme terkait dengan Wahabi radikal, yang merupakan lingkungan yang cocok bagi terorisme (TVOne, 29/07/09). Pihak lain, seperti Koran Jawa Pos, bahkan berusaha mengaitkan terorisme dengan semakin mengemukanya wacana penegakan syariah dan Khilafah (Jawa Pos, 11/8/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya mengaitkan terorisme dengan dakwah atau dengan Islam jelas bukan hal baru. Upaya ini terus diulang-ulang sejak program War on Terrorism (Perang Melawan Terorisme) dimulai oleh Amerika Serikat di seluruh dunia, khususnya di negeri-negeri Muslim (termasuk Indonesia), segera sejak terjadinya Peledakan WTC 11 September 2001. Sejak itu Amerika menegaskan bahwa Perang Melawan Terorisme bakal memakan waktu lama alias perang jangka panjang. Tujuannya tidak lain karena yang diperangi oleh AS bukanlah semata-mata terorisme, tetapi Islam itu sendiri sebagai kekuatan ideologi dan politik. Sebab, para pejabat dan politisi AS, termasuk sebagian intelektualnya, memang menganggap Islam sebagai ancaman potensial bagi ideologi Kapitalisme yang diusungnya, setelah ancaman ideologi Sosialisme-komunis tidak ada lagi pasca runtuhnya Uni Sovyet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebetulnya yang harus disadari dan dikritisi oleh kaum Muslim.&lt;br /&gt;Jangan Ngawur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks Islam, kita tentu sepakat, bahwa tindakan teror atau kekerasan apapun adalah tidak dibenarkan. Di luar itu, teror dan kekerasan apapun yang dilakukan oleh negara—meski atas nama keamanan—juga seyogyanya harus ditolak, apalagi sekadar didasarkan pada kecurigaan. Contohnya adalah penangkapan oleh Kepolisian Jawa Tengah terhadap 17 anggota Jamaah Tablig yang sedang mengadakan ‘khurûj’ (dakwah) di Purbalingga dan Solo. Polisi menangkap mereka hanya didasarkan pada tampilan fisik luar seperti berjenggot dan bersorban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lainnya adalah pengawasan oleh negara terhadap kegiatan dakwah. Meski Kapolri membantahnya, Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) Muladi justru mendukung pemantauan dakwah di masjid-masjid. "Lakukan saja, itu tugas polisi sebagai pengayoman masyarakat," ujarnya. (Tempointeraktif.com, 25/8/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai hal ini dilakukan, berarti Pemerintah telah melakukan bentuk ‘teror’ baru terhadap umat Islam. Selain ‘ngawur’, tindakan demikian juga melecehkan Islam; seolah-olah dakwah Islamlah faktor pemicu munculnya aksi-aksi terorisme. Selain itu, tindakan Kepolisian mengawasi kegiatan dakwah akan memberikan pembenaran, bahwa secara keseluruhan para da’i, mubalig dan khatib terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dianggap membahayakan keamanan negara. Hal ini jelas berbahaya karena akan berdampak pada munculnya disintegrasi (perpecahan) di tengah-tengah masyarakat. Jika sampai terjadi demikian, berarti Pemerintah sendirilah yang sesungguhnya menimbulkan ketidakamanan dan ketidaknyaman di masyarakat.&lt;br /&gt;Akar Terorisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, akar terorisme atau kekerasan di tengah-tengah kaum Muslim bisa karena beberapa kemungkinan. Pertama: Adanya pemahaman agama yang keliru. Dalam hal ini, harus diakui bahwa ada sebagian orang/kelompok Islam yang menjadikan teror atau kekerasan atas nama jihad sebagai bagian dari upaya melakukan perubahan masyarakat. Mereka ini pada dasarnya tidak memahami tharîqah (metode) Rasulullah saw.—yang sebetulnya tidak pernah menggunakan kekerasan—selama dakwahnya pada Periode Makkah. Bahkan aksi jihad (perang) baru dilakukan oleh Rasulullah saw. setelah berdirinya Negara Islam di Madinah, yang sekaligus saat itu beliau menjadi kepala negaranya. Artinya, jika orang/kelompok dakwah konsisten memahami bahwa kondisi saat ini sama dengan kondisi Makkah, maka tharîqah dakwah Rasulullah saw. di Makkah—yang tidak pernah menggunakan aksi-aksi kekerasan—itulah yang harus dicontoh saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Adanya faktor luar berupa terorisme yang di lakukan oleh negara-negara penjajah seperti AS dan sekutunya di negeri-negeri Islam. Inilah yang disebut dengan terorisme negara (state terrorism). Terorisme negara ini telah menimbulkan ketidakadilan yang memicu kebencian yang mendalam di Dunia Islam sehingga mendorong sejumlah aksi-aksi perlawanan tidak hanya di wilayah kekerasan, tetapi juga di sejumlah wilayah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Adanya operasi intelijen demi melakukan stigmatisasi dan monsterisasi terhadap Islam dan kaum Muslim. Diakui atau tidak, operasi ini sering dilakukan oleh intelijen asing secara langsung maupun dengan ‘meminjam’ tangan-tangan lain. Paling tidak, itulah yang sering dilontarkan oleh Mantan Kabakin AC Manulang. Terkait dengan kasus “Bom Marrriot 2”, misalnya, AC Manulang mensinyalir bahwa kasus tersebut merupakan kerjaan intelijen (Media Umat, Ed. I8/7-20 Agustus/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tiga kemungkinan di atas, sebagian kalangan, termasuk Pemerintah, sayangnya terkesan hanya fokus pada kemungkinan pertama saja. Sebaliknya, dua kemungkinan terakhir sering diabaikan. Padahal dua kemungkin terakhir inilah yang pada faktanya menjadi faktor utama dari mencuatnya kasus-kasus terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa, misalnya, tidak ada satu pun pihak, termasuk Pemerintah, yang mempersoalkan tindakan terorisme AS dan sekutu-sekutunya terhadap Irak, Afganistan, Pakistan, Palestina, Somalia, dll yang nyata-nyata telah menewaskan jutaan manusia? Padahal jelas, siapapun yang ingin serius memberantas terorisme sampai ke akar-akarnya seharusnya berupaya menghilangkan sumber utama munculnya terorisme itu, yakni dengan menghentikan langkah-langkah AS yang biadab dan kejam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu menyangkut faktor ketiga, sejumlah aksi terorisme, seperti Peledakan Gedung WTC pada tanggal 11 September 2001 sampai sekarang tidak dapat dibuktikan, bahwa itu betul-betul tindakan teroris yang didalangi Osama bin Laden. Sudah banyak pengamat Barat (AS) sendiri menyebut kasus Peledakan WTC 11 September 2001—yang menjadi pemicu awal isu terorisme—sebagai penuh rekayasa, dan sangat mungkin didalangi oleh pemerintahan AS sendiri demi proyek jangka panjangnya: Perang Melawan Terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula di dalam negeri, yakni Kasus Bom Bali 1 dan 2, juga Kasus Bom Marriot 1 dan 2, yang juga sangat mungkin merupakan hasil ‘kerjaan intelijen’ asing. Ini karena banyaknya kejanggalan dalam kasus tersebut, yang sudah banyak diungkap oleh para pengamat. Tujuannya tidak lain, lagi-lagi demi terus-menerus memojokkan Islam dan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, jika Pemerintah terus-menerus mengabaikan dua faktor terakhir ini, kasus-kasus terorisme akan sangat sulit diselesaikan, karena kasus-kasus tersebut memang dikehendaki oleh pihak asing, yakni negera-negara penjajah seperti AS dan sekutunya, demi terwujudnya target mereka: terus memojokkan sekaligus melemahkan kekuatan Islam dan kaum Muslim.&lt;br /&gt;Umat Harus Bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seluruh komponen umat Islam, khususnya para ulama dan intelektualnya, juga kalangan pesantren serta berbagai organisasi dan partai Islam, sudah seharusnya bersatu dan menyatukan sikap dalam isu terorisme. Pertama: umat tidak boleh mudah untuk saling curiga, juga tidak terpancing oleh provokasi apapun yang bisa semakin menambah keruh suasana, khususnya pada bulan Ramadhan ini. Semua informasi yang disampaikan media juga harus dicek. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah atas suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan kalian itu (QS al-Hujurat [49]: 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: umat harus mulai bersikap kritis dan waspada terhadap setiap upaya yang berusaha mengaitkan aksi-aksi terorisme dengan gerakan Islam, dakwah Islam; juga dengan wacana syariah dan Khilafah Islam; atau dengan Islam itu sendiri. Sebab, itulah justru yang selama ini dikehendaki oleh musuh-musuh Islam demi mencitraburukkan Islam dan kaum Muslim, yang pada akhirnya melemahkan kekuatan Islam dan semakin melanggengkan sekualrsime. Semua itu hakikatnya adalah makar orang-orang kafir terhadap Islam dan kaum Muslim. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    قَدْ مَكَرَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَى اللَّهُ بُنْيَانَهُمْ مِنَ الْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ السَّقْفُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لا يَشْعُرُونَ (٢٦)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka pun telah mengadakan makar. Lalu Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (QS an-Nahl [16]: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat harus menyadari, bahwa penjajah Barat kafir tetap berkepentingan untuk memusnahkan akidah dan sistem Islam ini serta menggantikannya dengan akidah dan sistem sekular (pemisahan agama dari kehidupan). Di antara upaya mereka adalah dengan terus memojokkan sejumlah ajaran Islam seperti jilbab, jihad, syariah, Khilafah dll. Mereka juga secara sistematis melemparkan propaganda yang mencitraburukkan Islam seperti mengaitkan Islam dengan terorisme, fundamentalisme, ekstremisme dan sebutan-sebutan penghinaan lainnya. Semua itu demi satu hal: memberangus Islam sebagai kekuatan politik dan ideologis sekaligus semakin melanggengkan penjajahan mereka, dengan melanggengkan sekularisme dan antek-anteknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: umat harus terus meningkatkan aktivitas dakwah dan perjuangan demi tegaknya syariah Islam melalui institusi Khilafah. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Katakanlan, "Bekerjalah kalian. Pasti Allah dan Rasul-Nya serta kaum Mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu…” (QS at-Taubah [9]: 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan syariah dan Khilafah umat ini bisa mengatasi segala persoalan yang mereka hadapi, termasuk yang diakibatkan oleh propaganda Perang Melawan Terorisme. Wallâhu a’lam bi ash-shawab []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruskan Dakwah (Republika, 25/8/2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti! Dakwah tak boleh berhenti, termasuk untuk menegakkan syariah dan Khilafah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-6487571136289968102?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/6487571136289968102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/mewaspadai-upaya-mengaitkan-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6487571136289968102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6487571136289968102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/mewaspadai-upaya-mengaitkan-dakwah.html' title='MEWASPADAI UPAYA MENGAITKAN DAKWAH DENGAN TERORISME'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXLpBy7j3I/AAAAAAAAAN0/ccGhL2fm2vI/s72-c/alislam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3444113739831694738</id><published>2009-08-26T16:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T16:49:41.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Isu Terorisme: Langgengkan Sekulerisme, Babat Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXKCio360I/AAAAAAAAANs/9vYAhN8mSX8/s1600-h/bom_marriot.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXKCio360I/AAAAAAAAANs/9vYAhN8mSX8/s200/bom_marriot.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374423875343346498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ust. Hafidz Abdurrahman M. A&lt;br /&gt;Bom kembar yang diledakkan di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriot, Jumat, 17 Juli yang lalu menyisakan banyak persoalan, khususnya bagi umat Islam. Apapun motif dan tujuannya, peristiwa ini jelas-jelas merugikan Islam dan umatnya. Hizbut Tahrir Indonesia sejak awal telah menyatakan, bahwa tindakan ini tidak ada kaitannya dengan Islam dan perjuangan Islam. Karena itu, Hizb mengingatkan agar jangan ada yang mengait-ngaitkan kasus ini dengan Islam, dan perjuangan Islam. Seruan yang sama juga disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dien Syamsuddin, juga ormas, parpol dan organisasi Islam yang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sengaja atau tidak, kasus tersebut justru terus diangkat, dan celakanya selalu dikaitkan dengan Islam dan perjuangan Islam, termasuk perjuangan penegakan syariah dan Khilafah. Bahkan semakin ke sini, semakin jelas skenarionya. Karena itu, skenario ini harus dibongkar, agar umat tahu, dan bisa mengambil sikap dengan benar dan sadar. Kita harus bersimpati pada korban dan keluarga korban, termasuk Presiden SBY yang menurut laporan intelijen menjadi target serangan. Namun, kita lebih wajib bersimpati lagi kepada Islam, umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia, yang sesungguhnya juga menjadi korban aksi terorisme tersebut. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: sebagai agama yang tinggi dan mulia, wajah Islam jelas tercoreng dengan kasus ini. Sayangnya, dalam situasi seperti ini, tidak ada satu pun pihak atau institusi yang mempunyai otoritas untuk menjaga Islam. Memang benar, sebagai ajaran, Islam sudah sempurna, jelas dan tidak ada yang kabur. Nabi saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telah tinggalkan kepada kalian (ajaran agama) dengan sejelas-jelasnya; malamnya ibarat siang harinya (HR Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketidaksempurnaan, ketidakjelasan dan kekaburan itu tetap ada, hanya bukan pada Islamnya, tetapi pada diri pemeluknya. Celakanya, pada saat seperti itu, Islam tidak lagi mempunyai penjaga yang bisa menjaga kesempurnaan dan kejelasannya, khususnya setelah Khilafah tiada, tentu kecuali Allah SWT. Persis seperti yang dikatakan oleh Imam al-Ghazali, “Ad-Dînu ussun wa as-sulthânu hârisun (Agama adalah pondasi dan kekuasaan [Khilafah] adalah penjaganya). Memang benar ada negara, tetapi negara-negara yang ada di Dunia Islam saat ini semuanya merupakan negara sekular, yang adanya memang bukan untuk menjaga Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: kita juga harus bersimpati kepada umat Islam, karena kasus terorisme ini telah menjadi ujian baru bagi keimanan mereka pada agama mereka. Dengan posisi mereka sebagai pihak tertuduh, tidak bisa dielakkan, mereka dituntut untuk memberikan jawaban dan klarifikasi. Kalau tidak bisa, cara yang paling mudah adalah mengingkari. Masalahnya adalah kalau yang mereka ingkari adalah hukum yang qath’i, seperti kewajiban berjihad, yang berarti perang; atau kalau tidak diingkari, terpaksa maknanya harus mereka reduksi, agar mereka terhindar dari tuduhan. Belum lagi hukum-hukum lain, seperti wajibnya menegakkan syariah dan Khilafah. Pada titik inilah, keyakinan umat Islam sebenarnya tengah diuji. Kalau tidak kuat, bisa-bisa mereka mengingkari ajaran agama mereka sendiri, dan tentu ini sangat berbahaya. Ini persis seperti yang digambarkan oleh Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tiba masanya pada manusia suatu zaman; (ketika itu) siapapun di antara mereka yang bersabar dalam agamanya adalah seperti orang yang memegang bara api (HR at-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: kita juga harus bersimpati, bukan hanya kepada umat Islam, meskipun mereka mayoritas, tetapi juga kepada rakyat Indonesia. Mengapa? Karena kasus terorisme ini telah menjadi alat negara-negara kafir imperialis, khususnya AS, untuk mempertahankan cengkeramannya di negeri ini, dalam rangka membabat Islam dan melanggengkan sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Sekularisme memang akan tetap langgeng, karena ada yang menerapkan, mengemban dan mempropagandakannya. Apapun nama dan sebutan mereka, apakah agen, antek atau komprador, yang jelas mereka bekerja untuk kepentingan tuan dan diri mereka sendiri. Mereka tersebar di mana-mana; ada yang duduk di lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif; ada yang berbaju ulama dan intelektual; ada yang berbaju LSM, lembaga nirlaba dan kajian; ada juga yang bertugas di media-media massa, memproduksi berita dan opini. Karena itu, ketika kasus terorisme ini muncul, segera saja mereka “menyanyi” dengan nyanyian yang sama, dan persis grup paduan suara, dengan lagu dan ritme yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus bersimpati kepada rakyat, karena kasus terorisme ini akan digunakan sebagai justifikasi untuk melahirkan UU demi menjaga kepentingan orang-orang atau kelompok tertentu. UU Antiterorisme akan diperluas cakupannya sehingga bisa lebih leluasa untuk menyikat lawan-lawan politiknya. RUU Keamanan Negara juga di-drafting lagi. Melalui RUU ini, orang-orang atau kelompok tertentu yang tengah berkuasa hendak menggunakan RUU ini untuk menjaga dan mempertahankan kekuasaannya. Siapapun yang menjadi lawan politiknya akan disikat, karena dianggap mengancam keamanan negara. Inilah yang terjadi di Malaysia, dengan ISA-nya, yang hendak mereka jiplak. Belum lagi RUU Rahasia Negara, yang banyak diprotes kalangan pegiat HAM karena dianggap menghalangi kebebasan publik dalam mendapatkan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa atau pura-pura lupa, bahwa RUU karet seperti ini ibarat pisau bermata dua, tergantung siapa, dan untuk apa? Memang, boleh jadi mereka sekarang diuntungkan, tetapi mereka lupa, kekuasaan mereka tidak abadi. Suatu ketika, senjata yang mereka buat itu justru akan menimpa diri mereka sendiri. Kalau sudah seperti ini, sampai kapan rakyat negeri ini akan merdeka, dan benar-benar bebas dari cengkeraman penjajah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia berjuang siang-malam dan bersumpah untuk membebaskan negeri ini dari segala bentuk penjajahan. Hizbut Tahrir Indonesia juga tidak akan pernah lengah dalam menjaga urusan Islam, umat Islam dan negeri Muslim terbesar ini. Karenanya, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan kepada semua pihak yang berniat jahat terhadap negeri ini, dan berkomplot dengan negara-negara penjajah untuk menghancurkan negeri ini, cukuplah untuk mereka firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri (QS Fathir [35]: 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir Indonesia juga mengingatkan, apapun yang dilakukan untuk menyudutkan Islam dan kaum Muslim sama sekali tidak akan mengurangi kemuliaannya. Sebab, Allah SWT telah berjanji untuk memenangkan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya (QS Yusuf [12]: 21).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika setelah semua peringatan ini ternyata masih tetap tidak peduli, maka cukuplah baginya sabda Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu sudah tidak mempunyai rasa malu maka lakukanlah apa saja yang kamu mau (HR al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâhu Rabb al-Musta’ân wa ilayhi at-tâkilân.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3444113739831694738?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3444113739831694738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/isu-terorisme-langgengkan-sekulerisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3444113739831694738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3444113739831694738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/isu-terorisme-langgengkan-sekulerisme.html' title='Isu Terorisme: Langgengkan Sekulerisme, Babat Islam'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SpXKCio360I/AAAAAAAAANs/9vYAhN8mSX8/s72-c/bom_marriot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-5488103877727249029</id><published>2009-08-21T03:11:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T16:42:42.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Press Releases'/><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kami Segenap redaksi Chapter Hamfara mengucapakan...!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5zTB3QdhI/AAAAAAAAANM/0Be2ACmhIK8/s1600-h/welcome_ramadhan.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5zTB3QdhI/AAAAAAAAANM/0Be2ACmhIK8/s400/welcome_ramadhan.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372358176254490130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari Sambut Ramadhan dengan Memperkokoh Perjuangan Syariah &amp; Khilafah&lt;br /&gt;Semoga Ramadhan Kali ini Menjadi Ramadhan Terakhir Tanpa Adanya KHILAFAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon Maaf Lahir dan Batin&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-5488103877727249029?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/5488103877727249029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5488103877727249029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5488103877727249029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5zTB3QdhI/AAAAAAAAANM/0Be2ACmhIK8/s72-c/welcome_ramadhan.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-104456803229434715</id><published>2009-08-21T03:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T03:08:45.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Khutbah Rosulullah SAW Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5x_VsJvQI/AAAAAAAAANE/5yFLRRaIJXQ/s1600-h/ramadhan-mubarak.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5x_VsJvQI/AAAAAAAAANE/5yFLRRaIJXQ/s200/ramadhan-mubarak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372356738467609858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini wasiat Baginda Rasulullah saw. pada malam terakhir bulan Sya’ban, dalam khutbah Beliau saat menyambut datangnya bulan Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah; bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Jam demi jamnya paling utama. Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian diijabah. Bermohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan shaum dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal kalian dengar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu shalat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya diri kalian tergadai karena amal-amal kalian. Karena itu, bebaskanlah dengan istigfar. Punggung-punggung kalian berat karena beban (dosa). Karena itu, ringankanlah dengan memperpanjang sujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah! Allah Swt. bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja di antara kalian memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati sirâth al-mustaqîm pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan shalat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 shalat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak shalawat kepadaku padai bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa saja pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, pahalanya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi kalian. Karena itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Karena itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya setan-setan terbelenggu. Karena itu, mintalah agar mereka tak lagi pernah menguasai kalian…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyâm pada malam harinya suatu tathawwu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, perbanyaklah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhan kalian; dua perkara lagi yang sangat kalian butuhkan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian butuhkan ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga. [HR Ibnu Khuzaimah]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-104456803229434715?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/104456803229434715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/khutbah-rosulullah-saw-menyambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/104456803229434715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/104456803229434715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/khutbah-rosulullah-saw-menyambut.html' title='Khutbah Rosulullah SAW Menyambut Ramadhan'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5x_VsJvQI/AAAAAAAAANE/5yFLRRaIJXQ/s72-c/ramadhan-mubarak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-9146613766300115209</id><published>2009-08-21T02:40:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T02:56:49.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan Dengan Ru’yatul Hilal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5vAPmejYI/AAAAAAAAAM8/v9YSiE5yqrU/s1600-h/hilal.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5vAPmejYI/AAAAAAAAAM8/v9YSiE5yqrU/s200/hilal.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5372353455478181250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan, bulan Ramadhan selalu dinantikan kehadirannya oleh umat Islam. Namun sayangnya, momentum penting itu hampir selalu diwarnai perbedaan di antara umat Islam dalam mengawali dan mengakhirinya. Patut dicatat, problem tersebut itu tidak hanya terjadi di tingkat nasional, namun juga dunia Islam pada umumnya. Bagaimana kita menyikapi perbedaan tersebut?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabab Pelaksanaan Puasa: Ru’yah Hilal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah maklum bahwa puasa Ramadhan merupakan ibadah yang wajib ditunaikan setiap mukallaf. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu (QS al-Baqarah [2]: 183-185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam dibangun atas lima perkara: kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji, dan berpuasa Ramadhan (HR al-Bukhari no. 7; Muslim no. 21; al-Nasa’i no. 4915; Ahmad no. 4567, dari Ibnu Umar ra ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan ayat dan Hadits ini, serta dalil-dalil lainnya, puasa Ramadhan merupakan suatu ibadah yang wajib ditunaikan. Sebagai layaknya ibadah, syara’ tidak hanya menjelaskan status hukumnya –bahwa puasa Ramadhan adalah fardhu ‘ain–, tetapi juga secara gamblang dan rinci menjelaskan tentang tata cara pelaksanaannya, baik berkenaan dengan al-sabab, al-syarth, al-mâni’, al-shihah wa al-buthlân, dan al-‘azhîmah wa al-rukhshah-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan sabab (sebab dilaksanakannya suatu hukum) puasa Ramadhan, syara’ menjelaskan bahwa ru’yah al-hilâl merupakan sabab dimulai dan diakhirinya puasa Ramadhan. Apabila bulan tidak bisa diru’yah, maka puasa dilakukan setelah istikmâl bulan Sya’ban. Ketetapan ini didasarkan banyak dalil. Beberapa di antaranya adalah Hadits-hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian tersamar (terhalang), maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya’ban menjadi 30 hari (HR. Bukhari no. 1776 dari Abu Hurairah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu melihatnya (hila)l, maka berpuasalah; dan apabila kamu melihatnya, maka berbukalah. Jika ada mendung menutupi kalian, maka hitunglah (HR al-Bukhari no. 1767 dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِّيَ عَلَيْكُمْ الشَّهْرُ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian terhalang mendung, maka hitunglah tiga puluh bulan hari (HR Muslim no.1810, dari Abu Hurairah ra.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian puasa hingga melihat hilal, jangan pula kalian berbuka hingga melihatnya, jika kalian terhalangi awan, maka sempurnakanlah hitungannya menjadi tiga puluh hari (HR. Bukhari no. 1773, Muslim no. 1795, al-Nasai no. 2093; dari Abdullah bin Umar ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لاَ تُقَدِّمُوا الشَّهْرَ بِصِيَامِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ شَيْءٌ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ وَلاَ تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ ثُمَّ صُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ حَالَ دُونَهُ غَمَامَةٌ فَأَتِمُّوا الْعِدَّةَ ثَلاَثِينَ ثُمَّ أَفْطِرُوا وَالشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian mendahului bulan Ramadhan dengan puasa satu atau dua hari kecuali seseorang di antara kalian yang biasa berpuasa padanya. Dan janganlah kalian berpuasa sampai melihatnya (hilal Syawal). Jika ia (hilal) terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan tiga puluh hari kemudian berbukalah (Iedul Fithri) dan satu bulan itu 29 hari (HR. Abu Dawud no. 1982, al-Nasa’i 1/302, al-Tirmidzi 1/133, al-Hakim 1/425, dari Ibnu Abbas dan di shahih kan sanadnya oleh al-Hakim dan disetujui oleh al-Dzahabi.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bulan itu ada dua puluh sembilah hari, maka janganlah kalian berpuasa hingga melihatnya. Dan janganlah kalian berbuka hingga melihatnya. Apabila mendung menutupi kalian, maka perkirakanlah.” (HR. Muslim 1797, HR Ahmad no. 4258, al-Darimi no. 1743, al-Daruquthni no. 2192, dari Ibnu Umar ra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Hadits-hadits tersebut, para fuqaha berkesimpulan bahwa penetapan awal dan akhir Ramadhan didasarkan kepada ru’yah al-hilâl. Imam al-Nawawi menyatakan, “Tidak wajib berpuasa Ramadhan kecuali dengan melihat hilal. Apabila mereka tertutup mendung, maka mereka wajib menyempurnakan Sya’ban (menjadi tiga puluh hari), kemudian mereka berpuasa.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali al-Shabuni berkata, “Bulan Ramadhan ditetapkan dengan ru’yah hilal, meskipun berasal dari seroang yang adil atau dengan menyempurnakan hitungan Sya’ban menjadi tiga puluh hari; dan tidak dianggap dengan hisab dan astronomi; berdasarkan sabda Rasulullah saw. ‘Shumû li ru’yatihi wa afthirû li ru’yatihi…”.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pendapat Jumhur, kesaksian ru’yah hilal Ramadhan dapat diterima dari seorang saksi Muslim yang adil.[3] Ketetapan itu didasarkan oleh beberapa Hadits Nabi saw. Dari Ibnu Umar ra:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;تَرَاءَى النَّاسُ الْهِلَالَ فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang melihat hilal, kemudian saya sampaikan Rasulullah saw, “Sesungguhnya saya melihatnya (hilal). Kemudian beliau berpuasa dan memrintahkan orang-orang untuk berpuasa (HR Abu Dawud no. 1995; al-Darimi no, 1744; dan al-Daruquthni no. 2170).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits ini, Rasulullah saw berpuasa dan memerintahkan umat Islam untuk berpuasa berdasarkan kesaksian Ibnu Umar ra. Itu artinya, kesaksian seorang Muslim dalam ru’yah hilah dapat diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ أَنْ يَصُومُوا غَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah datang seorang Arab Badui kepada Nabi Muhammad saw kemudian berkata, “Sungguh saya telah melihat hilal¤. Rasulullah bertanya, “Apakah anda bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah?” Orang tersebut menjawab, “Ya”. Lalu Rasulullah bersabda, “Wahai Bilal, umumkan kepada manusia (khalayak) agar mereka berpuasa besok.” (HR Imam yang lima, disahihkan oleh Khuzaimah &amp; Ibnu Hiban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits tersebut dikisahkan, Rasulullah saw tidak langsung menerima kesaksian seseorang tentang ru’yah. Beliau baru mau menerima kesaksian ru’yah orang itu setelah diketahui bahwa dia adalah seorang Muslim. Andaikan status Muslim tidak menjadi syarat diterimanya kesaksian ru’yah Ramadhan, maka Rasulullah saw tidak perlu melontarkan pertanyaan yang mempertanyakan keislamannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Terikat dengan Mathla’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan berikutnya adalah mathla’ (tempat lahirnya bulan). Sebagian ulama Syafi’iyyah berpendapat, jika satu kawasan melihat bulan, maka daerah dengan radius 24 farsakh dari pusat ru’yah bisa mengikuti hasil ru’yat daerah tersebut. Sedangkan daerah di luar radius itu boleh melakukan ru’yah sendiri, dan tidak harus mengikuti hasil ru’yat daerah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut disandarkan kepada Hadits yang diriwayatkan dari Kuraib:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ أُمَّ الْفَضْلِ بَعَثَتْهُ إلَى مُعَاوِيَةَ بِالشَّامِ فَقَالَ : فَقَدِمْتُ الشَّامَ فَقَضَيْتُ حَاجَتَهَا وَاسْتُهِلَّ عَلَيَّ رَمَضَانُ وَأَنَا بِالشَّامِ فَرَأَيْتُ الْهِلَالَ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ثُمَّ قَدِمْتُ الْمَدِينَةَ فِي آخِرِ الشَّهْرِ فَسَأَلَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبَّاسٍ ، ثُمَّ ذَكَرَ الْهِلَالَ فَقَالَ : مَتَى رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ ؟ فَقُلْتُ : رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ ، فَقَالَ : أَنْتَ رَأَيْتَهُ ؟ فَقُلْتُ : نَعَمْ ، وَرَآهُ النَّاسُ وَصَامُوا وَصَامَ مُعَاوِيَةُ ، فَقَالَ : لَكِنَّا رَأَيْنَاهُ لَيْلَةَ السَّبْتِ فَلَا نَزَالُ نَصُومُ حَتَّى نُكْمِلَ ثَلَاثِينَ أَوْ نَرَاهُ ، فَقُلْتُ : أَلَا تَكْتَفِي بِرُؤْيَةِ مُعَاوِيَةَ وَصِيَامِهِ ؟ فَقَالَ : لَا ، هَكَذَا أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Ummul Fadl telah mengutusnya untuk menemui Muawiyyah di Syam. Kuraib berkata, “Aku memasuki Syam lalu menyelesaikan urusan Ummul Fadhl. Ternyata bulan Ramadhan tiba sedangkan aku masih berada di Syam. Aku melihat hilal pada malam Jumat. Setelah itu aku memasuki kota Madinah pada akhir bulan Ramadhan. Ibnu ‘Abbas lalu bertanya kepadaku dan menyebut persoalan hilal’. Dia bertanya, ‘Kapan kalian melihat hilal?’ Aku menjawab, ‘Kami melihatnya pada malam Jum’at.’ Dia bertanya lagi, ‘Apakah kamu sendiri melihatnya?’ Aku jawab lagi, ‘Ya, dan orang-orang juga melihatnya. Lalu mereka berpuasa, begitu pula Muawiyyah.’ Dia berkata lagi, ‘Tapi kami (di Madinah) melihatnya pada malam Sabtu. Maka kami terus berpuasa hingga kami menyempurnakan bilangan tiga puluh hari atau hingga kami melihatnya.’ Aku lalu bertanya, ‘Tidak cukupkah kita berpedoman pada ru’yat dan puasa Muawiyyah?’ Dia menjawab, ‘Tidak, (sebab) demikianlah Rasulullah Saw telah memerintahkan kepada kami’. ( HR. Muslim no. 1819; Abu Dawud no. 1985; al-Tirmidzi 629; al-Nasa’i no. 2084; Ahmad no. 2653).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang diriwayatkan Kuraib ini dijadikan sebagai dalil bagi absahnya perbedaan awal dan akhir Ramadhan karena perbedaan mathla’. Apabila dikaji lebih teliti, sesungguhnya pendapat ini mengandung sejumlah kelemahan. Di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, dalam Hadits ini terdapat syubhat, apakah Hadits ini tergolong Hadits marfû’ atau mawqûf. Ditilik dari segi lafazhnya, perkataan Ibnu ‘Abbas, “Hakadzâ amaranâ Rasûlullâh saw” (demikianlah Rasulullah saw memerintahkan kepada kami), seolah-olah menunjukkan sebagai Hadits marfû’. Namun jika dikaitkan dengan munculnya perkataan itu, kesimpulan sebagai Hadits marfu’ perlu dipertanyakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dicermati, perkataan “Lâ, hakadzâ amaranâ Rasûlullâh saw” merupakan jawaban Ibnu Abbas atas pertanyaan Kuraib dalam merespon suatu peristiwa yang terjadi pada masa beliau. Yakni terjadinya perbedaan antara penduduk Madinah dan penduduk Syam dalam mengawali puasa. Penduduk Syam melihat hilal pada malam Jumat, sementara penduduk Madinah melihatnya pada malam Sabtu. Ketika kejadian itu ditanyakan kepada Ibnu Abbas, mengapa penduduk Madinah tidak mengikuti ru’yah penduduk Syam saja, kemudian keluarlah jawaban Ibnu Abbas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari kisah tersebut, maka ke-marfu-an Hadits ini perlu dipertanyakan: “Apakah peristiwa serupa memang pernah terjadi pada masa Rasulullah saw dan demikianlah keputusan beliau saw dalam menyikapi perbedaan itu?” “Ataukah itu merupakan kesimpulan Ibnu Abbas atas sabda Rasulullah saw mengenai penentuan awal dan akhir Ramadhan, sehingga perkataan Ibnu Abbas itu adalah penerapan hasil ijtihad beliau terhadap kasus ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah letak syubhat Hadits ini, apakah tergoloh marfû’ atau mawqûf. Agar lebih jelas, kita bisa membandingkan Hadits ini dengan Hadits lain yang tidak mengandung syubhat, yang sama-sama menggunakan ungkapan “amaranâ Rasûlullâh saw”. Hadits dari Ibnu Umar yang berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِزَكَاةِ الْفِطْرِ أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memerintahkan kami dalam zakat fithri agar ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang untuk shalat (HR Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini tidak diragukan sebagai Hadits marfû’. Sebab, Hadits ini berisi sebuah ketentuan hukum atas suatu perbuatan. Berbeda halnya dengan Hadits Ibnu Abbas di atas, yang berisi jawaban beliau mengenai suatu kasus yang terjadi masa beliau. Tampak bahwa perkataan Ibnu Abbas tersebut merupakan ijtihad beliau dalam menyikapi kejadian yang terjadi pada saat itu. Kesimpulan demikian juga disampaikan oleh sebagian ulama, seperti al-Syaukani yang menggolongkan Hadist ini sebagai ijtihad Ibnu Abbas.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah ijtihad, kaum Muslim diperbolehkan untuk taklid kepada ijtihad Ibnu Abbas. Namun jika untuk dijadikan sebagai dalil syara’, yang darinya digali hukum-hukum syara’, jelas tidak diperbolehkan. Sebab, sahabat bukanlah orang yang ma’shum. Ijtihadnya tidak termasuk dalam dalil syara’.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jika dalam Hadits ini kaum Muslim diizinkan untuk mengikuti ru’yah di masing-masing daerahnya, pertanyaan yang muncul adalah: “Berapa jarak minimal antara satu daerah dengan daerah lainnya yang mereka diperbolehkan berbeda?” “Jika dalam Hadits ini jarak antara Madinah dengan Syam diperbolehkan bagi penduduknya untuk berbeda mengawali dan mengakhiri puasa, bagaimana jika jaraknya lebih dekat?” Hadits ini juga tidak memberikan jawabannya. Oleh karena itu, para ulama yang mengamalkan Hadits Kuraib ini pun berbeda pendapat mengenai jarak minimalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyatakan, jarak yang diperbolehkan berbeda puasa itu adalah perbedaan mathla’. Ini ditegaskan oleh ulama Iraq dan dibenarkan oleh al-Nawawi dalam al-Rawdhah dan Syarh al-Muhadzdzab. Ada pula yang menggunakan ukuran jarak mengqashar shalat. Hal ini ditegaskan Imam al-Baghawi dan dibenarkan oleh al-Rafi’i dalam al-Shaghîr dan al-Nawawi dalam Syarh al-Muslim. Lainnya mendasarkan pada perbedaan iklim. Dan sebagainya. Patut dicatat, semua batasan jarak itu tidak ada yang didasarkan pada nash yang sharih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari dua alasan itu, maka Hadits Kuraib tidak bisa dijadikan sebagai dalil bagi absahnya perbedaan penetapan awal dan akhir puasa berdasarkan perbedaan mathla’. Dalam penetapan awal dan akhir puasa akan lebih tepat jika menggunakan dalil-dalil Hadits yang jelas marfu’ kepada Nabi saw. Imam al-Amidi mengatakan, “Hadits yang telah disepakati ke-marfu’-annya lebih dikuatkan daripada hadits yang masih diperselisihkan ke-marfu’-annya. Hadits yang dituturkan dengan lafadz asli dari Rasulullah Saw lebih dikuatkan daripada hadits yang diriwayatkan bil makna.”[6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkait dengan Hadits dari Ibnu Abbas, terdapat Hadits yang diriwayatkan oleh beliau sendiri yang tidak diragukan ke-marfu’-annya, seperti Hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَصُومُوا قَبْلَ رَمَضَانَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ حَالَتْ دُونَهُ غَيَايَةٌ فَأَكْمِلُوا ثَلَاثِينَ يَوْمًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu ‘Abbas ra yang berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Janganlah kalian berpuasa sebelum Ramadhan. Berpuasalah karena melihatnya dan berkulah karena melihatnya. Jika ia (hilal) terhalang awan, maka sempurnakanlah bilangan tiga puluh hari.” (HR al-Tirmidzi no. 624; Ibnu Hibban no. 2301)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Hadits-hadits lainnya yang tidak diragukan ke-marfu’-annya. Dalam Hadits-Hadits itu kaum Muslim diperintahkan untuk berpuasa dan berbuka karena adanya ru’yah hilal. Semua perintah dalam Hadits tersebut berbentuk umum. Hal itu terlihat seruan Hadits-Hadits itu yang menggunakan kata shûmû dan afthirû (dhamîr jamâ’ah, berupa wâwu al-jamâ’ah). Pihak yang diseru oleh Hadits tersebut adalah seluruh kaum Muslim. Karena berbentuk umum, maka seruan hadits ini berlaku umum untuk seluruh kaum Muslim, tanpa ada perbedaan antara orang Syam dengan orang Hijaz, antara orang Indonesia dengan orang Irak, orang Mesir dengan Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, kata li ru’yatihi (karena melihatnya). Kata ru’yah adalah ism al-jins. Ketika ism al-jins itu di-mudhaf-kan, termasuk kepada dhamîr (kata ganti), maka kata itu termasuk dalam shighah umum, [7] yang memberikan makna ru’yah siapa saja. Itu berarti, apabila sudah ada yang melihat hilal, siapa pun dia asalkan Muslim yang adil, maka kesaksian itu mewajibkan kepada yang lain untuk berpuasa dan berbuka. Terlihatnya hilal Ramadhan atau hilal Syawal oleh seorang Muslim di mana pun ia berada, maka ru’yah itu mewajibkan kepada seluruh kaum Muslim untuk berpuasa dan berbuka, tanpa terkecuali. Tidak peduli apakah ia tinggal di negeri yang dekat atau negeri yang jauh dari tempat terjadinya ru’yah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Syaukani menyatakan, “Sabda beliau ini tidaklah dikhususkan untuk penduduk satu daerah tertentu tanpa menyertakan daerah yang lain. Bahkan sabda beliau ini merupakan khitâb (seruan) yang ditujukan kepada siapa saja di antara kaum Muslim yang khitab itu telah sampai kepadanya. ‘Apabila penduduk suatu negeri telah melihat hilal, maka (dianggap) seluruh kaum Muslim telah melihatnya. Ru’yah penduduk negeri itu berlaku pula bagi kaum Muslim lainnya’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Syaukani menyimpulkan, “Pendapat yang layak dijadikan pegangan adalah, apabila penduduk suatu negeri telah melihat bulan sabit (ru’yatul hilal), maka ru’yat ini berlaku pula untuk seluruh negeri-negeri yang lain.”[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al-Shan’ani berkata, “Makna dari ucapan ‘karena melihatnya’ adalah “apabila ru’yah didapati di antara kalian”. Hal ini menunjukkan bahwa ru’yah pada suatu negeri adalah ru’yah bagi semua penduduk negeri dan hukumnya wajib.”[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman tersebut juga dikuatkan oleh beberapa Hadits yang menunjukkan tidak berlakunya perbedaan mathla’. Diriwayatkan dari sekelompok sahabat Anshor:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;غُمَّ عَلَيْنَا هِلَالُ شَوَّالٍ فَأَصْبَحْنَا صِيَامًا فَجَاءَ رَكْبٌ مِنْ آخِرِ النَّهَارِ فَشَهِدُوا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمْ رَأَوْا الْهِلَالَ بِالْأَمْسِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُفْطِرُوا مِنْ يَوْمِهِمْ وَأَنْ يَخْرُجُوا لِعِيدِهِمْ مِنْ الْغَدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilal bulan Syawal tertutup oleh mendung bagi kami sehingga kami tetap berpuasa pada keesokan harinya. Menjelang sore hari datanglah beberapa musafir dari Mekkah ke Madinah. Mereka memberikan kesaksian di hadapan Nabi saw bahwa mereka telah melihat hilal kemarin (sore). Maka Rasulullah saw memerintahkan mereka (kaum Muslim) untuk segera berbuka dan melaksanakan sholat ‘Ied pada keesokan harinya (HR. Ahmad dishahihkan oleh Ibnu Mundir dan Ibnu Hazm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw memerintahkan kaum Muslim untuk membatalkan puasa setelah mendengar informasi ru’yah hilal bulan Syawal dari beberapa orang yang berada di luar Madinah al-Munawarah. Peristiwa itu terjadi ketika ada serombongan orang dari luar Madinah yang memberitakan bahwa mereka telah melihat hilal Syawal di suatu tempat di luar Madinah al-Munawarah sehari sebelum mereka sampai di Madinah. Dari Ibnu ‘Abbas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ قَالَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رَمَضَانَ فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Datang seorang Badui ke Rasulullah SAW seraya berkata: Sesungguhnya aku telah melihat hilal. (Hasan, perawi hadits menjelaskan bahwa hilal yang dimaksud orang Badui itu adalah hilal Ramadhan). Rasulullah SAW bersabda, “Apakah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah?” Dia berkata, “Benar.” Beliau meneruskan pertanyaannya seraya berkata, “Apakah kau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?” Dia berkata, “Ya benar.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Bilal umumkan kepada orang-orang untuk berpuasa besok.” (HR Abu Daud and al-Tirmidzi, disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Hadits tersebut, Rasulullah saw tidak menanyakan asal si saksi, apakah dia melihatnya di daerah mathla’ yang sama dengan beliau atau berjauhan. Akan tetapi beliau langsung memerintahkan kaum Muslim untuk berpuasa ketika orang yang melakukan ru’yah itu adalah seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertolak dari beberapa argumentasi tersebut, maka pendapat yang rajih adalah pendapat yang tidak mengakui absahnya perbedaan mathla’. Pendapat ini pula yang dipilih oleh jumhur ulama, yakni dari kalangan Hanafiyyah, Malikiyyah, dan Hanabilah. Mereka tidak menganggap adanya perbedaan penentuan awal dan akhir puasa karena perbedaam mathla’.[10] Ketiga madzhab (Abu Hanifah, Maliki, Ahmad) itu berpendapat bahwa awal Ramadhan ditetapkan berdasarkan ru’yah, tanpa mempertimbangkan perbedaan mathla’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Sabiq menyatakan, “Menurut jumhur, tidak dianggap adanya perbedaan mathla’ (ikhtilâf al-mathâli’). Oleh karena itu kapan saja penduduk suatu negeri melihat hilal, maka wajib atas seluruh negeri berpuasa karena sabda Rasulullah saw, ”Puasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” Seruan ini bersifat umum mencakup seluruh ummat. Jadi siapa saja di antara mereka yang melihat hilal; di tempat mana pun, maka ru’yah itu berlaku bagi mereka semuanya.”[11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurahman al-Jaziri menuturkan, “Apabila ru’yah hilal telah terbukti di salah satu negeri, maka negeri-negeri yang lain juga wajib berpuasa. Dari segi pembuktiannya tidak ada perbedaan lagi antara negeri yang dekat dengan yang jauh apabila (berita) ru’yah hilal itu memang telah sampai kepada mereka dengan cara (terpercaya) yang mewajibkan puasa. Tidak diperhatikan lagi di sini adanya perbedaan mathla’ hilal secara mutlak. Demikianlah pendapat tiga imam madzhab (Abu Hanifah, Malik, Ahmad). Para pengikut madzhab Syafi’i berpendapat lain. Mereka mengatakan, ‘Apabila ru’yah hilal di suatu daerah telah terbukti, maka atas dasar pembuktian ini, penduduk yang terdekat di sekitar daerah tersebut wajib berpuasa. Ukuran kedekatan di antara dua daerah dihitung menurut kesamaan mathla’, yaitu jarak keduanya kurang dari 24 farsakh. Adapun penduduk daerah yang jauh, maka mereka tidak wajib berpuasa dengan ru’yah ini, kerana terdapat perbedaan mathla’.”[12].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qurthubi menyatakan, “Menurut madzhab Malik rahimahullah –diriwayatkan oleh Ibnu Wahab dan Ibnu al-Qasim– apabila penduduk kota Basrah (Irak) melihat hilal Ramadhan, lalu berita itu sampai ke Kufah, Madinah, dan Yaman, maka wajib atas kaum Muslimin, berpuasa berdasarkan ru’yah tersebut. Atau melakukan qadha puasa jika berita itu datangnya terlambat.”[13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang pendapat madzhab Hanafi, Imam Hashfaky menyatakan, “Bahwasanya perbedaan mathla’ tidak dapat dijadikan pegangan. Begitu juga melihat bulan sabit di siang hari, sebelum dhuhur, atau menjelang dhuhur. Dalam soal ini, penduduk di wilayah Timur (benua Asia) harus mengikuti (ru’yat kaum Muslimin) yang ada di Barat (Timur Tengah), jika ru’yat mereka dapat diterima (syah) menurut Syara’ “.[14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda, menurut Madzhab Hanbali, apabila ru’yat telah terbukti, di suatu tempat yang jauh atau dekat, maka seluruh kaum Muslimin harus ikut melakukan puasa Ramadhan.[15]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pengikut Madzhab Maliki, seperti Ibnu al Majisyun, menambahkan syarat, ru’yat itu harus diterima oleh seorang khalifah. “Tidak wajib atas penduduk suatu negeri mengikuti rakyat negeri lain, kecuali hal itu telah terbukti diterima oleh al-imâm al-a’dham (khalifah). Setelah itu, seluruh kaum Muslimin wajib berpuasa. Sebab, seluruh negeri bagaikan satu negeri. Dan keputusan khalifah berlaku bagi seluruh kaum Muslim” [16]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Taimiyah dalam Majmû’ al-Fatawa berkata, “Orang-orang yang menyatakan bahwa ru’yah tidak digunakan bagi semuanya (negeri-negeri yang lain) seperti kebanyakan pengikut-pengikut madzhab Syafi’i; dan di antara mereka ada yang membatasi dengan jarak qashar shalat, ada yang membatasi dengan perbedaan mathla’ seperti Hijaz dengan Syam, Iraq dengan Khurasan”, sesungguhnya kedua-duanya lemah (dha’if) karena jarak qashar shalat tidak berkaitan dengan hilal…Apabila seseorang menyaksikan pada malam ke 30 bulan Sya’ban di suatu tempat, dekat maupun jauh, maka ia wajib berpuasa. Demikian juga kalau ia menyaksikan hilal pada waktu siang menjelang maghrib maka ia harus imsak (berpuasa) untuk waktu yang tersisa, sama saja baik satu iklim atau banyak iklim.”[17]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaslah, menurut pendapat yang rajih dan dipilih jumhur, jika penduduk negeri-negeri Timur (benua Asia) jauh melihat bulan sabit Ramadhan, maka ru’yah wajib diikuti oleh kaum Muslimin yang berada di negeri-negeri belahan Barat (Timur Tengah), tanpa kecuali. Siapapun dari kalangan kaum muslimin yang berhasil melakukan ru’yatuh hilal maka ru’yah tersebut merupakan hujjah bagi orang yang tidak melihatnya. Kesaksian seorang muslim di suatu negeri tidak lebih utama dari kesaksian seorang muslim di negeri yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Nasionalisme dan Garis Batas Nation State&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut digarisbawahi, perbedaan awal dan akhir puasa yang terjadi di negeri-negeri Islam sekarang ini bukan disebabkan oleh perbedaan mathla’ sebagaimana dibahas oleh para ulama dahulu. Pasalnya, pembahasan ikhtilâf al-mathâli’ (perbedaan mathla’) oleh fuqaha’ dahulu berkaitan dengan tempat terbit bulan. Sehingga yang diperhatikan adalah jarak satu daerah dengan daerah lainnya. Apabila suatu daerah itu berada pada jarak tertentu dengan daerah lainnya, maka penduduk dua daerah itu tidak harus berpuasa dan berbuka puasa. Sama sekali tidak dikaitkan dengan batas begara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan saat ini. Perbedaan mengawali dan mengakhiri Ramadhan diakibatkan oleh pembagian dan batas-batas wilayah negeri-negeri Islam. Di setiap negeri Islam terdapat institusi pemerintah yang memiliki otoritas untuk menentukan itsbât (penetapan) awal dan akhir Ramadhan. Biasanya, sidang itsbât tersebut hanya mendengarkan kesaksian ru’yah hilal orang-orang yang berada dalam wilayah negeri tersebut. Apabila di negeri itu tidak ada seorang pun yang memberikan kesaksiannya tentang ru’yah hilal, maka langsung digenapkan, tanpa menunggu terlebih dahulu apakah di negeri-negeri lainnya –bahkan yang berada di sebelahnya sekalipun– terdapat kesaksian dari warganya yang telah melihat hilal atau belum. Hasil keputusan tersebut lalu diumumkan di seluruh negeri masing-masing. Akibatnya, terjadilah perbedaan dalam mengawali dan mengakhiri puasa Ramadhan antara negeri-negeri muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslim di Riau tidak berpuasa bersama dengan kaum Muslim di Kuala Lumpur. Padahal perbedaan waktu antara kedua kota itu tidak sampai satu jam. Padahal, pada saat yang sama kaum Muslim di Acah bisa berpuasa bersama dengan kaum Muslim di Papua. Tentu saja ini sesuatu yang amat janggal. Penentuan awal dan akhir Ramadhan berkait erat dengan peredaran dan perputaran bumi, bulan, dan matahari. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan batas negara yang dibuat manusia dan bisa berubah-ubah. Jelaslah, perbedaan awal dan akhir puasa yang saat ini terjadi lebih disebabkan oleh batas khayal yang dibuat oleh negara-negara kafir setelah runtuhnya Daulah Khilafah Islamiyyah. Garis batas negara bangsa itu pula yang mengoyak-oyak kesatuan Muslim dalam naungan satu khilafah menjadi lebih dari lima puluh negara-negara kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan awal dan akhir puasa di negeri-negeri Islam hanya merupakan salah satu potret keadaan kaum Muslim. Kendati mereka satu ummat, namun secara kongkrit umat Islam terpecah-pecah. Di samping masih mengeramnya paham nasionalisme yang direalisasikan dalam bentuk nation state di negeri-negeri Islam, keberadaan khilafah sebagai pemersatu ummat Islam hingga sekarang belum berdiri (setelah khilafah Islamiyyah terakhir di Turki diruntuhkan oleh kaum kuffar). Ketiadaan khilafah inilah menjadikan kaum muslimin berpecah-pecah menjadi lebih dari lima puluh negara kecil-kecil, yang masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, solusi mendasar yang benar untuk menyelesaikan semua prob­lematika kaum muslimin tersebut sesungguhnya ada di tangan mere­ka. Yaitu, melakukan upaya dengan sungguh-sungguh bersama dengan para pejuang yang mukhlish untuk melangsungkan kembali kehidupan Islam dengan mengembalikan keberadaan Daulah Khilafah, mengangkat seorang khalifah untuk menyatukan negeri-negeri mereka dan mener­apkan syariْat Allah atas mereka. Sehingga kaum muslimin bersama khalifah, dapat mengemban risalah Islam dengan jihad kepada seluruh ummat manusia. Dengan demikian kalimat-kalimat orang kafir menjadi rendah dan hina. Dan sebaliknya, kalimat-kalimat Allah Swt menjadi tinggi dan mulia. Kaum muslim­in hidup dengan terhormat dan mulia di dunia, mendapatkan ridha Allah Swt dan mendapatkan pahalanya di akhirat nanti. Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ وَسَتُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaanmu itu dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah Swt) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan (QS al-Taubah [9]: 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WaLlâh a’lam bi al-shawâb (Lajnah Tsaqafiyyah DPP HTI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] al-Nawawi, al-Majmû’Syarh al-Muhadzdzab,6/269&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Ali al-Shabuni, Rawâi’ al-Bayân, 1/210&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Mahmud bin Abdul Lathif, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Shalâh, 28; Ali al-Shabuni, Rawâi’ al-Bayân, 1/210&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] al-Syaukani, Nayl al-Awthâr,7/25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Dalil syara yang mu’tabar adalah al-Kitab, al-Sunnah, Ijma’ Sahabat, dan Qiyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] al-Amidi, al-Ihkâm fi Ushûl al-Ahkâm, jld. 2/364.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] al-Amidi, al-Amidi, al-Ihkâm fi Ushûl al-Ahkâm, 1/329&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] Lihat pula pendapat Imam Ibnu Hajar al-Asqalani; Fath al-Bârî; Bab Shiyâm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Al-Shan’ani, Subul al-Salâm, jld. 2, hal. 310.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] al-Shabuni, Rawâi’ al-Bayân, 1/210&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] Sayyid Sabiq, Fiqh al- Sunnah, 1/368.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] al-Jaziri, al-Fiqh ‘alâ al-Madzhâhib al-Arba’ah, 1/550&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] al-Qurthuby, al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qur’ân, 2/296.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] al-Hashfaky, “al-Durr al-Mukhtâr wa Radd al-Muhtâr”, 2/131-132&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Mughn al-Muhtâj, 2/223-224&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] al-Syaukani, Nayl al- Authar, 2/ 218.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, 25/104-105.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-9146613766300115209?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/9146613766300115209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/penetapan-awal-dan-akhir-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/9146613766300115209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/9146613766300115209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/08/penetapan-awal-dan-akhir-ramadhan.html' title='Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan Dengan Ru’yatul Hilal'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/So5vAPmejYI/AAAAAAAAAM8/v9YSiE5yqrU/s72-c/hilal.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-548384932488601727</id><published>2009-07-29T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T07:42:09.890-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bola Liar Bom Marriot-Calton</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBflTTkyNI/AAAAAAAAAM0/2t26OHniG1Y/s1600-h/bom-ritz.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBflTTkyNI/AAAAAAAAAM0/2t26OHniG1Y/s200/bom-ritz.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363892250640435410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Farid Wadji, SIP&lt;br /&gt;Syabab.Com - Jakarta kembali digunjang bom. Jumat 17 Juli 2009 sekitar jam 7 pagi telah terjadi ledakan bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Ledakan dahsyat di kedua hotel itu diberitakan telah mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang luka-luka. Seperti biasa pers Barat segera menuding Jama’ah Islamiyah (JI) dibalik bom Marriot dan Carlton. Situs The Australian, Jumat (17/7) menuding dengan Headline “Jakarta hotel blasts kill seven, bear mark of Jemaah Islamiah”.&lt;span class="fullpost"&gt; ABC News mengkaitkan dengan al Qaida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis yang diklaim sebagai pakar yang selama ini dikenal miring terhadap kelompok Islam seperti Rohan Gunaratna Direktur International Center for Political Violence and Terrorism Research (ICPVTR) di Nanyang Technological University Singapura langsung menuduh kelompok Islam. Menurut Gunaratna, pengeboman di Indonesia tidak akan berhenti sampai “pemimpin spiritual” JI, Abu Bakar Ba’asyir ditangkap dan dipenjara. Tudingan yang sama disuarakan Sidney Jones dari ICG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ormas , partai dan gerakan Islam sendiri telah mewanti-wanti agar tidak buru-buru menuding tanpa bukti. Apalagi mengkaitkan dengan Islam. Beberapa diantaranya menyatakan ketidaksetujuannya. Hizbut Tahrir Indonesia dalam presrilisnya menyatakan mengutuk pelaku peledakan bom itu sebagai tindakan dzalim luar biasa. Syariat Islam dengan tegas melarang siapapun dengan motif apapun membunuh orang tanpa haq, merusak milik pribadi dan fasilitas milik umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu bom selalu diikuti oleh bola liar yang nyata-nyata tidak ada hubungan sama sekali. Seperti pengkaitan terorisme dengan perjuangan syariah dan khilafah dengan menganggapnya sebagai ideologi kekerasan.Semata-mata karena yang dituduh sebagai pelaku pemboman juga mencita-citakan hal yang sama. Untuk menimbulkan opini ummat Islam yang memperjuangkan syariah dan khilafah adalah teroris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal perjuangan syariah Islam dan Khilafah seperti yang dicontohkan oleh Rosulullah saw bukanlah dengan jalan kekerasaan. Hizbut Tahrir sendiri konsisten dengan jalan (thoriqoh) ini. Sebab,tegaknya syariah Islam dan Khilafah haruslah didasarkan kepada kesadaran masyarakat dan dukungan ahlul quwwah (yang memiliki kekuatan politik). Tindakan bom tentu tidak ada hubungan dengan dua hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariah Islam sendiri diturunkan Allah SWT sebagai rahmatan lil ‘alamin. Karena itu siapapun yang melaksanakan syariah Islam pastilah akan memberikan kebaikan pada manusia bukan hanya muslim tapi juga non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu terorisme juga digunakan untuk mendistorsi makna jihad dalam pengertian perang. Seakan-akan jihad adalah kejahatan. Padahal sangat jelas dalam Islam, secara syar’i jihad adalah perang dijalan Allah SWT untuk meninggikan kalimah-Nya. Jihad bukanlah kejahatan tapi kewajiban yang mulia. Tentu amal jihad harus mengikuti syarat, rukun, serta ketentuan-ketentuan syariah . Jihad antara lain dilakukan dalam rangka mempertahankan diri dari serangan musuh-musuh Islam yang membunuh kaum muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu apa yang dilakukan oleh para mujahidin di Afghanistan, Irak, Palestina untuk mengusir dan membunuh tentara-tentara musuh bukanlah tindakan terorisme atau aksi bunuh diri. Tapi kewajiban mulia untuk mengusir penjajah. Adalah sikap sebagai tertuduh yang lemah dan lancang terhadap syariah Allah SWT kalau ada yang mendistorsi makna jihad hanya dari segi bahasa dalam pengertian bersungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghilangkan jihad dalam makna syar’inya yaitu perang adalah upaya penjajah untuk mematikan semangat perlawanan kaum muslimin di seluruh dunia. Karena negara-negara imperialis tahu persis selama kewajiban jihad masih dilakukan oleh kaum muslim, mereka akan mengalami kesulitan untuk melakukan penjajahan. Seperti yang mereka alami di Afghanistan, Irak dan Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bola liar lain adalah menggelindingkan isu Islam moderat . Isu-isu yang hanya menguntungkan pihak musuh. Meskipun awalnya dikaitkan dengan isu terorisme, moderat yang mereka maksud adalah sikap menerima perlakuan penjajah dengan mendistorsi makna jihad dalam pengertian perang. Moderat juga sikap terbuka terhadap nilai-nilai Barat padahal bertentangan dengan Islam seperti liberalisme, sekulerisme, dan pluralism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderat juga berarti rela berhubungan dengan negara-negara imperalis meskipun telah merampok kekayaan alam dan umat Islam dengan alasan sikap insklusif (terbuka). Termasuk dengan keji mengubah dalil-dalil qot’I di dalam Al Qur’an dengan membangun opini bahwa ciri-ciri Islam moderat adalah siap untuk mengubah ayat-ayat Al Qur’an sesuai dengan pradigma nilai kufur seperti sekulerisme dan liberalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jangan dilupakan selama ini tindakan yang diklaim terorisme masih diliputi oleh misteri. Serangan WTC yang dijadikan Bush alasan Perang Melawan Terorisme hingga saat ini masih dipertanyakan siapa sebenarnya pelakunya. CIA dan badan intelijen lainnya telah diketahui umum terlibat dalam berbagai konspirasi melakukan interfensi untuk menghancurkan sebuah negara seperti di Iran, Honduras, dan Irak. Dokumen keterlibatan CIA dalam berbagai insiden politik di Indonesia seperti peristiwa September tahun 1965 juga telah banyak terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya adalah sangat memungkinkan berbagai terror bom di Indonesia ditunggangi oleh kepentingan negara Imperialis. Tentu saja itu bisa dilakukan secara langsung ataupun tidak. Apalagi kalau dilihat dari siapa yang paling diuntungkan dalam ledakan bom ini, jelas adalah Amerika Serikat dan sekutunya. Ledakan bom yang terjadi di Indonesia justru dijadikan AS dan sekutunya sebagai alat untuk mengintervensi atas nama kerjasama perang melawan terorisme. [opini/syabab.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-548384932488601727?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/548384932488601727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/bola-liar-bom-marriot-calton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/548384932488601727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/548384932488601727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/bola-liar-bom-marriot-calton.html' title='Bola Liar Bom Marriot-Calton'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBflTTkyNI/AAAAAAAAAM0/2t26OHniG1Y/s72-c/bom-ritz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-8200097414371392515</id><published>2009-07-29T07:34:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T07:38:53.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Ribuan Orang Hadiri Konferensi Khilafah di London, Sampaikan Pesan Islam untuk Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBevwgb77I/AAAAAAAAAMs/4afCDdjF-7c/s1600-h/htb-live03.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBevwgb77I/AAAAAAAAAMs/4afCDdjF-7c/s200/htb-live03.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363891330766073778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syabab.Com - Ribuan orang menghadiri Konferensi Nasional Hizbut Tahrir Inggris, "Perjuangan untuk Islam dan Seruan untuk Khilafah", di London, Ahad, 26/07/09. Di tengah-tengah kampanye barat untuk mencegah seruan penerapan syariah dan khilafah, kaum Muslim di Inggris berbicara untuk menyampaikan pesan-pesan kepada dunia, baik Muslim maupun non-Muslim. Mereka juga menawarkan solusi Islam dalam segala aspek kehidupan yang diterapkan oleh Khilafah sebagai alternatif kapitalisme yang kini telah gagal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi dibuka oleh Dr. Abdul Wahid, Ketua Komite Eksekutif Hizbut Tahrir Inggris, yang berbicara tentang peningkatan propaganda anti-Islam di Barat dan dunia. Menurutnya, dengan penggunaan isu terorisme dan ekstrimisme pemerintah Barat telah memulai sebuah kampanye untuk mencegah dunia Muslim mendirikan pemerintah Islam, yakni Khilafah, yang akan membebaskan dunia Muslim dari teror dan hegemoni Barat. Seriap hari, umat Islam terkena penghinaan dan serangan di media dalam masalah aqidah, hijab, syariah dan Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  berpendapat bahwa pada saat kritis ini, kaum Muslim perlu memegang pada nilai-nilai Islam hidup di Barat, dan menolak segala upaya reformasi Islam, serta mendukung seruan penegakkan Khilafah Islamiyyah di dunia Muslim, untuk mengakhiri dekade penindasan, kolonialisasi dan jajahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Abdul WahidSerangkaian presentasi kemudian diberikan, bagaimana Islam memberikan sistem alternatif bagi kapitalisme yang sekarang tengah rusak di dunia Muslim. Sajjad Khan menjabarkan mengenai bagaimana sistem pemerintahan dalam Islam yang benar-benar merupakan sistem yang akuntabel. Sistem tersebut tidak dapat dimanipulasi oleh lobi-lobi kekayaan dan kekuasaan seperti yang terlihat dalam sistem demokrasi barat.Taji Mustafa menyampaikan pesan bagi para pemuda Muslim agar bangkit dan berpegang pada Islam. Tampil juga, perwakilan dari Hizbut Tahrir Belanda, Okay Pala, yang menyampaikan pesan Islam dari negeri Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlawanan dengan Presiden Sarkozy yang telah menyerang perempuan yang memakai niqab dan kesyahidan Muslimah Marwa Sheerbani yang ditembak di Jerman, Dr. Nazreen Nawaz memberi gambaran kuat bagaimana Islam memberikan hak-hak perempuan, tanggung jawab dan kehormatan. Sementara alasan barat pada kebebasan wanita tidak lebih hanya tirai asap untuk menundukkan wanita terhadap keinginan laki-laki dan "pasar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Jamal Harwood, seorang pakar Islam di bidang ekonomi dan editor sebuah laporan yang berjudul "Krisis Keuangan Global dan Alternatif Islam", memberikan solusi pada sejumlah persoalan ekonomi yang melanda dunia Muslim termasuk kemiskinan, bebas bunga bank, industrialisasi dan peran serta masyarakat dan swasta dalam sistem ekonomi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal dunia Islam, para peserta konferensi diingatkan oleh Syeikh Issam Ameerah dari Al-Quds, bahwa tanpa kepRibuan Muslim London padati aula Konferensi Khilafahemimpinan yang kuat, yakni Khilafah, tanah Palestina tidak bisa dibebaskan. Sedangkan, Atif Salahuddin menjelaskan bahwa akar penyebab terorisme di Pakistan adalah keberadaan Amerika Serikat di wilayah itu. Selama Karzai dan Zardari melanjutkan perbudakan mereka untuk tujuan-tujuan AS di wilayah kedua negara itu maka akan terjadi terus kekacauan dan ketidakstabilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan Khilafah Meningkat, Barat Gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkembangnya seruan untuk Khilafah di dunia Muslim telah menyebabkan meningkatnya kegelisahan di kota-kota Barat. Untuk menggagalkan seruan ini, Barat mendukung para penguasa boneka untuk melakukan semua hal dalam menghentikan pekerjaan politik Hizbut Tahrir. Namun, seperti yang diungkapkan dalam situs mereka, walaupun berbagai penyiksaan dan teror kepada para anggota Hizbut Tahrir, usaha hizb terus tumbuh dan seruan untuk Khilafah itu kini  diemban oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi ini juga menyoroti bagaimana cara mendirikan kembali Khilafah yang didasarkan pada kehidupan Nabi Muhammad Saw., yang sangat jelas bersifat intelektual dan politis, tanpa menggunakan kekerasan utuk membawa perubahan. Hizbut Tahrir, melanjutkan metode ini, selama lebih dari 50 tahun menyeru kaum Muslim di seluruh dunia menuju jalan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir konferensi, disimpulkan, peran penting masyarakat Muslim di Barat untuk berjuang pada metode Rasulullah tersebut dan mendukung seruan penegakkan Khilafah di dunia Muslim serta membawa pesan Islam yang lebih luas kepada masyarakat non-Muslim. Beberapa media interasional ikut serta dalam konferensi ini. Bahkan, konferensi ini disiarkan secara langsung ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Khilafah di London ini merupakan bagian dari serangkaian Konferensi yang digelar oleh Hizbut Tahrir, mulai dari Libanon, Kuwait, Gaza, Sudan, Tanzania, Turki, Pakistan, Bangladesh, Amerika Serikat dan Australia. Termasuk mu'tamar ulama di Indonesia yang telah mengumpulkan ribuan ulama terkemuka, baik nasional maupun mancanegara untuk mendukung pembentukan kembali Khilafah yang diserukan oleh Amir Hizbut Tahrir, Syeikh Ata Abu Rusytah. Beberapa konferensi khilafah lainnya menyusul, seperti di Birmingham, Inggris dan juga di Kanada. [z/mh/f/htb/syabab.com]&lt;br /&gt;www.syabab.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-8200097414371392515?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/8200097414371392515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/ribuan-orang-hadiri-konferensi-khilafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8200097414371392515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8200097414371392515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/ribuan-orang-hadiri-konferensi-khilafah.html' title='Ribuan Orang Hadiri Konferensi Khilafah di London, Sampaikan Pesan Islam untuk Dunia'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SnBevwgb77I/AAAAAAAAAMs/4afCDdjF-7c/s72-c/htb-live03.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-8663929947610767929</id><published>2009-07-27T22:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T22:20:16.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>7.000 Ulama Dukung Syariah dan Khilafah...!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sm6KBwPTmUI/AAAAAAAAAMk/LIYWyjnn2eQ/s1600-h/muktamar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sm6KBwPTmUI/AAAAAAAAAMk/LIYWyjnn2eQ/s200/muktamar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363375968978442562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta—Sekitar 7.000 ulama dari berbagai pelosok Indonesia mendukung upaya penegakan dan syariah. Dukungan itu disampaikan dalam Muktamar Ulama Nasional yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta (21/7).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gema takbir membahana begitu perwakilan para ulama yang mewakili beberapa daerah menorehkan tanda tangannya di sebuah piagam yang ditulis dalam empat bahasa (Indonesia, Inggris, Arab, dan Turki). Piagam itu berisikan tekad para ulama untuk memperjuangkan kembali tegaknya syariah dan khilafah sebagai kewajiban bagi setiap Muslim. Dalam rangka itu para ulama akan berusaha mendekati para pemilik kekuatan di negeri-negeri Muslim memberikan dukungan (nushrah) kepada para pejuang penegak Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amir Hizbut Tahrir al-‘Alim Atha’ Abu Rasytah dalam sambutan pembukanya melalui audio mengatakan ulama adalah pewaris para nabi sehingga masa depan apa yang ditinggalkan oleh Nabi SAW tergantung pada ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Atha’ mengingatkan kembali, kejayaan Islam di masa Khilafah merupakan fakta yang tidak bisa dibantah. Sementara kondisi kaum Muslim saat ini terpuruk, tertinggal di segala bidang, dan kehilangan kemuliaan. “Sesungguhnya tegaknya Khilafah bukan sekadar persoalan utama yang hanya menjamin kemuliaan kaum Muslim dan rahasia kekuatannya saja. Tetapi ia juga merupakan yang pertama dan terakhir dari berbagai kewajiban yang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sebagai kewajiban utama tentu siapa saja yang menunaikannya akan mendapatkan pahala yang amat besar dan bisa meraih kedudukan mulia. Karenanya, Syeikh Atha’ menyeru: “Sungguh, kami sangat ingin saudara semuanya ikut berpartisipasi bersama kami untuk meraih kemuliaan yang agung ini, dengan berjuang untuk menegakkan Khilafah,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berharap muktamar ini menjadi fajar Khilafah sehingga seluruh dunia diterangi oleh kemuliaan dan kekuatan kaum Muslim. Umat Islam juga kembali lagi menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia. ”Dan negara mereka menjadi negara nomor satu lagi di dunia, yang membawa kebaikan dan berkah, hukum dan keadilan, industri dan ilmu pengetahuan, serta stabilitas dan keamanan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa ulama dari luar negeri ikut andil menyampaikan pandangannya dalam muktamar ini. Mereka berasal dari Sudan, Yaman, Palestina, Syam, Lebanon, Pakistan, India, Bangladesh, Asia Tengah, Turkistan Timur, dan Turkin. Mereka mengungkap kondisi negeri mereka dan solusi untuk mengatasi persoalan tersebut. Mereka menyatakan tidak ada lain solusi kecuali kembali kepada syariah Islam dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Mereka menyerukan persatuan umat dan langkah bersama mewujudkan tegaknya kembali Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia M Ismail Yusanto mengatakan perkara utama umat Islam sekarang adalah tegaknya Khilafah, yang akan menyatukan kaum Muslim dalam satu negara di bawah bendera Khalifah yang satu. Yang akan menerapkan hukum-hukum Allah di dalam negeri, dan yang akan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia; agar dunia keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang benerang. “Perkara utama ini harus dijadikan perkara yang taruhan untuk mewujudkannya adalah hidup dan mati,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, yang membuat berbagai umat mengalami perbedaan satu sama lain adalah akidah dan pemikirannya tentang kehidupan. Karenanya, umat harus menentukan UUD-nya, peraturan, metode, dan tujuan hidupnya. Sementara pemikiran-pemikiran ini, di sisi umat yang manapun terwujud pada para ulamanya, pemikirnya, intelektualnya, dan hakimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu, umat Islam harus mewujudkan hal itu pertama kali pada ahli fiqihnya dan para ulamanya yang sesungguhnya. Mereka adalah para mujtahid umat dan pemikir umat. Mereka adalah para ulama yang mengerti hukum dan sistem yang disyariatkan Allah. Mereka adalah para ulama Islam yang akan menentukan metode dan tujuan hidup,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian mengingatkan kembali peran ulama sebagai pewaris para nabi. Ia mengajak para ulama melakukan aktivitas yang serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan Khilafah. ”Mari bekerja sama dengan kami dalam mewujudkan perkara yang besar ini,” ajaknya. (MJ)&lt;br /&gt;sumber www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-8663929947610767929?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/8663929947610767929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/7000-ulama-dukung-syariah-dan-khilafah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8663929947610767929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/8663929947610767929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/7000-ulama-dukung-syariah-dan-khilafah.html' title='7.000 Ulama Dukung Syariah dan Khilafah...!!!'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sm6KBwPTmUI/AAAAAAAAAMk/LIYWyjnn2eQ/s72-c/muktamar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7154640787174929977</id><published>2009-07-18T07:27:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T07:31:00.008-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Press Releases'/><title type='text'>Hizbut Tahrir Indonesia Kecam Pelaku Peledakan Bom JW Marriot dan Ritz Carlton</title><content type='html'>Sebagaimana telah diberitakan secara meluas bahwa pada Jumat 17 Juli 2009 sekitar jam 7 pagi telah terjadi ledakan bom di Hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton, Jakarta. Ledakan dahsyat di kedua hotel itu diberitakan telah mengakibatkan 9 orang meninggal dunia dan lebih dari 50 orang luka-luka. Berkenaan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengutuk pelaku peledakan bom itu sebagai tindakan dzalim luar biasa. Syariat Islam dengan tegas melarang siapapun dengan motif apapun membunuh orang tanpa haq, merusak milik pribadi dan fasilitas milik umum, apalagi bila tindakan itu menimbulkan korban dan ketakutan yang meluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyerukan kepada semua pihak, khususnya kepolisian dan media massa, untuk bersikap hati-hati menanggapi spekulasi yang mengaitkan bom JW Marriot dan Ritz Carlton ini dengan kelompok, gerakan atau organisasi Islam. Dari sekian kemungkinan, bisa saja peledakan bom itu sengaja dilakukan oleh orang atau kelompok tertentu untuk mengacaukan situasi keamanan di masyarakat dan negara ini demi kepentingan politik mereka sambil mendiskreditkan organisasi Islam dan melakukan rekayasa sistematis serta provokasi keji untuk terus menyudutkan Indonesia sebagai sarang terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku peledakan dan mengungkap motif dibalik tindakan itu. Hanya dengan cara ini saja segala macam spekulasi yang bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat bisa dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 17 Juli 2009/24 Rajab 1409 H&lt;br /&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;br /&gt;Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7154640787174929977?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7154640787174929977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/hizbut-tahrir-indonesia-kecam-pelaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7154640787174929977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7154640787174929977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/hizbut-tahrir-indonesia-kecam-pelaku.html' title='Hizbut Tahrir Indonesia Kecam Pelaku Peledakan Bom JW Marriot dan Ritz Carlton'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-5052699951003336928</id><published>2009-07-15T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T05:37:35.496-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>‘Perang Salib’ Cina terhadap Muslim di Xinjiang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3NXJpnPQI/AAAAAAAAAL8/FSn6bjS07hk/s1600-h/muslim-uighur.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3NXJpnPQI/AAAAAAAAAL8/FSn6bjS07hk/s200/muslim-uighur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358664929251900674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan terakhir di Xinjiang lebih 150 warga tewas dan 1434 dipenjara, artikel ini akan mengupas bagaimana Islam memasuki Cina dan penindasan terhadap muslim oleh rezim pemerintahan Cina. Artikel ini merupakan kompilasi dari publikasi sebelumnya di majalah Khilafah di bulan Maret 1997.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejarah Muslim&lt;br /&gt;Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan menjadi rahmat bagi seluruh alam [Al-Anbiyaa, 21:107]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risalah yang diemban Nabi Muhammad akan mendominasi dunia. Sesuai dengan visi ini para Sahabah yang meneruskan garis perjuangan Nabi berupaya untuk memperluas tapal batas wilayah Negara Islam semakin jauh ke depan. Dengan pandangan untuk mencapai tujuan yang mulia untuk menaungi dunia dengan risalah yang suci, Khalifah Uthman ibn Affan memulai kontak dengan Cina. Setelah menundukkan Romawi dan Persia, Khalifah Uthman bin Affan mengirim delegasi yang dipimpinm Sa’ad ibn Abi Waqqas ra (paman Nabi Saaw) ke Cina pada tahun 29 H (651 M). Misi delegasi ini adalah mengundang kaisar Cina untuk memeluk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid pertama di Cina dan Pendatang Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Delegasi muslim lalu membangun Masjid di kota Kanton. Masjid ini dikenal hingga hari ini sebagai ‘Masjid Memorial’. Ada beberapa laporang yang mengatakan bahwa Sa’ad juga dikubur di Cina. Selama bertahun-tahun aktifitas perdagangan di Cina, membawa pendatang muslim yang berprofesi sebagai pedagang dan pelaut. Daerah dimana para pendatang muslim tersebut bermukin dikenal sebagai pelabuhan Chen Aan pada masa Dinasti Tang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini mulai tumbuh benih kebencian terhadap muslim di Cina. Akan tetapi keberadaan Khilafah, memelihara berkobarnya semangat jihad di antara umat. Maka tidak ada satupun penindasan yang dibiarkan begitu saja kecuali dengan jihad fii sabilillah. Salah satu perang yang berkobar di perbatasan Cina terjadi di tahun 1334H, dimana Ziyad memimpin pasukan jihad. Meski berjumlah lebih sedikit, dengan bantuan Allah SWT, pasukan muslim berhasil menggempur Cina dengan telak. Setelah itu, Muslim pun dihormati sebagai kekuatan yang diperhitungkan hingga mampu mengontrol sebagian besar Asia Tengah. Di tahun 138H, Khalifah Mansur juga mengirim ke sana tidak kurang dari 4000 pasukan muslim bersenjata lengkap sebagai simbol kekuatan adidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara Rahmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan demi kemenangan ini membuka pintu Cina bagi muslim untuk menyebarkan keindahan dan kebenaran Islam. Dengan demikian kemenangan itu pun terkonsolidasi dengan mengikut metoda Islam. Muslim yang berpindah dan bermukim di Cina juga menikahi gadis Cina. Pendatang muslim generasi awal ini pun juga mendirikan mesjid, sekolah, dan madrasah. Di perkotaan, para ulama mendominasi. Madrasah menjadi tempat menimba ilmu bagi banyak pelajar. Pelajar pun datang dari berbagai wilayah termasuk Rusia dan India, sehingga benar-benar menjadi arti harfiah dari ungkapan ‘Belajarlah hingga ke Cina.” Di tahun 1790an, menurut tradisi, ada sekitar 30 ribu pelajar muslim. Kota Bukhara yang saat itu masih merupakan bagian dari Cina, menjadi terkenal dengan julukan sebagai ‘Pilar Islam.’ Di kota inilah, Imam Bukhari lahir dan dikenal sebagai ahli hadits atau Muhaditsiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad menghadapi Ancaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendatang muslim generasi awal di Cina mengalami berbagai kesulitan dan penindasan. Pemerintah Dinasti Manchu (1644-1911) adalah rezim terburuk dan terbrutal yang pernah mempersulit kehidupan umat Islam. Tidak kurang dari 5 kali peperangan dikobarkan Dinasti Manchu terhadap muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Perang Lanchu 1820-28&lt;br /&gt;(2) Perang Che Kanio 1830&lt;br /&gt;(3) Perang Sinkiang 1847&lt;br /&gt;(4) Perang Yunan 1857&lt;br /&gt;(5) Perang Shansi 1861&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ini adalah masa kebencian Manchu terhadap Islam dan Muslim. Pada zamannya, Muslim dibantai dan Masjid diratakan dengan tanah. Saat itu kaum muslimin masih dipimpin oleh umat yang tidak diam begitu saja tapi mengobarkan jihad terhadap ancaman brutal seperti itu. Salah satu komandan militer umat Islam Yaqoob Beg (1820-77) membebaskan Turkestan dan memerintah dengan aturan Islam di sana. Khalifah yang berkuasa masa itu juga mengakui perjuangan Beg sebagai perjuangan Islam dan gembira dengan berita kemenangannya. Di masa kekuasaannya Beg juga berhasil menghapus tindak kejahatan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat Rusia dan Inggris sangat khawatir terhadap naik daunnya kekuatan Islam dan mengatakan bahwa kekuatan Islam yang muncul di Asia Tengah, meliputi propinsi-propinsi Yunan, Szechawan, Shensi dan Kansu. Salah satu pejabat Inggris berkata,” Di hadapan kita saat ini ditengah-tengah wilayah yang jauh dari mana-mana nampak tanda-tanda akan adanya kebangkitan besar umat Islam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permusuhan Cina terhadap Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Komunis menguasai wilayah muslim Turkistan Timur (yang oleh kaum komunis dinamai XingXang atau ‘Wilayah Baru’) di tahun 1949, nampaknya terjadi pemutusan komunikasi total sehingga tidak diketahui berita apa saja yang terjadi di sana. Ada dugaan terjadi pembersihan massal ala Stalin di Rusia, namun apa persisnya tidak diketahui pasti. Kunjungan terakhir oleh koresponden majalah Khilafah ke Beijing di tahun 1992 melaporkan adanya penindasan terhadap umat Islam di sana. Saat itu terjadi ketegangan sesama penduduk Turkistan Timur di Beijing. Di sekitar Beijing ada daerah yang sering dikunjungi oleh pedagang Turkistan, yang sebagian besar adalah pedagang sutra, yang dikenal sebagai Kanjacou. Kebencian mereka terhadap petugas pemerintah Cina yang sedang lalu lalang pun nampak, dimana terungkap dengan kata-kata “Kafir, Kafir! Jihad, Jihad!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelidikan yang semakin dalam menunjukkan mimpi buruk yang sedang dialami kaum muslim di Turkistan Timur. Seseorang diburu polisi karena ‘kejahatannya’ mengajarkan Qur’an ke anak-anak. Sering juga terjadi razia terhadap umat Islam di Beijing. Hal ini terjadi di Beijing, entah di tempat lain, apalagi di Turkistan Timur yang sangat tidak bisa dibayangkan. Penindasan terhadap umat Islam di sana nampaknya memiliki satu tujuan: menghapus identitas Islam dari umat muslim.&lt;br /&gt;Tidak lama setelah komunis mengambil alih kekuasaan di tahun 1949, pemerintah Mao membagi umat Islam ke dalam identitas suku bangsa, sehingga umat dipecah menurut ras mereka, dan bukan lagi oleh kesamaan aqidah, yaitu ‘identitas keislamannya’. Menurut statistik kependudukan di tahun 1936, pemerintahan Kuomintang Republik Cina saat itu memperkirakan jumlah warga muslim sebesar 48.104.240 orang. Sejak diberlakukannya kebijakan Mao, angka tersebut menurun menjadi 10 juta warga saja. Tidak ada penjelasan resmi, kemana hilangnya 38 juta nyawa. Pembersihan massal seperti ini sangat luarbiasa dan membuat apa yang terjadi di Tibet tidak ada apa-apanya. Padahal Barat begitu getolnya membela hak asasi pendeta dan dalai lama Tibet akibat pendudukan Cina di sana dan juga peristiwa Tiannamen Square, tapi tidak pernah mengucurkan air mata untuk nasib umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping penghilangan secara fisik, Muslim juga sering dihujani dengan serangan yang mengancam identitas keislaman mereka. Masa Revolusi Budaya (1966-76) menunjukkan bagaimana brutalnya kebijakan dan sikap kaum Komunis. Ini terlihat dari poster yang terpampang di Beijing saat itu di tahun 1966, yang menyerukan penghapusan ritual Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim juga dilarang untuk mempelajari bahasa tulis semasa Revolusi Budaya tersebut. Bahasa tulis muslim di sana memiliki unsur huruf Arab dan dipengaruhi oleh Arab, Turki dan Farsi. Kebijakan ini sangat bahaya karena memisahkan muslim dari bahasa Arab, bahasa Qur’an dan Negara Islam. Taktik seperti ini memang sering dipraktikkan oleh musuh-musuh Islam termasuk Mustapha Kamal, seorang laki-laki yang menghapus Khilafah. Pada masa ini, kaum komunis menutup Masjid dan menyebarkan fitnah tentang Islam dan muslim .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini kita bisa lihat dari kerusuhan yang terjadi di Turkistan Timur, dimana perlawanan umat terhadap kaum komunis masih menyala. Komunis pun menyadari bahwa semangat kaum muslim tidak mudah dipatahkan, maka mereka pun mengambil kebijakan yang bertujuan untuk menekan Islam sebagai pandangan hidup dengan mendorong berdirinya organisasi dan institut islam yang tidak lain hanya sekedar boneka yang dikendalikan penguasa.  Kebijakan licik seperti ini juga dipakai oleh rezim yang berkuasa di Yordania, Sudan dan Kuwait dengan ‘membiarkan’ kaum ‘islamist’ untuk memasuki pemerintahan untuk meredam keinginan umat yang menuntut untuk menerapkan syariah secara total. Contoh di Cina nampak terlihat jelas dengan didirikannya Institut Teologi Islam dan Pusat Asosiasi Islam Cina, dimana keduanya menerima dana dan legitimasi dari pemerintah. Di samping melakukan aktifitas yang pro-kebijakan pemerintah Cina, mengorganisir Haji, para pekerja di kedua organisasi ini diseleksi dengan ketat sekali. Artinya, pemerintah Cina juga tidak ingin bahwa berita tentang penindasan terhadap umat Islam di sana tidak sampai terdengar oleh umat Islam di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak terjadinya Revolusi Budaya, properti Wakaf juga disita dan masjid diduduki paksa. Kampanye yang didukung pemerintah membidik sebagian pimpinan umat Islam sebagai tokoh ‘reaksioner’ dan ‘anti rakyat’. Kebijakan untuk membersihkan etnik (baca: muslim) pun masih berlansung. Etnik Han (mayoritas etnik di Cina, yang kafir) mulai banyak bertransmigrasi ke Turkestan Timur untuk memastikan adanya mayoritas non-muslim di sana. Pada tahun 1949 hanya ada 2-3% etnik Han di sana, namun kini mereka mencapai 38%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlawanan masih berlangsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ditindas oleh tirani pemerintah Cina, muslim di Turkestan Timur masih bertahan. Anak-anak muda mengenakan kalung berlogo bulan bintang, yang mirip dengan simbol yang digunakan Khilafah Uthmani di masa lalu. Mengenakan kalung ini bisa berakibat penjeblosan ke penjara. Di daerah Kajacou di Beijing, seorang muslim ditanya tentang anak-anaknya, yang ia jawab ada 6. Angka ini sangat tinggi karena hukum di Cina mengatakan bahwa muslim di Turkistan Timur hanya boleh punya anak 2 saja! Muslim juga bangga dengan semua hal Islami. Di Kanjacou, ketika mereka mendapat 1 kaset bacaan Quran, maka esoknya kaset itu sudah tersebar kopi-annya. Sikap seperti sempat menyulut demonstrasi masif di tahun 1953 yang memproklamirkan propinsi Islam yang merdeka di wilayah Cina tersebut. Tentu ini mengundang reaksi yang keras dari pemerintah Cina. Namun demikian, ini menunjukkan bahwa umat pun masih tidak menyerah begitu saja. Ikatan dan kecenderungan setiap muslim untuk menjadi bagian dari umat Islam dunia yang lebih besar merupakan bukti penolakan mereka terhadap sistem komunis dan juga menunjukkan bahwa penindasan apapun yang pemerintah Cina perlakukan terhadap mereka tidak akan menggoyahkan semangat juang. Sebagaimana pejabat Cina mengatakan,’ Seperti menikam mereka dengan pisau, mereka tidak akan pernah lupa dengan lukanya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga kita tidak akan boleh lupa dan biarkan mereka semua tahu bahwa Khalifah di masa yang tidak lama lagi, insya ALLAH, akan mengirim pasukan Mujahidin yang siap membela Islam tepat di halaman depan Cina itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Rusydan : http://www.khilafah.com/index.php/concepts/islamic-culture/6938-chinas-crusade-against-the-muslims-of-xinjiang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-5052699951003336928?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/5052699951003336928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/perang-salib-cina-terhadap-muslim-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5052699951003336928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5052699951003336928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/perang-salib-cina-terhadap-muslim-di.html' title='‘Perang Salib’ Cina terhadap Muslim di Xinjiang'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3NXJpnPQI/AAAAAAAAAL8/FSn6bjS07hk/s72-c/muslim-uighur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-6613563573063564376</id><published>2009-07-15T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-07-15T04:56:24.709-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Bungkamnya Penguasa Sekuler Negeri Islam terhadap Genosida China Terhadap Muslim Uighur Adalah Pengkhianatan Terhadap Umat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3Dbc7yzNI/AAAAAAAAAL0/dcujbKJv94A/s1600-h/xinjiang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3Dbc7yzNI/AAAAAAAAAL0/dcujbKJv94A/s200/xinjiang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358654008031628498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pembantaian missal (genosida) baru dilakukan oleh pihak berwenang China terhadap kaum Muslim Uighur di wilayah mereka sendiri yang diduduki China, yang dikenal sebagai Turkistan Timur. Sementara China menyebutnya dengan nama Xinjiang, yang berarti blok baru. Pembantaian itu mengakibatkan lebih dari seratus enam pulum Muslim meninggal. Sementara menurut warga Uighur akibat dari pembantaian itu hampir empat ratus Muslim meninggal, ratusan menderita luka-luka, dan ratusan lagi ditangkap.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah China tidak cukup hanya menduduki Turkistan Timur dan menggabungkannya menjadi bagian dari China, tetapi ia mengubah bentuk penjajahannya menjadi penjajahan kependudukan, di mana ia memindahkan sekitar delapan juta bangsa China dari keturunan Han yang merupakan suku terbesar ke Turkistan Timur. Selanjutnya mereka diberi jabatan tinggi dan kekuasaan penuh. Sementara penduduk asli dijadikan penduduk kelas dua yang dipekerjakan sebagai pegawai rendahan, dan pekerja kasar untuk memperoleh penghidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang melakukan kejahatan terhadap warga Uighur sekarang, bukan hanya pemerintah dan aparatnya yang bertindak represif, namun juga orang-orang China keturunan Han yang banyak melakukan berbagai bentuk permusuhan dan pelecehan terhadap penduduk asli. Di mana penduduk asli diperlakukan seperti suku Indian di Amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui gambar-gambar terakhir yang ditampilkan di televisi benar-benar memperlihatkan bahwa warga Han membawa tongkat dan senjata. Mereka mengusir kaum Muslim Uighur. Begitu juga tampak sekali kegembiraan mereka dan mereka bersorak-sorai ketika militer China melakukan pengepungan, penangkapan, dan penyiksaan terhadap warga Uighur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, kejadian serupa kita melihatnya di Palestina, di mana pasukan pendudukan dan penyiksaan warga Yahudi terhadap warga Palestina, membunuh, memblokade, merusak lingkungan, dan merampas tanah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dilakukan China di Turkistan Timur adalah sama persis dengan apa yang dilakukan (Israel) di Palestina: menduduki, membangun pemukiman, membunuh, menghancurkan, mengusir, dan memblokade. Musuhnya banyak, sedang yang dimusuhi satu, yaitu kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang menghantui diri sendiri sekarang adalah: Bagaimana kaum Muslim menghadapi berbagai kejahatan, penyiksaan, dan permusuhan yang dilakukan oleh bangsa China ini terhadap kaum Muslim? Pertama: Melakukan aktivitas bersama, yaitu kaum Muslim melakukan tekanan terhadap pemerintah negeri-negeri Islam untuk mengambil tindakan aktif terhadap China, seperti menghentikan impor dari China, serta memutuskan hubungan perdagangan, ekonomi, dan politik dengan China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, bahwa pemerintah tidak akan melakukannya, karena mereka adalah musuh dari bangsanya sendiri. Namun, tekanan ini akan menciptakan gerakan politik yang sangat membantu untuk mobilitas dalam menghilangkan ketidakadilan dari warga Uighur dengan cara apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Melakukan tindakan politik untuk menjatuhkan pemerintah sekuler yang hanya bungkam terhadap penderitaan umat Islam. Umat Islam harus bersatu menegakkan kembali Khilafah Islam yang akan membebaskan Turkistan Timur, dan menggabungkannya ke dalam Negara Islam yang wajib segera diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya reaksi dari pemerintah dunia Islam yang mandul dan lemah terhadap kejahatah dan kekejaman China adalah benar-benar menjadi bukti baru pengkhianatan pemerintah dan pengabaiannya terhadap hak-hak umat Islam. Sehingga ini menjadi pembenaran di samping pembenaran-pembenaran yang sudah ada untuk segera menggantikan pemerintah sekuler yang ada sekarang dengan Khilafah Islam. (Ahmad al-Khuthwani Sumber: www.al-aqsa.org, 10/7/2009)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-6613563573063564376?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/6613563573063564376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/bungkamnya-penguasa-sekuler-negeri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6613563573063564376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6613563573063564376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/bungkamnya-penguasa-sekuler-negeri.html' title='Bungkamnya Penguasa Sekuler Negeri Islam terhadap Genosida China Terhadap Muslim Uighur Adalah Pengkhianatan Terhadap Umat'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl3Dbc7yzNI/AAAAAAAAAL0/dcujbKJv94A/s72-c/xinjiang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-173190568193913800</id><published>2009-07-15T04:34:00.001-07:00</published><updated>2009-07-15T04:38:27.125-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>HTI Kutuk Kebiadaban Pemerintah Cina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl2_h03LkQI/AAAAAAAAALs/i7pjPfDH7jo/s1600-h/aksihticina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl2_h03LkQI/AAAAAAAAALs/i7pjPfDH7jo/s200/aksihticina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358649719487435010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta—Ratusan massa Hizbut Tahrir Indonesia mendatangi Kedubes Cina di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (14/7). Mereka mengecam tindakan pemerintah Cina yang membantai kaum Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, Cina.&lt;br /&gt;Mereka membawa sejumlah poster yang bertuliskan, ’Hanya Khilafah yang Mampu Memerangi Kebiadaban Pemerintah Cina’, ’Pemerintah Cina Diktator… ’Komunis Laknatullah…’, ’Pemerintah Cina Biadab… Terkutuk…’. Sepanjang aksi yang diikuti massa berpakaian hitam-hitam ini mereka meneriakkan yel-yel: Komunis, komunis… Hancurkan, hancurkan! Khilafah, Khilafah… Tegakkan, tegakkan!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakil Juru bicara HTI Farid Wadjdi dalam orasinya mengecam pemerintah Cina yang telah melakukan pembantaian secara sistematis terhadap kaum Muslim Uighur di Xinjiang. “Kami mengatakan bahwa ini genocide, karena data statistik Cina tahun 1936 menyebutkan ada 48 juta penduduk Muslim di Xinjiang. Namun sekarang jumlahnya hanya tinggal 10 juta saja. Kemana yang 38 juta itu?” pekiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun menuding pemerntah Cina melakukan penjajahan demografi dengan mengirim etnis Han, yang komunis itu, ke Xinjiang sehingga kaum Muslim Xinjiang menjadi minoritas. “Kami mendesak pemerintah Cina untuk menghentikan pembantaian ini. Kami pun mengecam pemerintah Indonesia yang mengatakan persoalan umat Islam di Cina bukan persoalan Indonesia dan tidak perlu campur tangan di sana!” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kaum Muslim yang dibantai di Palestina, Irak, dan tempat lainnya, menurut HTI, seharusnya, pemerintah Indonesia juga hirau terhadap masalah ini. Bagi umat Islam, persoalan ini adalah persoalan agama karena umat Islam adalah satu tubuh. Kalau umat Islam di Xianjiang dibunuh , berarti menyakiti seluruh umat Islam, termasuk yang ada di Indonesia. “Karena ini kami menuntut pemerintah Indonesia untuk menghentikan kerja sama, ekonomi, politik, maupun militer terhadap Cina karena Cina merupakan negara penjajah yang telah menjajah umat Islam di Xinjiang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTI mendesak pemerintah Cina untuk menghentikan pembantaian ini dan membiarkan kaum Muslim Uighur merdeka. Karena sesungguhnya wilayah Xinjiang adalah wilayah umat Islam. Secara etnis, budaya, agama sangat berbeda dengan Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Xianjiang adalah tanah kharajiah umat Islam sejak masa Khilafah Utsman bin Affan pada tahun 29 H (651 M). Jadi sebenarnya apa yang dilakukan Cina di Xinjiang adalah penjajahan. Sebagaimana yang dilakukan Belanda dulu di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dilansir sejumlah media massa, sampai saat ini Kaum Muslim etnik Uighur, penduduk asli Cina Selatan, Xinjiang, terus terancam. Terutama setelah aparat keamanan Cina membantai mereka dalam aksi protes terhadap kebijakan pemerintah Cina yang diskriminatif pada (5/7) lalu. Dalam insiden tersebut 156 Muslim Uighur tewas, 1434 ditahan dan lebih dari seribu orang lainnya terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini giliran ribuan etnis Han, yang sengaja dimukimkan pemerintah Cina wilayah Xinjiang, turun ke jalan-jalan di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang, guna memburu warga Muslim yang tidak berdaya. Bersenjatakan pentungan dan dan lainnya, etnis Han memburu Uighur. Warga Muslim yang tidak bisa menyelamatkan diri babak belur hingga sekarat, menjadi bulan-bulanan etnis Han. Menurut saksi mata, tak satu pun etnis Han yang melakukan serangan itu ditahan polisi. Padahal ketika Khilafah masih tegak, tidak dibiarkan satupun penindasan dibiarkan di sana. Non Muslim di sana menjadi ahlul dzimah, non Muslim yang dilindungi Khilafah,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1334 H pemerintah Cina pernah mencoba mengusik ke damaian di sana. Khalifah menyambutnya dengan jihad fisabilillah. Meski berjumlah lebih sedikit, dengan bantuan Allah SWT, pasukan Muslim berhasil memukul mundur pasukan Cina. Setelah itu, umat Muslim sangat disegani sebagai kekuatan yang diperhitungkan hingga mampu mengontrol sebagian besar Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi keadaan itu berubah sejak Khilafah Utsmani runtuh pada 1924 M. 25 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1949, akhirnya pemerintah Komunis Cina akhirnya dapat menganeksasi Xinjiang. Setiap Muslim bisa diburu kapan saja oleh polisi karena ‘kejahatannya’ mengajarkan Alquran kepada anak-anak. Penindasan terhadap umat Islam di sana memiliki satu tujuan, menghapus identitas Islam dari umat Muslim. (muji)&lt;br /&gt;www.eramuslim.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-173190568193913800?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/173190568193913800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/hti-kutuk-kebiadaban-pemerintah-cina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/173190568193913800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/173190568193913800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/hti-kutuk-kebiadaban-pemerintah-cina.html' title='HTI Kutuk Kebiadaban Pemerintah Cina'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sl2_h03LkQI/AAAAAAAAALs/i7pjPfDH7jo/s72-c/aksihticina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3077716573007621317</id><published>2009-07-14T04:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T04:59:40.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Urutan Lengkap Khalifah dalam Lintasan Sejarah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Slxya2kAuoI/AAAAAAAAALk/tWYLnLvsnCI/s1600-h/sejarah_khalifah-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Slxya2kAuoI/AAAAAAAAALk/tWYLnLvsnCI/s200/sejarah_khalifah-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358283462312770178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yang dibai'at dengan bai'at syar'iy untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Menegakkan syari'at Allah, dan berjihad bersama kaum muslimin melawan musuh-musuh Allah SWT. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya tidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak (jumlahnya)." para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi SAW menjawab, "Penuhilah bai'at yang pertama, dan yang pertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang mereka pimpin." (HR. Muslim).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin agar jangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin). Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaum muslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibat pada kematian. Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa mati dan dipundaknya tidak membai'at seorang imam (khalifah), maka matinya (seperti) mati (dalam keadaan) jahiliyyah."  Rasulullah SAW juga bersabda : "Jika kalian menyaksikan seorang khalifah, hendaklah kalian taat, walaupun (ia) memukul punggungmu. Sesungguhnya jika tidak ada khalifah, maka akan terjadi kekacauan." (HR. Thabrani). Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan (kepada kita) untuk taat kepada khalifah. Allah berfirman : "Hai orang-orang yang berfirman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu." (TQS. An-Nisa :59). &lt;br /&gt;Kaum muslimin telah menjaga wasiat Rasulullah SAW tersebut sepanjang 13 abad. Selama interval waktu itu, kaum muslimin tidak pernah menyaksikan suatu kehidupan tanpa dipimpin seorang khalifah yang mengatur urusan-urusan mereka. Ketika seorang khalifah meninggal atau diganti, ahlul halli wal 'aqdi segera mencari, memilih, dan menentukan pengganti khalifah terdahulu. Hal ini terus berlangsung pada masa-masa Islam saat itu. Setiap masa, kaum muslimin senantiasa menyaksikan bai'at kepada khalifah atas dasar taat. Ini dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga periode para Khalifah terakhir yaitu Dinasti Utsmaniyyah. &lt;br /&gt;Kaum muslimin mengetahui bahwa khalifah pertama dalam sejarah Islam adalah Abu Bakar ra, akan tetapi mayoritas kaum muslimin saat ini, tidak mengetaui bahwa Sultan 'Abdul Majid II adalah khalifah terakhir yang dimiliki oleh umat Islam, pada masa lenyapnya Daulah Khilafah Islamiyyah akibat ulah Musthafa Kamal yang menghancurkan sistem kilafah dan meruntuhkan Dinasti 'Utsmaniyyah. Fenomena ini terjadi pada tanggal 27 Rajab 1342 H bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924. &lt;br /&gt;Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah. Mereka (para khalifah) terdiri dari 5 orang khalifah dari khulafaur raasyidin, 14 khalifah dari dinasti Umayyah, 18 khalifah dari dinasti Abbasiyyah, diikuti dari Bani Buwaih 8 orang khalifah dan dari Bani Saljuk 11 orang khalifah. Dari sini pusat pemerintahan dipindahkan ke Kairo, yang dilanjutkan oleh 18 orang khalifah. Setelah itu khalifah berpindah kepada Bani Utsman. Dari Bani ini terdapat 30 orang khalifah. Umat masih mengetahui nama-nama para khulafaur rasyidin dibandingkan dengan yang lain. Walaupun mereka juga tidak lupa dengan Khalifah Umar bin Abd al-Aziz, Harun al-rasyid, Sultan Abdul Majid, serta khalifah-khalifah yang masyur dikenal dalam sejarah. &lt;br /&gt;Adapun nama-nama para khalifah pada masa khulafaur Rasyidin sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)&lt;br /&gt;2. Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)&lt;br /&gt;3. Utsman bin 'Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)&lt;br /&gt;4. Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)&lt;br /&gt;5. Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Mu'awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)&lt;br /&gt;2. Yazid bin Mu'awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)&lt;br /&gt;3. Mu'awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)&lt;br /&gt;4. Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)&lt;br /&gt;5. Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)&lt;br /&gt;6. Walid bin 'Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)&lt;br /&gt;7. Sulaiman bin 'Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)&lt;br /&gt;8. Umar bin 'Abdul 'Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)&lt;br /&gt;9. Yazid bin 'Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)&lt;br /&gt;10. Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)&lt;br /&gt;11. Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)&lt;br /&gt;12. Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)&lt;br /&gt;13. Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)&lt;br /&gt;14. Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Abbas dengan khalifah pertama al-Safaah. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut: &lt;br /&gt;I. Dari Bani 'Abbas &lt;br /&gt;1. Abul 'Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)&lt;br /&gt;2. Abu Ja'far al-Mansyur (tahun 137-159 H/754-775 M)&lt;br /&gt;3. Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)&lt;br /&gt;4. Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)&lt;br /&gt;5. Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)&lt;br /&gt;6. Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)&lt;br /&gt;7. Al-Ma'mun (tahun 198-217 H/813-833 M)&lt;br /&gt;8. Al-Mu'tashim Billah (tahun 218-228 H/833-842 M)&lt;br /&gt;9. Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)&lt;br /&gt;10. Al-Mutawakil 'Ala al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)&lt;br /&gt;11. Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)&lt;br /&gt;12. Al-Musta'in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)&lt;br /&gt;13. Al-Mu'taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)&lt;br /&gt;14. Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)&lt;br /&gt;15. Al-Mu'tamad 'Ala al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)&lt;br /&gt;16. Al-Mu'tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)&lt;br /&gt;17. Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)&lt;br /&gt;18. Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Dari Bani Buwaih &lt;br /&gt;19. Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)&lt;br /&gt;20. Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)&lt;br /&gt;21. Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)&lt;br /&gt;22. Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)&lt;br /&gt;23. Al-Muthi' Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)&lt;br /&gt;24. Al-Thai'i Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)&lt;br /&gt;25. Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)&lt;br /&gt;26. Al-Qa'im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Dari Bani Saljuk &lt;br /&gt;27. Al Mu'tadi Biamrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)&lt;br /&gt;28. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)&lt;br /&gt;29. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)&lt;br /&gt;30. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)&lt;br /&gt;31. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160)&lt;br /&gt;32.  Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)&lt;br /&gt;33.  Al Mustadhi'u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)&lt;br /&gt;34. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)&lt;br /&gt;35. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)&lt;br /&gt;36. Al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)&lt;br /&gt;37. Al Mu'tashim Billah ( tahun 640-656 H/1242-1258 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kaum muslimin hidup selama 3,5 tahun tanpa seorang khalifah pun. Ini terjadi karena serangan orang-orang Tartar ke negeri-negeri Islam dan pusat kekhalifahan di Baghdad. Namun demikian, kaum muslimin di Mesir, pada masa dinasti Mamaluk tidak tinggal diam, mereka berusaha mengembalikan kembali kekhilafahan. Kemudian mereka membai'at Al Muntashir dari Bani Abbas, putra Khalifah al-Abbas al-Dhahir Biamrillah dan saudara laki-laki khalifah Al Mustanshir Billah, paman dari khalifah Al Mu'tashim Billah. Pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Mesir. Khalifah yang diangkat dari mereka ada 18 orang yaitu :&lt;br /&gt;1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M&lt;br /&gt;2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)&lt;br /&gt;3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)&lt;br /&gt;4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)&lt;br /&gt;5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)&lt;br /&gt;6. Al Mu'tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)&lt;br /&gt;7. Al Mutawakkil 'Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)&lt;br /&gt;8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)&lt;br /&gt;9. Al Mu'tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)&lt;br /&gt;10. Al Mutawakkil 'Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)&lt;br /&gt;11. Al Musta'in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)&lt;br /&gt;12. Al Mu'tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)&lt;br /&gt;13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)&lt;br /&gt;14. Al Qa'im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)&lt;br /&gt;15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)&lt;br /&gt;16. Al Mutawakkil 'Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)&lt;br /&gt;17. Al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)&lt;br /&gt;18. Al Mutawakkil 'Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika daulah Islamiyah Bani Saljuk berakhir di Anatolia, kemudian muncul kekuasaan yang berasal dari Bani Utsman dengan pemimpinnya "Utsman bin Arthagherl sebagai khalifah pertama Bani Utsman, dan berakhir pada masa khalifah Bayazid II (918 H/1500 M) yang diganti oleh putranya Sultan Salim I. Kemuadian khalifah dinasti Abbasiyyah, yakni Al Mutawakkil ‘Alallah diganti oleh Sultan Salim. Ia berhasil menyelamatkan kunci-kunci al-Haramain al-Syarifah. Dari dinasti Utsmaniyah ini telah berkuasa sebanyah 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad keenam belas Masehi. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)&lt;br /&gt;2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)&lt;br /&gt;3. Salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)&lt;br /&gt;4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)&lt;br /&gt;5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)&lt;br /&gt;6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)&lt;br /&gt;7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)&lt;br /&gt;8. 'Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)&lt;br /&gt;9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)&lt;br /&gt;10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)&lt;br /&gt;11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)&lt;br /&gt;12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)&lt;br /&gt;13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)&lt;br /&gt;14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)&lt;br /&gt;15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)&lt;br /&gt;16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)&lt;br /&gt;17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)&lt;br /&gt;18. Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)&lt;br /&gt;19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)&lt;br /&gt;20. 'Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)&lt;br /&gt;21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)&lt;br /&gt;22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)&lt;br /&gt;23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)&lt;br /&gt;24. Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)&lt;br /&gt;25. Abdul 'Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)&lt;br /&gt;26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)&lt;br /&gt;27. Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)&lt;br /&gt;28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H/1909-1918 M)&lt;br /&gt;29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)&lt;br /&gt;30. Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terjadi dalam sejarah kaum muslimin, hilangnya kekhalifahan. Sayangnya, kaum muslimin saat ini tidak terpengaruh, bahkan tidak peduli dengan runtuhnya kekhilafahan. Padahal menjaga kekhilafahan tergolong kewajiban yang sangat penting. Dengan lenyapnya institusi kekhilafahan, mengakibatkan goncangnya dunia Islam, dan memicu instabilitas di seluruh negeri Islam. Namun sangat disayangkan, tidak ada (pengaruh) apapun dalam diri umat, kecuali sebagian kecil saja. &lt;br /&gt;Jika kaum muslimin pada saat terjadinya serangan pasukan Tartar ke negeri mereka, mereka sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa ada khalifah, maka umat Islam saat ini, telah hidup selama lebih dari 75 tahun tanpa keberadaan seorang khalifah. Seandainya negara-negara Barat tidak menjajah dunia Islam, dan seandainya tidak ada penguasa-penguasa muslim bayaran, seandainya tidak ada pengaruh tsaqofah, peradaban, dan berbagai persepsi kehidupan yang dipaksakan oleh Barat terhadap kaum muslimin, sungguh kembalinya kekhilafahan itu akan jauh lebih mudah. Akan tetapi kehendak Allah berlaku bagi ciptaanNya dan menetapkan umat ini hidup pada masa yang cukup lama. &lt;br /&gt;Umat Islam saat ini hendaknya mulai rindu dengan kehidupan mulia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Insya Allah Daulah Khilafah itu akan berdiri. Sebagaimana sabda Rasulullah "...kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi". Kami dalam hal ini tidak hanya yakin bahwa kekhilafahan akan tegak, lebih dari itu, kota Roma (sebagai pusat agama Nashrani) dapat ditaklukkan oleh kaum muslimin setelah dikalahkannya Konstantinopel yang sekarang menjadi Istambul. Begitu pula daratan Eropa, Amerika, dan Rusia akan dikalahkan. Kemudian Daulah Khilafah Islamiyah akan menguasai seluruh dunia setelah berdirinya pusat Daulah Khilafah. Sungguh hal ini dapat terwujud dengan izin Allah. Kita akan menyaksikannya dalam waktu yang sangat dekat. &lt;br /&gt;(http//www.cah-hamfara.co.cc)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3077716573007621317?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3077716573007621317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/urutan-lengkap-khalifah-dalam-lintasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3077716573007621317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3077716573007621317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/urutan-lengkap-khalifah-dalam-lintasan.html' title='Urutan Lengkap Khalifah dalam Lintasan Sejarah'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Slxya2kAuoI/AAAAAAAAALk/tWYLnLvsnCI/s72-c/sejarah_khalifah-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7894864986804627812</id><published>2009-07-14T04:26:00.001-07:00</published><updated>2009-07-14T05:01:27.909-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengenal Syekh Taqiyyuddin An-Nabhani ( Pendiri Hizbut Tahrir )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlxsfoBXJAI/AAAAAAAAALc/GEA1XGhskK4/s1600-h/Taqiuddin_Al_Nabhani.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlxsfoBXJAI/AAAAAAAAALc/GEA1XGhskK4/s200/Taqiuddin_Al_Nabhani.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358276947238921218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Muhammad Taqiyyuddin bin Ibrahim bin Musthafa bin Ismail bin Yusuf An Nabhani dilahirkan pada 1909 di daerah Ijzim. Namanya dinisbatkan kepada kabilah Bani Nabhan, yang termasuk orang Arab penghuni padang sahara di Palestina. Mereka bermukim di daerah Ijzim yang termasuk wilayah Haifa di Palestina Utara. Ia mendapat didikan ilmu dan agama di rumah dari ayahnya sendiri, seorang syekh yang faqih fid din. Ayahnya seorang pengajar ilmu-ilmu syari'ah di Kementerian Pendidikan Palestina. &lt;span class="fullpost"&gt;Ibunya juga menguasai beberapa cabang ilmu syari'ah, yang diperolehnya dari ayahnya, Syekh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An Nabhani. Ia adalah seorang qadi (hakim), penyair, sastrawan, dan salah seorang ulama terkemuka di daerah Turki Utsmani. Pertumbuhan Syekh Taqiyyuddin dalam suasana keagamaan yang kental seperti itu mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidupnya. Ia telah hafal Al Qur'an seluruhnya dalam usia yang amat muda, yaitu di bawah usia 13 tahun.&lt;br /&gt;Pendidikan&lt;br /&gt;Syekh Taqiyyuddin menerima pendidikan dasar-dasar ilmu syari'ah dari ayah dan kakeknya, yang telah mengajarkan hafalan Al Qur'an sehingga ia hafal Al Qur'an seluruhnya sebelum baligh. Di samping itu, ia juga mendapatkan pendidikannya di sekolah-sekolah negeri ketika ia bersekolah di sekolah dasar di daerah Ijzim. Kemudian ia berpindah ke sebuah sekolah di Akko untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah. Sebelum ia menamatkan sekolahnya di Akko, ia telah bertolak ke Kairo untuk meneruskan pendidikannya di Al Azhar, hasil dorongan kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani.&lt;br /&gt;Syekh Taqiyyuddin kemudian meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama ia meraih ijazah dengan predikat sangat cemerlang. Lalu ia melanjutkan studinya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al Azhar. Di samping itu ia banyak menghadiri halaqah-halaqah ilmiah di Al Azhar yang diikuti oleh syekh-syekh Al Azhar, semisal Syekh Muhammad Al Hidlir Husain --rahimahullah-- seperti yang pernah disarankan oleh kakeknya. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama Al Azhar memungkinkannya. Meskipun Syekh Taqiyyuddin menghimpun sistem Al Azhar lama dengan Darul Ulum, akan tetapi ia tetap menampakkan keunggulan dan keistimewaan dalam kesungguhan dan ketekunan belajar. &lt;br /&gt;Syekh Taqiyyuddin telah menarik perhatian kawan-kawan dan pensyarah-pensyarahnya karena kecermatannya dalam berpikir dan kuatnya pendapat seta hujjah yang dilontarkan dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah, yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga ilmu yang ada saat itu di Kairo dan di negeri-negeri Islam lainnya.&lt;br /&gt;Syekh Taqiyyuddin An Nabhani menamatkan kuliahnya di Darul Ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama beliau menamatkan pula kuliahnya di Al Azhar Asy Syarif menurut sistem lama, di mana para mahasiswanya dapat memilih beberapa syekh Al Azhar dan menghadiri halaqah-halaqah mereka mengenai bahasa Arab, dan ilmu-ilmu syari'ah seperti fiqih, ushul fiqih, hadits, tafsir, tauhid (ilmu kalam), dan yang sejenisnya.&lt;br /&gt;Dalam forum-forum halaqah ilmiyah tersebut, An Nabhani dikenal oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat terdekatnya dari kalangan Al Azhar, sebagai seseorang dengan pemikiran yang genius, pendapat yang kukuh, pemahaman dan pemikiran yang mendalam, serta berkemampuan tinggi untuk meyakinkan orang dalam perdebatan-perdebatan dan diskusi-diskusi fikriyah. Demikian juga ia sangat bersungguh-sungguh, tekun, dan bersemangat dalam memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syekh Taqiyyuddin An Nabhani kembali ke Palestina untuk kemudian bekerja di Kementerian Pendidikan Palestina sebagai seorang guru di sebuah sekolah menengah atas negeri di Haifa. Di samping itu ia juga mengajar di sebuah Madrasah Islamiyah di Haifa.&lt;br /&gt;Pada tahun 1940, ia diangkat sebagai Musyawir (Pembantu Qadi) dan ia terus memegang jabatan ini hingga tahun 1945, yakni saat ia dipindah ke Ramallah untuk menjadi qadi di Mahkamah Ramallah hingga tahun 1948. Setelah itu, ia keluar dari Ramallah menuju Syam sebagai akibat jatuhnya Palestina ke tangan Yahudi.&lt;br /&gt;Pada tahun 1948 itu pula, sahabatnya Al Ustadz Anwar Al Khatib mengirim surat kepadanya, yang isinya meminta agar ia kembali ke Palestina untuk diangkat sebagai qadi di Mahkamah Syar'iyah Al Quds. Syekh Taqiyyuddin mengabulkan permintaan itu dan kemudian beliau diangkat sebagai qadi di Mahkamah Syar'iyah Al Quds pada tahun 1948.&lt;br /&gt;Pada tahun 1951, Syekh An Nabhani menziarahi kota Amman untuk menyampaikan ceramah-ceramahnya kepada para pelajar Madrasah Tsanawiyah di Kulliyah Ilmiyah Islamiyah. Hal ini terus berlangsung sehingga awal tahun 1953, ketika ia mulai sibuk dalam Hizbut Tahrir, yang telah dirintis antara tahun 1949 hingga 1953.&lt;br /&gt;Sejak remaja Syekh An Nabhani sudah memulai aktivitas politiknya karena pengaruh kakeknya, Syekh Yusuf An Nabhani. Pengalaman itulah yang mengantarkannya mendirikan partai politik berasas Islam, Hizbut Tahrir di Al Quds (Yerusalem) pada tahun 1953. Syekh Taqiyyuddin An Nabhani meninggal dunia pada tahun 1398 H/ 1977 M dan dikuburkan di Pekuburan Al Auza'i di Beirut.&lt;br /&gt;Sumbangan Kepada Islam&lt;br /&gt;Ia telah meninggalkan kitab-kitab penting yang dapat dianggap sebagai kekayaan pemikiran yang tak ternilai harganya. Karya-karya ini menunjukkan bahwa Syekh Taqiyyuddin An Nabhani merupakan seorang yang mempunyai pemikiran brilian dan analisis yang cermat. Karya-karya Syekh Taqiyyuddin An Nabhani yang paling terkenal, yang memuat pemikiran dan ijtihadnya antara lain :&lt;br /&gt;1. Nizhamul Islam.&lt;br /&gt;2. At Takattul Al Hizbi.&lt;br /&gt;3. Mahafim Hizbut Tahrir&lt;br /&gt;4. An Nizhamul Iqthishadi fil Islam.&lt;br /&gt;5. An Nizhamul Ijtima'i fil Islam.&lt;br /&gt;6. Nizhamul Hukm fil Islam.&lt;br /&gt;7. Ad Dustur.&lt;br /&gt;8. Muqaddimah Dustur.&lt;br /&gt;9. Ad Daulatul Islamiyah.&lt;br /&gt;10. Asy Syakhshiyah Al Islamiyah (3 jilid).&lt;br /&gt;11. Mafahim Siyasiyah li Hizbit Tahrir.&lt;br /&gt;12. Nazharat Siyasiyah li Hizbit Tahrir.&lt;br /&gt;13. Nida' Haar.&lt;br /&gt;14. Al Khilafah.&lt;br /&gt;15. At Tafkir.&lt;br /&gt;16. Sur'atul Badihah.&lt;br /&gt;17. Nuqthatul Inthilaq.&lt;br /&gt;18. Dukhulul Mujtama'.&lt;br /&gt;19. Inqadzu Filisthin.&lt;br /&gt;20. Risalatul Arab.&lt;br /&gt;21. Al Ittifaqiyyah Ats Tsana'iyyah Al Mishriyyah As Suriyyah wal Yamaniyyah&lt;br /&gt;22. Hallu Qadliyah Filisthin ala Ath Thariqah Al Amrikiyyah wal Inkiliziyyah.&lt;br /&gt;23. Nazhariyatul Firagh As Siyasi Haula Masyru' Aizanhawar.&lt;br /&gt;Semua ini belum termasuk ribuan risalah (nasyrah) mengenai pemikiran, politik, dan ekonomi, serta beberapa kitab yang dikeluarkan atas nama anggota Hizbut Tahrir.&lt;br /&gt;Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Taqiyyuddin_An_Nabhani"&lt;br /&gt;Kategori: Kelahiran 1909 | Kematian 1977&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-7894864986804627812?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/7894864986804627812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/mengenal-syeh-taqiyyuddin-nabhani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7894864986804627812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/7894864986804627812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/mengenal-syeh-taqiyyuddin-nabhani.html' title='Mengenal Syekh Taqiyyuddin An-Nabhani ( Pendiri Hizbut Tahrir )'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlxsfoBXJAI/AAAAAAAAALc/GEA1XGhskK4/s72-c/Taqiuddin_Al_Nabhani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-4255016974339401814</id><published>2009-07-11T17:53:00.000-07:00</published><updated>2009-07-12T04:39:03.332-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Sarasehan Ulama Asatidz Kampus Kota</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlnKm4OK0mI/AAAAAAAAALU/MO32KLREOAc/s1600-h/100_0100.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlnKm4OK0mI/AAAAAAAAALU/MO32KLREOAc/s200/100_0100.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357536001009570402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad 5 Juli 2009, Suasana pelataran masjid Wirotunggal mendadak rame ketika Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus Kota mengadakan Sarasehan Ulama &amp; Asatidz yang bertemakan “Implementasi syariah, Selamatkan Indonesia”. Kegiatan yang dihadiri oleh para ulama, asatidz dan takmir masjid ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh ketua Takmir Masjid Wirotunggal Drs. H. KRT Gondo Hadiningrat  yang memaparkan kegelisahanya akan perilaku masyarakat yang banyak melakukan perbuatan maksiat. Selajutnya sambutan disampaikan oleh Ust. M. Dhuha Gufron S. EI selaku ketua HTI chapter Kampus kota yang memaparkan solusi atas seluruh permasalahan kaum muslimin adalah diterapkannya Syariah dalam bingkai Khilafah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;Acara inti sarasehan ini diisi oleh Ust Ibnu Alwan (DPD I HTI DIY), sebagai pengantar materi beliau memaparkan tentang konsekuensi kewajiban penerapan Syariah bagi seorang muslim serta bagaimana wajibnya syariah diterapkan dalam bingkai khilafah. Dalam sesi Tanya jawab peserta menanyakan bagaimana syariah bisa mengakomodir permasalahan bangsa Indonesia serta bagaimana peran masyarakat termasuk ulama dalam menerapkan syariah.  Pada akhir acara ada peserta yang meminta diskusi lanjutan dan mengundang pengurus HTI Chapter kampus kota untuk datang langsung pada malam itu kerumahnya. Acara yang dimulai sejak pukul 19:30 berakhir pada pukul 22:20 dengan disertai kepuasan peserta yang tergambar dari raut wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-4255016974339401814?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/4255016974339401814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/sarasehan-ulama-asatidz-kampus-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/4255016974339401814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/4255016974339401814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/07/sarasehan-ulama-asatidz-kampus-kota.html' title='Sarasehan Ulama Asatidz Kampus Kota'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SlnKm4OK0mI/AAAAAAAAALU/MO32KLREOAc/s72-c/100_0100.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-1673920904788283057</id><published>2009-06-22T15:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T16:18:36.446-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Reportase'/><title type='text'>Reportase Sarasehan Mahasiswa Islam DIY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SkFiwlRxVJI/AAAAAAAAALM/Ce7WNPPf_0k/s1600-h/SMI-1+032.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SkFiwlRxVJI/AAAAAAAAALM/Ce7WNPPf_0k/s200/SMI-1+032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350666419072750738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus sudah terlihat mulai berdatangan menuju gedung treatrikal Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta, sejak pukul 07.30 pada hari Minggu (21/6). Kedatangan mereka terkait dengan acara yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia Chapter Kampus Yogyakarta. Acara tersebut mengangkat tema “Keniscayaan Syari’ah dan Khilafah Untuk Indonesia Lebih Baik”. Tema yang diambil tersebut, dilatarbelakangi oleh adanya berbagai parsoalan yang sedang menimpa kaum muslim saat ini terutama di Indonesia, mulai dari &lt;span class="fullpost"&gt;kemiskinan, kebodohan, kesenjangan sosial, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas yang mengakibatkan tingginya tingkat aborsi dan HIV, korupsi, utang luar negeri yang semakin membumbung, penyesatan agama dan masih banyak lagi permasalahan yang menimpa kaum muslim, bahkan problem yang sampai sekarang menimpa kaum muslim di luar negeri terkait dengan berbagai penindasan dan terror yang digencarkan oleh bangsa kafir terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua sub acara, yang pertama sarasehan mahasiswa, dan yang kedua adalah Launching buku Manifesto Hizbut Tahrir. Acara ini di buka oleh Akhi Dhuha Ghufron (Ketua HTI Chapter Kampus) kemudian dilanjutkan dengan sarasehan. Pengantar sarasehan oleh ust. Nopriyadi, dosen Fakultas Tekhnik UGM juga sebagai anggota DPD I HTI Yogyakarta, host oleh Hamid Amali dihadiri lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai kampus se-Yogyakarta seperti, UGM, UAD, UIN Suka, UMY, UNY, ISI, UCY, El Rahma STEI HAMFARA, STEI Yogyakarta, STTL, STTA dan masih banyak lagi kampus-kampus lain yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar yang diberikan ust. Nopri membuat para peserta antusias mengutarakan tanggapan, pertanyaan, sanggahan, dukungan, dan tantangan terhadap solusi yang disampaikan pemateri yang mengadopsi (tabanni) dari kitab-kitab Hizbut Tahrir. Apalagi acara tersebut disetting dengan nuansa sarasehan, sehingga para peserta dapat dengan bebas mengutarakan berbagai  unek-uneknya, untuk disampaikan kepada pemateri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemateri memandang bahwa berbagai permasalahan yang menimpa kaum muslim di dunia saat ini, termasuk Indonesia, terjadi karena diterapkanya sistem kehidupan yang salah yaitu sistem buatan manusia yang memisahkan antara agama dengan kehidupan (sistem sekuler). Sehingga manusia tidak mampu menyelesaikan problem-problem yang menimpanya. Oleh karena itu, sudah saatnya masyarakat harus bisa mengganti sistem perusak ini dengan sistem yang baik, tentunya sistem yang jelas-jelas bisa menyelesaikan berbagai problem tersebut dan bisa membawa masyarakat yang mengemban sistem tersebut menuju kepada kemuliaan. Dengan demikian Hizbut Tahrir melakukan penyebaran opini dimasyarakat, agar masyarakat sadar bahwa kita saat ini sedang berada pada sistem yang salah, dan harus menggantinya dengan sistem dari Allah SWT, sistem Islam dengan diterapkanya syari’ah Islam dibawah naungan khilafah ‘alaa manhaji an-nubuwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa pertanyaan dan tanggapan yang menarik dari peserta terkait solusi yang disampaikan oleh pemateri. Sebagian besar peserta, belum mengetahui metode yang dijalankan untuk menerapkan syari’ah dan menegakan khilafah, serta belum memiliki gambaran tentang sistematika khilafah itu sendiri seperti apa, “… apakah seperti sistem negara bangsa dengan presidensilnya, kepausan yang hanya bergerak dalam bidang spiritual saja, atau bahkan seperti kepemimpinan di Iran dengan Ayatullah Khameini?”, ujar salah satu peserta. Dengan waktu yang cukup terbatas, pemateri bisa menjelaskan berbagai pertanyaan dan sanggahan peserta, dengan menekankan bahwa, perjuangan menegakan Islam harus dilakukan sesuai dengan metode Rasulullah saw. Rasul saw tidak pernah berkompromi dengan penguasa jahiliyyah yang tidak berhukum pada hukum Allah SWT. Ini artinya dakwah Rasul saw diluar sistem, hingga beliau menerapkan sistem sendiri, yaitu sistem Khilafah. Sistem ini kemudian dilanjutkan oleh Khulafa ar-rasyidiin hingga berakhir pada masa Daulah Utsmaniyah. Jadi, bukan seperti konsep Negara bangsa, seperti Iran atau bahkan seperti konsep kepausan yang theokrasi. Hanya dengan sistem Khilafah sajalah, Islam dapat diterapkan secara kaffah dan bisa memberikan kesejahteraan serta keadilan bagi kaum muslimin maupun non muslim.&lt;br /&gt;Dipenghujung acara sarasehan, panitia memutarkan sebuah video tentang pergerakan-pargerakan  Hizbut Tahrir diseluruh belahan dunia, seperti Palestina, Irak, Inggris, Denmark, India, Pakistan, Australia, dan masih banyak lagi. Acara tersebut ditutup dengan Launching buku Manifesto Hizbut Tahrir untuk Indonesia yang Lebih Baik. Didalamnya memuat tentang konsep-konsep global Hizbut Tahrir, mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lain-lain.&lt;br /&gt;Hampir seluruh peserta serasa mendapatkan pencerahan setelah mendapat penjelasan dari sarasehan ini. Dari kuisieoner yang dibagikan panitia ke peserta, 90% mereka setuju dan mendukung Hizbut Tahrir, bahkan siap mengkaji pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir dalam forum-forum berikutnya. Allahu Akbar !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-1673920904788283057?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/1673920904788283057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/sejumlah-mahasiswa-dari-berbagai-kampus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1673920904788283057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1673920904788283057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/sejumlah-mahasiswa-dari-berbagai-kampus.html' title='Reportase Sarasehan Mahasiswa Islam DIY'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SkFiwlRxVJI/AAAAAAAAALM/Ce7WNPPf_0k/s72-c/SMI-1+032.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3693956297665330777</id><published>2009-06-21T23:41:00.000-07:00</published><updated>2009-06-23T16:22:16.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galeri Photo'/><title type='text'>Gambar-gambar SMI-1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rYo_MPdI/AAAAAAAAAK8/lPsMPzHw2Kg/s1600-h/SMI-1+054.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rYo_MPdI/AAAAAAAAAK8/lPsMPzHw2Kg/s320/SMI-1+054.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350042584658755026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rYE1VOCI/AAAAAAAAAK0/zf7BFKm0vd0/s1600-h/SMI-1+029.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rYE1VOCI/AAAAAAAAAK0/zf7BFKm0vd0/s320/SMI-1+029.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350042574953723938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rX0tGOiI/AAAAAAAAAKs/CAky0hS8ZFA/s1600-h/SMI-1+077.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rX0tGOiI/AAAAAAAAAKs/CAky0hS8ZFA/s320/SMI-1+077.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350042570624219682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8oVpU8euI/AAAAAAAAAKk/w1W1wVsm_IU/s1600-h/SMI-1+032.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8oVpU8euI/AAAAAAAAAKk/w1W1wVsm_IU/s320/SMI-1+032.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350039234675505890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3693956297665330777?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3693956297665330777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/gambar-gambar-smi-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3693956297665330777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3693956297665330777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/gambar-gambar-smi-1.html' title='Gambar-gambar SMI-1'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sj8rYo_MPdI/AAAAAAAAAK8/lPsMPzHw2Kg/s72-c/SMI-1+054.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-5339176125757238256</id><published>2009-06-19T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T06:05:07.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Indonesia Lebih Neoliberal Dibandingkan AS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SjuLDyQ4GMI/AAAAAAAAAKc/QsOq6ZtLhfE/s1600-h/demo-neolib.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SjuLDyQ4GMI/AAAAAAAAAKc/QsOq6ZtLhfE/s320/demo-neolib.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349021879581022402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : Arim Nasim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dosen Ekonomi Syariah Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis UPI dan Kandidat Doktor Bidang Ilmu Ekonomi Unpad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi tulisan Adriansyah tentang “Indonesia masih jauh dari Neoliberalisme” (”PR”, 12/6) yang menyatakan “Apakah Indonesia sudah jatuh pada perangkap neoliberal, mutlak dipertanyakan.” Hanya dengan merujuk kepada survei Heritage Foundation (suatu think tank yang concern dengan ekonomi pasar bebas), menempatkan Indonesia pada kategori negara yang ekonominya tidak bebas, karena dianggap masih banyak regulasi di sektor perdagangan, tenaga kerja, permodalan, dan kepemilikan negara atas aset-aset publik.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, corak pembangunan ekonomi Indonesia yang neoliberal sudah tidak ada dan meragukan lagi bahkan Soeharsono Sagir pun dalam opini Pikrian Rakyat (27/5) menyatakan “Menurut pendapat saya, negara kita bebas dari virus neoliberalisme, jika kita mampu mencapai fundamental ekonomi kuat dan berkelanjutan”. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi Indonesia selama ini bukan saja bercorak neoliberalisme, tetapi justru malah lebih neoliberal dibandingkan dengan Amerika Serikat sendiri sebagai negara pengusung neoliberal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini bisa kita lihat dari sikap yang disampaikan oleh Senator Byron Dorgan (senator dari North Dakota, AS), ketika ada keinginan dari BUMN Cina, CNOOC, untuk mengakuisisi perusahaan swasta nasionalnya yaitu UNOCAL. “Unocal berada di AS dan telah menghasilkan 1,75 miliar barel minyak. Sangat bodoh bila perusahaan ini menjadi milik asing.” Sikap penolakan AS ini, sebenarnya bertentangan dengan agenda neoliberal yang dikampanyekan AS sendiri. Akan tetapi, AS memandang dengan membiarkan Unocal menjadi milik asing merupakan tindakan bodoh yang akan mengancam keamanan nasional. Bagi AS, lebih baik menjilat ludah sendiri daripada menjual Unocal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan dengan kebijakan ekonomi Indonesia, yang sangat berani dan begitu mudah menjual BUMN-BUMN strategis kepada asing seperti Indosat. Begitu mudahnya pemerintah menyerahkan Blok Cepu kepada Exxon Mobile. Padahal, Pertamina sebagai BUMN mampu mengelola tambang minyak, yang memiliki cadangan sangat besar tersebut. Untuk melegalkan liberalisasi perekonomian Indonesia, DPR telah mengesahkan berbagai undang-undang seperti UU SDA, UU Migas, dan UU Penanaman Modal sangat liberal yang isinya antara lain: disamakannya kedudukan investor lokal dengan investor asing dalam seluruh bidang usaha, tidak ada pembedaan bidang usaha, melarang negara melakukan nasionalisasi, serta penyelesaian sengketa dengan investor asing dilakukan di arbitrase internasional bukan di pengadilan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bukan keputusan yang tepat bahkan cenderung tidak bertanggung jawab dan lari dari kenyataan, ketika melakukan privatisasi dengan alasan pengelolaan dan pengaturannya tidak efisien dan menjadi sarang korupsi. Justru yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah bagaimana BUMN tersebut, bisa efisien dan bebas dari koruptor-koruptor, sehingga bisa dijadikan sumber penerimaan negara untuk pembiayaan APBN dan pada akhirnya bisa menyejahterakan rakyat. Sebab, masalahnya bukan dikelola pemerintah atau swasta, tetapi efisensi dan terbebas dari korupsi. Tidak sedikit perusahaan yang dikelola swasta juga tidak efisien dan bebas dari korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekeliruan kedua, dari Andriansyah adalah persepsi ekonomi syariah. Kekeliruan ini sebenarnya tidak lepas juga dari pemahaman masyarakt umum yang salah tentang ekonomi syariah, seolah-olah hanya seputar lembaga keuangan sehingga muncullah persepsi ekonomi syariah itu sama dengan ekonomi kapitalis minus riba plus zakat dan akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ekonomi Islam, sebenarnya membahas dari hal yang sangat mendasar dalam perekonomian, yaitu masalah ekonomi di mana ekonomi Islam memandang bahwa masalah utama ekonomi terkait dengan distribusi kekayaan di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, ada tiga prinsip dasar tentang ekonomi Islam: pertama, terkait dengan pengaturan kepemilikan, yaitu ada harta milik individu, milik umum seperti fasilitas umum, serta barang tambang yang melimpah, hutan, laut, sungai, dan sebagainya, maupun milik negara seperti gedung-gedung dan fasilitas negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengatur tentang pengelolaan harta yang dimiliki individu, umum, maupun negara. Harta yang terkategori sebagai milik umum dan milik negara, harus dikelola oleh negara dan menjadi sumber utama penerimaan negara yang digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Dalam sistem ekonomi Islam, privatisasi barang milik publik merupakan kejahatan yang dilakukan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga , mekanisme distribusi kekayaan untuk memenuhi kebutuhan pokok individu (sandang, pangan, papan) dan kebutuhan pokok masyarakat (pendidikan, kesehatan, dan keamanan). Untuk pemenuhan kebutuhan pokok individu, Islam memberikan kebebasan kepada pribadi untuk mendapatkannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariah, sedangkan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat menjadi tanggung jawab negara secara langsung. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi Islam, pendidikan gratis dan kesehatan gratis bukan komoditas politik untuk membohongi rakyat, tetapi satu kewajiban dari negara.***&lt;br /&gt;sumber : www.hizbut-tahrir.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-5339176125757238256?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/5339176125757238256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/indonesia-lebih-neoliberal-dibandingkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5339176125757238256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5339176125757238256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/indonesia-lebih-neoliberal-dibandingkan.html' title='Indonesia Lebih Neoliberal Dibandingkan AS'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SjuLDyQ4GMI/AAAAAAAAAKc/QsOq6ZtLhfE/s72-c/demo-neolib.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-6396320995378498132</id><published>2009-06-19T04:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T04:53:45.324-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda'/><title type='text'>SARASEHAN MAHASISWA ISLAM DIY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sjt7foRJDXI/AAAAAAAAAKE/-zeSH0fjpb0/s1600-h/SArasehan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 222px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sjt7foRJDXI/AAAAAAAAAKE/-zeSH0fjpb0/s320/SArasehan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349004765748071794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Keniscayaan SYARIAH &amp; KHILAFAH Untuk Indonesia lebih baik"&lt;br /&gt;Bersama : Ust Nopriandi Herman ST, MSc &lt;br /&gt;Waktu: 21 Juni 2009 &lt;br /&gt;pukul : 8:00-12:00 &lt;br /&gt;Lokasi: Ruang Teatrikal Gedung UPT Perpustakaan UIN SuKa &lt;br /&gt;dihadiri 150 peserta dari UGM, UNY, UMY, UAD,UIN, UII, STMIK El Rahma, STIE Hamfara, dll&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-6396320995378498132?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/6396320995378498132/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/sarasehan-mahasiswa-islam-diy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6396320995378498132'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/6396320995378498132'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/06/sarasehan-mahasiswa-islam-diy.html' title='SARASEHAN MAHASISWA ISLAM DIY'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sjt7foRJDXI/AAAAAAAAAKE/-zeSH0fjpb0/s72-c/SArasehan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-2000798291258456562</id><published>2009-05-12T04:35:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T08:31:35.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Menemukan Kebenaran, Menggugat Relativisme (chapter-1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sg7cHMqIG7I/AAAAAAAAAJ0/ZJ93evbpnco/s1600-h/dhuha-kopyah.2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 145px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sg7cHMqIG7I/AAAAAAAAAJ0/ZJ93evbpnco/s200/dhuha-kopyah.2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336444624695729074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Muh. Dhuha Ghufron, SEI&lt;br /&gt;A. PENGANTAR&lt;br /&gt;Kondisi kaum muslimin sekarang, suka tidak suka dalam keterpurukan. Di belahan bumi manapun, mereka tertinggal pada seluruh aspek kehidupannya. Mereka berakidah, tetapi belum memahami makna akidah yang sesungguhnya. Mereka muslim, namun keislamannya hanya karena warisan yang tertulis dalam KTP. Islam ”kebetulan" menjadikan mereka tidak memahami Islam seutuhnya, mereka menganggap semua agama itu benar, akhirnya mereka pun mudah dimurtadkan.&lt;br /&gt;Umat Islam mengalami kemunduran, terpuruk, terjajah, tertindas. Mereka ibarat buih di lautan, jumlahnya banyak, namun tidak berpendirian alias terombang-ambingkan oleh ombak. Mereka ibarat makanan diatas piring yang diperebutkan oleh sekelompok serigala.&lt;span class="fullpost"&gt; Mereka menderita penyakit cinta dunia dan takut mati (wahn). Padahal Allah berfirman yang artinya: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu adalah ummat yang terbaik, yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” &lt;/span&gt;(Q.S. Ali Imron: 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebangkitan Umat Islam&lt;br /&gt;Umat Islam harus dibangkitkan. Tidak boleh dengan kebangkitan semu, tetapi dengan kebangkitan hakiki. Kebangkitan semu adalah kebangkitan yang reaksioner, emosional, dan tidak jelas arah tujuannya. Kebangkitan semacam ini muncul akibat penindasan, biasanya tidak konsisten, timbul tenggelam, terbatas dan tergantung pada usia. Kalau sudah berusia tua, sudah tidak bangkit lagi.&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebangkitan semu, adalah kebangkitan hakiki. Kebangkitan hakiki adalah kebangkitan yang melalui proses perenungan, kesadaran dan proses berfikir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka punya mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka punya telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”&lt;/span&gt;. (Q.S. Al-A’raf: 179)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyan akidah&lt;br /&gt;Berfikir yang serius, mendalam bahkan sampai mendasar tentang tiga buah pertanyaan: darimana asal manusia, alam dan kehidupan ini? Untuk apa manusia ada? Dan akan kemana setelah di dunia ini? Jika menemukan jawabannya maka mereka akan mengalami kebangkitan. Jawaban dari tiga pertanyaan inilah yang akan mengikat mereka dalam seluruh pemikirannya, perasaannya dan perbuatannya. Jawaban inilah yang nantinya disebut akidah, karena karakter jawaban ini yang mengikat mereka.&lt;br /&gt;Setelah menemukan tiga jawaban dari tiga pertanyaan mendasar ini, maka gambaran hidup dan tujuan hidupnya akan menjadi jelas. Mereka akan senantiasa semangat, tidak mudah putus asa. Jika jawaban benar, maka pemikiran, perasaan dan perbuatannya akan benar. Jika salah, sebaliknya. Sehingga tidak bisa main-main dalam urusan akidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. METHODE MENDAPATKAN KEBENARAN&lt;br /&gt;Sekelompok manusia dalam mendapatkan kebenaran adakalanya menggunakan akal, ada sekelompok yang lain menggunakan perasaannya. Manusia kelompok pertama kita sebut manusia sejati, sedangkan manusia kelompok kedua kita sebut manusia jadi-jadian. &lt;br /&gt;Manusia kelompok pertama biasa dipimpin oleh akalnya, nafsu mengikuti pemikirannya, dia berfikir dulu lalu berbuat, biasa argumentatif, bahkan argumennya dilandasi oleh argumen yang lain, lebih bersifat obyektif dan rasional, sehingga dalam memperoleh kebenaran, manusia kelompok ini diantar melalui sebuah pemikiran yang mendasar.&lt;br /&gt;Manusia pada kelompok kedua adalah manusia jadi-jadian. Nafsunya memimpin akal, ia seperti binatang, senantiasa menggunakan standar like and dislike. Pemikirannya dangkal, perasaannya mendominasi hingga argumentasi dasarnya adalah subyektif ”poko’e”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Sederhana&lt;br /&gt;Dari tadi kita membicarakan kebenaran. Sebetulnya apakah “benar” itu? Definisi sederhana tentang benar adalah jika pernyataan sama dengan kenyataan, atau sebaliknya. Contoh: Apakah ini benar buku? Kalau memang buku, berarti ’ya’ itu benar buku. Apakah ini benar spidol? Apakah bumi itu ada? Kalau memang ada, berarti benar ’ya’ bumi itu ada. Apakah surga itu ada? Apakah Tuhan itu ada? Apakah bidadari surga itu cantik? Apakah bidadari di surga itu berjumlah 10.000?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana akal bisa mencapai kebenaran?&lt;br /&gt;Berangkat dari pemikiran sederhana, kita menyamakan antara akal, pemikiran dan  pemahaman. Tiga kata tersebut dianggap sinonim (mutaraddif). Pastinya, orang disebut berakal jika empat unsur berikut ini lengkap. Fakta yang terindera, panca indera, otak yang sehat dan informasi sebelumnya (ma’lumat as-sabiqoh). Akal manusia akan bekerja jika fakta yang terindera tercerap kedalam otak yang didalamnya ada informasi sebelumnya tentang fakta tadi.&lt;br /&gt;Misalnya, ada fakta buku yang diindera oleh mahasiswa yang didalam otaknya ada informasi tentang fakta tersebut, maka mahasiswa tadi tahu bahwa fakta itu buku. Sebaliknya, jika diindera oleh anak kecil yang baru berusia dua setengah tahun, dimana dalam otaknya belum ada informasi tentang nama fakta tersebut, maka baginya itu informasi baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kebenaran langsung&lt;br /&gt;Kebenaran langsung atau pemikiran tingkat I adalah kerja akal manusia pada saat fakta yang terindera terscerap masuk kedalam otak yang sehat kemudian otak menafsirkan fakta tersebut dengan informasi sebelumnya yang tersedia didalamnya. Pemikiran tingkat I ini sangat sederhana untuk menemukan kebenaran langsung.&lt;br /&gt;Bagaimana jika manusia ingin membenarkan sesuatu yang tidak kelihatan? Ingin mengetahui sesuatu di balik tembok? Ingin tahu yang ada di dalam tanah? Ingin tahu yang ada di dalam samudra? Ingin tahu kandungan bumi? Ingin tahu yang ada di balik langit? Ingin tahu apakah surga itu ada? Ingin tahu apakah Tuhan itu ada? Maka diperlukan pemikiran tingkat II untuk mendapatkan kebenaran tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. KEBENARAN TIDAK LANGSUNG&lt;br /&gt;Pemikiran tingkat II atau pemikiran yang digunakan untuk mendapatkan kebenaran tidak langsung bisa juga disebut pemikiran untuk membuktikan suatu fakta yang ghoib. Disebut ghoib jika fakta tersebut tidak terindera secara langsung, dia bisa tersembunyi, terhalang, lampau atau bahkan yang akan datang. Bagaimana cara menyimpulkan bahwa sesuatu yang ghoib itu benar? Maka dibutuhkan dalil yang langsung, sebagai hasil pemikiran tingkat I.&lt;br /&gt;Pemikiran tingkat I merupakan syarat dalil untuk mendapatkan kebenaran tidak langsung. Oleh karena itu, untuk menyatakan sesuatu itu dalil atau bukan harus melalui verifikasi dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian Dalil&lt;br /&gt;Dalil diverifikasi atau dinilai dengan menggunakan alternatif kebenaran. Jika hanya memiliki satu alternatif membenarkan, maka disebut wajib ’aqli (pasti benar). Jika lebih dari satu alternatif membenarkan disebut jaiz ’aqli (mungkin benar mungkin salah). Jika tidak ada alternatif yang membenarkan disebut mustahil ’aqli (pasti salah).&lt;br /&gt;Kebenaran dinilai dengan prosentase sebagai berikut, jika 100% benar disebut yakin, jika kurang lebih 95% benar disebut gholabatu dzon, jika kurang lebih 75% benar disebut dzon, jika kurang lebih 50% benar disebut syak, jika kurang lebih 25% benar dusebut wahm dan jika 0% benar disebut kidzb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan untuk methode ilmiah:&lt;br /&gt;Pemikiran tingkat 2 ini kemudian dikembangkan oleh manusia menjadi metode ilmiah. Pengembangannya dibantu dengan ilmu statistika. Dalil yang digunakan adalah banyaknya sampel dari populasi atau banyaknya pengulangan dari pengujian. Tingkat kebenaran yang dicari dengan metode ilmiah sesungguhnya hanya sebatas “kidzb” sampai “ghalabatu dzan” (dengan simbol Ho dan H1). Kebenaran dengan metode ini sekarang dianggap sebagai satu-satunya kebenaran yang absah yang dapat diterima oleh “seluruh manusia”. Metode ilmiah bahkan mengabaikan kebenaran “yakin” yang dapat dicapai oleh akal manusia (hanya karena tidak harus menggunakan prosedur metode ilmiah yang ada).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kebenaran tidak langsung&lt;br /&gt;Yaitu ketika manusia ingin mengetahui sesuatu itu benar atau salah padahal realitasnya ghoib atau tidak terindera secara langsung. Manusia dalam menilai kebenaran pada level ini membutuhkan dalil sebagai perantara membuktikan kebenarannya. Syarat dalil yaitu kebenarang langsung. &lt;br /&gt;Apakah masih ada kebenaran yang ingin diketahui manusia? Mari kita coba menggunakan metode ini – yaitu pemikiran tingkat I dan tingkat II – untuk menilai demokrasi. Apa yang ingin diketahui tentang demokrasi? Sangat tergantung dengan pertanyaannya. Jika pertanyaannya: demokrasi itu apa? Dijawab: demokrasi itu kedaulatan ada di tangan rakyat. Jawaban itu benar atau salah? Itu bisa diteliti pada dalil-dalilnya. Jika ada dalil yang menunjukkan bahwa jawaban itu sesuai dengan penggagas faham demokrasi maka jawaban itu dapat dianggap benar. Ini adalah kebenaran tingkat 2 (tidak langsung).&lt;br /&gt;Bagaimana jika pertanyaannya beda, yaitu demokrasi itu benar atau salah? Bagaimana kita bisa menilai benar salahnya? Contoh lain: nasionalisme itu apa? Nasionalisme itu benar atau salah? Membunuh itu apa? Membunuh itu benar atau salah? Kawin itu apa? Kawin itu benar atau salah? Perang itu apa? Perang itu benar atau salah? Terorisme itu apa? Terorisme itu benar atau salah? Sholat itu apa? Sholat itu benar atau salah? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang lain yang tidak cukup dijawab dengan menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;Pemikiran tingkat II ini belum cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban ’vonis’. Sekalipun metode pemikiran tingkat II ini sekarang sedang mendominasi dunia akademik namun hasil metode pemikiran tingkat ini tidak mendasar. Sehingga dibutuhkan pemikiran tngkat berikutnya yaitu pemikiran tingkat III, atau kebenaran akidah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. MEMBONGKAR RELATIVISME&lt;br /&gt;Dialog pencuri ayam dengan hakim&lt;br /&gt;Ada seorang pencuri mencuri dua ekor ayam tertangkap basah. Kemudian pencuri itu dibawa ke pengadilan. Dia dihadapkan ke majelis hakim untuk disidang. Dua ekor ayam sebagai bukti dan saksi dihadirkan. Hakim yang menggunakan metode berfikir tingkat II menjatuhkan vonis dua tahun penjara.&lt;br /&gt;Pencuri tidak menerima vonis tersebut. Dia menggunakan metode berfikir lebih tinggi dari hakim dengan mengajukan sebuah pertanyaan, ”mengapa harus divonis dua tahun penjara? Vonis ini benar atau salah?”&lt;br /&gt;”Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;”Dasarnya apa?” timpal Pencuri.&lt;br /&gt;”KUHP” jawab Hakim&lt;br /&gt;”Mengapa harus menggunakan KUHP? Benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?” timpal Pencuri&lt;br /&gt;”UU Peradilan” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa menggunakan UU Peradilan? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”UUD 45” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa menggunakan UUD 45? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”Pancasila” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa menggunakan Pancasila? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”Kesepakatan pendiri negara” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa kesepakatan mereka? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”Nilai-nilai luhur bangsa Indonesia” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa harus nilai-nilai luhur? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”Dasarnya dari nenek moyang bangsa Indonesia” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa menggunakan nenek moyang? Ini benar atau salah?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;“Benar” jawab Hakim&lt;br /&gt;“Dasarnya apa?”&lt;br /&gt;”Nenek moyang dari nenek moyangnya lagi” jawab Hakim.&lt;br /&gt;“Mengapa begitu? Nenek moyang dari mana?” tanya Pencuri&lt;br /&gt;”Dari nenek moyang.....”&lt;br /&gt;Dari nenek moyangnya lagi....”&lt;br /&gt;Sampai pertanyaan terakhir; dari mana? Dari mana alam, manusia dan kehidupan?&lt;br /&gt;Hakim bingung......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran akidah&lt;br /&gt;Kebenaran akidah menggunakan metode berfikir akidah yaitu metode berfikir tingkat III. Metode berfikir yang biasa digunakan oleh manusia sejati, bukan manusia jadi-jadian. Pemikiran yang rasional, tidak emosional. Pemikiran yang obyektif, tidak subyektif. Metode berfikir yang universal, bisa digunakan oleh siapa saja yang memiliki akal sehat.&lt;br /&gt;Kebenaran akidah tidak bisa disembunyi-sembunyikan, karena kebenaran akidah ini milik siapa saja yang ingin mendapatkannya. Dimulai dari pertanyaan; dari mana manusia, alam semesta dan kehidupan? Kemudian; untuk apa manusia, alam, dan kehidupan? Terakhir; akan kemana manusia alam dan kehidupan?&lt;br /&gt;Manusia, alam, dan kehidupan semuanya lemah, terbatas, dan membutuhkan yang lain. Ketiganya tidak mungkin ada dengan sendirinya. Pasti ada yang menciptakan. Siapakah dia? Dialah Sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana Sang Pencipta ada? &lt;br /&gt;Hanya ada tiga kemungkinan asal Sang Pencipta, pertama Dia diciptakan oleh Sang Pencipta yang lain, atau kedua Dia menciptakan Dirinya sendiri, atau ketiganya tidak kedua-duanya. Jika ada kemungkinan keempat, bisa ditunjukkan?! Tidak Ada.&lt;br /&gt;Kemungkinan pertama dan kedua tidak rasional, bertentangan dengan fitroh kita sebagai manusia, dan membuat hati kita tidak tenang. Kemungkinan pertama dan kedua bathil. Sehingga hanya tinggal satu kemungkinan terakhir yaitu tidak kedua.&lt;br /&gt;Sang Pencipta tidak diciptakan oleh pencipta yang lain dan Dia tidak menciptakan dirinya sendiri. Istilah yang biasa digunakan oleh ahli kalam  adalah azali, yaitu: laa awwala lahu walaa akhira lahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menancapkan pemahaman&lt;br /&gt;Kaum muslim dalam beriman seharusnya menggunakan metode pemikiran tingkat III ini. Pemikiran tingkat ini adalah pemikiran yang menghasilkan kebenaran akidah yang bisa diuji cobakan kepada manusia yang lain, karena kebenarannya mutlak dan metode yang digunakan universal untuk seluruh alam (rahmatan lil ’alamin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji keimanan&lt;br /&gt;Silakan jawab tiga pertanyaan berikut ini:&lt;br /&gt;1. Jika Tuhan Maha Kuasa, mampukah Tuhan menciptakan batu yang sangat besar, sehingga Tuhan tidak mampu mengangkatnya?&lt;br /&gt;2. Jika Tuhan Maha Kuasa, mampukah Tuhan memasukkan seluruh alam semesta ini ke dalam telur ayam?&lt;br /&gt;3. Jika Tuhan Maha Kuasa, mampukah Tuhan menciptakan Tuhan? (Tuhan anak, misalnya).&lt;br /&gt;4. Iman pada Sang Pencipta, pada Wujud-Nya ataukah pada Dzat-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Pertanyaan aqidah yang pertama; dari mana asal manusia, alam semesta dan kehidupan  bisa dijawab dengan menggunakan akal yang sehat, manusia mampu menjawab dengan benar. Jawabnya adalah pasti ada Penciptanya. Pencipta bersifat azali, wajibul wujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah berikutnya&lt;br /&gt;Akal manusia bisa menjawab dan memastikan adanya Pencipta. Namun masalah kehidupan belum juga terselesaikan. Kenyataannya, hampir 90% penduduk di bumi ini percaya adanya Tuhan. Hampir semua negara yang berdiri di muka bumi ini selalu didasari oleh kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tetapi, mengapa bumi ini tidak semakin aman, semakin makmur dan semakin damai? Justru yang terjadi sebaliknya. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, bagi manusia, percaya kepada adanya Tuhan saja tidak cukup. Termasuk bagi landasan negara. Manusia harus terus berfikir, berfikir dan berfikir, menggunakan aqalnya. Hingga sampai kepada pertanyaan aqidah kedua yaitu apa tujuan hidup manusia di dunia ini?&lt;br /&gt;Jawaban-jawaban pertanyaan inilah yang nantinya akan mampu merubah dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-2000798291258456562?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/2000798291258456562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/05/menemukan-kebenaran-menggugat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2000798291258456562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2000798291258456562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/05/menemukan-kebenaran-menggugat.html' title='Menemukan Kebenaran, Menggugat Relativisme (chapter-1)'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sg7cHMqIG7I/AAAAAAAAAJ0/ZJ93evbpnco/s72-c/dhuha-kopyah.2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3377096677695364917</id><published>2009-04-23T06:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-23T06:36:56.371-07:00</updated><title type='text'>KEMBALILAH ke ISLAM</title><content type='html'>[Al-Islam 452] Pemilu Legislatif 2009 telah usai. Meski perhitungan suara belum final, parpol yang diduga kuat bakal menang sudah ‘kelihatan’. Pemenangnya tidak lain Partai Demokrat, dengan raihan suara tertinggi sekitar 20%. Di bawahnya—yang termasuk dalam ’sepuluh besar’—ada Golkar, PDIP, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra, Hanura dan PBB.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelum Pemilu yang berkembang adalah ‘kontak politik’ atau ‘komunikasi politik’ antar parpol atau elit parpol, maka usai Pemilu, yang mendominasi adalah wacana tentang ‘koalisi’, atau lebih tegasnya lagi ‘kontrak koalisi’. Istilah kontrak koalisi diperkenalkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono menyusul keunggulannya memimpin perolehan suara sementara Pemilu 2009. Sebagaimana dilontarkan SBY, PD mensyaratkan koalisi 2009 harus didasarkan pada aturan yang mengikat semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, calon pasangan koalisi juga mensyaratkan adanya ‘mahar’ atau ‘mas kawin’; biasanya tidak jauh dari kebersamaan di dalam kabinet pemerintahan baru hasil Pilpres 2009. Sesuai dengan perolehan kursi masing-masing parpol di DPR hasil Pemilu 2009, ada parpol yang menyasar pos RI-2 (wakil presiden), jatah menteri, atau cukup posisi bagi kadernya di sejumlah BUMN. Jika tawar-menawar ’mahar’ sudah pas, koalisi pun dibentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, PD memang belum menentukan dengan siapa berkoalisi, termasuk menentukan siapa cawapres yang bakal mendampingi capres SBY. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, penentuan siapa pendamping SBY akan dilakukan melalui forum Rapat Pimpinan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 April sampai 26 April 2009 (Republika.co.id, 17 April 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyatakan, dirinya akan memasang harga tinggi dengan menawarkan posisi cawapres kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) apabila diajak berkoalisi oleh Partai Demokrat (Jakartapress, 20/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun PKS dan PPP, meski juga belum pasti, ada tanda-tanda untuk tetap merapat dengan Partai Demokrat. Hal yang sama terjadi pada Golkar. Ini berarti, koalisi Golkar-PD juga ada kemungkinan tetap dilanjutkan sampai 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski belum tentu lolos ke Gedung DPR, Partai Bulan Bintang (PBB) juga akan segera memantapkan keputusan koalisi dengan Partai Demokrat. Koalisi tersebut rencananya akan diputuskan secara resmi dalam Musyawarah Dewan Partai (MDP) PBB Senin (20/4) ini. Sekretaris Jenderal DPP PBB, Sahar L Hassan, menyatakan alasan PBB untuk berkoalisi dengan Demokrat adalah nilai historis keduanya yang pernah bersama-sama mengusung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pilpres 2004 (Republika online, 20/4).&lt;br /&gt;Makna Koalisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kamus populer Wikipedia, koalisi diartikan sebagai persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, yang dalam kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Aliansi seperti ini mungkin bersifat sementara atau didasarkan pada asas manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bersifat sesaat dan semata-mata didasarkan pada asas manfaat, koalisi memang tidak akan pernah menjadi ikatan yang kuat dan abadi. Saat dipandang bermanfaat, koalisi dibangun dan dipertahankan. Saat sudah tidak membawa manfaat, koalisi dengan mudah dibubarkan dan dicampakkan. Inilah fakta koalisi dalam sistem pemerintahan demokrasi saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, tidak aneh jika sebelum Pemilu 2009, karena merasa bakal menjadi pemenang, Jusuf Kalla dengan Golkar-nya, misalnya, bertekad bulat untuk ‘bercerai’ dengan pasangan koalisinya, yakni SBY dengan PD-nya. Namun, usai Pemilu, dengan melihat raihan suaranya yang jauh meselet dari target, Jusuf Kalla dan Golkar-nya terpaksa harus realistis; berpikir ulang untuk segera kembali ‘rujuk’ dengan SBY dan PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula Amien Rais. Selama ini, sesepuh PAN ini sering mengkritik dan cenderung kontra dengan Pemerintahan SBY. Namun, usai Pemilu, karena ternyata SBY dengan PD-nya diduga kuat bakal menang, sesepuh PAN ini justru mendorong partainya untuk berkoalisi dengan SBY dan PD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa begitu mudahnya parpol-parpol untuk berniat ‘cerai’ dan ‘rujuk’ dalam koalisi di pemerintahan? Tidak lain, menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Chozin Chumaidy di Jakarta, Senin (23/3), karena orientasinya hanya jangka pendek, yaitu kekuasaan (Gagasmedia.com, 14/4/2009).&lt;br /&gt;Bukan untuk Rakyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memperhatikan sepak terjang parpol-parpol yang ada—baik yang sekular maupun yang mengklaim sebagai parpol Islam— dalam hal koalisi, jelas sekali bahwa koalisi hanyalah ditujukan untuk sekadar bagi-bagi kekuasaan, tidak benar-benar dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi rakyat. Koalisi sejumlah parpol di Pemerintahan SBY-JK, yang merupakan koalisi hasil Pemilu 2004, membuktikan demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 2004-2009, partai-partai yang berkuasa, baik yang duduk di pemerintahan maupun di DPR, jelas-jelas tidak benar-benar bekerja untuk rakyat. Bahkan ada kesan, mereka bekerja untuk pihak lain, dan justru merugikan rakyat. Contoh: selama periode 2004-2009, pemerintahan koalisi hasil Pemilu 2004 tetap menumpuk luar negeri; menaikkan harga BBM lebih dari 100 persen sehingga sangat berdampak luar biasa terhadap ekonomi rakyat; menyerahkan Blok Cepu kepada Exxon-Mobil; tidak segera mengambil alih Blok Natuna D-Alpha; membiarkan kontrak karya dan kontrak bagi hasil dengan sejumlah perusahaan asing (seperti Freeport, Chevron, Exxon-Mobil, Inco, dll) yang justru selama ini merugikan rakyat; tunduk pada kekuatan asing; dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, selama periode 2004-2009 pula, DPR banyak menghasilkan UU yang justru merugikan rakyat seperti UU SDA, UU Migas, UU Penanaman Modal, UU Mineral dan Batubara, UU BHP, UU KDRT dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, selama periode pemerintahan koalisi hasil Pemilu 2004, banyak persoalan besar yang justru kurang diperhatikan oleh Pemerintah dan DPR. Misal: angka kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat; merajalelanya kasus korupsi; meningkatnya kasus kriminalitas; menjamurnya pergaulan bebas dan narkoba; munculnya sejumlah aliran sesat seperti Ahmadiyah; merebaknya kasus-kasus makanan beracun atau mengandung zat-zat haram; dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, koalisi yang akan kembali dijalin oleh sejumlah parpol setelah Pemilu dan Pilpres 2009 dipastikan akan mengulang koalisi 2004: sekadar dimaksudkan untuk memenuhi ’syahwat kekuasaan’ parpol dan elit parpol, seraya mengorbankan rakyat.&lt;br /&gt;Arti Perjuangan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi atas dasar sikap pragmatis (sekadar demi kepentingan sesaat), sebagaimana ditunjukkan di atas, seharusnya tidak dilakukan partai-partai Islam. Pasalnya, partai Islam, sejak awal berjuang demi Islam. Berjuang demi Islam hakikatnya bermakna berjuang demi tegaknya hukum-hukum Allah SWT alias syariah Islam. Perjuangan demi tegaknya syariah Islam tentu tidak bisa dilakukan dengan segala cara. Dalam Islam tidak dikenal kaidah: Al-Ghâyah tubarrir al-washîlah (Tujuan menghalalkan segala cara). Tidak bisa, dengan alasan demi Islam, cara-cara yang justru bertentangan dengan Islam digunakan. Berkoalisi dengan partai-partai sekular—yang jelas-jelas akan mengukuhkan sistem sekular dan semakin menyingkirkan hukum-hukum Allah SWT—jelas tidak dibenarkan. Tindakan demikian bisa dikatakan sebagai tolong-menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Padahal Allah SWT justru memerintahkan sebaliknya: agar kaum Muslim tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan dan jangan tolong-menolong dalam dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras azab-Nya (QS al-Maidah [5]: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, jika memang berjuang demi Islam, seharusnya partai-partai Islam tetap istiqamah di jalan Islam; tidak tergoda untuk berkoalisi dengan siapa saja yang bisa menjauhkan dari Islam dan malah mengukuhkan kekufuran. Sudah seharusnya kita berkaca pada sikap Rasulullah yang tetap istiqamah di dalam manhaj dakwah yang beliau tempuh meski beliau pernah ditawari oleh orang-orang kafir Qurays dengan tawaran yang sekilas sangat menggiurkan: takhta, harta dan wanita; dengan syarat, beliau menghentikan dakwah Islam. Namun, beliau sama sekali menolaknya dan tidak menggubrisnya. Padahal, jika mau, beliau saat itu bisa langsung berkuasa dan memiliki harta yang banyak. Dalam hal ini, Rasul malah tegas mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    «وَاَللّهِ لَوْ وَضَعُوا الشّمْسَ فِي يَمِينِي، وَالْقَمَرَ فِي يَسَارِي عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الأَمْرَ حَتّى يُظْهِرَهُ اللّهُ أَوْ أَهْلِكَ فِيهِ مَا تَرَكْتُهُ».&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Demi Allah, andai mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya (HR Ibn Hisyam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran koalisi dari partai-partai sekular pada dasarnya tidak ada bedanya dengan tawaran orang-orang kafir Qurays kepada Rasulullah saw. Sebab, jelas-jelas, dalam koalisi, ideologi dan idealisme partai harus benar-benar ditanggalkan dan dicampakkan. Tidak mungkin partai Islam berkoalisi dengan partai-partai sekular jika mereka tidak meninggalkan ideologi dan idealismenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, itulah yang telah, sedang dan akan dilakukan kembali oleh partai-partai Islam. Akibatnya, yang ada di benak tokoh-tokoh partai Islam adalah bagaimana agar mereka mendapatkan ‘jatah’ kekuasaan; entah sebagai cawapres, menteri, atau pimpinan BUMN. Niat awal untuk menegakkan Islam dan memperjuangkan tegaknya syariah sama sekali ditinggalkan. Ini tentu saja menyedihkan karena nyata-nyata telah menyimpang dari hukum-hukum Islam sekaligus dari manhaj perjuangan Rasulullah saw. yang tidak pernah berkompromi apalagi berkoalisi dengan kemungkaran. Dalam hal ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Semua kejelekan di muka bumi ini—fitnah, musibah, paceklik dikuasai musuh dan lain-lain penyebabnya adalah karena kita menyimpang dari manhaj Rasulullah saw. dan mengajak manusia bukan kepada Allah SWT (Ibn Taimiyah, Majmû’ al-Fatawâ, XV/25).&lt;br /&gt;Kembalilah ke Islam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parpol Islam sudah seharusnya kembali pada ideologinya, yakni ideologi Islam, dan merujuk hanya pada hukum-hukum Islam. Sebaliknya, sudah saatnya partai-partai Islam meninggalkan sikap pragmatis hanya demi mewujudkan kemaslahatan dan kepentingan jangka pendek: sekadar mengincar kursi dan jabatan. Jika itu yang selalu dilakukan, berarti selama ini asas Islam yang menjadi asas partai hanyalah simbol belaka. Adapun isinya sama saja dengan partai-partai sekular. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar al-islam:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3377096677695364917?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3377096677695364917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/kembalilah-ke-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3377096677695364917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3377096677695364917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/kembalilah-ke-islam.html' title='KEMBALILAH ke ISLAM'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-3742042492104677527</id><published>2009-04-16T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T19:19:27.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Islam'/><title type='text'>‘Pesta Demokrasi’: Bukan ‘Pesta Perubahan’</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SefnIz3arsI/AAAAAAAAAJk/xCQzlX6Adlw/s1600-h/alislam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SefnIz3arsI/AAAAAAAAAJk/xCQzlX6Adlw/s320/alislam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325479222936514242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Al-Islam 451] Dalam sistem sekular saat ini, Pemilu sering disebut dengan ’Pesta Demokrasi’. Layaknya sebuah pesta, Pemilu hanyalah luapan kegembiraan sesaat. Kegembiraan itu ditandai antara lain oleh menjamurnya partai peserta Pemilu; ribuan caleg; jutaan spanduk, baliho dan stiker; ramainya media cetak dan elektronik oleh iklan politik; hingar-bingar pidato dan janji-janji para tokoh partai dan para caleg; gegap-gempitanya kampanye yang dibumbui aneka ragam acara hiburan; plus biaya triliunan rupiah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, layaknya pesta, setelah usai, kondisinya kembali ke keadaan semula. Tidak ada yang berubah setelah Pemilu. Dengan membaca hasil Pemilu sepekan yang lalu, setidaknya berdasarkan perhitungan Quick Count LSI, jelas bahwa partai Pemerintah dan partai-partai besarlah yang tetap menjadi jawara. Yang berbeda hanyalah peringkatnya saja. Partai Demokrat kini di peringkat pertama, mendapatkan 20.27% suara; diikuti Golkar: 14.87% suara, PDIP: 14.14% suara, PKS: 7.81% suara, PAN: 6.05% suara, PPP: 5.32% suara, PKB: 5.25% suara, Gerindra: 4.21% suara, Hanura: 3.61% suara dan PBB: 1.65% suara (TVOne, 9/4/2009). Dengan hasil seperti ini, terbukti bahwa Pemilu tidak membawa perubahan. Pemilu bahkan semakin mengokohkan partai Pemerintah yaitu Partai Demokrat, Golkar serta koalisi partai pemerintah seperti PKS, PPP, PKB dan PBB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mereka yang terlanjur percaya bahwa Pemilu dalam sistem demokrasi bisa menghasilkan perubahan tampaknya harus kembali ‘gigit jari’. Pasalnya, Pemilu memang sekadar dimaksudkan untuk memilih orang, seraya berharap orang yang terpilih lebih baik daripada yang sebelumnya. Pemilu sama sekali menafikan, bahwa yang dibutuhkan oleh negeri ini bukan sekadar orang-orang terpilih, tetapi juga sistem yang terpilih. Dengan kata lain, Pemilu sama sekali melupakan, bahwa yang dibutuhkan oleh negeri ini bukan sekadar pergantian orang (penguasa dan wakil rakyat), tetapi juga pergantian sistem pemerintahan, politik, ekonomi, sosial, pendidikan dll dengan yang jauh lebih baik. Wajarlah jika usai Pemilu Legislatif ini, juga Pemilu Presiden nanti, perubahan untuk Indonesia yang lebih baik sebagaimana yang diharapkan oleh seluruh rakyat negeri ini tidak akan pernah terwujud, selama kebobrokan sistem sekular yang tegak berdiri saat ini tidak pernah disoal, dikritik dan diutak-atik, sekaligus diganti, karena sudah dianggap sebagai sistem yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang masih ada segelintir orang yang menyerukan pemenangan Islam melalui Pemilu. Padahal mereka tahu, bahwa belum pernah ada sejarahnya Islam bisa menang melalui Pemilu. Sebut saja Masyumi dan NU, yang masing-masing memenangi 112 dan 91 kursi pada pemilu 1955. Namun, akhirnya toh keduanya tetap tidak bisa memerintah. Masyumi kemudian dibubarkan oleh Soekarno pada tahun 1960. Hal yang sama juga terjadi pada FIS di Aljazair. FIS yang menang pada Pemilu 1991 putaran I, dan menguasai 81% kursi parlemen, lalu menang telak pada Pemilu putaran II pada tahun yang sama, akhirnya dibubarkan oleh junta militer. Hal yang sama juga terulang pada Hamas, sebagai pemenang Pemilu di Palestina. Sejak mendominasi Parlemen Palestina melalui Pemilu demokratis hingga kini, Hamas terus dipojokkan, dikucilkan, bahkan berusaha disingkirkan oleh kekuatan-kekuatan sekular dan pihak asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mengharapkan terjadinya perubahan, apalagi kemenangan Islam, melalui Pemilu jelas tidak mungkin. Daripada berharap pada sesuatu yang tidak mungkin, lebih baik seluruh potensi umat dikerahkan untuk membangun ‘jalan baru’, yaitu jalan yang pernah ditempuh oleh Baginda Nabi saw. dalam mewujudkan perubahan. Jalan perubahan yang ditempuh Baginda Nabi saw. terbukti telah mampu mengubah bangsa Arab, dari bangsa yang tidak mempunyai sejarah, sampai akhirnya menjadi pemimpin dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan baru ini bukan saja dibutuhkan oleh Indonesia, tetapi juga seluruh umat manusia di dunia. Betapa tidak. Setelah Islam tidak lagi berkuasa, tepatnya setelah institusi Khilafah diruntuhkan pada tanggal 3 Maret 1924 M/28 Rajab 1342 H, dunia telah jatuh ke dalam genggaman Kapitalisme dan Sosialisme. Hasilnya, sebelum krisis keuangan global, ada 4 miliar jiwa, atau separuh penduduk dunia hidup, di bawah garis kemiskinan; 90% kekayaan dunia  hanya dikuasai 20% penduduk dunia, sementara 10% sisanya harus dibagi 80%  penduduk dunia yang lainnya. Ketika krisis keuangan menerpa dunia sejak 2007 hingga sekarang, para pemimpin G-7 tidak mampu memikul beban krisis tersebut. Mereka pun melibatkan para pemimpin G-20. Dalam pertemuan mereka di London baru-baru ini, disepakati paket stimulus (pendorong) ekonomi sebesar 5 triliun dolar AS. Lebih dari 700 miliar dolar AS di antaranya digunakan untuk membantu IMF. Apa yang mereka sebut stimulus ekonomi, bailout maupun yang lain, nyatanya bukan untuk menyelamatkan kelompok 80% penduduk dunia yang lebih membutuhkan, tetapi justru untuk membantu kelompok 20%, dan tidak lain untuk mempertahankan penjajahan mereka terhadap dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sendiri, pada tahun ini terdapat 10,24 juta rakyat mengganggur; 33 juta lebih hidup di bawah garis kemiskinan, bahkan jika menggunakan standar Bank Dunia, angkanya bisa mencapai 100 juta orang. Sebanyak 90% kekayaan migas kita juga telah dikuasai oleh kekuatan asing. Belum lagi kekayaan alam yang lainnya. Lihatlah, kekayaan alam kita yang melimpah ternyata hanya menyumbang 20% pendapatan dalam APBN; 75%-nya diperoleh dengan ‘memalak’ rakyat, melalui pajak; sisanya 5% dari perdagangan, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah realitas sistem Kapitalisme Sekularisme dan Liberalisme yang mencengkeram kehidupan umat Islam, termasuk di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, masihkah kita berharap pada sistem yang rusak seperti ini, yang terbukti telah menghempaskan dunia, termasuk Indonesia, ke dalam jurang kehancuran? Orang yang berakal sehat, tentu akan menjawab tidak. Itulah mengapa, seorang Angela Merkel, Kanseler Jerman, beberapa waktu lalu pernah menyatakan, bahwa dunia membutuhkan sistem alternatif.&lt;br /&gt;Kembalikan Kedaulatan Syariah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pokok yang menimpa umat Islam saat ini di dunia, termasuk Indonesia, sesungguhnya berpangkal pada tidak hadirnya kedaulatan Asy-Syâri’—Allah SWT—di tengah-tengah kehidupan mereka. Yang justru bercokol selama puluhan tahun justru ‘kedaulatan rakyat’ yang semu. Pasalnya, di Parlemen, selalu yang duduk adalah segelintir orang yang sering justru tidak memihak rakyat, tetapi lebih sering memihak pengusaha, para pemilik modal dan bahkan kekuatan asing. Rakyat malah sering hanya dijadikan ‘sapi perahan’ oleh para wakilnya di Parlemen. UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, UU Minerba, UU BHP dll yang dihasilkan oleh Parlemen pada faktanya lebih ditujukan untuk memenuhi kehendak para pemilik modal dan kekuatan asing. Rakyat sendiri tidak tahu-menahu duduk persoalannya. Padahal semua UU tersebut justru berbahaya bagi mereka dan berpotensi menjadikan mereka hanya sebagai korban. Sebelum sejumlah UU di atas diberlakukan saja, negeri ini telah dilanda berbagai persoalan cabang seperti kemiskinan, kebodohan, ketidakstabilan politik, korupsi, nepotisme, perpecahan, penguasaan kekayaan alam oleh segelintir orang, dominasi kekuatan penjajah atas berbagai sumber kekayaan alam kaum Muslim, penjajahan fisik di sejumlah wilayah, dan merebaknya perbuatan-perbuatan tidak bermoral. Semua itu tidak lain sebagai akibat tidak tegaknya kedaulatan syariah akibat disingkirkannya al-Quran sebagai pedoman hidup. Mahabenar Allah Yang berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thaha [20]: 124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban Menegakkan Khilafah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menegakkan kedaulatan syariah adalah kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi kaum Muslim. Satu-satunya lembaga yang mampu mewujudkan kedaulatan syariah itu hanyalah Daulah Islam seperti zaman Nabi saw., atau yang kemudian dikenal setelah Nabi wafat sebagai Khilafah, yakni Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah (yang tegak berdiri di atas manhaj Nabi saw.) Inilah yang telah dibuktikan oleh sejarah Kekhilafahan Islam selama berabad-abad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem pemerintahan Islam (Kihlafah), negara ditopang oleh sejumlah struktur yang ditetapkan oleh syariah, antara lain khalifah, para mu’awin (pembantu khalifah), para wali (gubernur), hingga para qadhi (hakim), petugas administrasi dan majelis umat. Dalam sistem ekonomi Islam terdapat berbagai hukum syariah yang berkaitan dengan tanah dan kepemilikan, aturan-aturan tentang industri, serta perdagangan domestik dan luar negeri. Terkait dengan politik luar negeri Khilafah, kita juga akan menemukan hukum-hukum syariah tentang tentara Islam berikut persiapan yang harus mereka lakukan dalam rangka menghadapi tugas-tugas yang diemban, yaitu menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;Khatimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar. Dunia, termasuk Indonesia, memang membutuhkan sistem alternatif. Sistem itu adalah sistem Khilafah, bukan yang lain. Bahkan keyakinan semacam ini pun berkembang di kalangan intelijen dan ahli strategi. Baru-baru ini AM Hendopriyono menyatakan, “Setelah tesis Liberalisme-Kapitalisme gagal mensejahterakan dunia, Kekhilafahan seharusnya muncul sebagai penggantinya. Karenanya, Islam perlu menjawab tantangan globalisasi dengan membangun Khilafah Universal. Hanya sistem inilah yang bisa mengatur dan mensejahterakan dunia, karena tatanan Sekular-Kapitalisme telah gagal.” (Sabili, no 19 TH XVI, 9 April 2009, hlm. 28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan seperti ini memang bukan hal baru. Bahkan ahli strategi AS dan Rusia, termasuk NIC, sebelumnya pernah menyatakan bahwa Khilafah akan tegak kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jalan baru yang dibutuhkan oleh dunia, termasuk Indonesia saat ini. Jalan inilah yang akan mengubah wajah dunia yang didominasi oleh kezaliman menjadi wajah dunia yang adil dan makmur. Jalan itu pun telah dirintis oleh Hizbut Tahrir sejak tahun 1953. Dari bagian barat, ruangan Masjidil Aqsa, 56 tahun silam, jalan baru itu dirintis oleh seorang pemikir, politikus ulung dan mujtahid mutlak, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani. Kini jalan baru itu telah diemban oleh jutaan umat Islam dan berkembang di lebih dari 40 negara. Wajar jika ada yang mengatakan, Hizbut Tahrir saat ini telah menjelma menjadi kelompok politik terbesar di seluruh dunia, bukan hanya di Dunia Islam, tetapi juga di Barat dan Timur. Tentu saja, semuanya ini berkat komitmen dan keteguhannya, dan yang pasti berkat izin dan pertolongan Allah SWT semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hizbut Tahrir bersama umat Islam di seluruh dunia kini siap menyongsong kabar gembira, yakni dengan kembalinya Khilafah ’ala minhaj an-Nubuwwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ () بِنَصْرِ اللَّهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada saat itulah, hati seluruh kaum Mukmin akan bergembira karena pertolongan Allah (QS ar-Rum [30]: 4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-3742042492104677527?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/3742042492104677527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/pesta-demokrasi-bukan-pesta-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3742042492104677527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/3742042492104677527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/pesta-demokrasi-bukan-pesta-perubahan.html' title='‘Pesta Demokrasi’: Bukan ‘Pesta Perubahan’'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SefnIz3arsI/AAAAAAAAAJk/xCQzlX6Adlw/s72-c/alislam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-879091062195815755</id><published>2009-04-10T05:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T05:54:17.771-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>DEMOKRASI: CALEG SIAP MASUK RUMAH SAKIT JIWA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd9BaXsBfKI/AAAAAAAAAJc/iR95TimCeag/s1600-h/boneka-parpol.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 171px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd9BaXsBfKI/AAAAAAAAAJc/iR95TimCeag/s200/boneka-parpol.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323045205866282146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh : A’an Sutihan Al-bantany &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mahasiswa STEI Hamfara Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gangguan jiwa siap ancam caleg!! Beberapa rumah sakit jiwa sudah banyak yang menanti kedatangan para caleg yang gagal terpilih masuk kekursi impiannya. Pihak Rumah Sakit Jiwa sudah mempersiapkan ruangan VIP untuk para caleg tersebut. Pasca pemilu 2004 sebanyak 76,51 % pengisi rumah sakit jiwa adalah caleg yang gagal terpilih. Terbukti demokrasi adalah penghasil orang-orang gila.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Di madura seorang istri salah satu caleg menjadi gila karena rumahnya dijual untuk biaya kampanye  sebesar Rp 800 jt. Caleg asal Lampung Selatan, Reza fadhillah dan Anshorullah dari PPI rela terjun kedunia kejahatan dengan membawa 12 kg ganja ke Jakarta untuk dijual dengan nilai Rp 26 jt untuk keperluan kampanye, yang akhirnya di tangkap oleh polisi di Bakauheni ahad malam (22/02/09). Di Jakarta, seorang caleg ditangkap polisi karena diduga telah mencuri sepeda motor di depan sebuah rumah makan rekannya.&lt;br /&gt; Fakta membuktikan, Tantowi Yahya memerlukan dana sekitar Rp 1,5 M untuk caleg sumsel, Jeremy Thomas sudah habis Rp 450 jt (sebelum kampanye) untuk caleg Riau, yang lebih mengejutkan lagi sampai ada yang rela menunggakkan SPP anaknya dan mengeluarkan Rp 70 jt padahal assetnya hanya Rp 50 jt. Belum lagi fakta-fakta lain baik caleg maupun capres dan cawapres yang tentu lebih besar lagi dana yang dibutuhkan. “Demokrasi memang mahal” kata Rizal Malaranggeng. Pertanyaannya, apakah dana yang dikeluarkan oleh para caleg, murni diambil dari ’dompet’nya?&lt;br /&gt; Indonesia dalam pemilu tahun ini mendapat dana hibah dari Negara-negara Asing. Seperti pemerintah Inggris mengucurkan bantuan senilai 1 ji poundsterling (US$ 1,4 juta). Selain Inggris negara lain yang nyokong uang adalah Australia sebesar $ 7,3 jt dolar Australia, Belanda US$ 1 jt dan pemerintah Spanyol sebesar US$ 1,8 jt. Sedangkan Amerika melalui USAID menyumbangkan dana sebesar US$ 7 juta.  Pertanyaannya, Apakah dana tersebut dikeluarkan oleh mereka (Asing) diberikan secara cuma-cuma ke negara kita, tanpa ada niat terselubung dibalik pemberiannya? &lt;br /&gt;Bagi para caleg yang lolos (terpilih) nanti hanya akan menjadi jejongos para kapitalis yang sudah membantu keterpilihannya. Terbukti dari para anggota legislatif (yang terpilih pada pemilu 2004 dan tahun-tahun sebelumnya) selalu berpihak kepada Asing yang notabenenya penjajah. Karena melalui tangan merekalah Asing dapat mengeruk habis seluruh kekayaan alam Indonesia. Bukan hanya itu saja, negara yang penduduknya mayoritas islam ini, aqidahnya diacak-acak oleh mereka (yahudi) yang tidak pernah suka kepada umat islam dan jug mereka mencoba memecah belahnya. Bodohnya orang islam yang masuk parlemen tunduk dan paling penakut terhadap barat. Makanya hampir semua UU yang dihasilkan anggota legislatif berujung memihak para kapitalis Asing daripada rakyatnya. Seperti UU MIGAS, UU Permodalan, UU BHP, UU Pornografi dan aksi dan masih banyak lagi. Sungguh keterlaluan!! &lt;br /&gt;Terus bagaimana dengan mereka yang tidak lolos dalam pemilu tahun ini? Apakah perasaannya tenang? Kalau tenang, terus mengapa beberapa pihak Rumah Sakit Jiwa menyiapkan kamar VIP untuk mereka? Ternyata, pasca pemilu tahun 2004 lalu sebanyak 76,51 % pengisi Rumah Sakit Jiwa adalah para caleg yang gagal terpilih. Bagaimana tidak jadi gila? Sementara uang yang dihambur-hamburkan sedemikian banyak. Seperti yang dikutip diatas, para caleg sampai nekat menjual rumah, SPP anak ditunggakkan, hutangpun dimana-dimana dan buruknya kebathilan menjadi jalan pintasnya. Seperti melakukan pencurian, jual obat-obatan terlarang dan lain-lain. Naudzu billah! Kenapa bisa demikian? Tak lain dan tak bukan inilah akibat dari sistem yang bobrok. Demokrasi. Mereka lupa bahwa apa yang dikerjakannya akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti dan akan mendapat balasan yang setimpal. Sebagaimana firman Allah swt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al-Zalzalah: 7-8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Oleh karena itu, penulis mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk bersatu menjadikan islam sebagai ideology dan peraturan hidup yang didasarkan pada Al-qur’an dan Sunnah Rosulullah saw. Hanya islamlah yang akan menyelamatkan kehidupan umat dan tidak akan tersesat untuk selama-lamanya. Sebagaimana sabda Rosul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Telah Aku tinggalkan dua pusaka yang jika kamu sekalian berpegang teguh pada keduanya, maka kamu tidak akan tersesat untuk selama-lamanya yaitu; Al-qu’an dan sunnahku “. (Al-Hadits)&lt;br /&gt; Allah swt telah berjanji bahwa islam akan tegak kembali didunia ini, sebagaimana firman-Nya;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS. An-Nuur: 55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bersama-bersama mewujudkannya. Allahu Akbar!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi para pembaca : setelah membaca tulisan ini, tolong kirimkan kritik dan sarannya..ke alamat e-mail: an_albantany@yahoo.com  syukron. Jazakallah khoiran katsiraan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-879091062195815755?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/879091062195815755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/demokrasi-caleg-siap-masuk-rumah-sakit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/879091062195815755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/879091062195815755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/demokrasi-caleg-siap-masuk-rumah-sakit.html' title='DEMOKRASI: CALEG SIAP MASUK RUMAH SAKIT JIWA'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd9BaXsBfKI/AAAAAAAAAJc/iR95TimCeag/s72-c/boneka-parpol.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-2158126865513547157</id><published>2009-04-10T05:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-10T05:38:38.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Islam'/><title type='text'>INGAT.... SETIAP PILIHAN AKAN DITANYA OLEH ALLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd89w7tYRqI/AAAAAAAAAJM/rN4FHuLM8eg/s1600-h/alislam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 93px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd89w7tYRqI/AAAAAAAAAJM/rN4FHuLM8eg/s400/alislam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323041195446257314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[Al-Islam 450]&lt;/span&gt; Pemilu 2009 sudah digelar. Kamis, 9 April 2009, rakyat negeri ini yang mayoritas Muslim serentak melakukan pencontrengan tanda partai/gambar caleg yang menjadi pilihannya, meski sebagian mereka ada yang lebih memilih ‘golput’.&lt;br /&gt;Sejak awal Pemilu 2009 ini diduga bakal rumit. Pemilu 2009 diwarnai oleh sejumlah persoalan: anggaran biaya yang besar;&lt;span class="fullpost"&gt; proses pembahasan UU Pemilu yang cukup alot, verifikasi parpol calon peserta yang rumit, pengesahan 38 parpol peserta Pemilu yang demikian banyak (melebihi parpol peserta Pemilu pertama tahun 1955), penetapan jumlah ‘suara terbanyak’ oleh MK untuk para caleg yang menuai perdebatan, serta munculnya sejumlah kasus teknis seperti kemungkinan terlambatnya pasokan logistik Pemilu ke sejumlah derah hingga dugaan adanya manipulasi seputar DPT (Daftar Pemilih Tetap).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari H pelaksanaan pemungutan suara juga rumit. Bayangkan, pemilih harus membuka kertas suara seukuran halaman satu muka koran yang di dalamnya terdapat daftar 38 parpol dan ratusan nama caleg. Pemilih bisa pusing dibuatnya. Dari sini potensi suara tidak sah menjadi makin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain rumit, Pemilu sekarang juga menyimpan potensi ledakan masalah sosial, yaitu ledakan para caleg yang stres atau frustasi karena gagal menjadi anggota legislatif. Bayangkan, di tingkat kabupaten/kota saja, ada 1,5 juta orang bersaing untuk merebut 15.750 kursi DPRD II. Dengan kata lain, dipastikan 1.484.250 orang atau 98,9% caleg DPRD II gagal meraih impiannya. Jika angka itu ditambahkan dengan jumlah para caleg yang gagal duduk di DPRD I dan DPR maka akan ada 1.605.884 caleg di seluruh Indonesia yang berpotensi stres atau frustasi. Pasalnya, mereka sudah mengeluarkan biaya puluhan juta, atau ratusan juta, bahkan miliaran rupiah untuk kampanye Pemilu. Padahal, uang sebesar itu, selain dari sumbangan pihak lain, tidak jarang juga merupakan hasil dari ‘menguras’ harta-bendanya, atau bahkan ngutang sana-sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu berbahaya. Bahayanya adalah jika para caleg yang gagal tidak bisa menerima kegagalan. Lalu karena frustasi, ia tidak bisa menahan diri dan bahkan melibatkan massa pendukung untuk memprotes KPU, MK atau pihak lain. Pintu chaos bisa saja terbuka. Tentu saja, semua ini tidak diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggung Jawab di Akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak sebagaimana rumitnya penyelenggaraan Pemilu dalam sistem demokrasi seperti di atas, sikap seorang Muslim yang seharusnya secara syar’i terhadap Pemilu itu sendiri sebetulnya sederhana. Intinya, setiap pilihan ada hisabnya di sisi Allah SWT, termasuk memilih untuk tidak memilih alias ’golput’. Karena itu, sudah selayaknya setiap Muslim merenungkan kembali pilihannya yang telah ia lakukan saat Pemilu. Kesalahan memilih tidak hanya berakibat di dunia, tetapi juga di akhirat. Akibat di dunia adalah terpilihnya orang-orang yang tidak beriman, tidak bertakwa, tidak amanah dan tidak memperjuangkan tegaknya syariah Islam, bahkan semakin mengokohnya sistem sekular yang nyata-nyata bobrok dan bertentangan dengan Islam. Semakin kokohnya sistem sekular tentu akan semakin memperpanjang kemungkaran. Bukankah dalam sistem sekular hukum-hukum Allah selalu disingkirkan? Semakin kokohnya sistem sekular tentu juga akan semakin memperpanjang penderitaan kaum Muslim. Bukankah sistem sekular memang telah mengakibatkan umat ini terus menderita, justru di tengah-tengah kekayaan mereka yang melimpah-ruah? Adapun akibat di akhirat karena kesalahan dalam memilih tentu saja adalah dosa dan azab dari Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, dengan dasar keimanannya kepada Allah SWT, seorang Muslim sejatinya tetap menata dan menyelaraskan setiap perbuatannya, termasuk pilihannya, dengan tuntunan yang datang dari Allah SWT melalui Rasulullah saw. Setiap perbuatan dan pilihan manusia harus terikat dengan syariah. Tentu karena setiap perbuatan/pilihan manusia, sekecil apapun, akan dihisab oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Siapa saja yang mengerjakan perbuatan baik, sekecil apapun, ia akan melihat balasan kebaikannya. Siapa saja yang mengerjakan perbuatan buruk, sekecil apapun, ia akan melihat balasan keburukannya (QS al-ZaIzalah [99]: 8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, setiap Muslim wajib mengetahui status hukum syariah atas setiap perbuatan/pilihan yang hendak dia lakukan; apakah termasuk haram, wajib, sunnah, makruh atau mubah (halal). Lima tolok-ukur hukum inilah yang harus dijadikan rambu-rambu dalam kehidupan dunianya, bukan yang lain, semisal asas kemanfaatan. Jika asas manfaat yang dijadikan ukuran untuk menetapkan status hukum perbuatan manusia, ini sama saja dengan menjadikan hawa nafsu dan akal sebagai sumber hukum. Sikap demikian jelas batil dan dosa besar di sisi Allah SWT. Sebab, hanya Allahlah Al-Hâkim (Pemilik kedaulatan untuk memberikan status hukum atas setiap perkara), sebagaimana firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]إِنِ الْحُكْمُ إِلا لِلَّهِ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sesungguhnya hak membuat hukum itu hanya ada pada Allah (QS al-An’am [6]: 57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, setiap sikap dan pilihan, termasuk dalam Pemilu, akan dimintai tanggung jawabnya di hadapan Allah SWT kelak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (QS al-Qiyamah [75]: 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan Sekadar Memilih Orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan Pemilu, dalam satu kesempatan bertepatan dengan Peringatan Maulid Rasul saw. beberapa waktu lalu, Wapres RI Jusuf Kalla pernah menghimbau, ”Pilihlah pemimpin seperti Nabi saw.; pemimpin yang baik perlu untuk memperbaiki legislasi (pembuatan undang-undang, red.).” (Republika, 18/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu benar, memilih pemimpin seperti Nabi saw. adalah ikhtiar yang harus kita lakukan. Namun, tentu kita pun harus memilih sistem/aturan yang digunakan oleh Nabi saw. dalam kepemimpinannya. Dalam konteks negara, jika kita benar-benar ingin merujuk kepada Nabi saw., maka kepemimpinan Nabi saw. di Madinah al-Munawwarah—yang saat itu merupakan Daulah Islamiyah (Negara Islam)—itulah yang mesti diteladani dan dijalankan. Saat itu, sebagai kepala Negara Islam, Nabi saw. hanya menerapkan sistem Islam dalam mengatur negara. Dengan kata lain, hanya dengan syariah Islamlah Nabi saw. saat itu mengatur masyarakatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, seandainya di negeri ini orang yang terpilih sebagai pemimpin secara moral sangat baik, tetapi sistem/aturan yang mereka jalankan bukan sistem/aturan syariah sebagaimana yang dipraktikkan Nabi saw., tentu beragam persoalan di negeri ini tidak akan pernah bisa diselesaikan. Mengapa? Sebab, sebagai kepala negara, Nabi saw. memimpin dan mengatur masyarakat tidak sekadar dengan mengandalkan akhlak atau moralnya, tetapi sekaligus dengan menerapkan hukum-hukum Allah yang diwahyukan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa perubahan negeri ini ke arah yang lebih baik tidak bisa hanya dengan ‘mengubah’ (mengganti) sosok pemimpinnya, tetapi juga mengubah sistem/aturan yang dijalankannya; yakni dari sistem sekular—sebagaimana saat ini—ke sistem Islam, yang diwujudkan dengan penerapan syariah Islam secara total dalam negara. Hal ini penting karena satu alasan: menerapkan hukum-hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan adalah kewajiban kolektif (fardhu kifayah) bagi umat Islam. Alasan lainnya, karena sistem sekular—dengan demokrasi sebagai salah satu pilarnya—saat ini telah terbukti rusak dan gagal menciptakan kesejahteraan lahir-batin dan keadilan bagi semua pihak. Logikanya, buat apa kita mempertahankan sistem yang telah terbukti rusak dan gagal? Padahal jelas Allah SWT telah menyediakan sistem yang baik, yakni sistem syariah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sistem hukum Jahiliahkah yang kalian inginkan? Siapakah yang lebih baik sistem hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin (QS al-Maidah [5]: 50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Pasif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu bisa dianggap tidak bertanggung jawab atas nasib negeri ini jika dalam menghadapi Pemilu kita hanya duduk manis seraya melipat tangan di dada, tidak berbuat apa-apa demi perubahan. Akan tetapi, tentu tidak bijak pula jika Pemilu seolah dianggap ‘obat mujarab’ yang pasti menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika yang diinginkan adalah perubahan semu dan sesaat (sekadar pergantian orang-orang yang duduk di struktur pemerintahan dan di DPR), mungkin iya. Namun, jika yang dikehendaki adalah perubahan hakiki dan mendasar (dari sistem sekular ke sistem yang berlandaskan syariah Islam), maka masuk dalam pusaran sistem demokrasi justru sering melahirkan bahaya nyata: pengabaian terhadap sebagian besar hukum-hukum Allah SWT. Pasalnya, demokrasi memang sejak awal menempatkan kedaulatan (kewenangan membuat hukum) berada di tangan manusia (rakyat), bukan di tangan Allah SWT. Akibatnya, hukum-hukum Allah SWT selalu tersingkir, dan hukum-hukum buatan manusialah yang selalu dijadikan pedoman. Inilah yang sudah terbukti dan disaksikan secara jelas di dalam sistem demokrasi di manapun, termasuk di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, ‘Pesta Demokrasi’ alias Pemilu (yang sekadar diorientasikan untuk memilih orang) tidak seharusnya melalaikan umat Islam untuk tetap berjuang di dalam mewujudkan sistem kehidupan (pemerintahan, politik, hukum, ekonomi, sosial, pendidikan dll) yang berdasarkan syariah Islam. Umat Islam tidak boleh pasif! Apakah kita akan berdiam diri, tidak membela hukum-hukum Allah SWT yang sudah begitu lama dicampakkan? Bukankah kaum Muslim wajib hidup dengan tuntunan (syariah Islam) yang haq? Jika memang kita sedang berjuang untuk menegakkan syariah Allah SWT dan mengembalikan kehidupan Islam, apakah langkah perjuangan kita sudah benar mengikuti manhaj Rasulullah saw.? Ataukah sikap pragmatis telah menjadi penyakit yang menjangkiti diri kita dalam perjuangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita merenungkan dengan baik firman Allah SWT berikut ini agar sikap dan pilihan kita tidak melahirkan madarat yang lebih dahsyat, yakni azab-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ]قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالأخْسَرِينَ أَعْمَالا () الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Katakanlah, "Maukah kalian Kami beritahu ihwal orang-orang yang paling merugi karena perbuatannya? Mereka itulah yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat baik.” (QS al-Kahfi [18]:103-104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah SWT melimpahkan hidayah dan taufik atas umat ini, yang bisa menggerakkan mereka untuk aktif dalam memperjuangkan tegaknya syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyah. Semoga Allah SWT pun selalu membimbing umat ini agar senantiasa menapaki manhaj perjuangan Rasulullah saw., sejak memulai dakwahnya di Makkah hingga berhasil menegakkan Daulah Islam di Madinah, sekaligus menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Amin. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden SBY: Mengemplang utang luar negeri itu tidak punya harga diri (Koran Tempo, 7/4/2009) Bagaimana dengan tetap menghamba kepada pihak asing dengan terus menambah utang baru?!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-2158126865513547157?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/2158126865513547157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/ingat-setiap-pilihan-akan-ditanya-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2158126865513547157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/2158126865513547157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/ingat-setiap-pilihan-akan-ditanya-oleh.html' title='INGAT.... SETIAP PILIHAN AKAN DITANYA OLEH ALLAH'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/Sd89w7tYRqI/AAAAAAAAAJM/rN4FHuLM8eg/s72-c/alislam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-1388205005559167310</id><published>2009-04-05T15:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-05T15:16:40.010-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pemimpin Harapan Rakyat</title><content type='html'>Oleh : Disman &lt;br /&gt;Mahasiswa STEI Hamfara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa hari lagi bangsa indonesia akan melaksanakan pemilu legislatif, dan beberapa bulan lagi menyusul pilihan umum presiden.ini adalah suatu fenomena rutin  yang kerap terjadi di indonesia.tujuan utama yang diharapkan oleh rakyat adalah adanya suatu perubahan yang akan membawa nasib rakyat menjadi lebih baik.tapi kalau kita lihat, sejak pemilihanumum yang pertama, sampai dengan pemilu yang akan dilaksanakan besok,nyatanya tidak membawa perubahan yang signifikan pana nasib bangsa ini.bahkan pada saat reformasi pun yang katanya menjadi tonggak perubahan, ternyata tidak membawa perubahan sedikitpun pada bangsa ini, &lt;span class="fullpost"&gt;namun yang terjadi adalah menjadikan nasib bangsa ini menjadi lebih buruk dari pada sebelumnya..Korupsi meningkat tajam, kerusakan lingkungan makin menjadi-jadi, pornografi makin tak terkendali, dan jumlah orang miskin masih tetap tinggi dan sebagainya. Lebih menyedihkan lagi, sumber-sumber kekayaan negeri ini yang semestinya diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat justru berpindah ke dalam cengkeraman asing. Aroma pengaruh kekuatan asing pun masih terasa sangat kental di negeri ini. Alhasil, upaya memerdekakan negeri ini secara hakiki belum juga berhasil meski sudah lepas dari penjajahan fisik lebih dari 63 tahun.&lt;br /&gt;sudah saatnya bangsa indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang dapat membawa pwrubahan pada nasib bangsa ini. bangsa indonesia&lt;br /&gt;membutuhkan pemimpin yang bisa membawa bangsa ini keluar dari sistem buruk kapitalisme yang sedang membalanggu bangsa ini.&lt;br /&gt;karena sistem yang diterapkan sekarang inilah yang sebenarnya membuat negarai ini berada dalam kubangan lumpur, bahkan bukan hanya negara indonesia saja yang mengalami nasib seperti ini, melainkan semuan negeri-negeri yang menerapkan sistem kufur kapitalisme, walaupun sebagian besar rakyatnya menganut agama islam.&lt;br /&gt;hukum yang berlaku dalam sistem kapitalisme adalah hukum rimba, yang kuat dialah yang akan menguasai yang lemah, dengan kata lain yang punya modal besar lah yang akanmengalami kejayaan, sedangkan kaum melarat menjadi bahan mainan bagi mereka.&lt;br /&gt;dalam sistem ini juga, alur hak dan kewajiban dalam kepemimpinan mengalami penyimpangan, yang seharusnya kesejahteraan menjadi hak bagi rakyat, namun ternyata menjadi milik para pemilik modal yang sebalumnya telah mendanai kampanye calon pemimpin. sehingga dengan segala kebijakan busuknya yang katanya mengatasnamakan kepentingan rakyat,mereka sebenarnya menjadi jongos bagi para kaum kapitalis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sudah saatnya kaum muslimin mempunyai sosok pemimpin yang benar-benar memperhatikan kesejahteraan rakyat,bukan malah menjadi antek-antek para  kaum kapitalis. tentunya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang diibaratkan kalau dalam hadis,adalah sebagai penggembala atau pelayan dan rakyat adalah sebagai gembalanya atau yang dilayaninya.sehingga hak dan kewajiban dalam kepemimpinan pun menjadi jelas, rakyat terpenuhi haknya dankewajiban mentaati pemimpin pun terlaksana.&lt;br /&gt;ternyata persoalanya tidak sampai disitu, yang dibutuhkan rakyat,tidak hanya pemimpin yang baik, tapi sistemnya juga harus baik, karena soerang pemimpin yang baik, akan menjadi baik ketika berada dalam sistem yang baik. dan pemimpin yang baik adalah yang mau merubah sistem yang busuk dengan sistem yang baik,dengan kata lain seorang pemimpin harus bisa mengganti sistem kapitalisme ini dengan sistem islam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-1388205005559167310?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/1388205005559167310/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/pemimpin-harapan-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1388205005559167310'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/1388205005559167310'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/pemimpin-harapan-rakyat.html' title='Pemimpin Harapan Rakyat'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-5531027361260594048</id><published>2009-04-02T20:40:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T20:42:47.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al Islam'/><title type='text'>‘Tragedi Situ Gintung’ Bukti Kelalaian Penguasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SdWFpjqRUqI/AAAAAAAAAJE/-uOE3ccwDzE/s1600-h/alislam.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 61px; height: 93px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SdWFpjqRUqI/AAAAAAAAAJE/-uOE3ccwDzE/s400/alislam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320305483801776802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[Al-Islam 449] Berita sedih sekaligus perih tiba-tiba kembali menyayat hati kita. Untuk ke sekian kali, suasana duka-lara menyelimuti bangsa ini. Setelah rentetan musibah dan bencana beberapa waktu lalu yang mulai mereda, kita kembali dikagetkan oleh sebuah bencana yang menebarkan kengiluan dan kepiluan yang sama: ‘Tragedi Situ Gintung’. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ledakan besar menandai ambrolnya tanggul sisi timur Situ Gintung Ciputat, Jumat subuh 27 Maret lalu; menggelentorkan 200 juta meter kubik air danau ke tiga kampung dan perumahan warga di bawahnya. Menurut catatan Depkes, sampai Sabtu malam (28/3), ‘tsunami kecil’ itu telah menewaskan sedikitnya 91 orang, 107 lainnya hilang, 183 rumah hancur lebur dan lima unit mobil rusak parah. “Ini bencana,” tandas Wapres Jusuf Kalla, tatkala meninjau lokasi musibah pada hari kejadian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Seperti dikemukakan Ridwan Saidi, penulis buku Bencana Bersama SBY yang diluncurkan pada 11 Maret 2009 di Jakarta, dalam periode kekuasaan SBY-JK yang hampir genap 5 tahun telah terjadi paling tidak 400 bencana alam. Yang terbesar adalah musibah tsunami NAD-Sumut pada 26 Desember 2004, dan gempa DIY-Jateng 27 Mei 2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya Ridwan Saidi menuturkan, rentetan bencana alam yang mengakrabi Indonesia merupakan peringatan dari Allah SWT terhadap bangsa ini yang membiarkan semakin terjadinya kerusakan dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, seperti dikemukakan Presiden SBY, secara alamiah Indonesia adalah negeri yang sangat rawan bencana. Merujuk pada perhitungan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup), secara natural 83% wilayah Indonesia berpotensi bencana. Misalnya, gempa bumi dan letusan gunung berapi. Kondisi ini ditambah dengan kenyataan bahwa 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan, yang memungkinkan rawan gempa dibarengi intaian tsunami. Sejarah membukukan, sejak 1820 Nusantara sudah diguncang gempa dan tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, lanjut Walhi, selain karena faktor alamiah, bencana lebih banyak lantaran ulah manusia. Dalam berbagai bencana, faktor alam hanyalah salah satu penyebab dengan proporsi yang kecil. Faktor terbesar justru datang dari ketidakmampuan penguasa dalam mengurus alam serta meremehkan ancaman bencana. Kondisi lingkungan hidup yang semakin rusak menambah percepatan terjadinya bencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi seperti itu, tulis Walhi, penguasa tidak melakukan upaya sungguh-sungguh membangun suatu sistem kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana. Negara gagal membangun sistem pendidikan yang memasukkan perspektif kerentanan bencana dalam kurikulum; gagal melakukan sosialisasi terhadap ancaman bencana; gagal melindungi lingkungan dari laju kerusakan; dan gagal dalam melakukan fungsi pengawasan terhadap kegiatan yang potensial menimbulkan bencana ekologis, seperti dalam tragedi ‘Lumpur Lapindo’ di Sidoarjo, Jawa Timur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakseriusan Pemerintah dalam mengelola politik dalam negeri, membuat 98% rakyat Indonesia berada pada posisi rentan terhadap ancaman bencana. Lantaran terbodohkan dan termiskinkan, jutaan rakyat hidup melata di pinggiran sungai, lereng gunung, perbukitan, kolong jembatan, pinggir rel kereta api, seputar tempat pembuangan sampah dan berbagai tempat berbahaya lainnya. Mereka berebut tempat dengan kecoa, kelabang, ular, buaya, macan atau gajah yang merupakan pribumi habitat tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan seperti itu, sedikit saja terjadi gejala alam seperti gempa atau longsor, ancaman akan berubah menjadi petaka yang merenggut korban jiwa dan harta rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi Situ Gintung ini bukti yang ke sekian kalinya. Bendungan yang dibangun Belanda pada 1932 ini, kerusakannya sudah dikeluhkan dan dilaporkan warga sejak 2 tahun lalu kepada Dinas Perairan setempat. Namun, menurut Marwanto, warga Kampung Cirendeu, laporan tak ditanggapi. Bahkan pada November 2008, luberan air Situ pernah terjadi dan segera pula dilaporkan masyarakat, tetapi tetap dianggap sepele saja oleh pemda setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, lahan hijau penopang keliling Situ terus saja berubah menjadi permukiman dan areal bisnis, sementara kondisi tanggul kian membahayakan lantaran hanya berupa tanah tanpa beton. Hal ini diakui Departemen PU pada 2007, bahwa telah terjadi alih fungsi kawasan Situ se-Jadebotabek; dari total luas 193 situ di Jabodetabek sekitar 2.337,10 hektar, hanya tinggal 1.462,78 hektar saja. Hanya 19 situ yang kondisinya masih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Berry Nahdian Forqan, juga mengkritik lemahnya koordinasi antar-Pemda di wilayah Jabodetabek untuk memulihkan kawasan hulu dan wilayah tangkapan air, khususnya untuk kawasan DAS Ciliwung dan Cisadane. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam tragedi Situ Gintung, terkesan penguasa Banten dan DKI saling lempar tanggung jawab. Penelantaran wilayah perbatasan antar-propinsi seperti kawasan Ciputat ini memang khas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, tidak aneh jika Andre Victhek, novelis dan senior fellow di Oakland Institute Amerika Serikat, dalam tulisannya di The International Herald Tribune dan The Financial Times edisi 12 Februari 2007, menyatakan bahwa bencana beruntun yang menewaskan ribuan orang Indonesia lebih merupakan ‘pembunuhan massal’ ketimbang tragedi bencana alam. &lt;br /&gt;Pemimpin Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar bin al-Khaththab ra., saat menjadi khalifah, begitu terkenal dengan kata-katanya yang menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang penguasa agung (al-imâm al-a’zham): “Seandainya ada seekor keledai terperosok di kota Bagdad karena jalan rusak, aku khawatir Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban diriku di Akhirat nanti.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keagungan Khalifah Umar ra. Jangankan manusia, nasib seekor binatang sekalipun tak luput dari bahan pemikiran, perhatian dan tanggung jawabnya. Khalifah Umar ra. membuktikan ucapannya. Sepanjang sejarah kepemimpinannya, telah banyak riwayat yang menunjukkan betapa tingginya kepedulian beliau terhadap rakyatnya. Beliau, misalnya, setiap malam selalu berkeliling untuk mengontrol keadaan rakyatnya. Beliau tak segan-segan memanggul sendiri gandum di atas pundaknya untuk diberikan kepada seorang janda dan keluarganya saat diketahui bahwa mereka sedang kelaparan. Padahal saat itu beliau adalah seorang penguasa besar dengan kekuasaan yang membentang sepanjang jazirah Arab, Timur Tengah, bahkan sebagian Afrika. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau, dengan penuh kasih-sayang dan tanggung jawabnya, juga pernah membebaskan pungutan jizyah dari seorang Yahudi tua yang miskin dan telah sebatang kara, sekaligus menjamin kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Khalifah Umar bin al-Khaththab ra. begitu gelisah memikirkan seekor keledai karena khawatir terperosok akibat jalanan rusak, bagaimana dengan para penguasa sekarang? Meski ribuan ruas jalan rusak, bahkan sebagiannya rusak parah, dan telah menimbulkan banyak korban jiwa, para penguasa sekarang seolah tidak peduli. Banyak jalanan rusak tidak segera diperbaiki, seperti sengaja menunggu korban lebih banyak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski banjir sering datang menghampiri, para penguasa juga seperti tak ambil pusing. Hutan-hutan tak segera ditanami, bahkan yang ada terus digunduli; seolah menunggu korban lebih banyak lagi akibat wabah banjir yang tak terkendali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula, meski semburan Lumpur Lapindo telah mengubur sekian desa dan telah berlangsung lebih dari dua tahun, Pemerintah seakan-akan sudah tidak lagi memiliki nurani; membiarkan masyarakat yang menjadi korban menderita lebih menyakitkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironisnya, janji-jani manis untuk rakyat tetap mereka lontarkan di saat-saat kampanye Pemilu tanpa rasa malu; seolah-olah mereka menganggap rakyat buta dan tuli atas kelalaian, ketidakamanahan, bahkan kelaliman mereka terhadap rakyat selama mereka berkuasa. Mereka tetap percaya diri untuk maju dalam Pemilu demi sebuah mimpi: menjadi penguasa. Mereka seolah tidak peduli dengan sabda Baginda Nabi saw.: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى اْلإِمَارَةِ وَإِنَّهَا سَتَكُونُ نَدَامَةً وَحَسْرَةً فَنِعْمَتِ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتْ الْفَاطِمَةُ»&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian akan berebut untuk mendapatkan kekuasaan. Padahal kekuasaan itu adalah penyesalan pada Hari Kiamat; nikmat di awal dan pahit di ujung (HR al-Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jauh berbeda dengan Abu Bakar ash-Shiddiq atau Umar bin al-Kththab ra. Diriwayatkan, sebelum diminta menjadi khalifah menggantikan Rasulullah, Abu Bakar ra. mengusulkan agar Umarlah yang menjadi khalifah. Alasan beliau, karena Umar ra. adalah seorang yang kuat. Namun, Umar ra. menolaknya, dengan mengatakan, ”Kekuatanku akan berfungsi dengan keutamaan yang ada padamu, wahai Abu Bakar.” Lalu Umar membaiat Abu Bakar sebagai khalifah, yang kemudian diikuti oleh para sahabat lain dari Muhajirin dan Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dialog ini dapat kita pahami bahwa generasi awal Islam, yang terbaik itu, memandang jabatan seperti sesuatu yang menakutkan. Mereka berusaha untuk menghindarinya selama masih mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberatan para Sahabat dulu untuk menjadi pemimpin karena mereka mengetahui konsekuensi dan risiko menjadi pemimpin. Mereka begitu memahami banyak hadis Nabi saw. tentang beratnya pertanggungjawaban seorang pemimpin di hadapan Allah pada Hari Akhirat nanti. Wajarlah jika Umar bin Abdul Aziz sampai mengurung di kamarnya begitu lama seraya menangis sesaat setelah umat membaiatnya menjadi khalifah, meski ia telah berusaha keras menolaknya. Yang selalu menghantui pikirannya tidak lain adalah, betapa beratnya nanti ia mempertanggungjawabkan kepemimpinannya di hadapan Allah SWT di Hari Akhir nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi Rasulullah saw. jauh-jauh hari telah memperingatkan para penguasa yang lari dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan rakyat dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyatnya, dengan sabda beliau: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;«مَنْ وَلاَّهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَ حَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ وَفَقْرِهِ» &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa saja yang diberi oleh Allah kekuasaan untuk mengurus urusan kaum Muslim, kemudian tidak melayani mereka dan memenuhi kebutuhan mereka, Allah pasti tidak akan melayani dan memenuhi kebutuhannya (HR Dawud). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah ulama salaf, diriwayatkan bahwa Khalifah Umar bin Abdil Aziz dalam setiap shalat malamnya sering membaca firman Allah SWT berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*] احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (٢٢)مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (٢٣)وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ (٢٤)[&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kepada para malaikat diperintahkan): Kumpulkanlah orang-orang yang lalim beserta teman sejawat mereka dan sesembahan yang selalu mereka sembah selain Allah. Tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka. Tahanlah mereka di tempat perhentian karena sesungguhnya mereka akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS ash-Shaffat [37]: 22-24) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengulangi ayat tersebut beberapa kali karena merenungi besarnya tanggung jawab seorang pemimpin di akhirat, di hadapan Hakim Yang Mahaagung, Allah SWT. Lalu bagaimana dengan para pemimpin yang tidak amanah saat ini?! Wallâhu a’lam [] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMENTAR AL-ISLAM:&lt;br /&gt;Sri Mulyani: Dunia Siapkan Sistem Keuangan Baru (Mediaindonesia.com, 31/3/2009).&lt;br /&gt;Selama bukan sistem keuangan Islam, sistem baru itu pasti bermasalah.&lt;br /&gt;                     &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/65718197251762955-5531027361260594048?l=cah-hamfara.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/feeds/5531027361260594048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/tragedi-situ-gintung-bukti-kelalaian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5531027361260594048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/65718197251762955/posts/default/5531027361260594048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cah-hamfara.blogspot.com/2009/04/tragedi-situ-gintung-bukti-kelalaian.html' title='‘Tragedi Situ Gintung’ Bukti Kelalaian Penguasa'/><author><name>cah_hamfara</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12441644747149871266</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_93QeuoU3fjc/SdWFpjqRUqI/AAAAAAAAAJE/-uOE3ccwDzE/s72-c/alislam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-65718197251762955.post-7036988349460122304</id><published>2009-04-02T20:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T20:30:19.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Press Releases'/><title type='text'>Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia   tentang     Pemilu Legislatif 2009</title><content type='html'>Nomor: 155/PU/E/03/09&lt;br /&gt;Jakarta, 26 Maret 2009 M/29 R. Awwal 1430 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kembali akan menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu). Selain untuk memilih anggota legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat dan Daerah serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD), juga memilih presiden dan wakil presiden. Pemilihan anggota legislatif akan diselenggarakan pada 9 April 2009. Sedang pemilihan presiden (pilpres) putaran pertama akan diselenggarakan pada 5 Juli 2009, dan pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada pertengahan September 2009. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif Islam, pemilu legislatif pada dasarnya bisa disamakan dengan hukum wakalah, di mana hukum asalnya adalah mubah (boleh) selama rukun-rukunnya sesuai dengan ketentuan Islam. Yakni adanya dua pihak yang berakad (pihak yang mewakilkan (muwakkil) dan pihak yang mewakili (wakîl)); perkara yang diwakilkan atau amal yang akan dilakukan oleh wakil atas perintah muwakkil; serta bentuk redaksi akad perwakilannya (shigat taukîl). Selanjutnya yang akan menentukan apakah wakalah ini Islami atau tidak adalah pada amal atau kegiatan apa yang akan dilakukan oleh wakil. Bila kegiatannya bertentangan dengan akidah dan syariah Islam, maka wakalah ini tidak Islami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan utama wakil rakyat dalam parlemen adalah membuat atau menetapkan undang-undang, selain menetapkan anggaran dan melakukan pengawasan atau koreksi terhadap pemerintah. Berkaitan dengan kegiatan legislasi, harus diingat bahwa setiap muslim yang beriman kepada Allah SWT, wajib taat kepada syariat Islam yang bersumber dari al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tidak ada pilihan lain bagi seorang muslim untuk menetapkan hukum kecuali dengan menggunakan syariat Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak boleh seorang muslim mengharamkan yang telah dihalalkan Allah atau menghalalkan apa yang telah diharamkan-Nya. Tentang hal ini, At-Tirmidzi, dalam kitab Sunan-nya, telah mengeluarkan hadits dari ’Adi bin Hatim radhiya-Llahu ’anhu berkata: ’Saya mendatangi Nabi saw. ketika beliau sedang membaca surat Bara’ah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﴿اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَاباً مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهاً وَاحِداً لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ ﴾&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) al-Masih putera Maryam.” (Q.s. an-Nisa’ [04]: 60)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seraya bersabda: ’Mereka memang tidak beribadah kepadanya, tetapi jika mereka menghalalkan sesuatu untuknya, mereka pun menghalalkannya; jika mereka mengharamkan sesuatu untuknya, maka mereka pun mengharamkannya.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menetapkan hukum yang bukan bersumber dari wahyu (al-Quran dan As-Sunnah) adalah perbuatan yang bertentangan dengan akidah Islam. Seorang muslim wajib terikat kepada syariat Allah seraya dan menolak undang-undang atau peraturan buatan manusia yang bertentangan dengan hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT. Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap penetapan peraturan perundang-undangan yang bersumber pada selain al-Kitab dan as-Sunnah disebut sebagai aktivitas menyekutukan Allah SWT. Dengan demikian, wakalah dalam kegiatan legislasi yang akan menghasilkan hukum atau peraturan perundangan sekular atau yang bertentangan dengan syariat Islam tidak diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun wakalah dalam konteks pengawasan atau koreksi dan kontrol terhadap pemerintah dibolehkan selama tujuannya adalah untuk amar makruf dan nahi mungkar (menegakkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, berkenaan dengan Pemilu Legislatif 2009, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa memilih dalam pemilu adalah hak, dan setiap penggunaan hak pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di akhirat kelak. Karena itu, pastikan bahwa hak itu digunakan dengan sebaik-baiknya dengan cara memilih calon anggota legislatif yang baik, yakni yang memenuhi kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menjadi calon dari partai Islam, bukan dari partai sekuler, yang benar-benar secara nyata terbukti berjuang untuk tegaknya Islam. Asas Islam dari partai itu harus tercermin dalam fikrah yang diadopnya baik menyangkut politik dalam dan luar negeri, sistem pemerintahan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Dan semua fikrah itu tergambar dengan jelas hingga siapa saja dengan mudah bisa mempelajarinya. Juga tercermin dalam keterikatan pada syariat Islam dalam kehidupan kepartaian sehari-hari, baik dalam hubungannya dengan anggota maupun dalam hubungannya dengan yang lain dalam kehidupan berparlemen, termasuk dalam soal materi kampanye, strategi dan tatacara yang dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tujuan dari pencalonan itu adalah untuk melakukan muhasabah, bukan legislasi; menghentikan sistem sekuler dan menggantinya dengan sistem Islam. Mewujudkan kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariat Islam di bawah naungan khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Harus menyuarakan secara terbuka tujuan dari pencalonan itu. Dengan kata lain, calon wakil rakyat itu menjadikan parlemen sebagai mimbar (sarana) dakwah Islam, yakni menegakkan sistem Islam, menghentikan sistem sekuler dan mengoreksi penguasa. Dalam kampanyenya harus menyampaikan ide-ide dan program-program yang bersumber dari ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bersungguh-sungguh dalam perjuangan untuk mewujudkan tujuan ini, tegas dan terbuka, tanpa rasa takut dan malu. Dan dalam proses pemilihan tidak menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan, serta tidak bersekutu dengan orang-orang sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahwa pemilu harus tidak boleh digunakan untuk melanggengkan sistem sekular karena hal itu bertentangan dengan akidah dan syariah Islam. Selanjutnya, harus terus berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mengubah sistem sekular ini menjadi sistem Islam melalui perjuangan yang dilakukan sesuai dengan thariqah dakwah Rasulullah saw melalui pergulatan pemikiran (as-shirâul fikriy) dan perjuangan politik (al-kifâh as-siyâsi). Perjuangan itu diwujudkan dengan mendukung individu, kelompok, jamaah, dan partai politik yang secara nyata dan konsisten berjuang demi tegaknya syariah dan khilafah; serta sebaliknya menjauhi individu, kelompok, jamaah dan partai politik yang justru berjuang untuk mengokohkan sistem sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Maka harus diingatkan pula, bahwa perbaikan menyeluruh tidak akan pernah terjadi kecuali melalui perubahan sistem dari tatanan yang sekularistik menuju tatanan yang Islami. Karena itu, meski nanti bakal terpilih tokoh muslim yang Islami sebagai wakil rakyat, umat tidak boleh berhenti berjuang, karena harus diperjuangkan pula perubahan sistem dari sistem yang sekularistik sekarang ini menuju sistem Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak boleh terpengaruh oleh propaganda yang menyatakan bahwa mengubah sistem sekular dan mewujudkan sistem Islam mustahil dilakukan. Tidak boleh ada rasa putus asa dalam perjuangan. Dengan pertolongan Allah, Insya Allah perubahan ke arah Islam bisa dilakukan asal perjuangan itu dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Yakinlah, Allah SWT pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya, khususnya dalam usaha mewujudkan kembali kehidupan Islam (isti’nâfu al-hayah al- Islâmiyah) di mana di dalamnya diterapkan syariat Islam dan mengemban risalah Islam ke seluruh dunia dengan kepemimpinan seorang khalifah yang akan menyatukan umat dan negeri-negeri Islam untuk kembali menjadi umat terbaik serta memenangkan Islam di atas semua agama dan ideologi yang ada. Kesatuan umat itulah satu-satunya yang akan melahirkan kekuatan, dan dengan kekuatan itu kerahmatan (Islam) akan terwujud di muka bumi. Dengan kekuatan itu pula kemuliaan Islam dan keutuhan wilayah negeri-negeri muslim bisa dijaga dari penindasan dan penjajahan negeri-negeri kafir sebagaimana yang terjadi di Irak, Afghanistan, Palestina dan di tempat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kepada aktivis partai politik diingatkan, bahwa sebagai muslim harus benar-benar berjuang untuk tegaknya Islam, yakni terwujudnya kehidupan Islam di mana di dalamnya diterapkan syariah Islam. Bahwa partai politik harus menjadi wasilah atau sarana untuk mencapai tujuan itu. Artinya, partai politik harus benar-benar digerakkan ke arah sana, mulai mulai dari penetapan asas, konsep-konsep atau pemikiran yang diadopsi, perilaku kesehariannya, materi kampanye dan kesungguhannya dalam mewujudkan semuanya tadi di dalam parlemen. Jika semuanya itu dilakukan, itu menunjukkan bahwa partai ini memang benar-benar secara terbuka berjuang bagi tegaknya kehidupan Islam. Perlu diingatkan pula, bahwa Allah SWT Maha Tahu apa yang diperjuangkan; apakah berjuang sungguh-sungguh demi Islam atau sekadar demi jabatan dan kekayaan serta sekadar menjadikan Islam sebagai alat untuk mengelabuhi umat demi meraih tujuan politik. Semua itu pasti akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Akhirnya diingatkan bahwa semua berpulang kepada masyarakat apakah akan membiarkan negeri ini terus diatur dengan sistem sekular dan mengabaikan syariat Islam, sehingga membuat negeri ini terus terpuruk; ataukah sebaliknya bersegera menegakkan syariat Islam sehingga kedamaian, kesejahteraan, dan keadilan benar-benar akan terwujud. Karena itu, umat Islam di Indonesia sebagai pemegang kekuasaan hendaknya memperhatikan momentum pemilu ini. Bahwa Pemilu ini tidak boleh menjadi alat untuk melanggengkan sistem sekular. Sebaliknya, umat Islam harus berusaha untuk menegakkan sistem Islam dan menghentikan sistem sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Ismail Yusanto&lt;br /&gt;Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gedung Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia&lt;br /&gt;Crown Palace Jl. Prof. Soepomo No 231, Jakarta Selatan 12790&lt;br /&gt;Telp / Fax : (62-21) 83787370 Fax. (62-21) 83787372&lt;br /&gt;Website : http://www.hizbut-tahrir.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/657181
